Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih Gelar Open House di Kediaman Desa Merapi

 


POLICEWATCH.NEWS - LAHAT Suasana Lebaran idul Adha 1446 H, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menggelar acara open house di Kediamannya Desa Merapi, Kecamatan Merapi Barat pada Jumat (6/6/2025) 

" adalah sebuah hari raya dalam agama Islam. Hari ini memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Isma'il sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah. Sebelum Ibrahim mengorbankan putranya, Allah menggantikan Ismail dengan domba. Untuk memperingati kejadian ini, hewan ternak disembelih sebagai kurban setiap tahun

Idul Adha sejatinya adalah momen sakral yang menyatukan cinta, pengorbanan, dan kepedulian dalam satu denyut spiritual. Nilai kurban mencerminkan ketaatan dan kerelaan untuk berkorban demi menjalankan perintah Tuhan.

Acara open house di kediaman Wabup Lahat Widia Ningsih hadir Sekda Lahat Rudi Thamrin, Seluruh Kepala seluruh Dinas, Camat, Relawan BZ dan WIN, Masyarakat Merapi Area. 

Acara ini dikemas sederhana suasana masih lebaran idul Adha disediakan hidangan yang sudah siapkan hidangan untuk tamu undangan di acara lebaran idul Adha, 

Tamu undangan silih berganti berdatangan untuk bersalaman dengan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih di acara open house terbuka untuk masyarakat umum, 

Widia Ningsih selaku tuan rumah terus menerima tamu di hari raya idul Adha para

pejabat pemerintah daerah kabupaten Lahat baik kepala dinas, camat dan Tamu Undangan,

Sementara itu terlihat Dirut PT Tiga Putri Bersaudara (TPB) Leman.C selaku orang tua  Widia Ningsih turut menyambut tamu undangan, acara open house di kediaman putri nya di Desa Merapi Kecamatan Merapi Barat,

Ketua Sekber Wartawan Indonesia SWI kabupaten Lahat Bambang MD, memberikan apresiasi acara open house yang digelar dirumah Wabup Lahat Widia Ningsih suasana penuh keakraban ada yang berpoto Selpi dengan ibu Wabup Lahat Widia Ningsih, kepemimpinan BZ dan WIN tahun ini pertama kali digelar Open House Repleksi 100 hari Kerja BZ dan WIN menggelar open house.

Acara ini disamping merayakan hari raya idul Adha (kurban red) untuk menjalin silaturahmi mereka yang merayakan di seluruh dunia jemaah haji Indonesia di wukuf Arafah puncak ibadah haji,

(Surya kencana)

Polres Lombok Tengah Pastikan Sholat Idul Adha 1446 H Berjalan Aman dan Lancar

 


 Policewatch-Lombok Tengah

Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil mengamankan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 H yang berlangsung di berbagai lokasi di Kabupaten Lombok Tengah pada Jumat, 6 Juni 2025.  Pengamanan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Kurban berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., menjelaskan bahwa personel kepolisian telah diterjunkan sejak pagi hari ke berbagai titik, meliputi masjid-masjid utama, lapangan terbuka, dan lokasi-lokasi keramaian lainnya yang menjadi pusat pelaksanaan Sholat Idul Adha.

"Kami telah menyiagakan personel di berbagai lokasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha," tegas AKBP Eko Yusmiarto.

 Personel kepolisian bertugas mengatur lalu lintas di sekitar lokasi sholat Idul Adha untuk mencegah kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.

 Sebelum pelaksanaan sholat, area ibadah disterilisasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para jamaah.

Patroli rutin dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

AKBP Eko Yusmiarto menambahkan bahwa Polres Lombok Tengah berkoordinasi dengan TNI dan elemen masyarakat lainnya untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.  "Tujuan utama kami adalah agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk," imbuhnya.

Polres Lombok Tengah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.  Sinergi antara seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menciptakan perayaan Idul Adha 1446 H di Lombok Tengah yang penuh kedamaian dan kebahagiaan.  Berkat pengamanan yang terencana dan kolaboratif, pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lombok Tengah berjalan dengan lancar dan aman tanpa adanya insiden berarti.

Mamen

Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025, Arena Sportivitas dan Loyalitas Bhayangkara Untuk Masyarakat

 


Policewatch-Jakarta

GOR Laga Satria-Tangkas, Pakansari, Bogor, akan menjadi saksi semangat juang para karateka terbaik dari seluruh jajaran Polri, dalam gelaran bergengsi Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada 16-18 Juni 2025, yang digadang-gadang menjadi ajang pemersatu sekaligus pembuktian prestasi dalam tubuh Polri.

Penanggung jawab kejuaraan adalah Ketua Karate Bhayangkara Presisi, Prof. (RIS) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU, Jumat (6/6/2025), melalui siaran pers menegaskan jika kejuaraan ini bukan hanya wadah berprestasi, tetapi juga wahana membangun integritas dan karakter Bhayangkara sejati.

“Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025 ini, kami gagas sebagai momentum menyatukan kekuatan dan semangat seluruh personel Polri dalam wadah olahraga. Karate adalah simbol keteguhan hati dan kedisiplinan tinggi — dua hal yang esensial bagi setiap insan Bhayangkara,” ungkap sapaan akrab Prof. Kikie.

Sementara Ketua Pelaksana Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025, Kombes Pol. Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, S.H., M.H., menegaskan jika kegiatan itu bukan sekadar turnamen, melainkan simbol kolaborasi antara kebugaran, loyalitas, dan profesionalisme anggota Polri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi bukan hanya tegas dan sigap di lapangan, tetapi juga sehat jasmani dan rohani. Karate adalah jalan tengah yang ideal, karena mengajarkan kedisiplinan, sportivitas, dan kontrol diri,” ungkap Kombes Dewa Wijaya.

Kejuaraan ini akan mempertemukan para atlet karate, dari berbagai satuan kerja di Mabes Polri hingga Polda se-Indonesia. Dengan total 15 peserta maksimal per kontingen, kejuaraan itu akan menerapkan sistem pertandingan WKF terbaru, menjamin standar tinggi dalam setiap kelas – baik KATA maupun KUMITE, dari kategori usia 18+, 30+, hingga 50+.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Dewa Wijaya juga berharap itu nantinya menjadi inspirasi gaya hidup sehat di lingkungan kepolisian.

“Kalau polisi sehat dan bugar, pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal. Karate bukan sekadar olahraga fisik, tapi juga bentuk karakter building,” tandasnya.

Diungkapkan, *Kejuaraan Karate itu juga menjadi bagian dari Pekan Olahraga Polri, *Menyambut HUT Bhayangkara Ke79* sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap pembinaan personel melalui jalur non-formal yang sehat dan kompetitif. Selain itu, kejuaraan ini juga membuka ruang keakraban antara personel dari berbagai daerah dan mempererat solidaritas institusi.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 5 Juni hingga 13 Juni 2025, dengan verifikasi data dan technical meeting akan dilangsungkan pada 15 Juni di lokasi yang sama. Para peserta wajib melampirkan surat sehat, BPJS, identitas diri, hingga foto terbaru, serta tentunya harus mendapatkan surat tugas resmi dari satuan masing-masing.

Dibalik hiruk pikuk persiapan, Dewa Wijaya memastikan seluruh panitia bekerja maksimal, agar kejuaraan berlangsung lancar dan berkesan.

“Kami tidak hanya menyiapkan arena, tapi juga semangatnya. Semangat Bhayangkara yang Presisi, sportif, dan membanggakan,” tutupnya. 

Mari kita nantikan bagaimana semangat karate mewarnai GOR Laga Satria Pakansari, di mana para pendekar Bhayangkara akan saling adu teknik, taktik, dan semangat demi kehormatan satuan serta kebanggaan institusi.

Team

Pesan Menyentuh TGH.Zulkarnaen di Hari Raya Idul Adha: Mengajak Hidup Lebih Baik dan Mencari Ridho Allah

 


 Policewatch-Lombok Tengah. 

Di Hari Raya Idul Adha 1446 H, Zulkarnaen menyampaikan pesan yang menyentuh hati kepada seluruh jamaah dan masyarakat.  Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon maaf atas segala kesalahan dan kekeliruan yang telah diperbuat.  Ucapannya yang tulus, "Maafkan kekeliruan kami, maafkan kesalahan kami,"  menunjukkan kesungguhannya untuk memperbaiki diri dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama.

