Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan

27 September 2020

Dongkrak Produksi Pertanian, P3A sanghiang rahayu Desa bantrangsana Bangun Irigasi

                                                                     

dok.mpw pekerjaan irigasi tersier P3A
 sanghiang rahayu, desa bantrangsana

                                        

Majalengka, POLICEWATCH,- Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) merupakan wadah bagi para petani pemakai air yang bersifat sosial, ekonomi, budaya dan berwawasan lingkungan.

P3A  sanghiang rahayu Desa bantrangsana Kec.panyingkiran Kabupaten majalengka, mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 190 juta untuk membangun saluran irigasi.

Disampaikan Ketua Pelaksana P3A Desa bantrangsana, nono  juga mengatakan irigasi berfungsi untuk mengairi lahan pertanian termasuk sawah.

“Saluran irigasi dibangun di D.I. Rentag adapun kontrak kerja selama 60 hari dengan melibatkan pekerja 16 orang, untuk tukang 6 orang dan pembantu 10 orang,” terang nono.

Pembangunan irigasi yang dilaksanakan oleh P3A desa bantrangsana yaitu kelompok sanghiang rahayu, menurutnya kegiatan tersebut sesuai dengan rencana pembangunan.

“Karena, ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan peningkatan hasil produksi pertanian,” ujarnya.

nono mengatakan, realisasi pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat akan di upayakan dilaksanakan dengan baik.

P3A sendiri adalah satu program infrastruktur berbasis masyarakat dari Kementerian PDikatakan ,dalam program tersebut masyarakat dilibatkan melalui pembangunan irigasi kecil dengan melibatkan langsung Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

                                                                    

doc.mpw lokasi pekerjaan 

Tujuannya, untuk menumbuhkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi. Sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan prinsip kemandirian dan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran serta bangunan irigasi,” tambah nono

Secara pribadi, dia selaku Ketua P3A sanghiang rahayu dan mewakili petani di desa bantrangsana mengucapkan terima kasih kepada pemerintah telah menberikan bantuan  program P3A melalui kementrian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BBWS sungai citarum

“Insya Allah kita kerjakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas nono


pewarta : (RS) 


26 Agustus 2020

Meningkat kan Ketahanan Pangan Dalam suasana Pamdemi Covid 19, Kodim 0404 Muara Enim Panen Jagung

dok :MPW



Muara Enim , Policewatch,-  Didalam rangka menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan ditengah pandemi Covid-19, salah satu gebrakan Kodim 0404/Muara Enim melalui Koramil 404-01 Gelumbang, melakukan penanaman jagung. Kini jagung yang ditanam tersebut telah membuahkan hasil dengan ditandai panen jagung, Senin (24/8/2020) yang dilakukan oleh Dandim 0404 Muara Enim Letkol. Inf Erwin Iswari didampingi Danramil 404-01/ Gelumbang, Kapten Arh Mardin SE, bersama Anggota Koramil 404-01/Gelumbang.

Dandim 0404 Muara Enim mengatakan panen jagung manis seluas lebih kurang satu hektar, yang terletak di Kelurahan Gelumbang perbatasan Desa Tambangan Kelekar Kecamatan Gelumbang ini merupakan bentuk dari menghadapi pandemi Covid 19 oleh jajaran Kodim 0404 Muara Enim dalam ini Koramil 404-01 Gelumbang.

“Ini adalah bentuk menjaga stabilitas ketahanan dan keamanan pangan yang kita lakukan karena selain dari padi jagung juga merupakan salah satu bahan pangan yang dapat diperlukan ditengah pandemi Covid 19 saat ini,” ungkap Erwin.

Masih kata Erwin, kedepan program ketahanan pangan ini kedepannya tetap berlanjut, dan akan digalakkan kedesa-desa yang lain dalam lingkup Kodim 0404/Muara Enim.

“Program ketahanan pangan ini akan terus kita galakan kedepannyan agar tetap berkelanjuta. Maka itu kita akan manfaatkan Babinsa kita untuk melakukan pembinaan ke desa-desa hingga progran ini akan terus berlanjut,” harapnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Gelumbang yang juga mantan wakil bupati Muara Enim H. Nurul Aman SH menyampaikan harapannya agar kedepannya kegiatan seperti ini terus digalakan hingga menjadi program berkelanjutan.

