Tampilkan postingan dengan label BLT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BLT. Tampilkan semua postingan

13 September 2020

DI PERTANYAKAN WARGA- KAPAN BLT DESA GERINAM KECAMATAN RAMBANG NIRU AKAN DIBAGIKAN.


ilustrasi blt

 Muara Enim Police Watch News-  Pasca meninggalnya kepala desa gerinam kecamatan rambang niru kabuaten muara enim (10^08/2020), pemerintahan desa dilanjukan Pelaksana Harian (PLH).

Pelakasanan pembagian BLT sesuai PMK 50 sampai sekarang belum dilaksanakan, entah apa penyebabnya apakah dikarenakan belum difinitifnya Kades PAW.

Menjelang pelaksanaan Pilkades PAW Desa Gerinam yang akan dilaksanakan tanggal 27/09/2020 kami berharap moment pembagian BLT jangan dijadikan ajang kampanye pilkades PAW.

Desa gerinam ini sangat menjadi sorotan tim Police Watch dalam hal transfarasi data informasi.
Mulai dari data APDES dan perubahan, sampau data penerima Pkh, BPNT, BLH, serta BLT tidak di tampilkan di depan kantor, apakah para pendamping desa tidak mengingatkan hal tersebut.
Padahal ini merupakan instruksi kemendes.

Ke khawatiran masyarakat terhadap data yang tidak ditampilkan, diduga terdapat data keluarga atau istri dari perangkat.

Kami menghimbau agar instansi yang terkait seperti pemdes dan kecamatan agar dapat memperhatikan desa gerinam ini.

  SB, hendra
Wel/team mpw M.E

20 Juli 2020

Dampak Pandemi Covid 19 Kades Karang Endah Berikan 93 KK, Penerima BLT DD Tahap III Senilai Rp 600 Ribu


DOK : MPW


LAHAT, POLICEWATCHNEWS,  Warga Desa Karang Endah hari ini Senin (20/7) menerima bantuan BLT DD untuk 93 KK, bagi keluarga yang tidak mampu berdampak covid 19, bantuan BLT DD Tahap III setiap KK Mendapatkan Rp 600 ribu, langsung diberikan oleh warga yang menerima ujar " Kades Fitri Haminsyah kepada wartawan ditemui usai menyerahkan secara simbolis kepada penerima BLT DD untuk warganya,

Fitri Dalam sambutannya bagi penerima BLT DD, terhitung bulan Juli, hingga  September tiga bulan kedelapan hanya menerima Rp 300 ribu, jadi jangan protes ke saya, Terang " Fitri

Kades juga menambahkan akibat dampak covid 19, warga tetap mengikuti protokoler kesehatan, selalu mencuci tangan, jaga jarak, jangan berkerumun, dan tetap jaga kesehatan,

program dana desa tahun 2020, sudah menganggarkan untuk lampu jalan tenaga Surya (solar heart) ada 8 titik, setiap titik dianggarkan Rp 8,5 juta, lampu untuk menerangi jalan menuju kekebun warga sesuai " Lahat Bercahaya " Ujar Kades

secara simbolis kepada penerima langsung disaksikan oleh Danramil Merapi kapten Sudiono, Kapolsek Merapi diwakilkan oleh Iptu AH Husni Kanit Binmas Polsek Merapi, Babinsa, Warga Desa Karang Endah, Senin(20/7)

Camat merapi Barat Sumarno, diwakilkan oleh Sekcam, Yayan menyampaikan kepada warga yang menerima BLT DD, untuk bulan Agustus warga hanya menerima Rp 300 ribu, hingga bulan September tahun 2020, dan menghadapi musim paceklik warga diminta selalu waspada meningkatkanya tindak Pidana kriminal selalu kita waspada dan selalu berkoordinasi Dengan pihak Tripika demi aman dan kondusif terang " Sekcam Merapi Barat 

Reporter: Bambang MD

15 Juli 2020

Bupati Lahat Serahkan BLT DD Tahap III Secara Simbolis Untuk 13 Desa Kecamatan Merapi Timur

DOK: MPW


LAHAT, POLICEWATCHNEWS,- Bupati Lahat Cik Ujang hari ini rabu (15/7) menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bertempat di Desa Cempaka Wangi, Merapi timur, Kabupaten Lahat

Hadir Kepala Dinas, Camat Merapi Timur, Miharta, Kapolsek Merapi diwakilkan Kanit Binmas Iptu Husni Thamrin, Danramil Merapi kapten Sudiono, Kades se kecamatan Merapi Timur, BPD, dan perwakilan di warga setiap desa 3 orang bagi penerima BLT, desa Sirah pulau 41 Penerima BLT DD, dan undangan lainnya.