Lebih dari sekadar permintaan maaf, Zulkarnaen mengajak semua untuk berkomitmen hidup lebih baik,  berkhidmat dengan lebih ikhlas, dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh dalam mencari ridho Allah SWT. 

 Ia menekankan pentingnya introspeksi diri dan perbaikan perilaku dalam rangka mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui Account Facebooknya Jumat 06/06/2025. 

 Ajakannya untuk berkhidmat lebih baik  merupakan seruan untuk  meningkatkan kepedulian sosial dan  berkontribusi positif bagi masyarakat.  Sementara itu,  ikhtiar mencari ridho Allah SWT  mengarahkan pada pentingnya  kerja keras, ketekunan, dan  ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya.

Zulkarnaen menutup pesannya dengan doa agar Allah SWT mengampuni segala dosa kita semua.  Doa ini menjadi penegasan akan pentingnya pengampunan dan rahmat Allah di Hari Raya Idul Adha yang penuh berkah.  

Pesan Zulkarnaen ini  mendapat sambutan positif dari para jamaah dan masyarakat,  menginspirasi mereka untuk merenungkan  perilaku dan  komitmen  hidup  yang lebih baik di masa mendatang.  Semoga pesan ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 Jurnalis

"M Nurman"


LIDIK KRIMSUS RI, 14 Saksi di Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Tahun 2023 Usut tuntas Siapapun Terlibat

  



POLICEWATCH.NEWS - LAHAT Ketua Harian LIDIK KRIMSUS RI M.Rodhi Irfanto. SH. disebutkan dalam keterangan pers ada 14 Saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Lahat, setelah adanya surat perintah penyidikan (Sprindik) Nomor: PRINT-883A/L.6.14/Fd.1/05/2025 tanggal 21 Mei 2025 serta Penetapan dari Pengadilan Negeri Lahat Nomor: 87/Pid.B.Geledah/ 2025/PN Lht tanggal 03 Juni 2025.

Ketua harian LIDIKKRIMSUS RI Memberikan apresiasi begitu cepat mengungkap kasus korupsi Dana Hibah Tahun 2023 yang tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan audit BPK RI sebesar Rp1,7 M,dan bukti tidak lengkap dan dugaan adanya korporasi ungkapnya 

Sebelumnya Dalam proses penggeledahan tersebut. Tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang berkaitan dengan perkara, di antaranya berbagai dokumen administrasi dan keuangan yang diduga memuat informasi krusial terkait aliran dana hibah, serta 5 (lima) unit laptop milik pihak-pihak terkait," katanya kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).

Beberapa berkas penting sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Dalam kasus ini, kata dia, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan proses pengelolaan dana hibah di lingkungan KONI Kabupaten Lahat.

"Pemeriksaan terhadap para saksi ini bertujuan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai mekanisme pengelolaan anggaran, pertanggungjawaban keuangan, serta potensi penyimpangan yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan yang didanai melalui dana hibah tersebut," ujarnya. (Bambang.MD)

Wabup Widia Ningsih Lepas Pawai Takbiran Hari Raya Idhul Adha 1446 H

 


POLICEWATCH-LAHAT 

Bupati Lahat melalui Wakil Bupati Widia Ningsih melepas pawai takbiran Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pelepasan pawai kendaraan ini juga dihadiri PLH Sekda Lahat, Forkompinda, OPD, Camat dan masyarakat kabupaten Lahat yang ikut meramaikan pawai takbiran keliling kota lahat (5/6/2025). 

Widia Ningsih dalam sambutannya saya mewakili Bupati Lahat Bursah Zarnubi hari ini karena ada musibah adik dari Bupati Lahat telah berpulang ke Rahmatullah yaitu Bapak Ahmad Bakri Zarnubi, dan kita doakan semoga Almarhum diterima disisi Allah Amin. semoga bapak Bursah diberikan ketabahan oleh Allah SWT, Amin. 

Widia mengaku baru pertama kali merayakan hari raya idul Adha Bupati dan wakil Bupati Lahat " Selamat merayakan Takbir Keliling,Saya dan Pak Bursah mengapresiasi pawai takbir keliling ini pada tahun 2025, dan juga saya sangat berharap kepada para peserta takbir keliling ini pertama selalu perhatikan keselamatan berlalulintas di jalan raya jadi jangan ugal-ugalan jaga selalu keselamatan dan tetap selalu berhati-hati dan pesan Widia Ningsih jangan menimbulkan yang tidak kita inginkan sampaikan takbir ini semoga meraih keutamaan disisi Allah Subhanallah wata Allah

Widia Ningsih menambahkan semoga saudara kita yang melaksanakan ibadah haji selalu diberikan kesehatan dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan mabrur serta kembali ke tanah air dengan Selamat 

Semoga lebaran ibadah haji ini kita diberkahi oleh Allah SWT, dan ibu Wabup  langsung melepas pawai takbir keliling didampingi PLH Sekda Lahat, OPD langsung mengibarkan bendera, 

 (Bambang MD)

Kaperwil Policewatch NTB dan Jurnalis NTB Sambut Idul Adha dengan Silaturahmi dan Permohonan Maaf

 


Policewatch-Lombok Tengah. 

Hari Raya Idul Adha 1446 H menjadi momen istimewa bagi Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Policewatch Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Nurman, dan seluruh insan pers di NTB.  Dalam suasana penuh kekeluargaan, mereka memanfaatkan hari raya kurban ini untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan.  Ucapan selamat Idul Adha dan permohonan maaf lahir batin disampaikan secara resmi melalui siaran pers pada 06/06/2025.

Kaperwil Muhammad Nurman menyampaikan pesan penuh makna, menekankan pentingnya Idul Adha sebagai momentum untuk merefleksikan diri dan meningkatkan kualitas hubungan antar sesama.  Ia berharap, semangat kebersamaan dan saling memaafkan ini dapat membawa kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat NTB.  “Idul Adha bukan hanya sekadar hari raya, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan membangun NTB yang lebih harmonis,” ujar Nurman.

Lebih dari sekadar ucapan,  Nurman juga menekankan peran krusial media dalam menjaga kondusifitas daerah, terutama selama dan pasca perayaan Idul Adha. Ia mengapresiasi kerja keras para jurnalis NTB dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan berintegritas.  Ia juga mengajak seluruh awak media untuk senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan mengedepankan akurasi serta objektivitas dalam pemberitaan.

Para wartawan di NTB turut menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk merayakan Idul Adha dan  mengucapkan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh lapisan masyarakat.  

Mereka berharap,  kerja sama yang baik antara media dan masyarakat akan terus terjalin untuk mewujudkan NTB yang lebih maju dan sejahtera.  Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan silaturahmi yang dihadiri Kaperwil dan para jurnalis tersebut,  menunjukkan komitmen bersama untuk membangun NTB yang lebih baik.

 

Team

Kantor Dispora diObok Obok Dugaan Korupsi Dana Hibah Tahun 2023, 5 Unit Laptop diangkut dan 14 Saksi diperiksa

  


POLICEWATCH.NEWS - LAHAT 

Tim Penyidik Kejari Lahat melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga dan Komite Olahraga (KONI)

Penggeledahan langsung dipimpin Kejari Lahat melalui Kasi Pidsus didampingi Kasi Intel, sejumlah barang bukti diangkut 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat melakukan penggeledahan di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat. Penggeledahan terkait atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana hibah tahun anggaran 2023.

Kepala Intelijen Kejari Lahat Rio Purnama mengatakan penggeledahan dua kantor itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Nomor: PRINT-883A/L.6.14/Fd.1/05/2025 tanggal 21 Mei 2025 serta Penetapan dari Pengadilan Negeri Lahat Nomor: 87/Pid.B.Geledah/2025/PN Lht tanggal 03 Juni 2025.

"Dalam proses penggeledahan tersebut. Tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang berkaitan dengan perkara, di antaranya berbagai dokumen administrasi dan keuangan yang diduga memuat informasi krusial terkait aliran dana hibah, serta 5 (lima) unit laptop milik pihak-pihak terkait," katanya kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).

