Tampilkan postingan dengan label Subang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Subang. Tampilkan semua postingan

13 Januari 2025

DiSubang Program Makan Bergizi Gratis Belum Merata, Banyak Sekolah Belum Terima Pelaksanaan

 Pewarta : Taufik
Editor: .MRI
Dok : MPW


Red,policewatch.news,- Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah pusat belum sepenuhnya merata di Kabupaten Subang. Hingga saat ini, baru delapan sekolah di wilayah kota yang telah melaksanakan program tersebut.

Delapan sekolah yang sudah melaksanakan program ini antara lain TK Pembina, TK Kartika, PAUD Hasanatul, SDN Perumnas, SDN Sukarahayu, SLB, SMPN 6 Subang, dan SMA PGRI Subang. Sementara itu, di wilayah tengah dan utara Subang, seperti Kecamatan Pagaden dan Pamanukan, program ini belum berjalan. 

Camat Pagaden, Drs. Muhammad Rudi, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis di wilayahnya. 

“Informasi yang saya dapat, program ini baru akan dimulai minggu depan. Namun, ini masih belum pasti,” ujar Rudi. Senada dengan H. Rudi, Camat Pamanukan, Drs. Vino Subriadi juga mengaku belum mendapatkan informasi terkait pelaksanaan program tersebut di wilayahnya, beberapa waktu lalu



“Sampai saat ini, belum ada informasi yang kami terima,” kata Vino singkat. 

Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang, Ade Cece, mengatakan bahwa pelaksanaan makan siang bergizi hari pertama di delapan sekolah yang telah ditentukan berjalan lancar. Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah dapur menjadi kendala utama dalam perluasan program ini. “Saat ini, baru ada satu dapur yang berlokasi di Markas Kodim 0605 Subang. Ini menjadi kendala dalam memperluas jangkauan program,” jelas Ade.***

Dukung Ketahanan Pangan Pemkab Subang Tanam Padi-Jagung Dalam Peringatan Hari Desa

 

 



Red, policewatch.news,Subang,- - Peringatan Hari Desa di di Lapangan Desa Cisaat (Lapangan Zinedine Zidane), Kecamatan Ciater, Subang jadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan pangan. Dukungan ini dilakukan melalui penanaman beberapa tanaman pangan.

Seperti diketahui, ketahanan pangan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat dilantik beberapa bulan yang lalu. Lewat program ini, Prabowo menginginkan Indonesia dapat memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

"Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung dari sumber makanan dari luar," tegasnya saat pelantikan Presiden beberapa waktu lalu

"Saya sudah mempelajari bersama pakar-pakar yang membantu saya, saya yakin paling lambat 4-5 tahun kita akan swasembada pangan. Bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia," lanjutnya.

Adapun kegiatan Peringatan Hari Desa yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Kemendes PDT) mendukung ketahanan pangan dengan melakukan penanaman padi dan jagung di desa.

Selain itu kegiatan yang mengambil tema 'Membangun dari Desa, dari Bawah untuk Pemerataan Pembangunan' ini juga akan menggelar festival bangun desa bangun Indonesia, launching buku panduan lomba,serta launching buku panduan pemuda-pemudi pelopor desa.

Hari Desa menjadi momentum untuk membangun pemahaman dan kepedulian masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan desa sebagai subjek pembangunan, pusat pertumbuhan dan kebudayaan daerah, serta desa sebagai titik sentral pembangunan.

Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 dari Prabowo Subianto, yaitu 'Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan' yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pembangunan desa.

Acara yang digelar pada 14-15 Januari di Lapangan Desa Cisaat (Lapangan Zinedine Zidane), Kecamatan Ciater, Subang ini bakal dihadiri oleh Mendes PDT, Yandri Susanto, Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, dan beberapa Menteri/Kepala Lembaga Kabinet Prabowo-Gibran, serta sejumlah kepala daerah, tokoh agama, hingga masyarakat sekitar.

Kemendes mengadakan acara ini dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pembangunan desa. Adapun latar belakang dari diselenggarakannya acara ini merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 Tentang Hari Desa. Keputusan itu menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa.

Penetapan Hari Desa bertujuan untuk untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa desa merupakan unsur pemerintahan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Desa yang didukung oleh PT Adaro Andalan Indonesia TBK.**Taufik**


7 November 2024

DI DUGA PALSUKAN TANDA TANGAN ,KADES LENGKONG TERANCAM MASUK BUI.

  

Lahan sengketa 


Subang policewatch.news,-Kasus seketa lahan  antara kades lengkong  ade nana sebagai pihak terlapor  dengan ma entin sebagai pihak pelapor terus bergulir . 

Kasus ini tak kunjung selesai kedua belah pihak saling meng klaim sebagai pemilik lahan yang sah . 

Seiring waktu kedua belah pihak telah di  upayakan  melakukan pertemuan guna bermusawarah beberapa kali tapi tidak pernàh terlaksana  dan tidak ada  kesepakatan untuk  berdamai , dari  ke dua belah pihak masing masing bersikeras mempertahankan merasa sebagai pemilik lahan yang sah . 

Padahal kedua belàh pihàk ini masih ada kekerabatàn satu nenek ungkap warga .

Dengan kejadian itu akhirnya  masalah ini di laprokan ke pihak aparat penegak hukum di polres subang .

 Hasil investigasi  dan informasi di lapangan selasa 5 nov 24 ,, Sebelum mencuat menjadi kasus hukum kades lengkong ade nana meminjamkan sejumlah uang ke  almarhum kaka nya ma  entin ,,  Entah bagaimana tiba tiba muncul kwitansi yang di tanda tangan anak almarhum kaka nya ma entin , sehingga muncul penyeplitan dan SPPT nya sudàh berubah nama . 

Sementara obyek lahan yang jadi sumber konplik berlokasi di rt14 rw 04 kp lengkong 1 desa lengkong kecamatan Cipeundeuy sudàh berdiri bangunan lumbung padi bantuan dinas ketahanan pangan  kabupaten subang  yang konon anggaran nya mencapai milyaran rupiah,  

Dari pantauan awak media, bangunan tersebut merupakan tempat pengilingan padi milik gapoktan maju jàya desa lengkong. 

Tapi selain di jadikan tempat penggilingan padi saat ini ada aktivitas usaha penyortiran kardus dan terlihat adanya tumpukàn karung  yang di duga  limbah tektil. 

