Tampilkan postingan dengan label SENI DAN BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI DAN BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Festival Destinasi Wisata Situ Rawa Gede diresmikan oleh Wakil Walikota DR. Tri Adhianto

  



POLICEWATCH.NEWS.BEKASI KOTA- Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi bekerjasama dengan Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan (KPPL) Situ Rawa Gede menggelar Festival Situ Rawa Gede sebagai ajang promosi tempat wisata yang ada di Kota Bekasi, Rabu (07/04/2021).

Acara Festival Situ Rawa Gede ini merupakan salah satu dari rangkaian acara HUT Kota Bekasi yang ke-24 dan masuk kedalam Calender of Event Jabar 2021. Pelaksanaan acara ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada serta panitia menyiapkan rapid antigen bagi tamu yang hadir secara langsung.


Bertempat di Situ Rawa Gede Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto membuka secara langsung pagelaran Festival Situ Rawa Gede yang dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi dan Perwakilan Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

"Proses perjalanan merawat Situ Rawa gede ini merupakan bagian dari salah satu Visi Bang Pepen dan Mas Tri yakni wisata dan budaya termasuk didalamnya itu lingkungan hidup, hal ini dapat meningkatkan destinasi wisata yang ada di Kota Bekasi," ujar Tri Adhianto.

Dalam sambutannya, Tri mengungkapkan proses penataan dan pengelolaan kebersihan Situ Rawa Gede yang dahulunya banyak sampah botol plastik dan limbah hingga menjadi tempat destinasi yang layak seperti sekarang.

"Maka dari itu kebersihan dan pengelolaan yang ada di tempat wisata ini harus terus ditingkatkan mengingat ini merupakan masih tanggung jawab dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan Pemerintah Kota sebagai pengelola," tandasnya.


Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto juga memberikan apresiasi terkait kegiatan seni budaya yaitu Kecamatan Tematik yang ada di Kota Bekasi seperti Kampung Bali, 7 Mata Air Sumur Batu, Hutan Bambu dll agar terus dapat meningkatkan potensi wisata di Kota Bekasi sehingga membuat para pelaku usaha dapat maju dan berkembang ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

Terakhir, Tri berharap Situ Rawa Gede ini dapat dinikmati oleh seluruh warga masyarakat yang ada, guna meningkatkan wisata serta pengetahuan budaya yang ada di Kota Bekasi.

Festival Situ Rawa Gede juga dapat disaksikan melalui youtube dan online melalui aplikasi virtual zoom. Acara dilanjutkan dengan pemukulan gong, pelepasan ikan dan dialog interaktif bersama Tri Adhianto serta Krisdayadi Ketua Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan (KPPL) Situ Rawa Gede Kota Bekasi. 

PEWARTA = Hermansyah. Skom

Acara Millad Yang Ke 11 Tahun Padepokan Pencak Silat Seliwa Jalan Enam

 




KAB.BEKASI.POLICEWATCH.NEWS: Acara milad padepokan pencak silat KPC Seliwa Jalan Enam dihadiri oleh perwakilan dari setiap padepokan padepokan, Singa putra bajang,koprek Bekasi dan jawara jawara yang ada di kabupaten bekasi, dan para ulama ulama dan kiyai, kebetulan di acara milad tersebut ada giat santunan yatim piatu dan  acara Isro wal mi'raj.Kamis 11 Maret 2021

Dalam milad tersebut menampilkan seni budaya silat yang diperagakan oleh murid murid padepokan pencak silat KPC seliwa jalan enam


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua saudara saudara yang telah hadir di padepokan ini, dan berterima kasih juga atas doa dan bantuanya berupa materi dan tenaga hingga terlaksananya acara milad padepokan silat KPC seliwa jalan Enam, saya tidak bisa membalas semua kebaikan dan jasa jasa saudara saudara saya, semoga allah yang membalas semua kebaikan saudara saudara saya dengan rejeki yang berlipat ganda,sehat jasmani dan rohani,serta umur yang panjang dan hidup barokah...aamiiin, ujar Ki maung Guru Besar Padepokan pencak silat KPC Seliwa Jalan Enam. Jefry gobang/amun

JALIN SILATURAHMI PADEPOKAN SILSILAH MENGUNDANG PARA PEMIMPIN MEDIA POLICEWATCH.DAN BUSER86





KAB BEKASI, POLICEWATCH.NEWS,-Pimpinan padepokan silsilah kp.wates desa,Sarimukti kec.cibitung mengundang awak media dan mempererat tali silaturahmi demi terjaganya persaudaraan dan terjalin kerjasama baik, Minggu 7 Februari 2021

Silaturahmi tersebut dibuka oleh Rosid jaya suntika Dewan pembina padepokan Silsilah, beliau mengatakan, Padepokan Silsilah adalah Padepokan kesenian pencak silat, beliau mengajak semua pihak untuk dapat bersama sama memajukan Padepokan agar bisa maju dan bermanfaat buat Masyarakat.