“Atas nama masyarakat kabupaten Muara Enim dan Gelumbang khususnya kami sangat menyambut baik dengan program ketahanan pangan oleh Dandim 0404/Muara Enim ini, dan harapan kita kedepan program ini tetap berlanjut,” pungkasnya. 
Team mpw M.E

16 Februari 2020

Petani Desa Pegagan Lor Kec Kapetakan, Berharap Dinas Terkait Segera Normalisasi Sungai Cegah Banjir



Dok d:MPW


CIREBON l POLICE WATCH,- Dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana alam (banjir), Pemerintah Desa Pegagan Lor bersama warga trutama para petani setempat melakukan kegiatan kerja bakti normalisasi sungai/bengawan tumaritis secara rentak Gotong royong bersama, Kegiatan Tersebut dipimpin langsung oleh Drs. H. Asdullah, SA., M.M. (Ii Faryani), selain itu, turut dihadiri ketua Penyuluh Pertanian wilayah setempat Sanaji, S.P., Bhabinkamtibmas Desa pegagan lor Brigadir Tedy dari Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota bersama Babinsa Serda Abdurahman dari Koramil 2021/Kapetakan Kodim 0620/Kab Cirebon, yang ikut terjun langsung melakukan aksi    kegiatan kerja bakti/gotong royong bersama, bertempat di ujung sungai/bibir pantai (Lak), Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Minggu (9/2/2020).


Dari pantaun dilokasi tersebut kegiatan kerja bakti secara rentak dimulai sejak pukul 07.30 Wib. Selesai pukul 11. 00 Wib. terlihat aparat desa bersama warga setempat dan Babinkamtibmas beserta Babinsa Kompak melakukan pencangkulan tanah lumpur dan membersihkan tanaman liar (eceng gondok), menggunakan alat seadanya yakni, Pacul/Cangkul dan  Tangan-tangan mereka. Guna mengangkat tanah lumpur dari sungai itu yang mengalami Kedangkalan akibat tanah Timbul, di lokasi ujung sungai tumaritis bibir pantai tersebut atau biasa disebut warga setempat Lak. Hasilnya,  sepanjang 1(satu) km bantaran aliran sungai tersebut sudah di normalisasi dengan alat tradisional seperti cangkul dan lainya, namun hasilnya hanya sedalam/dengan kedalaman 1,5 meter,  sebelumnya kedalaman sungai tersebut 30-40 cm. nampak arus sungai itu usai di normalisasi mengalir dengan lancar ke arah bibir pantai (laut).


Sementara itu, H. Qoyum petani warga setempat menjelaskan bahwa, terjadinya pendangkalan sungai di ujung sungai bengawan/tumaritis tepatnya di bibir pantai itu, karena terjadinya Timbul atau tanah lumpur yang tercampur pasir meluap dari pantai (laut) naik ke daratan bibir pantai tersebut, setiap harinya sehingga terjadilah pendangkalan di lokasi bibir pantai sungai tersebut" Ujarnya.

Lanjutnya, H. Qoyum mengatakan, intinya harapan kami selaku warga bersama para petani desa pegagan lor wilayah kecamatan Kapetakan ini, sangat  menginginkan agar Dinas terkait segera berupaya untuk mengatasi persoalan ini, sebab 6 (enam) bulan kedepan akan terjadi lagi tanah Timbul ke darat, maka akan terjadi lagi pendangkalan di lokasi sungai tersebut.  minimalnya setiap 6 (bulan) sekali saluran air sungai bibir pantai itu harus di cangkul, kembali  karena kalau tidak di lakukan Normalisasi kembali maka tetap akan terjadi pendangkalan  akibat pergeseran tanah  Timbul, supaya aliran sungai itu menjadi lancar ke arah bibir pantai, maka seharusnya dilakukan pengerukan tanah sungai itu dengan menggunakan Alat Berat, minimalnya enam bulan satu kali" harapnya.

Selain itu, juga Qoyum menambahkan bahwa, di lokasi bibir pantai ini sebetulnya sangat berpotensi untuk  jangka panjang/masa akan datang di lokasi tersebut, karena tanah di bibir sungai itu mengandung pasir sehingga bisa di buat atau bangun tempat Pariwisata,"itupun untuk jangka panjang" jadi nantinya sungai dilokasi  tersebut akan terurus dan mengalir dengan lancar" ungkap Qoyum.