  Menurut informasi warga, penggilingan padi sudàh berheti  tapi mesin nya masih ada terang nya .

Ketika di minta tanggapan dan informasi seputar kasus sengketa lahan dugaan adanya  pemalsuan tanda tangan relawan  ma entin bàng jagur ondi muhdarojat SH selasa 5 / 11 / 24 via tlp mengatakan, jadi munculnya kasus hukum atau perkara  ini berawal adanya dugaan pemalsuan tanda tàngan pada kwitansi jual beli obyek lahan yang berlokasi di rt 14 rw 04 kampung lengkong 1 , 

Lahan tersebut merupakan milik mutlak sesuai sppt sebelum nya atas nama  ma entin,,  ntah dengàn dasar apa di duga telah di  jual oleh anak almarhum kaka ma èntin sehingga muncul penyeplitan dan keluar SPPT  baru, paparnya

kalau obyek lahan tersebut merupakan tanah waris jual beli pun harus menghadirkàn para ahli waris tidak bisa hanya satu orang saksi ,, tàpi  harus di hadirkan  semua saksi ahli waris ikut menandatangan jual bèli .  

Tapi ini kan obyek lahan ini mutlak milik ma entin jadi kalàu jual beli mesti dengan yang bersàngkutàn . 

 Sekarang  kasus ini udah di laporkàn di polres subang melalui unit harda dan telàh di proses . 

Karena kepala desa lengkong ade nana sudah di tetapkan tersangka harusnya segera di tahan karena dalam tuntuan hukum nya lebih dari diatas 6  tahun penjara jadi harus nya segera di lakukan penahanan, ungkap jagur odi

Kasus ini bukan kasus penyerobotan lahan tapi dugaan pemalsuan tanda tàngan . 

Lebih lanjut bang jagur menambahkàn Ma entin selaku pelapor berharap ada nya keadilan karena dia sebagai pemilik mutlak lahan .

 Saya percaya penegak hukum bisa menjalan kan  dengan baik  proses hukum ini dan segera kades lengkong ini di làkukan penahàna harap nya .


Sementara kuasa hukum kades  lengkong Dede sunarya SH membantah pemberitaan media cetàk maupun online  yang menulis adanya penyerobotan atau pencurian lahan yang di lakukan kades lengkong ade nana itu semua tidak  benar , jadi klaien kami sudàh melakukan pèmbelian lahan kepada ahli  waris sesuai kwitansi  tahun 2013 ujar dede

Seperti di lànsir media online subang  pekan lalu.

  Dhipo / hnd

17 Oktober 2024

SUBANG BERDUKA PENGENDARA MOBIL DAMTRUCK PENGANGKUT BATU DAN TANAH MERAH YANG SOK BERKUASA DIJALANAN



Subang policewhatch.news,- Akibat kelalaiyan pengendara damtruk pengangkut tanah ilegal terjadi kecelakaan beruntun  

Di jalan pasirkarembi wilayah subamg kota kecelakaan lalin di perkirakan pukul 9.30 . 

Kecelakaan lalin ini berawal  

Adanya truck penhangkut batu di duga mengalami rem blong dari arah ranggawulung   menuju subang kota menghantan toko bengkel sehingga terjadi beturan keras hingga menimbulkan kerusakan parah dan adanya korban jiwa .

Kecelakaan lalin ini mendapat tanggapan dari lsm pendekar yàng merasa geram atas kejadian tabrakan beruntun yang di duga adanya galian batu maupun pasir dan tanah merah ilegàl. 

Ketika di minta tanggapan nya kepada awak media mengatàkan ,,, Kami Wahyudin Dewan Pembina beserta Jajaran Keluarga Besar LSM Pendekar Subang mengucapkan inalillahi wa inalillahi rojiun, dengan matinya Peraturan yang ada di Kepemerintahan Kabupaten Subang, 

Dengan adanya kecelakaan Lalulintas di jalan pasir Kareumbi kabupaten Subang, Kendaraan Mobil Damtruck yang mengangkut batu dari arah Ranggawulung menuju ke Arah Subang Kota sehingga merusak Rumah dan bengkel ditambah korban jiwa yang menimpa tukang Becak sampai meninggal dunia dan mengakibatkan kemacetan total pengendara roda dua dan roda empat yang mau lewat ke arah Ciater/Bandung.

 Denga ini Kami LSM Pendekar Subang Sebagai Sosial Kontrol dan kontrol sosial sekaligus peran serta masyarakat kabupaten Subang, Meminta Kepada Bpk PJ Bupati Subang yang telah mengadakan Rapat untuk penertiban mobil Damtruck pengangkut Batu, pasir dan tanah merah agar secepatnya membuat perbup untuk pengendara mobil tersebut, agar tidak terjadi lagi kecelakaan Lalulintas seper di jalan pasir Kareumbi pada hari kamis  17 Oktober 2024, sehingga sangat Merugikan Orang banyak akibat ulah pengendara mobil Damtruck pengangkut Batu, pasir dan tanah merah, mereka semenah menah beroperasi tidak kenal waktu. Lebih lanjut 


Kang Wahyudin Dewan Pembina LSM PENDEKAR SUBANG tegaskan kepada PJ Bupati Subang selain Pengendara mobil Damtruck bermuatan berat, Amankan juga Quari Tanah Merah Ilegal yang beroperasi tanpa mengenal waktu tidak hanya merugikan Masyarakat, pemerintah kabupaten Subang juga di rugikan karna adanya Galian Quari Tanah Merah yang di duga Ilegal yang beroperasi sekarep dewek yang tidak menempuh ijin pertambangan yang sesuai Peraturan sehingga akan merugikan Kepemerintahan Kabupaten Subang, 

Seperti Jalan Rusak, penuh debu dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi kecelakaan Lalulintas seper di jalan pasir Kareumbi, Kami minta kepada Intansi terkait dari Kepemerintahan Kabupaten Subang terutama Kasatpoldam Berkordinasi dengan Tipidter Polres Subang, Agar Melakukan Sidak Ke Galian Quari Tanah Merah, dan Quari lainnya yang diduga masih banyak Quari ilegal di kabupaten Subang.

Kami LSM Pendekar Subang Mengharap kan Kepada Bpk PJ Bupati Subang bisa membenahi Peraturan atau Aturan di Kabupaten Subang agar Rakyat Kabupaten Subang nyaman dan Percaya Kepada Kepemerintahan Kabupaten Subang, Kepada APH Kepolisian Kabupaten Subang.