 Cang oting sebagai ketua Padepokan Silsilah mengucapkan banyak terimakasih atas hadirnya pimpinan Media policewatch.news M.Rodhi Irfanto SH dan Abdul Hamid pimpinan redaksi media Buser86.com 

Cang oting berharap dengan adanya silaturahmi ini dapat menjadikan Padepokan Silsilah semakin maju kedepan nya dan dapat di kenal bnyak kalangan,Cang oting mengatakan sudah sangat minim generasi muda kita mengetahui dan melestarikan budaya silat maka dengan adanya Padepokan Silsilah ini beliau berharap generasi muda dapat menjaga dan melestarikan peninggalan sesepuh kita yaitu silat

 
Abie Noufel sebagai sesepuh Padepokan Silsilah pun menyampaikan bahwa dirinya merasa terharu dan sangat bahagia dengan adanya silaturahmi ini dan menyampaikan bahwa silsilah adalah  aliran darah para pejuang dan milik kita bersama harus kita jaga bersama karna padepokan silsilah untuk seluruh Indonesia

rasa senang bercampur sedih pun di sampaikan  dan di tambahkan sambutan Ki macan sebagai guru/pengajar di padepokan silsilah Ki macam sangat terharu dengan adanya silaturahmi ini,bahkan tak terasa sampai meneteskan air matanya "Saya sangat gembira karna bisa bersilaturahmi dan bertukar pikiran bersama teman-teman media dan sangat bangga karena pimpinan media policewatch.news bisa hadir dalam silaturahmi ini "tutur Ki macan 

M Rodhi irfanto Selaku Dewan Pembina di Padepokan Silsilah menyampaikan terimakasih dan suatu kehormatan baginya karna telah di undang untuk bersilaturahmi di Padepokan Silsilah dan M Rodhi Irfanto pun menyarankan agar kedepan nya Padepokan Silsilah ini harus  mempunyai Legalitas Hukum atau Akta Pendirian berbentuk Perkumpulan,

Karena menurut nya sangat lah penting perkumpulan sebuah Perguruan mempunyai legalitas hukum ,Agar kedepan nya Padepokan Silsilah dapat di masukan ke dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Agar bibit-bibit muda pewaris silat di Padepokan Silsilah dapat ikut berkompetisi di tingkat daerah, nasional maupun internasional untuk melestarikan budaya silat warisan leluhur ini dan terus di kenal sampai ke mancanegara bahwa Indonesia ini kaya akan Seni dan Budaya,ujar M Rodhi.


Abdul Hamid mengatakan dalam sambutannya"  Siap mendukung dan suport atas terbentuknya Padepokan silsilah sebagai bentuk nilai budaya dan kesenian serta mempererat silaturahmi dan memperluas  persaudaraan " ungkapnya .

Jefry gobang sebagai ka biro policewatch.news kab Bekasi menambahkan, padepokan silsilah adalah padepokan yang sangat luar biasa,karna padepokan silsilah adalah wadah yang baik bagi para remaja remaja, Agar para remaja tidak terjerumus ke pergaulan bebas,menjauhi Narkoba yang merusak masa depan anak anak  remaja,generasi penerus bangsa ini.

Mudah mudahan dengan adanya padepokan silsilah ini membawa manfaat tuk masyarakat terutama kaum remaja, menjadikan pemuda pemudi yang bermanfaat buat nusa dan bangsa "tuturnya .

Pewarta: Andri Mayadi

Jodhi Yudono Membuka "Ngopi" dengan Lagu Jawa





"Ngopi" Edisi Ini, Mempertanyakan Kebijakan PPKM dan Fakta di Lapangan 

Red,POLICEWATCH,- Jodhi Yudono, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (Ketum IWO) yang juga dikenal sebagai seniman dan budayawan, membuka acara "Ngopi" yang disiarkan di Kompas TV tiap Jumat mulai pukul 20.00 WIB, membuka acara dengan sebuah lagu Jawa karya Jodhi sendiri.

Lagu berjudul "Sabar Luuur" berkisah tentang ajakan untuk tetap bersabar menghadapi pandemi Covid19 seraya berdoa, berolahraga, dan berolahrsa. 