Lebih jauh Qoyum menjelaskan, lokasi ini sangat berpotensi sekali jikalau nanti kedepanya bisa dikembangkan menjadi lokalisasi tempat wisata maka akan menjadi suatu berkah, karena dilokasi ini sesuai dengan tanah (pasir), begitupun tanah dilokasi tersebut akan terus timbul setiap tahunnya bahkan hampir 1(satu) hektar tanah yang terus timbul naik ke daratan. Maka dari itu  untuk mewujudkan lokalisasi sebagai tempat Wisata dilokasi tepatnya bibir pantai ini harus ada kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah dengan Dinas Pariwisata Pusat" Pungkasnya Kyai H. Qoyum.


Terpisah, Pemerintah Desa (Pemdes) Pegagan Lor menanggapi berbagai keluhan dan masukan para warganya, Kepala Desa Dra. Hj. Ii Faryani melalui perangkat desanya Yana selaku kaur Raksa Bumi menjelaskan, bahwa Pemerintah Desa Pegagan Lor selama ini sudah berupaya maksimal dalam  mengatasi persoalan atau masukan dari warganya, trutama menanggapi keluhan dari para petani desa pegagan lor khususnya, upaya dari pemdes pegagan lor itu sendiri yakni, sudah dilakukan upaya apa yang menjadi keinginan warga khususnya para petani desa pegagan lor ini" ujar Yana.

"Pemdes Pegagan Lor melalui perangkat desanya rutin melakukan normalisasi aliran sungai tersebut agar tidak tersumbat dan antisipasi bencana alam (banjir), sudah kami laksanakan sebelumnya, yaitu melakukan pembersihan tanaman liar (eceng gondok) di sekitaran atau sepanjang sungai/bengawan tumaritis itu, dengan menggunakan perahu mesin (Diesel), bertujuan untuk membersihkan sampah dan tanaman liar yang tumbuh kembang di sepanjang aliran sungai itu, agar tidak terjadi sumbatan aliran air,  sehingga aliran air sungai tumaritis ini bisa mengalir ke arah bibir pantai menjadi lancar. Kami laksanakan kegiatan pembersihan sungai itu rutin setiap 1 bulan minimalnya 3 kali kami laksanakan menggunakan perahu mesin" ungkapnya.


Selain itu, Yana menjelaskan bahwa, Pemdes Pegagan lor sudah menyampaikan apa yang menjadi keinginan warganya tentang normalisasi saluran air sungai tumaritis itu yang katanya terjadi tanah timbul setiap tahunya, sehingga aliran air ujung sungai itu terjadi   pendangkalan di lokasi bibir pantai tersebut yang disebkan tanah timbul, bahkan keluhan dari pada petani ini sudah kami sampaikan ke pihak  BBWS Cimanuk Cisanggarung, Kabupaten Cirebon, selain itu, juga sudah dilaksanakan musyawarahkan bersama dengan pihak BBWS Kabupaten Cirebon, dan dari pihak BBWS itu sendiri sudah melakukan peninjauan ke lokasi ujung sungai bibir pantai di Wilayah Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, minggu kemarin, tutur Yana.

"dari hasil pertemuan dengan pihak BBWS Kab Cirebon bersama beberapa para kepala desa se wilayah kecamatan kapetakan, kabupaten cirebon. disimpulkan bahwa dari pihak BBWS Kabupaten Cirebon akan berupaya segera untuk melakukan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan  Kapetakan khususnya.


Yana Juga Berharap agar dinas terkait segera cepat tanggap mengatasi persoalan ini dan segera menormalisasi setiap sungai di wilayah kec kapetakan khususnya, karena mengingat saat sekarang ini musim penghujan jadi minimalnya dapat  mencegah bencana alam (banjir), sungai itu harus segera dikeruk/normalisasi harus  menggunakan alat berat (Beko)"


Yana menambahkan, diharapkan pihak BBWS Kabupaten Cirebon segera mungkin untuk melakukan tindakan cepat dan tanggap, mengingat musim hujan saat ini di sejumlah wilayah Cirebon terdampak banjir, semoga dinas terkait segera menanggapi secepatnya apa yang di inginkan oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon" pungkasnya.