Kami LSM Pendekar Subang sekaligus masyarakat kabupaten Subang Mengharap kan dan Merindukan Kabupaten Subang Aman, Nyaman dan Lohjenawi, Bukan Loh Ko,bok-brok, Kami harapkan Pejabat Kepemerintahan dan Kepolisian Kabupaten Subang bisa bersinergis untuk kesejahteraan kenyamanan Rakyat Kabupaten Subang,

*SATU KATA DARI Kang Wahyudin Dewan Pembina LSM Pendekar Subang TUTUP PENGUSAHA QUARI ILEGAL PAKE PERATURAN JANGAN PAKE SECARA LISAN, TERTIBKAN PENGENDARA MOBIL DAMTRUCK YANG BEROPERASI UGAL-UGALAN*

Demikian Aspirasi Kami LSM Pendekar Subang sekaligus Peran Serta Masyarakat Kabupaten Subang Sampaikan, semoaga di dengar oleh Bpk PJ Bupati Subang dan Bpk Kapolres Subang, Tegakan Peraturan dan Aturan untuk kesejahteraan Rakyat Subang  berkepentingan.   Dipo k / hnd

16 Oktober 2024

Polres Subang fokus di 7 Titik Rawan Dalam Operasi Zebra 2024




Polres Subang Gelar Operasi Zebra Jaya 2024 kini resmi dimulai di Kota Subang sejak kemarin hingga 27 Oktober 2024. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung keselamatan berkendara, sekaligus menciptakan ketertiban lalu lintas menjelang pelantikan presiden terpilih. Dengan adanya operasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya disiplin di jalan raya.

Operasi Zebra Jaya yang berlangsung dari 14 hingga 27 Oktober 2024 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tata tertib berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan di jalan. Momen ini juga menjadi sangat penting karena bertepatan dengan pelantikan presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka, yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2024.

Dalam operasinya, pihak kepolisian akan menggunakan teknologi penegakan hukum lalu lintas yang modern, seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara mobile dan statis. Pendekatan ini dilakukan dengan cara yang humanis, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perundang-undangan lalu lintas yang berlaku.


 Meskipun tidak ada detail spesifik mengenai lokasi razia, terdapat beberapa titik rawan di Subang yang diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam operasi ini. Berikut adalah tujuh titik rawan kecelakaan lalu lintas yang perlu diwaspadai:

1.Lokasi Rawan Laka Lantas 
2.Jalur Pantura
3. Jalur Wisata Ciater
4. Kota Subang
5. Pasar Pamanukan
6. Cipeundeuy

Operasi Zebra 2024 diharapkan tidak hanya mendisiplinkan pengguna jalan, tetapi juga menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat yang padat aktivitas. Mengingat pelantikan presiden yang semakin dekat, lalu lintas di ibu kota diprediksi akan semakin ramai dari biasanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih disiplin dalam berkendara dan angka kecelakaan di jalan dapat ditekan secara signifikan. Mari kita dukung Operasi Zebra Jaya 2024 dengan menjadi pengguna jalan yang tertib dan patuh pada peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama***

Pewarta: Dipho Kusumo
Editor : Bayu

1 Oktober 2024

PULUHAN ANGGOTA POKTAN DUSUN JAMBU DESA SIDAJAYA ADAKAN GROPYOKAN DAN PENGOMPOSAN TIKUS

 


Subang ,policewatch.news.Bertempat di blok sawah dusun jambu desa sidajaya Kecamatan cipunagara , puluhan anggota kelompok tani dusun jambu desa sidajaya mengadakan gÅ•opyokan dan pengomposan hama tikus  sabtu 19 09 24.

Dalam kegiatan ini puluhan petàni melakukan penangkapan dan pengoposan lubang tikus aktip  secara bersama sama , ratusan lubang tikus aktip berhasil di temukan . puluhan tikus berhasil di tangkap setelah di lakukan pengomposan menggunakan gas elpiji 3 kilo gram.

Dalam kegiatan itu berhasil di tangkap tikus tikus berukuran kecil yang kondisinya mabuk keluar dari lubang lubang yang di kompos memakai gas elpiji 3 kilo gram.


Dalam kegitan pengendalian hama tikus kàli ini di hadiri langsung dari po pt dinas pertanian kabupaten  subamg dan pihak uptd pertanian kecamatan cipunagara .

Pelaksanaan pengendalian hama tikus ini di lakukan dari mulai jàm 7 pagi dan  sepmpat di saksikan kepala desa sidajaya nurhikmat yang akrab di sapa pa nanang . Dalam masa tanam sebelumnya sawah di desa sidajaya dua kali mendapat serangan hama tikus sehingga berdampak berkurang nya hasil panen padi para petani . Upaya telah dilakukan dengan berbagai cara dari mulai pemasangan plastik di area petak sawah dan pemasangan umpan menggunakan racun tikus . Upaya para petani tidak lah sia sia walaupun ga maksimal tetapi setidaknya dapat mengurangi hama tikus yang merajalela.

Menurut cerita cerita para petani kepada awak media menuturkan ,, pengendalian hama tikus sangat sulit di kendalikan ,,  bayangkan ketika kami ke sawah di malam hari ratusan  tikus di sawah berkeliaran bwgitu banyak kami sampai merinding lihat nya terangnya .  Kalaupun banyak yang mati terkena umpan,, sawah kita bertambah rusak pa !!  Kejadian serangan hama tikus ini biasa nya sewindu sekali atau 8 tahun sekali namun tàhum ini hama tikus sampai dua musim tanam menyerang lahan pertanian sehiga kami berupaya  melakukan gropyokan secara berkala agar di musim  tanam kali ini bisa meningkatkan hasil pertanian ungkap salah sàtu petani .

Menurut petani yang berbincang bicang dengan petani lain nya ,, kelemahan petani di desa selalu tidak berbarengan dalam musim tanam nya sehingga pengendalian hama tidak maksimal karna hama selalu berpindah pindah.

kordinator  popt  dinas pertanian kikin saat dimintai tanggapan nya dalam pelaksanaan gropyokan dan pengomposan .    kepada awak media sabtu 29/09/24 mengatakan ,,  jadi begini pa kami selalu merekomendasikan kepada para petani di setiap wilalayah yang sebelumnya terkena endemis dua sampai tiga kali  hama tikus untuk mengedalikan membuàt perencanaan pengedalian  pada musim tanam baru  mengadakan gÅ•opyokan dan pengomposan juga pemasangan umpan .