Meskipun program Ngopi membahas _current issue_, namun sebagai tayangan akhir pekan harus dibuat seringan mungkin dan memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan program-program buletin.

"Dan saya suka dengan opening song berbahasa Jawa yang dibawakan Om Jo tadi yang bagi saya yang tidak begitu mengerti bahasa Jawa tetap terasa ringan dan asik. Itu yang saya rasa sesuai dengan konsep acara Ngopi ini," ungkap Fina Merliane Vidya, Executive Producer Kompas TV sambil mengucapkan 'selamat datang' kepada Jodhi Yudono yang telah menjadi bagian dari acara "Ngopi".


Tema yang diangkat kali ini adalah sebuah pertanyaan, mengapa sudah lebih dari 3 minggu diberlakukan sejak tanggal 11 Januari 2021, namun kasus positif covid-19 semakin meningkat dan penurunan kasus pun semakin melemah. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat 

(PPKM) justru di nilai lebih lambat dari Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebelumnya. Lalu apa sebenarnya yang terjadi? Pemerintah pun memiliki wacana untuk lockdown saat weekend. Akankah efektif?


"Berbagai tanggapan dan pernyataan akan kami bahas bersama drh. Berty M.Kes (Jubir Pemda DIY untuk penanganan Covid-19) dan dr. Khoirul Hadi ( Penyintas Covid-19/ founder situs akdoplak.com) di Ngopi eps “Covid-19 Meningkat Masif, PPKM Tidak Efektif?” ujar Dody Prasetyo, Produser Acara "Ngopi".

Seperti biasa, acara ini dipandu oleh Nitia Anisa dan Mamat Alkatiri.

Diliburkan Dari Kerjaan Bukan Akhir Dari Segalanya Buat Muhamad Baharudin.


Dok : MPW

Purwakarta, Policewatch - Berbagai cara yang dilakukan anak muda ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Dalam situasi Pandemi Covid-19 bukan suatu halangan untuk tetap berkreasi dalam mengembangankan bakat seninya. 

Hanya bermodalkan bambu apus, lem, dan jiwa kreatifnya hingga bisa menciptakan hasil karya yang sangat luar biasa. Miniatur kapal laut yang dihasilkan atas kreasi kelihaiannya membuat daya tarik warga sekitar. Sepanjang libur dari pekerjaannya karena dampak wabah pandemi Covid-19 yang melanda, M.Baharudin tetap terus menghasilkan karya seni yang diciptakannya. Anak muda dari 6 bersaudara ini tidak pernah merasa ngeluh dengan keadaan dirinya saat ini. 

Saat ditemui dikediamannya dikampumg Warung Mekar, Rt/Rw: 05/03 desa Bungursari, kecamatan Bungursari, kabupaten Purwakarta. Emuh sapaan akrabnya mengungkap bahwa hasil karyanya sudah dijual kebeberapa daerah yang ada di Purwakarta.

"Alhamdulillah semejak diliburkan ditempat kerja saya bisa membuat kreasi seperti ini, jadi masih ada pemasukan buat biaya hidup setiap harinya.ujarnya 

Bahkan kadang yang pesen selain dari perorangan ada juga yang pesen dari pihak hotel," ungkap Emuh kepada Media Policewatch.16/05/2020

Menurutnya, bahan baku yang selama ini dipergunakan bisa didapatkan dilingkungan sekitar, walau terkadang harus memilih bahan yang masih layak untuk dipergunakan.

"Kalau harga relatif, tergantung ukurannya juga saya patok.harga 50ribu-100ribu, yang minat lumayan banyak bisa buat bekal untuk nanti lebaran. Saya kan masih "single"," tambahnya dengan senyum.

Pemasaran hasil kreasinya sekarang sudah sampai ke Dawuan, Purwakarta, Cikampek, bahkan sebagian temen satu kerjaan yang sering jadi target pemesanan.

Senada disampaikan oleh salah satu pembeli miniatur kapal laut hasil karya M.Baharudin yang sengaja datang dari luar Purwakarta. Dimana menurut pembeli tersebut barang yang dihasilkan cukup bagus, dan rapih

"Harga terjangkau untuk dibeli, ini sengaja saya beli untuk dijadikan hiasan dalam rumah. Selain motifnya unik hasil finishingnya juga cukup rapih," pungkasnya. 