Rio menjelaskan, barang-barang tersebut kini diamankan dan akan dianalisis lebih lanjut untuk mendukung proses penyidikan.

"Beberapa berkas penting sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya. 

Dalam kasus ini, kata dia, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan proses pengelolaan dana hibah di lingkungan KONI Kabupaten Lahat.

"Pemeriksaan terhadap para saksi ini bertujuan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai mekanisme pengelolaan anggaran, pertanggungjawaban keuangan, serta potensi penyimpangan yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan yang didanai melalui dana hibah tersebut," ujarnya. (Bambang.MD)

Oknum Kepsek SD Negeri 8 diduga Melakukan Pungli Terancam dicopot

 



POLICEWATCH.NEWATCH- LAHAT Sempat viral di medsos Tiktok Oknum Kepsek SD Negeri 8 Merapi Timur saat dikonfirmasi di Desa Muara Lawai melalui Telepon Seluler " Enggan mau komentar dan minta Jangan naik berita pesan MM selaku kepala sekolah Negeri 8 Merapi Timur Selasa (3/6/2025)

Oknum Kepala Sekolah inisial MM saya sudah komunikasi PLH Kadis Pendidikan dengan beliau, " saya minta tolong pak jangan diberitakan pinta " MM dia tinggal di Muara Enim sudah tiga tahun menjabat kepala sekolah SD Negeri 8 Merapi Timur,

Ia menjelaskan dalam sambungan telepon selular melalui adik nya " minta tolong pak jangan diberitakan berulang kali dia mengatakan di wawancara eksklusif majalah FAKTA " Tolong pak, minta tolong pak kepada wartawan saat diwawancara di kediaman orang tuanya di desa Muara Lawai Merapi Timur pukul 16 : 31 wib Selasa 3 Juni 2025,


Tim investigasi majalah FAKTA salah satu nara sumber yang kami dapatkan wawancara eksklusif bahwa " berita oknum kepsek SDN 8 sudah viral di akun Tiktok ramai jadi perbincangan dan setelah wakil Bupati Lahat Widia Ningsih melakukan sidak kesekolahan tersebut,

Adanya Laporan bahwa oknum kepsek SDN 8 diduga melakukan pungutan liar meminta uang Rp 4 juta setara emas setengah suku namun sejumlah wali murid tidak setuju dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh oknum kepsek SDN 8 Merapi Timur tersebut, dan tidak jelas,

Sementara itu informasi yang dihimpun bahwa oknum kepsek SDN 8 Merapi Timur sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya kejadian ini pada bulan Oktober baru muncul kasus ini sempat viral di medsos akun tiktok ketika Wakil Bupati Lahat melakukan sidak ke SD Negeri 8 Merapi Timur, atas laporan guru 

Kronologi bahwa adanya oknum guru inisial KS sebentar lagi mau menghadapi masa pensiun pihak sekolah memberikan berupa cindera mata setengah suku emas untuk diberikan kepada KS selaku guru di SD Negeri 8 Merapi Timur, 

Terpisah Kepala Inspektur melalui Sekretaris Guntur ditemui FAKTA dirinya mengatakan belum ada laporan dari Dinas Pendidikan atas Oknum Kepsek SD Negeri 8 inisial MM, kami masih menunggu dari Kadis Pendidikan dengan singkat dijawab Sekretaris Inspektorat Lahat, dan tinggal apa yang akan diberikan sanksi berat atau ringan.

Sebelumnya Wabup Lahat Widia Ningsih melakukan sidak disalah satu SD Negeri Merapi Timur, adanya laporan dari guru setempat adanya dugaan pungli meminta setengah suku emas setara kalau dirupiahkan Rp 4 juta,(Bambang.MD)

Kejari Lahat Geledah di 2 Tempat Kantor KONI dan Dispora Siapa Bakal Tersangka

 


POLICEWATCH.NEWS - LAHAT ,Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat melakukan penggeledahan di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat. Penggeledahan terkait atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana hibah tahun anggaran 2023.

Kepala Intelijen Kejari Lahat Rio Purnama mengatakan penggeledahan dua kantor itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Nomor: PRINT-883A/L.6.14/Fd.1/05/2025 tanggal 21 Mei 2025 serta Penetapan dari Pengadilan Negeri Lahat Nomor: 87/Pid.B.Geledah/2025/PN Lht tanggal 03 Juni 2025.

"Dalam proses penggeledahan tersebut. Tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang berkaitan dengan perkara, di antaranya berbagai dokumen administrasi dan keuangan yang diduga memuat informasi krusial terkait aliran dana hibah, serta 5 (lima) unit laptop milik pihak-pihak terkait," katanya kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).

Rio menjelaskan, barang-barang tersebut kini diamankan dan akan dianalisis lebih lanjut untuk mendukung proses penyidikan.

"Beberapa berkas penting sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Dalam kasus ini, kata dia, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan proses pengelolaan dana hibah di lingkungan KONI Kabupaten Lahat.

"Pemeriksaan terhadap para saksi ini bertujuan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai mekanisme pengelolaan anggaran, pertanggungjawaban keuangan, serta potensi penyimpangan yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan yang didanai melalui dana hibah tersebut," ujarnya. (Bambang.MD)

Badai Tuduhan Pemerasan Guncang Lombok Tengah: Dinas Pendidikan dan Barindo Bersuara!

 

 

Policewatch-Lombok Tengah.

Gempar!  Tuduhan Ketua LSM Fokus NTB tentang pemerasan yang melibatkan salah satu LSM dan oknum Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah  terhadap 5 PKBM yang dilaporkan mengguncang Lombok Tengah.  Namun, dalam konferensi pers yang digelar hari kamis 5 Juni 2025  di Tebero Kelurahan  Leneng T, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah,  tiga pihak kunci membantah keras tuduhan tersebut.

Kepala Bidang PAUD & PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Dr. M. Nazim, M.Pd., dengan tegas menyanggah adanya fasilitasi pertemuan antara LSM   dan lima PKBM yang yang telah dilaporkan di Kejari Lombok Tengah. 

"Tuduhan ini tidak benar," tegas Dr. Nazim.  "Kegiatan yang kami lakukan semata-mata pembinaan rutin terhadap PKBM, sesuai tugas dan fungsi kami.  Tidak ada pertemuan khusus yang difasilitasi dengan pihak-pihak yang dituduh."  Beliau menjelaskan secara detail kegiatan pembinaan yang rutin dilakukan,  menjelaskan mekanisme dan tujuannya,  dengan menekankan bahwa semua kegiatan dilakukan transparan dan sesuai prosedur.

Senada dengan Dr. Nazim, Ketua Forum FK PKBM Kabupaten Lombok Tengah 'Taqiudin SPd MPd"juga membantah keras adanya pertemuan antara LSM dan lima PKBM yang dilaporkan.  "Kami berani menjamin tidak pernah terjadi pertemuan seperti yang dituduhkan," tegasnya.  "Semua kegiatan PKBM berjalan sesuai aturan dan tidak ada keterlibatan kami dalam hal-hal yang berbau ilegal."

Yang lebih mengejutkan,  Sekjen Barindo, ADV "Mahrup, SH"sekaligus ketua KAI Lombok Tengah  , juga menyampaikan bantahan resmi.  Bahwa apa yang disampaikan oleh Ketua LSM Fokus NTB adalah tidak benar dan ini adalah fitnah yang keji dan sangat disayangkan sekali informasi yang masih bersifat opini sudah disampaikan ke publik "Sampai detik ini, saya belum pernah bertemu dengan kelima kepala PKBM tersebut," ungkap Mahruf. "Bagaimana mungkin kami melakukan pemerasan yang katanya kisarannya 10  juta sampai 15 juta..jika bertemu dengan kelima PKBM tersebut belum pernah?  Tuduhan ini sangatlah merugikan nama baik kami.  Kami juga membantah telah menunjuk kepala sekolah sebagai kuasa hukum atau menandatangani MoU kerjasama dalam hal apapun."  

Beliau menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum untuk menghadapi tuduhan ini.

Konferensi pers ini menghadirkan klarifikasi resmi dari ketiga pihak yang dituduh,  memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi sebenarnya.  Ketiga pihak tersebut menekankan komitmen mereka terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap aturan hukum. 