Gropyokan dan pèngomposan tidak hànya satu kali tapi  harus berkelanjutàn  karena tikus itu berkembang biak di saluran pinggir pinggir kali cipunagara sehingga harus berkelanjutan ujarnya . Saat ini para petani mengadakan pengomposan mengunakan simawar gas elpiji 3 kilogram ,, berhasil di temukàn ratusan lubang aktip dan berhasil di  tangkap puluhan ekor  tikus  

Dan kami yakin pengoposan mengunakan alat yang baru ini banyak tikus yg mati di dalam karena tekanan gas nya yàng kecang  bisa masuk ke dalam sehingga tikus tikusnya terjebak dan mati .  

Lanjut kikin ,, mengadakan gropyokan dan pengomposan selain itu juga bisa dengàn memasanag umpàn di dekat lubang aktip . Selàin itu sekarang yang lagi tren dengàn membuat rumbuhan rumah burung hantu , musuh alami tikus ini di harapkan bisa datang mendiami rumah  yang kita  buat dan sebagai musuh alami burung hantu ini menjadi ekosistem di hamparan sawah yang luas  pungkasnya .  Dhipo / handi.

29 September 2024

BUMDES DESA SUKAHURIP KECAMATAN CIJAMBE "DI TUDING MATI SURI" KEMANA ANGGARANYA.. ??

 



policewatch.news, Subang,- Pemerintah pusat menganggarkan program badan usaha milik desa ( bumdes ) melalui dana desa guna terciptanya sistem  usaha kecil menengah  ( ukm ) di desa guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di setiap desa . Namun apa yang menjaði harapan pemerintah pusat ini selalu terabaikan dan tidak pernah di jalankan dengam bàik dàn benar.

Salah satu nya desa sukahurip kecamatan cijambe yang tidak jelas dalam pengelolaan anggara bumdes nya kemana larinya anggaràn tersebut , padahal mengacu juknis Budes itu wajib di jalan kan di  setiap desa agar tercipta sistem usaha di setiap desa dengan membentuk kepengurusan  secara transparan dàn berkesinambungan sehingga Bumdes bisa eksis di tengah masarakat desa dengàn penanggung jawab kepala desa dan BPD sebagài lebaga pengawas nya.  

Niat mulia pemerintah pusat untuk mempeecepat pertumbuhan ekonomi di desa terkadang ridak di sudung oleh pemerintah desa seakan mengabaikan nya dàn tidak bertanggung jawab begitu juga pemeritah kecamatan cijambe melalui kasi PMD seharusnya melakukan bintek dan pengawasan secara berkelanjutan agar bumdes bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan tepat sasaran . 

Dari informasi di lapangan Para pedagang dan petani mengaku tidak tau adanya Bumdes di desa sukahuÅ•ip saya ga tau unjarnya .. 

Faktanya memang benar di desa sukahuÅ•ip tidak ada kantor Bumdes dan data pengurus nya siapa ? Salah sàtu aparatur desa pun mengaku tidak tau ada  Bumdes ..mungkin mati suri pa sambil bercanda ....

Sementara itu Kades sukahuÅ•ip  Denny syetiawan saat mau di konfirmasi selalu tidàk ada di kantornya ,, saat di temui di rumah nya pun tidàk pernah nonggol seakan sengaja menghindar ada apa kades sukahuÅ•ip ?? .   

Besarnya anggaran dana Apedes desa sukahurip tidak menjamin kinerja kades lebih baik dalam menjalankan roda pemerintahan nya .  Bahkan mulai terdengar  isu isu miring terkait kinerjanya yang semàkin tidak jelas . *dipo / hnd*

12 Juli 2020

Hj.Elita Budiarti Ketua DPD GOLKAR Kabupaten Subang Kunjungi King Barlen


Hj.Elita Budiarti   Menyatakan Siap Menjadi ibu Angkat Kemajuan Golok Barlen Cibeureum Yang Sangat Legendaris


SUBANG POLICEWATCH,--Belum lama ini Hj.Elita Budiarti,M.Si.Ketua DPD Golkar Kabupaten Subang ,kunjungi King Barlen merupakan Golok Terpanjang di Dunia beserta Reynaldi Putra juga Asep Suratman Anggota Dewan Kabupaten Subang dari Golkar beserta jajarannya.

Hadir pada acara tersebut Kepala Desa Tanjungsiang,para pengrajin Golok Barlen,tokoh masyarakat danKarang Taruna Cibeureum.Pada acara kunjungan tersebut Hj.Elita Budiarti,M.Si. yang berkedudukan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang,

menyatakan siap untuk menjadi ibu angkat kemajuan Golok Barlen Cibeureum.Dan dirinya meminta agar masyarakat Subang membeli dalam kebutuhan sehari-hari para pengguna Golok Barlen atau pisau membelinya dari hasil para pengrajin dari Subang " Kita sebagai masyarakakat Subang harus membeli golok barlen atau pisau dari hasil orang Subang juga "tegasnya.

Hj.Elitapun mengatakan bahwa dirinya akan mendorong pihak pemerintah agar lebih peduli dan serius dalam pelestarian dan peningkatan pemasaran khusus produk lokal (UMKM) Subang ,pada intinya kedatangan beliau untuk membantu para pengrajin Golok untuk lebihmaju dan terkoordinir dengan di bentuk berupa kelompok paguyuban atau Yayasan yang berakta hukum,ucapnya.

Sehabis mengunjungi King Barlen dan bertatap muka denganTaufik Hidayat kreator pencetus golok
terpanjang di Dunia,tokoh masyarakat serta para pengrajin Golok Barlen,Hj.Elita Ketua DPD Golkkar Kabupaten Subang ini melakukan peresmian Tugu Bola Voly Borax Cibeureum yang lokasinya tidak jauh dari keberadaan King Barlen.

Peresmian Tugu Bola Voly ini sangat unik soalnya dilaksanakan tidak seperti pelaksanaan gunting pita di acara biasanya acara pemotongan pita menggunakan gunting pita,tapi di peresmian tugu Bola Voly Borax acara pemotongan pita menggunakan Golok Barlen pemotong pita.