Pewarta: Jefry gobang
Redaksi: policewatch

DPD IWO Lahat Gelar Talkshow Bersama Jodhi Yudono dan Bintang Tamu Hutan Tropis Band

dok : policewatch

LAHAT - POLICEWATCH.NEWS - Sebagai salah satu rangkaian kegiatan pelantikan pengurus periode 2020-2025, DPD IWO Kabupaten Lahat menggelar malam hiburan yang dikemas dalam bentuk talkshow, dengan menghadirkan Sastrawan sekaligus Ketua DPP IWO Jodhi Yudono dan musisi Jimmy Hutan Tropis.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Djoeragan Cafe, Plaza Lematang, Benteng, Kabupaten Lahat, pada hari Sabtu/malam Minggu pukul 19.30 WIB.

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Antoni, kegiatan ini terbuka untuk umum. Selain bertujuan sebagai hiburan juga dapat berbagi pengalaman bersama para penggiat seni di Kabupaten Lahat, khususnya bidang sastra dan musik.

"Awalnya memang kita hendak melakukan malam santai dengan bincang-bincang seputar jurnalistik bersama Jodhi Yudono. Tetapi dengan kehadiran Jimmy Hutan Tropis telah menjadi kejutan sekaligus menggembirakan kita semua. Jadi dikonseplah talkshow bersama mereka dan terbuka untuk umum," ujar Antoni. Kamis (05/03).

Antoni menambahkan, acara ini mengangkat tema 'Nyanyian Puisi'. Karena memang puisi dan puitis sangat dekat dengan kedua orang narasumber (Jodhi Yudon & Jimmy Hutan Tropis).

"Kita mengenal karya-karya Jodhi Yudono dalam musikalisasi puisinya. Beliau mampu membuat keindahan tingkat tinggi dalam menyanyikan puisi-puisi karya penyair legendaris seperti Chairil Anwar dan juga Taufik Ismail. Termasuk puisi karyanya sendiri. Begitu juga dengan Band Indie Hutan Tropis. Kita bisa menyebut mereka aktivis yang menyuarakan kehidupan sosial dan lingkungan. Dari itulah tema 'Nyanyian Puisi' kita angkat," tambah Antoni.

Dalam kegiatan ini, pihak DPD IWO mengucapkan terima kasih kepada pihak yang menyuport banyak acara ini. Hal ini disampaikan langsung Bambang MD selaku Ketua DPD IWO Lahat.

"Terima kasih support dari Djoeragan Cafe, Sobat Printing, serta kawan-kawan komunitas penggiat seni yang sudah banyak memberikan masukan dan membantu dalam hal lainnya," ucap Bambang MD.

Pewarta : Rangga Guritno

LATIHAN BERSAMA DAN DEKLARASI DAMAI PERGURUAN SILAT SE KEC. SRONO

Dok : MPW


BANYUWANGI, POLICEWATCH,-Guna menjalin silaturahmi antar sesama anggota perguruan silat yang ada di Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, hari ini Minggu' 26/01/2020 di gelar Latihan Bersama dan Deklarasi Damai delapan (8) Persatuan Pencak Silat yang berada di wilayah Kecamatan Srono.

"Delapan (8) perguruan silat yang ikut dalam acara tersebut di antaranya PSHT, Persatuan Rasa Tunggal, Pagar Nusa, Tapak Suci, Persinas ASAD, Pancabela, IKSPI dan PAMUR" kompak dalam nuansa kebersamaan di pendopo Kantor Desa Kebaman".

Hadir dalam giat tersebut, Kepala Desa Kebaman, Alif Burhanudin, S. Pd, Kapolsek Srono AKP. Mulyono, SH, Babinsa Kebaman Serda Timbul Suyatno, Bhabinkamtibmas Bripka Beny Sukma, SH, sementara camat Srono berhalangan hadir di wakili Kasi Pemerintahan Mulyono dan masing - masing ketua perguruan silat yang ada di Kec. Srono.

Kepala Desa Kebaman, Alif Burhanudin, S. Pd kepada Police Watch menyampaikan bahwa suatu kehormatan bagi kami Pemerintah Desa Kebaman di percaya untuk memfasilitasi giat tersebut, alhamdulillah acara latihan bersama dan deklarasi damai berjalan lancar tanpa hambatan dengan di buktikan tanda tangan bersama seluruh pihak yakni Forpimka Srono dan  seluruh perwakilan delapan perguruan silat yang ada di Kec. Srono.

Harapannya semoga dengan Deklarasi Damai dan Latihan Bersama ini dapat mempererat silaturahmi sesama perguruan silat di Kec. Srono, sehingga memudahkan koordinasi antara sesama perguruan dengan pemerintah khususnya yang ada di wilayah Kec. Srono, tegas Alif.

(Cafunk)

Pemkab Garut Pastikan Kandang Wesi Bukan Kerajaan

Pemkab Garut memastikan kerajaan tersebut hanya tempat pelatihan bela diri.