 Kasus ini kini tengah menjadi sorotan publik, menanti langkah selanjutnya dari pihak berwajib untuk menyelidiki lebih lanjut dan mengungkap kebenaran di balik tuduhan pemerasan yang menghebohkan Lombok Tengah.


Jurnalis 

Mamen

BGN RI Jalin Sinergi dengan Media Lombok Tengah Dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)



Policewatch-Nusa Tenggara Barat

Badan Gizi Nasional (BGN) RI mengajak insan pers di Lombok Tengah untuk bermitra dan mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG).  Ajakan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Deputi Promosi dan Kerjasama BGN RI, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., dalam sebuah acara silaturahmi dengan perwakilan media lokal di Lombok Tengah, Selasa (4/6/2025).

Acara silaturahmi yang berlangsung hangat dihadiri oleh perwakilan berbagai media lokal di Lombok Tengah.  Kombes Pol. Lalu Iwan Mahardan menjelaskan bahwa BGN RI dibentuk untuk mendukung program strategis pemerintah, salah satunya MBG yang bertujuan menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.  Beliau menekankan bahwa MBG bukan hanya sekadar program penyediaan makanan, melainkan investasi untuk masa depan generasi bangsa.  Tujuannya adalah agar anak-anak Indonesia, termasuk di Lombok Tengah, tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya.

Kombes Pol. Lalu Iwan Mahardan membuka peluang keterlibatan aktif para wartawan dalam pelaksanaan MBG.  Salah satu bentuk kolaborasi yang diusulkan adalah menjadi mitra dalam penyediaan kebutuhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menjadi pemasok bahan pangan lokal.  Langkah ini diharapkan dapat memberdayakan ekonomi lokal dan memperkuat kolaborasi nyata antara BGN RI dan media.  "Kawan-kawan media bisa berkontribusi sebagai suplier bahan pangan lokal untuk dapur MBG. Ini bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal dan kolaborasi nyata dengan media," jelasnya.

Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program MBG.  Media, menurutnya, memiliki peran penting tidak hanya sebagai penyebar informasi, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam pelaksanaan di lapangan.  "Media adalah mitra strategis kami. Tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga bisa ikut terlibat langsung dalam pelaksanaan di lapangan. Bersama, kita bisa wujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya," ucapnya.

Sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis menunjukkan antusiasme para jurnalis untuk mendukung MBG.  Mereka menanyakan teknis program dan menyampaikan kesiapan untuk menyebarluaskan informasi MBG kepada masyarakat.  Salah satu perwakilan media menyampaikan apresiasi atas inisiatif BGN RI untuk berdialog langsung dengan media lokal.  "Kami apresiasi langkah Pak Lalu Iwan dan BGN RI. Jarang sekali ada pejabat nasional yang turun langsung untuk berdialog dengan kami di daerah. Kami siap mendukung MBG," ujar salah satu jurnalis.

Silaturahmi ini menandai langkah penting dalam membangun sinergi antara lembaga pusat dan media daerah dalam mendukung program pemerintah.  Pendekatan inklusif dan partisipatif ini diharapkan dapat menjadi kunci sukses MBG di Lombok Tengah dan daerah lainnya.

 Jurnalis

Mamen

Musholla AS Siddiq di Lendang Tampel: Simbol Kebersamaan dan Keberkahan

 


 Policewatch-Batukliang

Suasana khidmat menyelimuti Dusun Mertak Wareng Daye, Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, pada tanggal 5 Juni 2025.  Hari itu, masyarakat setempat bersama Kepala Desa Lendang Tampel, Bapak Sahrim, dan Kepala Kewilayahan Mertak Wareng Daye, Bapak Ruslan, meresmikan dimulainya pembangunan Musholla AS Siddiq dengan peletakan batu pertama.  Acara ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong warga dalam membangun sarana ibadah yang baru.

Pembangunan Musholla AS Siddiq diharapkan tidak hanya menyediakan tempat ibadah yang nyaman bagi warga, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan yang positif.  


Sahrim dalam sambutannya menyampaikan harapan agar musholla ini menjadi tempat belajar Al-Quran, mengaji, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat.  Beliau juga menekankan pentingnya pembangunan sarana ibadah sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 Ruslan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Desa Lendang Tampel dan partisipasi aktif seluruh warga.  Keberadaan Musholla AS Siddiq diyakini akan memberikan dampak positif bagi generasi muda, menjauhkan mereka dari hal-hal negatif, dan membentuk karakter yang religius.  

Pembangunan musholla ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kemajuan Desa Lendang Tampel.  Semoga pembangunan musholla ini berjalan lancar dan dapat segera diresmikan untuk digunakan.

Jurnalis

M Hasbi

Kepala Desa Lendang Tampel Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla AS Siddiq

 


 Policewatch-Batukliang

Kepala Desa Lendang Tampel, Bapak Sahrim, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Musholla AS Siddiq di Dusun Mertak Wareng Daye, Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 5 Juni 2025.  Acara ini menandai dimulainya pembangunan tempat ibadah baru yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bapak Sahrim menekankan pentingnya pembangunan sarana prasarana keagamaan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.  

Beliau berharap Musholla AS Siddiq tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan sholat wajib lima waktu, tetapi juga sebagai tempat belajar mengaji, membaca Al-Qur'an, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.  Pembangunan musholla ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama warga Dusun Mertak Wareng Daye.

Ruslan, selaku Kepala Kewilayahan Mertak Wareng Daye, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Lendang Tampel, khususnya kepada Bapak Kepala Desa, atas kontribusi dan dukungan yang diberikan dalam mewujudkan pembangunan Musholla AS Siddiq.  Kehadiran musholla baru ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antar warga.  

Keberadaan musholla ini juga diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan positif bagi generasi muda, menjauhkan mereka dari hal-hal negatif, dan membentuk karakter yang religius.  Partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan musholla ini juga menjadi bukti nyata kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kemajuan Desa Lendang Tampel.

 Jurnalis

M Hasbi

Turnamen Futsal PK NTT Cup II: 40 Klub Berebut Juara di Batam

 




Policewatch-Batam,- Piala bergilir kembali diperebutkan! Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam akan kembali menggelar turnamen futsal terbesar di Kepulauan Riau, "Turnamen Futsal PK NTT Cup II 2025".  Setelah sukses pada penyelenggaraan sebelumnya, turnamen ini akan menghadirkan persaingan sengit dari 40 klub futsal yang terbagi dalam 8 grup.

Turnamen yang akan berlangsung pada Juli-Agustus 2025 ini menjanjikan hadiah total yang lebih besar.  Kick-off akan dimulai pada 26 Juli 2025, sementara pertandingan final akan digelar pada 10 Agustus 2025.  Pendaftaran peserta dibuka mulai 5 Juni hingga 30 Juni 2025, dengan technical meeting (TM) dan pengundian grup pada 5 Juli 2025.


Ketua Pemuda PK NTT, Ahmad Syahbudin (Arnol), menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan edisi sebelumnya.  Penyelenggaraan pada tahun 2024 ditunda karena bertepatan dengan agenda politik.  Tingginya antusiasme klub futsal di Batam mendorong PK NTT untuk kembali menggelar turnamen bergengsi ini.

Ketua Panitia, Doris Atawallo, menjelaskan format pertandingan yang tetap sama dengan edisi pertama.  Sistem gugur akan diterapkan setelah babak penyisihan grup, dengan juara dan runner-up grup melaju ke babak 16 besar.  Hadiah utama berupa uang pembinaan Rp 12.000.000, piala tetap, piala bergilir, dan medali emas menanti sang juara.  Juara II dan III akan mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 8.000.000 dan Rp 4.000.000, sementara juara IV akan menerima Rp 2.000.000.  Penghargaan individu juga diberikan untuk kiper terbaik, pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan suporter terbaik, masing-masing dengan hadiah Rp 1.000.000 dan piala.