Sambutan Kades Cempaka Wangi Setio Haryadi menyampaikan terima kasih kepada Bupati lahat Cik Ujang yang sempat Hadir beserta rombongan dalam penyerahan secara simbolis oleh Bupati Lahat yang akan diberikan kepada masyarakat 

Dijelaskan lagi bahwa Desa Cempaka wangi telah melaksanakan Bedah rumah tidak layak huni 24 KK , yang sudah dan hari 105 warga desa Cempaka Wangi, menerima BLT Dana Desa tahap III (bulan Juni) kata " Setio 

Bupati Lahat Cik Ujang menyampaikan kepada penerima BLT DD anggaran tahun 2020, yang langsung diserahkan kepada masyarakat yang menerima agar digunakan untuk keperluan beli sembako, pesannya saat memberikan kepada salah satu warga penerima BLT DD, menyerahkan uang Rp 600 ribu, kepada salah satu warga desa Sirah pulau, agar jangan untuk membeli pulsa, atau yang lainnya,

Disamping itu bupati berjanji kepada warga desa Cempaka wangi tahun 2021, akan dibangun jalan lingkar panjang 615 meter, saya perintahkan kepada kadis PUPR, untuk dianggarkan dari APBD tahun 2021, 

Ia juga berpesan bagi warga yang menerima BLT DD harap dimanfaatkan seperti membeli sembako jangan di belikan pulsa, atau yang lain, dana desa ini jangan sampai di demoke kades, dan jangan sampai mengacam kades, Cik Ujang juga meminta kepada masyarakat agar siapapun terpilih menjadi kades harap didukung, dan itu " Dide elok " terang Bupati Kepada 13 kades yang hadir dalam penyerahan secara simbolis BLT DD Tahap III bulan Juni tahun 2020,

Cik Ujang juga memerintahkan kepada seluruh kades se kecamatan Merapi Timur, kalau ada rumah tidak layak huni untuk dipoto, dan diusulkan kepada Dinas PUPR lahat, agar bisa diusulkan kepihak pusat jelas " Bupati

Bupati Cik Ujang juga menghimbau kepada masyarakat tetap jaga protokol kesehatan, selalu cuci tangan,jaga jarak dan selalu menggunakan masker dalam menghadapi pandemi Covid 19,

Usia menyerahkan BLT DD bupati Cik Ujang langsung meninjau jalan cor beton sepanjang 3 km, dibangun tahun 2019 dengan menelan dana hampir 7 M, dikerjakan oleh kontraktor Wahid Purwanto, 

Reporter: Bambang MD

13 Juli 2020

Suasana Covid 19, Kades Ediansyah Berikan BLT DD Kepada 67 Warga Desa Tanjung Baru




Simbolis BLT diserahkan langsung oleh camat Merapi barat Sumarno didampingi oleh Kades Ediansyah, bertempat dikantor Desa Tanjung Baru, Senin (13/7)

LAHAT,| POLICEWATCH, - Tahap 3 diberikan kepada Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, sejumlah 67 Warga sebesar Rp 600.000; (Enam Ratus Ribu) penyerahan ini secara simbolis diserahkan langsung oleh camat Merapi barat Sumarno didampingi oleh Kades Ediansyah, bertempat dikantor Desa Tanjung Baru, Senin (13/7)

Acara penyerahan bantuan BLT DD, Merapi Barat, dihadiri Camat Merapi Barat,kapolsek Merapi diwakilkan Iptu AH. Thamrin, Kanit Binmas, Danramil Merapi diwakilkan Praka Triyanto, dari Babinsa, Perangkat Desa, BPD, serta warga desa penerima BLT DD 

Kades Tanjung Baru Ediyansyah dalam sambutannya bahwa desa Tanjung Baru akan memiliki taman bacaan yang bisa dimaafkan untuk bagi masyarakat disini untuk bisa dimanfaatkan bagi anak anak untuk belajar membaca , dan sekalian hari ini juga kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan paud, menggunakan Dana desa kata" Edi 

Pesan kades Ediyansyah kepada warganya, bahwa tetap waspada lahat belum zona hijau, masih zona merah, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan, saya himbau warga saya tetap melakukan cuci tangan, menggunakan masker dan tetap jaga jarak,