Garut -POLICEWATCH.NEWS- Kerajaan Kandang Wesi bikin geger warga Garut. Pemkab Garut memastikan kerajaan tersebut hanya tempat pelatihan bela diri.

"Setelah kami klarifikasi, tidak ada kerajaan, itu hanya sebuah paguron (padepokan). Jadi isu yang menyeruak kemarin tidak benar," ucap Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut Wahyudijaya, Sabtu (25/1/2020).

Kesbangpol sendiri telah mengklarifikasi raja Kandang Wesi Nurseno SP Utomo alias GB, kemarin. GB dimintai keterangan tentang informasi yang beredar di beberapa media tentang padepokannya.

Wahyu menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi dari GB, paguron Kandang Wesi tidak memiliki anggota, melainkan murid yang belajar bela diri. Selain itu, Wahyu mengungkapkan, GB tidak menerima pungutan.
"Untuk pungutan itu tidak ada. Warga di sana juga tidak ada yang resah dengan kegiatan yang diadakan di paguron," katanya.

Wahyu mengimbau masyarakat untuk cermat dalam menerima informasi yang beredar. Masyarakat diminta untuk tenang dan tidak terprovokasi pemberitaan yang tidak benar.

"Isu mengenai kerajaan ini sudah selesai. Hanya ada padepokan saja," ujar Wahyu.

Sang raja, Nurseno SP Utomo alias GB, sudah didengar keterangannya oleh polisi. GB mengaku dimintai klarifikasi oleh polisi sejak Jumat (24/1) malam.

"Pemeriksaannya berjalan santai dan tenang," ujar GB saat dikonfirmasi, Sabtu (25/1/2020).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nurseno dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Garut, Jalan Sudirman. Pemeriksaan dimulai sejak Jumat malam dan berakhir Sabtu dini hari.

"Pemeriksaan sangat santai. Saya jawab pertanyaan juga tidak tertekan," ucap GB(Usep-Dewi)

PERUM JASA TIRTA II JATILUHUR KURANG RESPON DENGAN ADANYA ACARA MAPAG CAI KAHURIPAN DAN SOLAWAT AKBAR



PURAKARTA POLICEWATCH. - Kegiatan  Gelar Budaya Ngabeungkat Mapag Cai Talaga Kahuripan Jatiluhur dan Sholawat Akbar yang rencana akan di selenggarakan pada tanggal 28 Desember  2019 akan ditunda pelaksanaannya  .

Taofik Hidayat/Cepi ketua Kelompok Petani Ikan ANSERTA selaku ketua Panitia Pelaksana  dalam kegiatan tersebut saat di temui awak media Jumat (27/12/2019) mengatakan, "Di Tundanya kegiatan tersebut dikarenakan adanya beberapa pertimbangan, dan kendala tekhnis, maupun non tekhnis ,terutama kurang responsif nya PERUM JASA TIRTA II terkait penggunaan lokasi/tempat pelaksanaan kegiatan tersebut yang menjadikan kami untuk menunda pelaksanaan kegiatan Gelar Budaya Ngabeungkat Mapag Cai Talaga Kahuripan & Sholawat Akbar sampai dengan waktu tertentu". 

Kami selaku panitia pelaksana memohon maaf kepada semua elemen lapisan masyarakat yang telah mendukung dan antusias terhadap kegiatan MAPAG CAI TALAGA KAHURIPAN JATILUHUR DAN SHOLAWAT AKBAR   karena tidak terlaksananya kegiatan tersebut pada tanggal 28 Desember 2019" .
 
Rencana dalam waktu dekat kami akan mengadakan silaturahmi bersama para tokoh dari berbagai unsur lapisan masyarakat , terkait waktu penundaan acara tersebut , 

kami berharap PERUM JASA TIRTA II, lebih memperhatikan budaya dan kearifan lokal masyarakat , terutama masyarakat di sekitar Waduk Jatiluhur , karena kebudayaan merupakan identitas bangsa juga sebagai ajang silaturahmi untuk memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, sesuai Amanat UU RI Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan".(asp parazie)

Irjen. Pol. (purn) H. Anton Charliyan Mengucapkan Apresiasi Kepada Pencak Silat Pajaran

DOK : MPW


BOGOR POLICEWATCH. -  Milad Perguruan Pencak Silat Padjajaran Nasional ke-91 dirayakan dengan aneka aktraksi pencaksilat dari cabang-cabang, bertepatan dengan peringatan hari ibu, dihadiri oleh para tokoh diantaranya Irjen. Pol. (Purn)  H. Anton Charliyan dan Budayawan Bunda Ully Sigar Rusady, bertempat di Grand Parahyangan Cimahpar Kota Bogor, Minggu (22/12).