Laporan: Taryudi

14 Oktober 2019

PT. ADVANSIA INDOTANI GELAR PASAR TEKNOLOGI DI KABUPATEN BURU

Reporter: Aam Purnama 
Tamu Undangan Kegiatan Pasar Teknologi Advansia

MALUKU, Policewatch.News,- PT. Advansia Indotani adalah perusahaan Agrokimia yang bergerak dalam bidang perlindungan tanaman dengan paket produk solusi lengkap  dalam pengendalian  organisme pengganggu tanaman (OPT), gelar Pasar Teknologi Advansi dengan tema Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional bertempat di Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, pada Senin, (14/10/2019).

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru mengapresiasi kegiatan Pasar  Teknologi yang dilakdanakan PT. Advansia Indotani agar kedepan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah sebagai mitra guna meningkatkan hasil produksi.
Sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru

"Terimakasih kepada Pimpinan PT. Advansia Indotani yang telah melakukan pendampingan kepada petani kita terkhusus di Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapo,  dalam penerapan pestisida untuk meningkatkan hasil produksi dan kedepan diharapkan dapat bersinergi dengan Penyuluh Lapangan dalam pendampingan,"Ungkapnya.

Menurut manajer PT. Advansi Indotani  untuk wilayah Makasar dan Indonesia Timur Ansar menyampaikan bahwasanya, "Kegiatan ini bukan kali pertama dan kegiatan telah dilaksanakan 50  titik demplot seluruh Indonesian  mulai dari medan Indonesia bagian barat sampai Indonesia bagian timur, dan akan dilaksanakan setiap tahun di lokasi yang berbeda. Ungkapnya

Lebih lanjut saat ini kita juga membuat demplot di lokasi milik Pak Sukri dengan Varietas M 400,  cara tanam: pindah (tapin), jarak tanam: 25x25 Cm, tanggal tanam: 26 Februari 2019, dengan perlakuan:
Moliskisida: ABOJO 60 WP=500 g/ha, insektisida: APRONIL 50 SC+VALACOR35WG=500 ml+30 g/ha, insektisida wereng: AZATIN 500 SC+AJIN 70 WP=250ml+100 g/ha, fungisida dan ZPT=AMOLIN 300 EC +AMOTOP 325 SC+AKARA 75 WP=250ml+250+100 g/ha,bakterisida:AKKOP=250 ml/ha,herbisida:APPURI 50 WP=500 g/ha,"papar Ansar.
Panen Padi Pada Demplot Advansia di sawah Bpk Sukri

Hasil panen dari demplot milik Bapak Sukri didapat hasil pengubinan dengan ukuran 2,50x2,50 Meter didapat gabah sebanyak 4,75 Kg jika dikonfersi maka akan didapat sekitar 7 Ton/ha Tutup Ansar. 

Sementara Sukri selaku Petani pengguna Produk Advansia menyampaikan bahwasanya setelah  menggunakan produk dari Advansia  hasil panen sawah saya meningkat, "saya sudah melakukan perbandingan terhadap rendemen beras hasil giling antara yg menggunakan Advansia dan produk lainnya,  gabah dengan berat sama-sama 60 Kg setelah digiling mendapat rendemen beras yg menggunakan produk Advansia menjadi 45 kg, sementara yang menggunakan produk lain menjadi 35 Kg beras, Ungkap Sukri.

Kegiatan Pasar Teknologi Advansia disambut posifif secara antusias oleh peserta dengan mengikuti serangkai kegiatan mulai demostrasi di stan yang telah disiapkan panitia dan penyelenggara mengenai produk PT. Advansia Indotani dimulai dengan meninjau lokasi Demplot dan mendengarkan penjelasan staf di stan dalam pengaplikasian produk di empat stan meliputi Stan insektisida, stan fungisida dan bakterisida, stan muluskisida, serta stan herbisida dengan memaparkan mengenai jenis produk, waktu aplikasi, dan cara aplikasi.
Petani antusias mengikuti penjelasan mengenai  cara mengaplikasikan  produk Advansia di Stan Pasar Teknologi