Camat merapi barat Sumarno dalam arahannya penyerahan bantuan BLT DD  pesan kepada warga untuk dimanfaatkan sebaik baiknya bagi penerima BLT DD, belikan sembako dan ditambahkan Marno kalau bisa dana desa ini selain Diberikan kepada warga yang tidak mampu akibat dampak Pandemi Covid 19, mereka diberikan pelatihan seperti ketrampilan agar lebih bermanfaat untuk membantu ekonomi, kelompok usaha mikro,

Diminta bagi masyarakat yang tidak mampu, penerima BLT DD uang yang diberikan agar dimanfaatkan untuk beli sembako, berupa beras selama  Pandemi  dampak covid 19, 

Setelah penyerahan bantuan BLT DD dilanjut peletakan batu pertama pembangunan Paud oleh camat Merapi Barat Sumarno didampingi oleh Kades Ediansyah, beserta perangkat desa, BPD, pembangunan ini dianggarkan dari dana desa tahun 2020, ujar " Edi Kades Tanjung baru,

Reporter : Bambang MD

30 Juni 2020

Pembagian BLT Tidak Merata Picu Terjadinya kericuhan " 6 anggota Polisi Luka-Luka di Mandailing Natal Sumut



 
Kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin (29/6/2020)


Medan POLICEWATCH, - Kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Seperti di langsir https://www.antaranews.com/  pada Senin.29/06/20

Kerusuhan ini disebabkan adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu yang berasal dari dana desa 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan akibat permasalahan BLT tersebut, sekitar 300-an orang warga melakukan unjuk rasa dari sore hingga malam ini.

Dalam orasinya, massa juga menjelaskan bahwasanya Kepala Desa Mompang Julu dinilai tidak transparan dalam pengolahan Dana Desa serta diduga melakukan praktik KKN terhadap kebijakan yang telah dilakukan. "Sehingga massa pun berdemo, sekaligus meminta klarifikasi," ujarnya pula.
enam anggota Polres Madina mengalami luka-luka akibat lemparan batu

Dalam tuntutannya, lanjut Tatan, massa juga meminta Bupati Madina agar mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu, selain meminta penegak hukum agar memeriksa dan menangkap kepala desa mereka itu. Dalam aksi yang dilakukan, massa juga melakukan pemblokiran jalan.

"Negosiasi sebetulnya sudah dilakukan, namun tidak menemukan titik temu. Tuntutan massa selambat-lambatnya akan diproses selama 5 hari," katanya pula.


Pemblokiran jalan yang dilakukan oleh massa pun semakin tidak terkendali. Massa juga melakukan penyerangan terhadap personel TNI - Polri yang berjaga-jaga dengan melemparkan kayu dan batu yang ada di bahu jalan.

Selanjutnya, massa juga melakukan pembakaran terhadap satu unit sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina.

Akibat kejadian ini, sebanyak enam anggota Polres Madina mengalami luka-luka akibat lemparan batu, dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan.

"Langkah-langkah persuasif dan komunikasi telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Bahkan, massa juga ada yang melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut," katanya lagi.


Pewarta : Alex/Jhon B


12 Juni 2020

Tokoh Masyarakat indrakila Benarkan data Perangkat Desa dan oknum PNS terima BLT provinsi


Majalengka, POLICEWATCH,-Viral nya pemberitaan tentang kinerja pemerintah desa indrakila terkait penyaluran dan pendataan bantuan sosial yang semrawut membuat seorang tokoh masyarakat indrakila angkat bicara

Kepada media policewatch.news pada senin,(8/6/2020) di hubungi via aplikasi whatsapp (S)(50) mengungkap semua nya,
Menurut nya, bahwa di Data yang dia punya hampir semua perangkat desa ada nama nya

" kalo kita lihat di data itu hampir semua perangkat desa dapat, bahkan yang dari DD itu kan yang dapat yang kaya kaya " ungkap (S)

Masih menurut (S) diri nya siap di konfrontir tentang data dengan warga yang menjadi narasumber di sebuah media online atau dengan pemerintah desa

Lanjut Dia, sebagai warga masyarakat indrakila miris dengan apa yang terjadi, menurut nya masih banyak warga miskin yang belum menerima bantuan,

" menurut saya miris pak, karena pendataan pemerintah desa kurang pas, karena masih banyak warga kurang mampu yang belum dapat "