Sekretaris Panitia, Max Taufan Mesa, mengumumkan dibukanya pendaftaran resmi pada 5 Juni 2025.  Klub futsal yang berminat dapat menghubungi panitia di Ruko Royal Sinkom Blok E No. 8, Kec. Teluk Tering, Batam Kota.  Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui email pknttbatam@gmail.com atau telepon 0813 7208 1828.  Biaya pendaftaran sebesar Rp 1.250.000 (termasuk uang jaminan Rp 250.000).  Hanya 40 klub pertama yang mendaftar dan menyelesaikan registrasi yang akan diterima sebagai peserta.  Detail teknis pertandingan akan dijelaskan pada TM tanggal 5 Juli 2025 oleh ASKOT PSSI Kota Batam.** Erlina**

Roda Kehidupan: Hikmah di Balik Putaran Tak Henti

 


 Policewatch

Oleh: Dr. I Dewa Nyoman Agung Wijaya

Hidup ibarat roda yang berputar tanpa henti, kadang di puncak, kadang di lembah.  Dr. I Dewa Nyoman Agung Wijaya, dalam renungannya,  menekankan pentingnya  memanfaatkan setiap putaran roda kehidupan sebagai  pelajaran berharga.  Bukan sekadar mencapai puncak, melainkan memahami makna di balik setiap  pengalaman, baik suka maupun duka.

Beliau menjelaskan,  "Roda kehidupan ini terus berputar.  Setiap proses, setiap peristiwa,  memiliki makna yang ingin Tuhan kita pahami."  Kecepatan  perjalanan hidup,  baik dalam karier, cinta, atau pencapaian,  merupakan  tanda syukur.  "Percepatan adalah anugerah Tuhan agar kita senantiasa bersyukur,"  ujarnya. Sebaliknya,  perlambatan  mengajarkan kesabaran.  "Perlambatan  mengajarkan kita arti kesabaran,"  lanjutnya.

Dr. Wijaya  mengingatkan kita untuk tidak terbebani kecemasan akan masa depan.  "Tak perlu takut atau cemas akan masa depan, karena setiap langkah dan takdir telah Tuhan perhitungkan,"  tegasnya.  Setiap  detik adalah bagian dari rencana Sang Pencipta,  dirancang dengan penuh kasih sayang.  Yang terpenting adalah  merendah hati, bersyukur, dan sabar dalam setiap fase kehidupan.

Di era serba cepat ini,  kita sering terjebak dalam ambisi untuk mencapai segalanya secepat mungkin.  Namun,  Dr. Wijaya  mengajak kita untuk  menikmati prosesnya, bukan hanya hasil akhirnya. "Belajarlah untuk menikmati setiap proses, bukan hanya hasilnya. Perjalanan itu sendiri adalah hadiah terindah dari Tuhan," pesannya.

Semoga renungan ini  menginspirasi kita untuk menjalani hidup dengan  rasa syukur dan kesabaran yang tak pernah luntur.  Setiap putaran roda kehidupan,  setiap  tantangan dan keberhasilan,  adalah  peluang untuk  tumbuh dan  menjadi pribadi yang lebih baik.

 Jurnalis

Mamen

Kepala Desa Lendang Tampel Lepas 11 Santri PAUD KB Al Ikhlas

 


Policewatch-Batukliang

 Sebanyak sebelas santri PAUD KB Al Ikhlas Mertak Kesambik Daye, Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, dilepas pada tanggal 4 Juni 2025.  Pelepasan ini dihadiri oleh Kepala Desa Lendang Tampel.

Ketua panitia, Abdul Hannan S.Pd.I, dalam laporannya menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir, PAUD KB Al Ikhlas telah menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar, termasuk pendidikan Alquran, baca tulis, dan ilmu umum.  Ia berharap para santri dapat meraih prestasi di jenjang pendidikan selanjutnya.


Dalam sambutannya, Al Ustazd Lalu Abdul Hanan menekankan pentingnya pendidikan usia dini, mengingat daya tangkap anak yang tinggi pada usia tersebut.  Beliau mencontohkan pembersihan (khitan) Rasulullah SAW pada usia 4 tahun 8 bulan sebagai bukti akan hal ini.  Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pengetahuan dan pembelajaran yang tepat agar anak-anak menjadi generasi yang handal.

Kepala Desa Lendang Tampel, dalam sambutannya, menambahkan pentingnya pendidikan karakter sejak dini.  Beliau menyoroti kecenderungan beberapa orang tua yang memberikan anak-anak mereka akses ke smartphone sejak usia dini, sebuah pilihan yang menurutnya kurang tepat.  Beliau menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak, bukan hanya mengandalkan lembaga pendidikan saja.  Acara pelepasan ini berjalan lancar dan khidmat, menandai langkah baru bagi para santri menuju pendidikan selanjutnya.

 Jurnalis

M Hasbi

Bhayangkari Lombok Utara Dorong Transformasi Posyandu untuk Cegah Stunting

 



POLICEWATCH-LOMBOK UTARA

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting.  Ia mendorong transformasi Posyandu menjadi pusat pendidikan gizi dan pemberdayaan masyarakat,  bukan sekadar tempat penimbangan balita.  Pendekatan ini, menurutnya, krusial karena pencegahan stunting membutuhkan perubahan budaya dan peningkatan pengetahuan di tingkat keluarga.

Dalam monitoring dan pembinaan Posyandu Stunting 8 Project di Desa Batu Rakit, Selasa (3/6),  tercatat partisipasi tinggi dari berbagai kelompok usia.  Meskipun demikian,  data menunjukkan masih ada 18 anak dengan stunting aktif dan satu ibu hamil dengan KEK.  Hal ini menggarisbawahi perlunya upaya lebih intensif.

Ny. Heny membagikan ratusan paket gizi (susu dan telur rebus) sebagai edukasi praktis tentang gizi seimbang yang terjangkau.  Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Posyandu sebagai tempat belajar tentang gizi dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),  mengingat  Desa Batu Rakit memiliki potensi besar dengan jumlah warga usia produktif yang signifikan (212 orang).

Bhayangkari berkomitmen mendukung program nasional penurunan stunting melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor.  Ny. Heny menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan intervensi terpadu,  melibatkan perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.  Ia berharap Posyandu dapat menjadi  simpul literasi gizi keluarga yang efektif.

"Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab layanan kesehatan, tetapi juga keluarga.  Membangun SDM desa adalah kunci, dan kita harus mulai dari sekarang, dari keluarga, dari ibu-ibu," tegas Ny. Heny.  Inisiatif ini  menunjukkan peran Bhayangkari yang meluas,  tidak hanya sebagai pendamping institusi kepolisian, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan perempuan.

 Jurnalis

Mamen

35 Tahun Jalan Rusak di Kopang, Lombok Tengah: Swadaya Warga, Diamnya Pemerintah dan Janji Politik?

 


 Policewatch-Lombok Tengah

Jalan lingkungan di Dusun Lingkok Gereng, Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah menjadi saksi bisu kelalaian pemerintah selama 35 tahun.  Sejak tahun 1990, jalan tersebut mengalami kerusakan parah, berlubang dan licin, mengakibatkan banyak kecelakaan dan kerugian bagi warga. 

 Ketiadaan bantuan dari pemerintah memaksa warga untuk melakukan perbaikan secara swadaya, sebuah bukti nyata dari semangat gotong royong masyarakat setempat.

Inisiatif perbaikan jalan ini digagas oleh Ketua Remaja Masjid, Zulkarnaen, yang berhasil mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan iuran sukarela, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 50.000.  Partisipasi warga yang luar biasa ini menunjukkan kepedulian dan rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan, sekaligus menjadi tamparan bagi pemerintah yang selama ini terkesan abai.

Namun, keberhasilan perbaikan jalan ini tidak boleh menutupi fakta bahwa pemerintah, khususnya pemerintah daerah Lombok Tengah dan wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kopang, telah gagal menjalankan tugasnya.  Selama bertahun-tahun, warga telah berharap akan adanya bantuan perbaikan jalan, namun harapan tersebut hanya tinggal janji.  Para wakil rakyat yang selalu muncul saat masa kampanye mencari dukungan suara, kini seakan menghilang setelah terpilih.

Perbaikan jalan swadaya ini seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah dan wakil rakyat Dapil Kopang untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.  Keberadaan infrastruktur yang memadai merupakan hak dasar warga negara, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhinya.  

Zul Sapaanya berharap,ke depan, diharapkan pemerintah tidak hanya berdiam diri dan wakil rakyat tidak hanya muncul saat mencari suara, tetapi benar-benar hadir untuk melayani dan mensejahterakan masyarakat ucapnya kepada awak media selasa 04/06)2025. 