Sementara Reynaldi Putra saat di jumpai awak media saat dipertanyakan tentang keberadaan Golok Barlen Cibeureum mengatakan," Golok Barlen ini merupakan bentuk budaya dari Subang yang harus dilestraikan keberadannya merupakan ciri khas Cibeureum ,dan diharapkan pihak pemerintah termasuk Bupati Subang,harus dapat mengexpos keberadaan Bedog Barlen ini apalagi keberadaan King Barlen atau Golok Terpanjang di Dunia yang mencapai 13 meter ini merupakan suatu moment bersejarah yang telah di kenal di tingkat Dunia yang telah membawa harum daerah bahkan negara kita ketingkat Dunia,harus dijaga kelestariannya juga harus di bantu di segi pemasarannya untuk berbagai jenis prodak barlen dari Cibeureum dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"pungkasnya.

Taufik Hidayat atau Ofick Cabank yang di kenal dengan sebutan Kibarlen merupakan salah satu
kreator Cibeureum Desa Tanjungsiang Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang Jawa Barat, telah berhasil membawa nama baik dan mengharumkan daerahnya bahkan Negara Indonesia ketingkat Dunia,dengan keberhasilannya menciptakan King Barlen merupakan Golok terpanjang mencapai 13,5 meter yang diselesaikan dalam waktu lima hari.

Saat di jumpai di rumahnya belum lama ini,Taufik Hidayat alias Kibarlen yang merupakan Pria
kelahiran Cibeurem tahun 1983, lulusan Sarjana Keperawatan 2005 ,Siap menduniakan Golok Barlen yang merupakan hasil pengrajin Cibeureum supaya lebih di kenal di berbagai kalangan baik dari tingkat daerah maupun ke tingkat dunia dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin Golok yang berada di di daerah Cibeureum khususnya

menjadi golok yang betul-betul menjadi kebutuhan para pengguna atau para pemakai di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Subang lebih luasnya para pemakai dari luar diwilayah Indonesia maupun para pemakai di tingkat Dunia.

Kibarlen menambahkan,"Keberhasilan Kami untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin Golok Barlen ini akan tercapai tidak lepas dari dukungan semua pihak,khususnya pihak pemerintahan setempat baik di tingkat Kabupaten maupun Pusat terutama dalam pemasaran Golok Barlen agar diterima oleh para pengguna,disamping pihak pemerintah harus memperhatikan kami di bidang lainnya termasuk permodalan." ucap Taufik Hidayat alias Kibarlen.

Kibarlenpun menambahkan"Harapan Kami sebagai kreator golok terpanjang dan pengrajin bedog
barlen atau golok Barlen tidak hanya di kenal dan menjadi kebanggaan diluar daerah tetapi menjadi salah satu ikon dan souvenir resmi kebanggaan Kabupaten Subang"harapnya.

Kibarlen sangat optimis untuk pemasaran Golok Barlen dari daerahnya,pasalnya bahan Golok ini sangat bagus terbuat dari bahan yang kuat dan bentuknya berfariatif sehingga bisa mengalahkan jenis barlen dari daerah lain.Kibarlen bukan hanya di kenal di Tanjungsiang saja,bahkan dirinya di kenal di tingkat dunia sebgai peraih penghargaan pemecah rekor (Recor ORI & RHR World Recor ) golok terpanjang di Dunia yang panjangnya sekitar 13.5 meter pada hari Rabu 27 September tahun 2017 lalu di hadiri oleh Bupati Subang serta di Kunjungi oleh Limbad Pemain Debus terekstrim di Dunia.

Berkat kinerja Kibarlen ini telah membuktikan ke tingkat Inetrnasional bukan saja membawa harum nama baik dirinya dan keluarga serta daerah,tapi juga Kibarlen telah membawa harum Kabupaten subang Jawa Barat dan negara RI ke tingkat inetrnasional.Tak heran setelah mendapat Piagam Penghargaan tersebut ki Barlen sering dikunjungi tamu-tamu dari Luar negeri,yang tertarik melihat Golok terpanjang tersebut diantaranya dari Belanda,Portugal,India,Arab,Mesir,Rusia,Yugoslavia,Italia,Inggris,Wales,Irlandia,Sepanyol,Amerika,Canada,Jepang,Cina,Australia dan tamu asing dari Korea,paparnya.

Kibarlen menjelaskan," Saya telah di kunjungi tamu dari 20 Negara tersebut ,dan masih banyak lagi tamu-tamu yang akan berkunjung ke rumah,dengan tujuan untuk sharing mengenai sejarah Golok dan hal ini menjadi dasar bagi saya selaku warga Cibeureum Desa Tanjungsiang yang di kenal sebagai penghasil Golok secara turun - temurun dari jaman nenek moyang sampai sekarang. Dengan harapan setelah banyaknya tamu baik dari dalam maupun asing dapat meningkatkan pengasilan dan kesejahtraan warga Kami khususnya produk golok ini supaya laku di pasaran Internasional, mudah-mudahan mereka yang datang dapat membawa prodak Golok kami ke tingkat Dunia" harapnya

Menurut pantauan wartawan PW kinerja Taupik Hidayat atau Ofik Cabank alias Kibarlen ini patut mendapat acungan jempol dan hrus di dukung oleh semua pihak,baik pemerintahan setempat khususnya di kabupaten Subang maupun pemerintahan pusat,terutama masalah pemasaran disamping membantu para pengrajin di bidang permodalan.

Kreatifitas Kampung Barlen Cibeureum kurang bagaimana semangat mencari terobosan agar golok - golok Produksinya di kenal khalayak banyak ,hingga menciptakan gebrakan yang dahsyat dengan membuat Golok terpanjang hingga mendapatkan rekor dari tingkat dunia, dengan memecahkan 13,5 meter sangat keren.Selanjutnya diminta dari pihak pemerintah menjaga dan melestarikan keberadaan King Barlen tersebut merupakan Moment bersejarah yang telah membawa nama baik Indonesia
ke tingkat Dunia,dan mendukung yang di harapkan para pencetus dan para pengrajin golok itu hanya Pengakuan dan Pembinaan dari para inohong Subang.**** Asep Nasa / Tatang

Taufik Hidayat Alias Kibarlen Pemecah ( Rekor ORI & RHR World Rekor ) Golok Terpanjang Di Dunia, Siap Menduniakan Golook Barlen



SUBANG Police Watch,- Taufik Hidayat atau Ofick Cabank yang di kenal dengan sebutan Kibarlen merupakan salah satu kreator, Cibeureum Desa Tanjungsiang Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang Jawa Barat, telah berhasil membawa nama baik dan mengharumkan daerahnya bahkan Negara Indonesia ketingkat Dunia,dengan keberhasilan menciptakan King Barlen merupakan Golok terpanjang mencapai 13,5 meter yang diselesaikan dalam waktu lima hari.