Adapun beberapa produk pestisida yang di tawarkan untuk meningkatkan hasil produksi meliputi:
A. Moluksida:
-ABOJO 60 WP
B. Herbisida:
-APURI  50 WP
-ALCHER 100 EC
-ALCHER GOLD
-ABIMEE 100 EC
-ANDALAN 400 SC
-ALODI 15 WG
C. Insektisida:
-AKRUSS 350 FS
-APRONIL 50 SC
-A-IPIN 500 SL
-VALACOR 35 WG
-AZATIN 500 SC 
-AJIN 70 WP
D. Fungisida:
-AMOLIN 300 EC
-AMOTOP 325 SC
-AKARA 75 WP

Hadir dalam kegiatan dimaksud :
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru,  Camat Waeapo atau yang mewakili,  Kapolsek Waeapo,  Kepala Bang BRI Mako,  Gapoktan se-Kecamatan Waeapo,  serta petani sekitaran  Desa Sava Jaya. 

Berikut Alamat Kantor:
PT. ADVANSIA  INDOTANI: BSD city, Foresta Business Loft 3 Unit 17. Jl. BSD Boulevard Utara, Lengkong Kulon, Pagedangan, Tangerang-Banten  email:indo@advansia.com, www.advansia.vom

5 Agustus 2019

Sekda Lahat Serahkan Bantuan Bibit Pertanian Dan Alsintan


Laporan : Bambang. MD

Dinas Pertanian memberikan Bantuan yang kelima kalinya secara bergilir kepada kelompok petani di kabupaten lahat Senin 6/8


Lahat-  policewatch.news - Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pertanian memberikan Bantuan yang kelima kalinya secara bergilir kepada kelompok petani di kabupaten lahat.

Bupati Lahat dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat Januarsyah.SH MM didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kadis BPMDes menyerahkan bantuan merupa alat pertanian, Bibit Tanaman Kopi, Mesin Senso dan Benih Padi kepada kelompok tani di wilayah kabupaten lahat, Senin 6/8. Bertempat di halaman kantor dinas pertanian lahat.

Sekda Lahat Januarsyah.SH MM membacakan amanat Bupati Lahat pada acara penyerahan bantuan alat pertanian, bibit tanaman padi dan bibit padi, Pemerintah saat ini baik pusat maupun Provinsi khususnya Pemerintah Kabupaten Lahat sangat perhatian dan mendukung bidang pertanian serta, dalam rangka mrmpertahankan swasembada pangan khususnya dalam menunjang program peningkatan pruduksi dan produktifitas tanaman pangan khususnya padi dan jagung, termasuk juga bidang perkebunan, terutama tanaman kopi yang merupakan ikon tanaman perkebunan lahat.

Kontribusi dominan sektor pertanian khusunya dalam pemantapan ketahanan pangan,pengetasaan kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan,dimana sektor pertanian memiliki multifungsi yang mencangkup aspek pruduksi serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kemudian juga dengan kesempatan ini menghimbau agar petugas dilapangan dan kelompok tani lebih giat lagi dalam meningkatkan dan memajukan sektor pertanian karena mayoritas penduduk kabupaten lahat bergerak di sektor pertanian, selanjutnya juga kami menghimbau kepada kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan dan sarana dan praserana dari pemerintah, untuk dapat di manfaatkan, merawat dan memelihara dan selalu menjagannya sebaik mungkin untuk meningkatkan hasil pruduksi dan pendapatan. ujarnya

Adapun daftar nama desa kelompok tani yang menerima Bantuan Benih Padi
1. Tani Harapan Desa Tanjung Aur
2. Ulak Lebar Desa Ulak Lebar

Bantuan 4 Unit Corn Seller

1. Harapan Desa Pagar Ruyung
2. Tani Mandiri Desa Sengkuang
3. Muda Sepakat Desa Gg Kembang
4. Tunas Baru Desa Padang

Bantuan Tanaman Kopi Robusta
1. Harapan Bangsa Desa Jadian Baru
2. Maju Desa Talang Pagar Agung
3. Karya Sepakat II Desa Talang Padang Tinggi

Bantuan Bibit Mangga Harum Manis

1. Harapan Makmur A Dess TL Padang
2. Tunas Harapan Desa Jadian Baru