 Perbaikan jalan di Dusun Lingkok Gereng ini menjadi bukti bahwa masyarakat mampu berinisiatif, namun pemerintah juga harus bertanggung jawab atas kewajibannya.  Jalan yang layak bukan hanya sekedar infrastruktur, tetapi juga merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.

Jurnalis

Mamen


Polsek Lawang Kidul Ungkap Kasus Penipuan Berkedok Arisan, Pelaku Ditangkap di Batam

 



Muara Enim – Policewatch.News Polsek Lawang Kidul Polres Muara Enim, Polda Sumatera Selatan, berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan bermodus arisan fiktif yang merugikan korban hingga belasan juta rupiah. Keberhasilan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (3/6/2025) di halaman Mapolsek Lawang Kidul.

Konferensi pers tersebut dipimpin oleh Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang yang mewakili Kapolres Muara Enim, AKBP Jhoni Eka Putra, SH, SIK, MSi. Turut hadir Kapolsek Lawang Kidul, Iptu Andaru Galuh Indratno, S.Tr.K, serta Kanit Reskrim Ipda Noky Juliawan, SH, bersama jajaran anggota Polsek yang terlibat dalam proses pengungkapan kasus.

Kapolsek Lawang Kidul dalam keterangannya menjelaskan bahwa tersangka berinisial OCP (23), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Muara Enim, telah melakukan penipuan terhadap korban bernama Ulfa. Modus operandi pelaku yakni menawarkan investasi arisan fiktif bernama “Opslun” melalui aplikasi WhatsApp dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu pagi, 24 Mei 2025, tentang dugaan penipuan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Lawang Kidul segera melakukan penyelidikan intensif dan mendapatkan informasi bahwa pelaku telah melarikan diri ke Batam. Berkoordinasi dengan pihak keamanan bandara dan dibackup Personil Polres Balerang, petugas akhirnya berhasil mengamankan OCP tanpa perlawanan pada malam harinya di Bandara Batam.


Dalam skema penipuan yang dijalankan, OCP menjanjikan keuntungan besar dari investasi arisan. Korban diminta mentransfer dana Rp 10 juta untuk menarik dana Rp 22 juta dan Rp 5 juta untuk menarik Rp 10 juta dalam beberapa tahap penarikan. Namun, keuntungan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, dan pelaku mulai menghindar setelah menerima dana tambahan dari korban.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit iPhone 15 warna pink, yang digunakan pelaku sebagai alat komunikasi dalam menjalankan aksinya, serta satu lembar bukti transfer rekening koran dari Bank BRI. Tersangka juga sempat memberikan “keuntungan awal” kepada korban sebagai umpan, sebelum kemudian berhenti membayar sama sekali.

Kapolsek menegaskan bahwa modus arisan bodong ini di mana pelaku menciptakan ilusi keuntungan besar untuk menarik lebih banyak korban. Hingga saat ini, korban Ulfa mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta, dan pihak kepolisian menduga masih banyak korban lain yang belum melapor dengan potensi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Atas perbuatannya, OCP dijerat dengan Pasal 372 dan/atau 378 KUHP tentang Penggelapan dan/atau Penipuan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun. Polisi menghimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban modus serupa untuk segera melapor ke Polsek Lawang Kidul guna pengusutan lebih lanjut.

Dalam Satu minggu ini, Bea Cukai Batam Gagalkan Empat Penyelundupan Sabu Seberat 5,3 Kilogram

 




Batam, policewatch.news.– Tegas Berantas Narkoba, Bea Cukai Batam berhasil empat  upaya penyelundupan narkotika di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dan Bandara Internasional Hang Nadim oleh empat orang penumpang pada Minggu (18/05) dan Minggu (25/05).

 Dari empat penindakan tersebut, berhasil diamankan empat orang pelaku beserta barang bukti berupa Methamphetamine (sabu)  dengan total berat 5.370 gram.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan bahwa Penindakan Pertama hingga Ketiga dilakukan Pada hari Minggu tanggal 18 Mei 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, Petugas Bea Cukai Batam di Terminal Ferry Internasional Batam Centre  mencurigai gerak-gerik seorang penumpang pria yang berasal dari Stulang Laut, Malaysia menggunakan kapal MV.Dolphin Glory. 

Dari hasil pemeriksaan awal penumpang tersebut teridentifikasi atas nama RR (laki-laki, 23 tahun). Saat dilakukan pemeriksaan, RR menunjukkan gestur yang tidak nyaman dan terlihat seperti menyembunyikan sesuatu di dalam tubuhnya. Dari hasil pemeriksaan mendalam bersama unit K-9 dan dilanjutkan dengan uji medis di RS. Awal Bros Batam, terindikasi ada bungkusan diduga merupakan methamphetamine didalam tubuh  Pelaku RR yang dimasukkan melalui rongga tubuh bagian belakang. Total barang bukti yang ditemukan sebanyak 2 (dua) bungkus berisikan serbuk kristal putih diduga Methamphetamine dengan total berat 100 gram.

Petugas Bea Cukai Batam kemudian langsung melakukan pengembangan kasus di hari yang sama untuk menemukan penumpang lainnya yang memiliki keterkaitan dengan Pelaku RR. Hasilnya ditemukan penumpang atas nama TO (laki-laki, 28 thn) dan RB (perempuan, 45 thn) yang akan melakukan penerbangan ke Jakarta menggunakan pesawat Super Air Jet IU-897 (BTH-CGK).

 Kemudian Petugas Bea Cukai Batam segera mengamankan kedua penumpang tersebut di Terminal Keberangkatan Domestik Hang Nadim Batam. Hasil pemeriksaan dilanjukan dengan uji medis ditemukan dua bungkus berbentuk bulat dibalut lateks yang diduga berisikan sabu dengan total berat 100 gram yang disembunyikan di dalam dubur dan selangkangan masing-masing 1 bungkus pada pelaku TO dan ditemukan satu bungkus dengan total berat 50 gram yang disembunyikan di dalam dubur pada pelaku RB.

Petugas kemudian melakukan uji narcotest dan  uji laboratorium, serbuk kristal putih tersebut positif mengandung senyawa narkotika golongan I dari jenis Methamphetamine (sabu). Berdasarkan keterangan dari Pelaku, mereka bertiga sebelumnya berangkat bersama ke Malaysia  pada tanggal 16 Mei 2025 dan menerima sabu dari seorang WNA Malaysia. 

Mereka semua dijanjikan upah sebesar Rp. 8 juta. Barang bukti berupa 5 (lima) bungkus sabu dengan total berat bruto 250 gram, serta Pelaku RR, TO, dan RB diserahkan kepada Polresta Barelang untuk penyidikan lebih lanjut.

Selanjutnya, Penindakan Keempat  dilakukan pada Minggu, 25 Mei 2025 terhadap upaya penyelundupan yang menggunakan modus false compartment, yaitu disembunyikan di dalam peralatan masak yang telah dimodifikasi untuk menyelundupkan barang yang dibawa oleh seorang penumpang berinisial DI (perempuan, 25 tahun), penumpang pesawat Batik Air OD-356 (KUL-BTH) dengan rute penerbangan Kuala Lumpur - Batam. Dari penindakan tersebut, berhasil diamankan barang bukti sejumlah 5 (lima) bungkus sabu dengan total berat 5.120 gram.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sesuatu yang janggal pada sisi bawah pemanggang waffle tersebut didapati sejumlah baut dalam keadaan longgar yang mengindikasikan pemanggang tersebut baru saja dibuka dan dimasukkan sesuatu kedalamnya. Petugas kemudian membuka sisi bawah pemanggang dan didapati kompartemen tambahan yang seharusnya bukan bagian dari pemanggang waffle tersebut. Kemudian Petugas Bea Cukai membawa penumpang ke Posko Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. 

Saat dilakukan permintaan keterangan, penumpang tersebut memberi keterangan yang tidak konsisten. Barang bukti dan penumpang tersebut kemudian dibawa ke KPU BC Batam untuk diproses lebih lanjut. Petugas kemudian melakukan uji narcotest dan  uji laboratorium, serbuk kristal putih tersebut positif mengandung senyawa narkotika golongan I dari jenis Methamphetamine (sabu). Berdasarkan pengakuan oleh Pelaku, dia merupakan seorang ibu rumah tangga asal Situbondo, Jawa Timur. Dia diajak oleh teman lamanya, ZU, untuk menjadi kurir narkoba. DI dijanjikan upah sebesar Rp70 juta jika berhasil membawa barang tersebut ke Surabaya.