Irjen. Pol. (Purn) H. Anton Charliyan mengungkapkan apresiasi akan acara tersebut banyak diminati oleh anak-anak dan remaja. 

" Dengan semangat Pencak Silat yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan tak benda, kita minta juga agar ada hari silat atau budaya agar silat lestari di nusantara kalau perlu menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah", tegas mantan jenderal ini.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Pencak Silat Padjajaran Nasional Jimmy Rusdiat mengatakan, "acara ini merupakan ajang silaturahmi dari 20 kota dan Kabupaten se-Indonesia, juga sekaligus bertepatan dengan hari Ibu", ujarnya.

Senada dengan Jimmy, Tatang Sakabrata yang menjadi Ketua Dewan Pendekar mengungkapkan," Abah Sidik sebagai Guru besar Perguruan Padjajaran Nasional berkiprah di Bogor, di Sempur Kota Bogor. Kami mengembangkan dan mensosialisasikan budaya pencak silat terutama untuk anak-anak dan remaja. Program kedepan kita ingin adakan Pencak silat se-dunia, mudah-mudahan rencana ini disupport pemerintah", tambahnya.

Selain itu musisi yang juga budayawan Ully Sigar Rusady mengungkapkan, "di usia Perguruan Padjajaran Nasional ke 91 kebetulan peringatan ini bertepatan  dengan ditetapkan oleh UNESCO akan pencak Silat sebagai warisan budaya tak benda, mendukung PN untuk lebih maju lagi", ujarnya.

" Dengan hari ibu juga, tadi diserahkan penghargaan buat pendekar wanita atau tokoh-tokoh wanita yang berkiprah di dibidangnya, dan Abah Jimmy menghadiahi saya juga dengan sebuah pusaka sebagai penghargaan di hari ibu ini", tambahnya. (as paraji)

“Semar Mbangun Deso” Meriahkan Tasyakuran Warga Srondol Wetan Banyumanik Semarang


Reporter : Taufiq.Sapta
Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Semar Mbangun Deso warga Srondol Wetan Semarang


Semarang (PoliceWatch.News). Warga Kel. Srondol Wetan Banyumanik Semarang menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka sedekah bumi Tasyakuran masyarakat Kelurahan Srondol Wetan yang digelar di Pelataran depan Perumahan Taman Setyabudi jalan sukun  raya kel. Srondol Wetan, Kec. Bamnumanik Kota Semarang , Rabu ( 27/11/2019 ).

Dalam kegiatan tersebut di banjiri ribuan masyarakat banyumanik dan sekitarnya yang datang untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut dengan menghadirkan dalang yang sedang viral Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta dengan menyajikan lakon Semar Mbangun Deso.

Darmono,Spt. selaku ketua panitia Pagelaran Wayang Kulit , mengucapkan terima kasihnya kepada warga srondol wetan sehingga dapat terlaksanakannya kegiatan tersebut sehebat ini Menurutnya pagelaran wayang kulit kali ini merupakan pagelaran yang istimewa karena baru 13 tahun menggelar acara ini, tidak seperti di kelurahan kelurahan lain. Kelebihan kami kali ini dapat mendatangkan dalang Ki Seno Nugroho yang saat ini sedang viral, namun kekurangan kami dalam meminta partisipasi warga sedikit ada pemaksaan,” pungkasnya.
Camat Banyumanik Mardiyono, saat memberikan sambutan. Foto :. Taufiq. Sapta
Sementara itu Lurah Srondol Wetan Ali Akbar Masdiq,S.Soso.MA menuturkan bahwa terselenggaranya acara pagelaran wayang kulit ini wujud kebersamaan kita di Kelurahan Srondol Wetan. 

Oleh karena itu mari kita jaga bersama sama untuk tahun tahun yang akan datang dapat  kita tingkatkan dalam rangka memberdauakan menuju kesejhteraan bersama di kelurahan kita tercinta. Apabila ada kekurangannya kami mohon maaf,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama H. Anang Budi Utomo yang mewakili Ketua DPRD Kota Semarang yang berhalangan hadir mengungkapkan kesenian wayang kulit yang merupakan kebudayaan yang sudah di akui oleh Unesco sebagai hak kebudayaan intelektual bagi bangsa Indonesia sejak 2 Nopember 2003 ditetapkan sebagai Hari Wayang Dunia,” paparnya.

Menurutnya untuk yang nasional di Indonesia baru di peringati 7 Nopember 2019 inididasarkan pada  Keppres No 30 Tahun 2018 pada 11 Nopember 2018.