Saat di jumpai di rumahnya belum lama ini,Taufik Hidayat alias Kibarlen yang merupakan Pria kelahiran Cibeurem tahun 1983, lulusan Sarjana Keperawatan 2005 ,Siap menduniakan Golok Barlen yang merupakan hasil pengrajin Cibeureum supaya lebih di kenal di berbagai kalangan baik dari tingkat daerah maupun ke tingkat dunia dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin Golok yang berada di di daerah Cibeureum khususnya menjadi golok yang betul-betul menjadi kebutuhan para pengguna atau para pemakai di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Subang lebih luasnya para pemakai dari luar diwilayah Indonesia maupun para pemakai di tingkat Dunia.

Kibarlen menambahkan,"Keberhasilan Kami untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin Golok Barlen ini akan tercapai tidak lepas dari dukungan semua pihak,khususnya pihak pemerintahan setempat baik di tingkat Kabupaten maupun Pusat terutama dalam pemasaran Golok Barlen agar diterima oleh para pengguna,disamping pihak pemerintah harus memperhatikan kami di bidang lainnya termasuk permodalan." ucap Taufik Hidayat alias Kibarlen.

Kibarlen sangat optimis untuk pemasaran Golok Barlen dari daerahnya, pasalnya Kibarlen bukan
hanya di kenal di Tanjungsiang saja,bahkan dirinya di kenal di tingkat dunia sebgai peraih penghargaan pemecah rekor (Recor ORI & RHR World Recor ) golok terpanjang di Dunia yang panjangnya sekitar 13.5 meter pada hari Rabu 27 September tahun 2017 lalu di hadiri oleh Bupati Subang serta di Kunjungi oleh Limbad Pemain Debus terekstrim di Dunia.

Berkat kinerja Kibarlen ini telah membuktikan ke tingkat Inetrnasional bukan saja membawa harum nama baik dirinya dan keluarga serta daerah,tapi juga Kibarlen telah membawa harum Kabupaten subang Jawa Barat dan negara RI ke tingkat inetrnasional.Tak heran setelah mendapat Piagam Penghargaan tersebut ki Barlen sering dikunjungi tamu-tamu dari Luar negeri,yang tertarik melihat Golok terpanjang tersebut diantaranya dari Belanda,Portugal,India,Arab,Mesir,Rusia,Yugoslavia,Italia,Inggris,Wales,Irlandia,Sepanyol,Amerika,Canada,Jepang,Cina,Australia dan tamu asing dari Korea,paparnya.

Kibarlen menjelaskan,"Baru-baru ini saya telah di kunjungi tamu dari 20 Negara tersebut ,dan masih banyak lagi tamu- tamu yang akan berkunjung ke rumah,dengan tujuan untuk sharing mengenai sejarah Golok dan hal ini menjadi dasar bagi saya

selaku warga Cibeureum Desa Tanjungsiang yang di kenal sebagai penghasil Golok secara turun - temurun dari jaman nenek moyang sampai sekarang. Dengan harapan setelah banyaknya tamu baik dari dalam maupun asing dapat meningkatkan pengasilan dan kesejahtraan warga Kami khususnya produk golok ini supaya laku di pasaran Internasional, mudah-mudahan mereka yang datang dapat membawa prodak Golok kami ke tingkat Dunia" harapnya

Menurut pantauan wartawan POLICE WATCH kinerja Taupik Hidayat atau Ofik Cabank alias Kibarlen ini patut mendapat acungan jempol dan hrus di dukung oleh semua pihak,baik pemerintahan setempat khususnya di kabupaten Subang maupun pemerintahan pusat,terutama masalah pemasaran disamping membantu para pengrajin di bidang permodalan.

Bukan itu saja , beberapa temuan Kibarlen yang sekakarang sedang di buka selain penerima penghargaan golok terpanjang di Dunia,sekarang Kibarlen dikenal sebagai pendiri Objek Wisata Curug Ciung Wanara yang berlokasi di daerah yang didiaminya yang telah membawa moment Kibarlen ke tingkat dunia karena menurut pengakuan Kibarlen terciptanya golok terpanjang ini ada hubungannya dengan Pusaka Ciung Wanara dengan di awali pembukaan objek Wisata Curug Ciung Wanara,yang berlokasi di daerah Cibeureum Desa Tanjungsiang Kabupaten Subang Jawa Barat. sebagai lokasi tempat Wisata Curug Ciung Wanara tersebut.

Kinerja Taufik Hidayat alias Kibarlen ini mulai tercium pihak pemerintah Kabupaten Subang terbukti pada Minggu 6 Juli 2020 Hj.Elita Budiarti,M.Si,Ketua DPD Golkar Kabupaten Subang dan berkedudukan sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang Subang bersama Asep Suratman anggota Dewan dari Golkar kabupaten Subang dan jajarannya, disertai Reynaldi Putra anggota DPR FRAKSI Golkar propinsi Jawa Barat mengunjunhgi keberadaan King Barlen (Golok terpanjang ) di Dunia sekali Gus meninjau beberapa prodak Barlen,dan Golok serta pisau hasil pengrajin Cibeureum sekaligus meresmikan tugu bola volly Borax yang dilakukan H.Elita Budiarti.Dimana acara peresmian tugu Bola Volly ini sangat unik,biasanya pemotongan pita peresmian menggunakan gunting pita tapi pada acara ini pemotongan pita peresmian menggunakan Golok Barlen yang dikenal
dengan Golok potong Pita.

Pada kesempatan tersebut tentang keberadaan Golok Barlen Hj,Elita mengatakan,"Kita Sebagai warga Subang harus beli Golok Barlen atau pisau dari hasil pengrajin Subang" tegasnya.