"Kepala Bidang P2 Bea Cukai Batam, Muhtadi, menjelaskan bahwa atas barang bukti dan pelaku telah dilakukan penegahan  dan diserahterimakan ke Dirres Narkoba Polda Kepri melalui Berita Acara Serah Terima untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para tersangka dijerat dengan UU Narkotika No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal berupa hukuman mati atau penjara seumur hidup. “Penindakan ini bukan hanya menggagalkan penyelundupan narkotika, tetapi juga menyelamatkan hingga 27.000 jiwa dari ancaman bahaya narkoba serta menghemat biaya rehabilitasi sebesar Rp. 42 miliar,” tegasnya.

“Penindakan sindikat narkoba ini merupakan wujud nyata program Asta Cita Presiden RI sebagai bentuk komitmen dan kolaborasi Bea Cukai, Polri, TNI, Kejaksaan, dan aparat penegak hukum lainnya dalam memerangi penyelundupan narkoba di wilayah Indonesia khususnya Kepulauan Riau, yang dijadikan jalur pemasukan, transit, dan peredaran narkoba.” pungkas Zaky.**Lina**

Bhayangkari Lombok Utara Dorong Hilirisasi Kakao Kampung Senara Tembus Pasar Nasional

 



 Policewatch-Lombok Utara 

 Kampung Coklat Senara di Desa Genggelang, Lombok Utara, berpotensi besar untuk menjadi sentra kakao unggulan di tingkat nasional.  Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Literasi Inklusif dan Rantai Pasok Komoditas Kakao”, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Lombok Utara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Bhayangkari Cabang Lombok Utara pada Senin, 2 Juni 2024.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta,  mengungkapkan potensi besar yang belum dioptimalkan di Kampung Senara.  Sekitar 90 petani mengelola lebih dari 100 hektare lahan kakao, namun lebih dari 90 persen produksinya masih dijual dalam bentuk mentah.  Hanya sekitar 3-4 persen yang diolah menjadi produk siap konsumsi.

“Ini tantangan sekaligus peluang besar,” tegas Ny. Heny.  Ia menekankan pentingnya penguatan literasi inklusif untuk meningkatkan kapasitas petani,  tidak hanya dalam produksi,  tetapi juga pengolahan, pengemasan, perizinan, dan pemasaran.  Banyak produk olahan kakao Kampung Senara memiliki kualitas rasa yang kompetitif, namun masih tertinggal dalam hal kemasan,  sertifikasi BPOM, label halal, masa kedaluwarsa, dan SNI.

Ny. Heny memastikan Bhayangkari siap menjadi motor promosi produk lokal.  Salah satu produk olahan coklat Kampung Senara akan dibawa ke Bazar Nusantara oleh Bhayangkari se-Indonesia pada 23 Juli mendatang sebagai upaya untuk mengangkat UMKM berbasis desa ke level nasional.  “Kami tidak hanya mitra sosial, tapi juga jembatan pemasaran,” imbuhnya.

Kepala Dispusarsip Lombok Utara, Ir. Mochammad Wahyu Dharmawan,  menegaskan bahwa literasi yang diusung adalah literasi implementatif—yang memberi dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.  Perpustakaan, menurutnya, harus menjadi pusat pemberdayaan desa.  Di Kampung Senara, literasi dijadikan pintu masuk untuk mengadvokasi perubahan dari petani menjadi produsen dan pelaku ekonomi kreatif.

Program literasi berbasis inklusi sosial ini diarahkan ke desa-desa dengan potensi ekonomi dan wisata.  Kampung Senara menjadi role model yang akan direplikasi ke desa-desa strategis lain.  Wahyu juga menekankan pentingnya kolaborasi multisektor,  dengan Disperindag untuk perizinan dan pemasaran, serta rencana kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata.

FGD ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah Lombok Utara dan Bhayangkari dalam memberdayakan masyarakat dan mendorong transformasi ekonomi berbasis lokal.  Dukungan dan sinergi antar-lembaga menjadi kunci keberhasilan hilirisasi kakao di Kampung Senara dan pengembangan ekonomi di Lombok Utara secara keseluruhan.  Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jurnalis

Mamen

LIDIK KRIMSUS RI Minta APH Proses Hukum Oknum Kepsek yang Diduga Melakukan Pungli

 




POLICEWATCH.NEWS - LAHAT Ketua Harian LIDIK KRIMSUS RI Rodhi Irfanto SH, angkat bicara terkait adanya oknum kepsek yang melakukan dugaan pungli modus meminta emas nilainya Rp 4 Juta ini harus di proses hukum ini sudah tindakan pelanggaran hukum  indikasi pemerasan harus diberikan sanksi tegas untuk efek jera, tidak ada lagi pungli alasan perpisahan, dipungut biaya, dan jelas di Saber Pungli ada aturan yang mengatur tidak diperbolehkan pungutan apapun 

Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016. Perpres ini mengatur pembentukan Satgas Saber Pungli untuk memberantas pungutan liar di berbagai sektor. 

Perpres Nomor 87 Tahun 2016:

Perpres ini adalah landasan hukum bagi pembentukan dan pelaksanaan tugas Satgas Saber Pungli. 

Tujuan Satgas Saber Pungli:

Satgas ini dibentuk untuk memberantas pungutan liar (pungli) yang merugikan masyarakat dan negara. 

Pungutan liar adalah pungutan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan atau tanpa dasar hukum yang jelas. Satgas ini terdiri dari berbagai instansi pemerintah, termasuk kepolisian, kejaksaan, dan instansi terkait lainnya. Peran Satgas Saber Pungli:

Satgas ini memiliki peran penting dalam mencegah dan memberantas pungli di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, pendidikan, dan sektor lainnya.

Berita sebelumnya Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih dalam pidatonya di acara closing Repleksi 100 hari Kerja kepemimpinan Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih dia menyampaikan dalam sambutannya bahwa dirinya mendapatkan informasi ada 2 guru di salah satu SD Merapi Timur diduga dimintai emas oleh oknum kepsek disalah satu SD Negeri di Merapi Timur,

Kalau dihitung dengan harga Emas Saat ini setengah suku nilainya Rp 4 Juta rupiah kata " Widia di acara" Closing Repleksi 100 hari Kerja kepemimpinan Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih yang dihadiri Forkompinda, PLH Sekda Lahat, OPD, Ormas dan Masyarakat,

Saat itu juga saya melakukan sidak kesekolahan tersebut adanya laporan 2 guru di salah satu SD Negeri Merapi Timur,

Dan saya sudah ketemu dengan kepala sekolah tersebut mengakui adanya PUNGLI (Pungutan Liar) di sekolah tersebut,

" Alhamdulillah secepatnya saya sudah komunikasikan dengan Dinas Pendidikan untuk segera di nonaktifkan " karena kami komitmen memberantas pungli di kabupaten Lahat pungkas " Widia 

Jurnalis: Bambang MD

Tangis Keluarga Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Saat ini Sudàh 14 Jiwa

 



Red, policewatch.news, Cirebon - Duka mendalam menyelimuti keluarga Rion Firmansyah (28), salah satu korban meninggal dunia dalam insiden longsor di lokasi tambang batu alam Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon. Suasana haru begitu terasa di rumah duka yang berada di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang.

Sebelum meninggal, Rion sempat mendapat perawatan intensif di RS Sumber Hurip. Namun nyawanya tak tertolong. Keluarga besar tak kuasa menahan tangis saat jenazah Rion tiba di rumah duka pada Jumat (31/5) malam.

"Almarhum memang sudah lama kerja di tambang itu. Dapat kabar dia meninggal, kita semua syok," ujar Jojo Suharjo, kerabat korban, awak media Sabtu (31/5/2025).

Jojo mengenang, Rion sebagai sosok pekerja keras dan begitu sayang kepada keluarganya. Ia memulai karirnya di lokasi tambang sebagai kenek alat berat, sebelum akhirnya dipercaya menjadi operator ekskavator.