“ Dunia saja sudah meng aduluhung kan budaya masyarakat kita sendiri, untuk itu kami sangat mengapresiasi walaupun sudah 13 tahun baru di adakan oleh masyarakat Srondol wetan. Kami
sangat bangga bisa mewujudkan pagelaran wayang kulit dengan panggung sebegitu megah dengan penonton yang sangat banyak,” ujar Anang.

 para tamu undangan pagelaran wayang kulit


Menurutnya yang jelas di Kota Semarang penyelenggaraan wayang kulit, hampir semua kelurahan menyelenggaraakan . di Kecamatan palig tidak setahun dua kali. Kami berharap kesenian wayang kulit tidak hanya sebagai tontonan tetapi juga sebagai tuntunan untuk kita semua,” pungkasnya.

Selanjutnya Camat Banyumanik Mardiyono mengatakan bahwa kegiatan pagellaran Wayag kulit ini merupakan kegiatan yang selalu kita uri uri ( lestarikan) harapannya prosesi ini adalah prosesi bagaimnana kita bisa bergerak bersama , kalau kita sudah bergerak bersama tanpa memandang dari mana asal bapak ibu semuanya,” Ucapnya.

Mardiyono menambahkan, ini merupakan wujud syukur kita semua warga kecamatan banyumanik umumnya dan warga srondol wetan khususnya, ada beberapa yang perlu saya sampaikan bahwa yang pertama kita harus bangga sebagai warga kota semarang, yang kedua bagaimana kita bisa menciptakan suasana yang kondusif di temapatnya masing masing, lalu yang ketiga dari program program pemenrintah kota semarang sudah sampai tataran, karena berbagai penghargaan sudah di raih oleh Walikota kita Bapak Hendrar Prihadi SE,MM kemudian yang terakhir, Bapak Hendrar Prihadi SE.MM meraih Walikota ter inovatif bisa mengubah kota semarang menjadi yang luar biasa. Mudah mudahan untuk tahun 2020 pak lurah srondol wetan Ali Akbar Masdiq,S.Sos. MA bisa menganggarkan untuk acara Pergelaran wayang kulit ini melalui musrenbang,” pungkasnya.

Usai sambutan Camat Banyumanik Semarang dilanjutkan penyerahan wayang kulit Semar dari H. Anang Budi Utomo selaku ketua Pepadi untuk di serahkan kepada dalang Ki Seno Nugroho untuk memainkan lakon Semar Mbangun Deso. Kegiatan wayang kulit tersebut berakhir sampai pukul 04.00 pagi.

Memeriahkan Hut Ri ke 74, Kades desa Cigelam Tampilkan Pagelaran Wayang Golek Modern


Reporter:  Oen
 
 Hut RI yang ke 74, kepala Desa cigelam kecamatan cikao kabupaten purwakarta bersama para tokoh masyarakat gelar acara pertunjukan Wayang golek Modern semalam suntuk.
 Purwakarta Policewatch.- Puncak peringatan Hut RI yang ke 74, kepala Desa cigelam kecamatan cikao kabupaten purwakarta bersama para tokoh masyarakat gelar acara pertunjukan Wayang golek Modern semalam suntuk.

Acara yang di gelar di halaman balai Desa cigelam pada minggu malam, 18/08 menampil kan ki dalang muda: Reja Aradea firmansyah, lingkung seni Baraya 77 dari desa bunder kecamatan bungur sari kabupaten purwakarta, dengan judul lakon 'pergaulan Anak jaman Naw'.

Wayang golek yang di pentas kan oleh para generasi milenial tampak berbeda dengan wayang golek umum nya dari mulai cerita yang lebih pada bodoran juga menggunakan Alat musik modern, namun tidak mengurangi nilai seni yang sebenar nya, yaitu tontonan yang menjadi tuntunan, terlihat dari Antusias masyarakat yang ramai menghadiri dan menyaksikan pertunjukan hingga usai. 

Kades Desa cigelam Suningrat Menyampaikan kepada media PoliceWatch. 

"malam ini adalah acara puncak memeriahkan kemerdekaan republik indonesia yang ke 74 dengan menampilkan kesenian daerah yaitu wayang golek modern, selain itu juga di isi dengan pembagian hadiah bagi para pemenang yang sudah mengikuti berbagai perlombaan. 