Sementara Reynaldi Putra saat di jumpai awak media saat dipertanyakan tentang keberadaan Golok Barlen Cibeureum mengatakan," Golok Barlen ini merupakan bentuk budaya dari Subang yang harus dilestraikan keberadannya merupakan ciri khas Cibeureum ,dan diharapkan pihak pemerintah termasuk Bupati Subang,harus dapat mengexpos keberadaan Bedog Barlen ini apalagi keberadaan King Barlen atau Golok Terpanjang di Dunia yang mencapai 13 meter ini merupakan suatu moment
bersejarah yang telah di kenal di tingkat Dunia yang telah membawa harum daerah bahkan negara kita ketingkat Dunia,harus dijaga kelestariannya juga harus di bantu di segi pemasarannya untuk berbagai jenis prodak barlen dari Cibeureum dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"pungkasnya.

Pewarta : Asep Nasa / Tatang

28 April 2020

VIRAL, Lewat Video "Seorang Kades di Subang" Protes Gubernur Jabar, Dirjen, Menteri, hingga Presiden



Subang, POLICEWATCH,- Pemerintah sudah mulai menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak wabah corona. Bansos tersebut disalurkan melalui pemerintah daerah masing-masing.

Namun, kacaunya pendataan membuat pembagian bansos dari pemerintah tidak merata. Hal ini yang menjadi unek-unek Kepala Desa Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Indra Zainal Alim.

Melalui sebuah video, Indra beserta jajarannya memprotes Jokowi, Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Mereka protes lantaran instruksi penggunaan data penerima bansos berubah-ubah. Hal inilah yang membuat Indra sebagai Kades geram dan kesal, karena tidak sinkronnya instruksi di setiap hierarki pemerintahan.

Saat dikonfirmasi, Indra membenarkan video tersebut. Dia meminta kepada pemerintah agar saat mengeluarkan kebijakan dihitung terlebih dahulu.

"Kami kepala desa itu merasa kebingungan ketika turun beberapa kebijakan. Awal kebijakan itu turun bahwa Pak Gubernur mengatakan bahwa yang terimbas COVID-19 akan melahirkan misbar, miskin baru. Artinya klasifikasi miskin baru ini kan banyak. orang yang di-PHK dari kerjaannya karena diberhentikan di pabrik itu termasuk misbar, itu kehilangan pekerjaan," jelasnya 27/04/2020

Indra mengatakan, timnya telah melakukan pendataan terlebih dahulu setelah ada kebijakan soal bansos. Namun, pendataan yang dia lakukan kemudian tak berguna, lantaran ada perintah dan instruksi untuk menggunakan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik pemerintah pusat.

"Kami data melalui RT dan RW hampir semua warga kami kumpulkan. Kami tidak tahu kuotanya berapa untuk desa kami, kami ambil serabutan terkait COVID-19 ini," jelasnya.

"Kemudian turun lagi kebijakan bahwa ini nanti didata kembali Kemensos, kemudian dari kabupaten juga dan provinsi. Setelah kami ambil data semua, berubah semua lagi, kami masukan yng terimbas COVID-19. Nah, setelah terkumpul dimentahkan lagi yang mendapatkan bantuan itu sesuai dengan DTKS Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang dulu disebut BDT," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta khususnya ke Ridwan Kamil agar tak gembar-gembor terlebih dahulu soal bansos. Sehingga masyarakat tidak berharap-harap cemas, mendapatkan atau tidak.

Berikut isi kritikan Kades Jalan Cagak, Subang dalam video;

Saya indra zainal alim kepala desa Jalan Cagak Kabupaten Subang kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Desa, terutama Bapak Gubernur Jawa Barat Bapak Ridwan Kamil, tolong ketika Bapak mengeluarkan satu kebijakan untuk warga masyarakat luas khsusunya yg berhbungan dengan warga desa apalagi terkait dengan bantuan, tolong sebaiknya Bapak pikirkan terlebih dahulu lebih matang, jangan sesekali menggembar gembrokan bahwa akan mendapatkan bantuan.

Warga kami sudah tenang sebenarnya, sebelum ada statetment dari Bapak bahwa kami akan mendapatkan bantuan, karena warga kami sudah biasa hidup dengan kesusahan, dengan statement Bapak bahwa warga kami akan mendapat bantuan,ini semua ricuh.

Dan yang paling garda terdepan adalah kami sebagai kepala desa bukan saya saja sebagai kepala desa jalan cagak, tapi kepala desa seluruh kabupaten subang termasuk Bapak Bupati Subang pun kebingungan dalam kebijakan ini.

Dalam setiap hari berubah ubah, dari keputusan menteri,kemudian keputusan dirjen , mana hierarki perundang-undangan kita, dengan dijadikan bencana musibah ini menjadi pencitraan bagi bapak bapak. kami sebagai kepala desa seolah olah diadu domba dengan warga kami sendiri.

Sekarang dinsos Kabupaten Subang pun seolah olah cuci tangan bahwa data yang diambil RT RW itu tidak berguna, hanya dari DTKS yang bisa diambil, ini simpang siur. Khususnhya Pak Gubernur Ridwan Kamil yang saya hormati, masyarakat desa jalan cagak, sebelum Bapak Menggembar gemborkan akan ada bantuan.

Pewarta : Asep P

11 Maret 2020

DLH Subang Harus Tanggung jawab Segera Ambil Tindajan Tegas

DOK : MPW


POLICEWATCH SUBANG, Salah satu perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Subang yang terindikasi tidak mengolah limbahnya dengan baik malah membuangnya ke sungai dan irigasi pesawahan belum juga ditindak tegas.

Sebelumnya pihak Satgas Citarum Sektor 19 yang dipimpin langsung oleh Dansektor, Kolonel Inf Agoes Hari Soewanto telah menyidak dan memberikan sanksi berupa penutupan out fall (saluran pembuangan limbah, red) perusahaan tersebut pada bulan Juli 2019.

Selain penutupan out fall oleh Satgas Citarum, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang pun sudah memberikan Surat Peringat 1 kepada perusahaan (PT Trimulia Warnajaya, red) namun sampai berita ini tayang pengolahan air limbahnya masih tidak baik/melebihi baku mutu yang ditentukan.

Kami dari Satgas Citarum Sektor 19 sudah melaksanakan sanksi sesuai kewenangan kami, yaitu berupa penutupan out fall pada bulan Juli 2019, untuk sanksi berikutnya adalah kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Dari penutupan out fall kami juga sudah memberikan waktu kepada perusahaan untuk perbaikan, namun hingga kemarin, Rabu 05 Maret 2020 belum juga ada perubahan atau perbaikan, jelas Dansektor saat diwawancarai dilokasi, Senin (09/03/20).