"Dia itu orangnya gigih. Mulai dari bawah sampai bisa jadi operator sendiri. Kerja keras banget demi istri dan anaknya," kenangnya haru.

Rion meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih berusia empat tahun. Kematian Rion menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tapi juga masyarakat sekitar yang mengenal kebaikannya.

"Kalau soal kerja dia paling rajin. Tapi tiap pulang, yang paling dia cari itu anaknya. Selalu main bareng," tambah Jojo.

Tragedi ini menyadarkan banyak pihak akan pentingnya keselamatan kerja di area tambang. Keluarga Rion mendukung penuh langkah pemerintah untuk menutup permanen tambang Gunung Kuda, demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

"Kalau bisa jangan sampai ada korban lagi. Kami setuju kalau ditutup. Tapi kalau pun dibuka lagi, alat pengaman pekerja harus benar-benar diperhatikan," tegas Jojo.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, turut hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung dan menyerahkan santunan kepada keluarga.

"Kami datang untuk takziah, sekaligus memberikan santunan kepada keluarga almarhum. Ini bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah," ucap Agus.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon kini sedang melakukan pendataan menyeluruh terhadap para pekerja tambang yang terdampak penutupan operasional tambang Gunung Kuda.

"Sesuai arahan Pak Gubernur, para pekerja ini akan diberi pelatihan dan bantuan. Harapannya, mereka tidak kehilangan mata pencaharian secara total," jelasnya.

Longsor besar yang terjadi di Gunung Kuda telah merenggut 14 korban jiwa dan 11 orang lainnya masih terus dilakukan pencarian. Tragedi ini tak hanya menjadi luka bagi keluarga Rion, tapi juga cambuk bagi seluruh pihak agar lebih peduli terhadap keselamatan kerja.


Polda NTB Beri Contoh: PTDH Dua Anggota, Pakar Hukum Unram Apresiasi Ketegasan

 


 Policewatch-Mataram

Langkah tegas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) dalam memberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dua anggotanya, Kompol Y dan Ipda AC, mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan, termasuk akademisi.  Prof. Dr. H. M. Galang Asmara, S.H., M.Hum., Guru Besar Hukum Universitas Mataram, secara khusus memuji tindakan tersebut sebagai bukti komitmen Polda NTB dalam menjaga integritas dan marwah institusi kepolisian.

Prof. Galang menekankan bahwa sanksi PTDH terhadap Kompol Y dan Ipda AC, yang terbukti melanggar kode etik profesi dan terlibat dalam perilaku tercela, merupakan langkah penting dalam menegakkan disiplin internal.  Ketegasan ini, menurutnya, menunjukkan bahwa Polda NTB tidak mentolerir pelanggaran etika, dan berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran secara transparan dan adil.  Hal ini sejalan dengan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Lebih lanjut, Prof. Galang menggarisbawahi pentingnya pemisahan proses etik dan proses pidana dalam kasus ini.  Meskipun sanksi etik berupa PTDH telah dijatuhkan, Polda NTB tetap melanjutkan proses penyidikan pidana.  Hal ini, menurut beliau, menunjukkan komitmen institusi terhadap prinsip keadilan dan akuntabilitas, serta upaya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.  Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dari reformasi Polri menuju profesionalisme yang lebih baik.

Prof. Galang juga menghubungkan tindakan tegas Polda NTB ini dengan semangat Polri PRESISI yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.  Ia berharap tindakan ini dapat menjadi contoh bagi kepolisian di daerah lain,  menunjukkan bahwa penegakan etik yang tegas bukan hanya berdampak positif pada internal kepolisian, tetapi juga memberikan pesan kuat kepada masyarakat bahwa Polri serius dalam memperbaiki citra dan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.  Ketegasan ini, menurutnya, merupakan langkah krusial dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Jurnalis 

Mamen

Bupati Lahat Bursah Zarnubi Terpilih Ketua Umum APKASI 2025 - 2030 Secara Aklamasi

 


POLICEWATCH.NEWS - MANADO, Munas VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, resmi menetapkan Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi sebagai Ketua Umum APKASI periode 2025-2030. 

Munas ini juga menjadi momentum spesial, karena bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya APKASI.

"Meski berlangsung sangat dinamis, semua tetap berjalan lancar karena kita menjunjung tinggi tradisi musyawarah untuk mufakat," ungkap Bursah Zarnubi usai terpilih dalam pernyataannya Jumat (30/5/2025).

Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum, Bursah menekankan pentingnya peran APKASI dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menilai APKASI adalah wadah strategis dalam merancang kebijakan daerah ke depan.

"APKASI akan menjadi ruang kajian, menyusun rekomendasi terhadap isu-isu penting agar menjadi rujukan nasional," tegas Bursah.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah soal desentralisasi. Ia menyoroti semakin terbatasnya kewenangan pemerintah daerah, terutama dalam aspek penganggaran.

"Hak-hak pemerintah daerah banyak direnggut pusat. Untuk dana operasional saja sulit. Ini harus kita perjuangkan agar otonomi daerah tidak hanya sekadar slogan," tegasnya.

"Bayangkan, gaji saya sebagai Bupati hanya Rp 5,7 juta. Bagaimana kami bisa bekerja maksimal dan mencegah praktik korupsi jika dukungan anggaran minim?" katanya.

Bursah juga menyoroti isu pendidikan dan menyampaikan komitmen APKASI untuk mendukung program pendidikan dasar gratis secara nasional, sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Program MBG mestinya sudah berjalan lebih cepat. Tapi kenyataannya masih minim koordinasi dengan pemerintah kabupaten. APKASI siap membantu pemerintah pusat dalam pelaksanaan MBG, termasuk misalnya dengan menghibahkan lahan untuk fasilitas penunjang," jelas Bursah.

Sementara itu, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang menjadi tuan rumah Munas VI, secara resmi ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal APKASI.

"Pelaksanaan Munas telah selesai dengan baik. Terima kasih atas kepercayaan kepada Minahasa Utara," ujar Joune.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, yang turut hadir dalam Munas ini, menyampaikan apresiasinya terhadap jalannya proses pemilihan.  "Bupati adalah penyambung suara daerah kepada pemerintah pusat. Semoga ketua umum yang baru dapat memperkuat soliditas antar kepala daerah," ujar Ribka.(MD)

Pelaku peredaran sembilan kilogram sabu Diburu Polda Sumut

Pewarta: Alex w
Penulis: MRI


Medan (POLICEWATCH) - Aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara memburu pelaku peredaran sembilan kilogram narkotika jenis sabu di wilayah Kota Tanjungbalai, Sumut.

"Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap identitas pelaku lain, khususnya S, yang menjadi penghubung ke jaringan luar negeri," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Jean Calvijn Simanjuntak saat merilis pengungkapan kasus peredaran sabu tersebut di Medan, Jumat.

Jean Calvijn menduga pelaku peredaran sabu tersebut meruapkan bagian dari sindikat narkotika lintas antarnegara.

Ia mengatakan pengungkapan peredaran sembilan kilogram sabu itu berawal dari penangkapan dua orang pria, di dua lokasi berbeda, yang diduga kuat sebagai kurir di Kota Tanjungbalai.

Penangkapan terhadap seorang pria berinisial MR (51) di Jalan D.I. Panjaitan, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, Jumat (23/5). Petugas kemudian menemukan satu bungkus besar seberat 1.000 gram dan dua bungkus sedang berisi sabu seberat 1.000 gram.

Kepada polisi, MR mengaku barang bukti tersebut diperoleh dari seseorang berinisial S (dalam penyelidikan) yang menyuruhnya menjemput sabu dari perairan Malaysia pada 20 Mei 2025 . Sabu itu diangkut menggunakan sampan bermesin dompeng.

Dalam operasi itu, personel Polda Sumut menangkap AR (35) yang merupakan adik kandung MR di kawasan jembatan Titi Harkat, Jalan Teluk Nibung, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

"Petugas menemukan sabu dengan berat 7.000 gram yang disimpan di sampan," kata Jean Celvijn.

Kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Polda Sumut akan terus menindak tegas pelaku narkotika. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta membantu upaya pemberantasan narkoba demi masa depan generasi bangsa," katanya.