Selanjutnya komentar Ketua Karang taruna desa cigelam Anggi Saputra: 

" lingkungan seni wayang golek ini adalah muda-mudi sekolah STM, yang menjadi generasi pecinta budaya sendiri, karena sebelum nya bupati purwakarta Saat itu H.dedy mulyadi mengajak kepada mereka untuk belajar dan berlatih padalangan, sekaligus di berikan nya peralatan wayang golek yang lengkap sebagai penunjang, hingga sekarang mereka menjadi lingkung seni yang siap tampil dengan nuansa baru.masih kata Anggi "saya mengucap kan Alhamdulillah dan terima kasih kepada kades serta jajaran, semua fihak yang sudah membantu kelancaran terselenggara nya acara ini hingga aman dan lancar " ucap nya.***

(Oen)

KENAIKAN KELAS DAN PERPISAHAN SDN PANYINGKIRAN JATITUJUH MAJALENGKA,SANGATLAH MERIAH



Reporter : ***ZAENAL***
 
Pentas seni,perpisahan dan kenaikan kelas SD Negeri Panyingkiran Kecamatan Jatitujuh,Sabtu (22/6/2019)
MAJALENGKA,MPW,- Generasi kreatifitas dan berakhlak mulia memeriahkan pentas seni,perpisahan dan kenaikan kelas SD Negeri Panyingkiran Kecamatan Jatitujuh,Sabtu (22/6/2019).

Kemeriahan terlihat dari adanya tampilan kreatifitas seni siswa-siswi yang berlangsung dihalaman sekolah tersebut, berbagai pementasan dan pertunjukan murid SD Negeri Panyingkiran turut disuguhkan dalam kegiatan kenaikan kelas dan pelepasan kelas VI mereka tampil profesional kreatif dan memaknai kegiatan kenaikan kelas dan pelepasan wisuda kelas VI.

Saat di temui media POLICE WATCH News,Kepala sekolah SD Negeri panyingkiran, AGUS SUMALENGGANA S.Pd ,menyampaikan Kegiatan ini mengambil tema Generasi kreatif dan berakhlak mulia berguna bagi agama,bangsa dan negara,tema ini sesuai dengan pendidikan karakter kurikulum 13,dan kami mengucapkan terima kasih kepada semua dewan guru dan orang tua wali murid.pasalnya kegiatan ini berjalan dengan lancar,aman hingga selesai.
 
AGUS SUMALENGGANA S.Pd Kepala sekolah SD Negeri panyingkiran
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua stekholder yang telah membantu acara pelepasan siswa dan siswi,sehingga kegiatan ini bisa menjadikan sebuah karakter generasi kedepan yang berguna bagi agama,bangsa dan negara.

Kegiatan kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas VI ini tak lain berkat dukungan dari semua pihak,baik guru-guru,komite sekolah serta orang tua murid, Kegiatan pentas seni perpisahan dan kenaikan kelas tersebut supaya siswa-siswi bisa menjadi generasi yang kreatif dan berakhlak mulia dan siswa bisa mengenang kenaikan kelas dengan penuh rasa bangga dengan prestasi yang telah
dimilikinya
Dari tahun 2018 sampai 2019 SDN Panyingkiran Jatitujuh telah banyak meraih prestasi,baik tingkat kecamatan,tingkat kabupaten.hal tersebut terlkasana berkat bimbingan dari para guru pembimbing dan berbagai pihak sekolah yang mendorong dan mensuport untuk memperjuangkan dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan di SDN Panyingkiran sehingga prestasi dapat diraih oleh siswa siswi itu semua berkat kerja sama semua guru dan berbagai pihak sekolah SDN Panyingkiran  Selain itu,motivasi yang kuat,para siswa siswi dipacu untuk semangat sehingga bisa meraih prestasi,serta dengan memberikan soal-soal dan tes kepribadian secara intensif,kemampuan anak pun bisa terlihat,dengan melihat karakter anak dan pendekatan secara Dinamis,kami pun bisa melihat kemampuan yang ada di dalam siswa siswi tersebut dan terus menggali potensi siswa-siswi agar lebih berprestasi.

Allhamdulilah siswa-siswi SDN Panyingkiran Jatitujuh naik 100 persen dan kelas VI juga lulus 100 persen,ini berkat kerja sama pihak sekolah dengan wali murid, Tukasnya

Sementara itu,perwakilan dari orang tua murid kelas VI,Yang tidak mau dikorankan mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kebersamaan antara orang tua siswa dan siswi dengan dewan guru yang telah membimbing dan memberikan pengajaran enam tahun dari kelas 1 sampai kelas 6.

Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada dewan guru yang telah membimbing anak-anak kami hingga lulus 100 persen dan bahkan ada siswa berprestasi,pasalnya ini suatu kebanggaan buat orang tua siswa, Ucapnya