Lebih lanjut, Dansektor 19 mengatakan, melihat tidak adanya upaya dari perusahaan, akhirnya hari ini, Senin 09 Maret 2020 bersama dengan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan juga DLH Kab Subang kami kembali datangi PT Trimulia Warnajaya untuk pemeriksaan selanjutnya.

Ternyata masih tidak ada perubahan yang signifikan, limbahnya masih berhamburan ke irigasi untuk pengairan sawah petani sekitar, ini jelas merupakan kejahatan lingkungan, sekarang tinggal kita tunggu tindakan dari DLH Subang, karena kewenangan kami tidak sampai kesitu, ujar Dansektor.

Sementara itu, Rofi Alhanif dari Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman mengatakan, dari kasat mata saja sudah terlihat pengolahan limbah PT Trimulia Warnajaya ini sangat tidak baik, terlebih dari Satgas Citarum Sektor 19 memiliki alat tes yang lengkap, jadi bisa dicek secara langsung.

PT Trimulia Warnajaya ini juga menurut keterangan Dansektor 19, Kolonel Inf Agoes HS sudah dilakukan penindakan berupa penutupan out fall dan juga Surat Peringatan 1, selanjutnya akan kita bahas bersama Satgas Citarum Sektor 19 dan DLH Kab Subang untuk tindakan selanjutnya, pungkasnya.

Masih kata Rofi, ini jelas merupakan pelanggaran, apalagi kita lihat limbahnya sampai ke irigasi sawah petani, itu kan pasti akan berdampak kepada hasil panen, cuma kembali lagi, kita tidak bisa gegabah dalam hal ini, harus ikuti prosedurnya dan pada intinya kita kembalikan lagi kepada Dinas setempat, ujarnya.

Sedangkan dari Dedi Somantri selaku Kasie Gakkum DLH Kabupaten Subang menyebutkan, PT Trimulia Warnajaya ini sudah kami kenakan sanksi berupa Surat Peringatan 1, dan kami beri waktu untuk perbaikan dalam mengolah limbahnya.

Kami dari DLH Subang dilema dalam hal ini, disatu sisi kami harus menegakan aturan tentang lingkungan hidup, tapi disisi lain kami juga harus menjaga investasi, ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi juga mengatakan, setelah ini kami akan memberikan Surat Peringatan 2, tentunya menimbang dari hasil pengecekan hari ini dan dibahas dulu bersama, tutupnya (asp paraji)

1 Desember 2019

SI JAGO MERAH LALAP PT BUDI MAKMUR PERKASA TANJUNGRASA SUBANG

dok. mpw

SUBANG POLICEWATCH.  Pabrik tepung PT. Budi Makmur Perkasa (BMP) Dilalap si jago merah di Jl.Raya Pantura Desa Tanjungrasakaler, Kecamatan Patokbeusi, Subang. Terbakar sekitar jam 13.00 WIB  api belum bisa dipadamkan. Sabtu (30/11/2019).

Terbakarnya pabrik BMP api pertama kali membakar bagian gudang karton sebelah timur dan kencangnya angin sehinga api merambah ke atas bagian atap gudang. Buruh yang sedang bekerjapun berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Sudah beberapa lama Tim Pemadam Kebakaran dari Purwakarta, Subang dan Karawang diturunkan untuk memadamkan api. "Belum tau Penyebab api berasal dari mana.asap putih mengepul keudara," .

Menurut pekerja api tiba-tiba muncul di bangunan dan langsung membesar dan ada beberapa perkerja di dalam bangun tersebut dan langsung berlari untuk menyelamatkan diri masing-masing ujar nya " Sampai saat ini belum tau kerugian yang dialami PT Budi Makmur Perkasa (otang). 

17 Januari 2019

Irwan : Visi - Misi Bupati Subang Belum Terlaksana Semua ,Janji Terhadap Guru Honorerpun Tak Ditepati




Reporter : Tim 


Subang,POLICEWATCH.NEWS,- Kegiatan Bupati Subang H Ruhimat di sarankan bekerja sesuai dengan Visi dan Misi nya skala prioritas yang di janjikan paling tidak di prioritaskan walaupun tidak semua kegiatan belom  di jalankan tapi setidaknya  ada yang  harus di prioritaskan.

Salah satunya  janji kepada guru honor dan guru ngaji yang di janjikan tidak di laksanakan malah di batalkan,hal itu sangat melukai hati  para guru-guru honorer dan guru ngaji yang adda di kabupaten Subang .
Kontrak Politik  Bupati  Subang H Ruhimat dengan para guru honorer


Kang Irwan Sutaryo ST, selaku pengusaha dan warga Kabupaten Subang,  Menganggap bahwa kinerja Bupati sekarang ini  belum ada kinerja yang bisa wujudkan atau di jalankan dengan baik dan maksimal.paparnya. 16/1/19

 Saya sebagai Warga masyarakat Subang ,Yang menjalin persahabatan cukup baik dengan Bupati sekarang ini sudah mencoba memberikan masukan yang terbaik , sehingga dalam menjalankan kinerja sesuai dengan tujuan dan harapan masyarakat Kabupaten Subang ,paparnya,16/1/19

Masyarakat Kabupaten Subang sangat  mengharapkan Bupati yang sekarang ini, tidak santai dalam segala Aspek untuk menuju  dan mewujudkan subang jawara, melihat untuk  menghadapi ada nya kawasan Pelabuhan Patimban, Kawasan Industri kedepan nya,

Kabupaten  Subang harus siap dari.segala sektor dan persiapan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam lingkungan masyarakat Kab Subang harus lebih maju dengan menuju motto Subang Jawara dengan kata juwara guna mewujudkan Kabupaten Subang maju dengan sistem dan pola kerja Cepat,Tepat, Jelas dan Terpercaya .

Saya selaku Pengusaha Subang dan bersahabat dengan Bupati H Ruhimat berharap percepatan subang harus berjalan semaksimal mungkin, Papar kang irwan kepada wartawan Media policewatch.news.. 

Dan Bupati Subang H Ruhimat harus mempertimbangkan ulang keputusan dengan di hapus nya BOSDA guru honor madrasah karna itu janjinya pada saat kampanye  dan OPD agar segera di tentukan pejabatnya, terkait gaji PNS yang sudah  3 bulan ini belum dilaksanakan.pungkasnya