Terpisah, Kepala dinas sosial Kabupaten Majalengka, Dr Gandana di hubungi via telepon seluler pada Senin siang(8/6/2020) mengatakan kepada policewatch jika benar terjadi adanya PNS dan perangkat desa yang mendapatkan bantuan sosial di beritakan saja, di permalukan biar jadi sanksi sosial

" jika benar beritakan saja, permalukan saja, sebagai sanksi sosial " tegas nya
Rabu,(10/6/2020), tim policewatch majalengka mendatangi dinas PMD(pemberdayaan masyarakat dan desa)
Di temui oleh kabid pemberdayaan ekonomi dan pembangunan desa, Fery siswana, Fery menjelaskan bahwa untuk BLT provinsi pengawasan ada di inspektorat, dinsos dan kecamatan,

" untuk pengawasan dan pembinaan terkait BLT provinsi itu ada di inspektorat,dinsos dan kecamatan" jelas Fery
Masih menurut Fery, bahwa mekanisme pengajuan pendataan setelah di verifikasi internal desa dalam musyawarah desa di verifikasi lagi di kecamatan

Apa yang di jelaskan pihak DPMD berbeda dengan penjelasan Camat sindang, Dedi supriadi di pemberitaan sebelum nya dengan judul.( Ketua LPM Indrakila dan Istri nya yang PNS terima Bansos, Pemdes indrakila abaikan warga miskin?)

" Pada prinsip nya bansos itu sudah ada mekanisme nya, bansos ini di awali dengan usulan dari Rt/RW,usulan dari RT/RW ini di bawa ke forum musyawarah desa sehingga terjadilah keputusan kepala desa, keputusan desa adalah hak mutlak (tertinggi) kalo pun ada kekurangan ya segera perbaiki" Jelas Camat Dedi

Masih Menurut Dedi ketika di wawancara pada selasa,(9/6/2020) kecamatan sifat nya hanya pengawasan dan pembinaan, serta sudah memberikan himbauan kepada kepala desa agar sesuai dengan mekanisme yang berlaku, namun ketika di tanya apakah data dari desa di verifikasi lagi di kecamatan camat mengatakan hanya di verifikasi di internal desa dalam hal ini musyawarah desa.

Polemik bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai di indrakila menjadi perhatian publik kabupaten majalengka
Seperti pantauan policewatch.news di sebuah grup facebook suara masyarakat majalengka


Seperti akun Baruna wong mengatakan demikian
" tidak ada yang bisa memproses oknum perangkat desa nakal, terkesan ada pembiaran dari pemkab dan aparat lain nya

Berbeda lagi dengan akun a'batex tea
" aduh mun abdi jadi pamong indrakila isin meueruen,kuat di postingkeun kieu, wiwirang weh lah nu jadi aparat na" tulis nya

Ada lagi akun ida farida menulis begini
" mugia enggal kapariksa ku pemerintah pusat di desa mana bae nu dhozlim ka rakyatna"

Tim policewatch majalengka
Keterangan
foto 1 (balai desa indrakila)
Foto 2 ( roin, kepala desa beserta bendahara,asri)

10 Juni 2020

Pemdes indrakila abaikan warga miskin? Tapi Ketua LPM-nya yang Istrinya PNS diberi Bansos

Balai Desa Indrakila Majalengka
Majalengka,POLICEWATCH,-  Buruk nya pendataan yang di duga di lakukan oleh pemerintah desa indrakila mengakibatkan bantuan menjadi tidak tepat sasaran, selain perangkat desa yang menerima bantuan, ada  juga seorang PNS yang tak lain adalah istri dari ketua LPM (Lembaga Pemberdaya Masyarakat)  pemerintah desa indrakila, Sutono yang juga mendapatkan bansos (bantuan sosial) dari provinsi

Hal ini terungkap ketika awak media policewatch.news mendapat informasi dari narasumber yang tidak ingin desebutkan identitasnya , sebut saja (Mr x) "bahwa istri ketua LPM yang juga seorang PNS menerima bantuan BLT provinsi.

 Mr X, mengatakan kepada awak media policewatch.news via whatsapp, bahwa ketua LPM Sutono dan istrinya yang seorang PNS mendapatkan bantuan sosial BLT provinsi

" Di data bansos provinsi ada nama sutono, itu sebagai ketua LPM dan ketua TPK istri sutono PNS (gantikan rojikin) tulis Mr x

Pada Hari selasa,(9/6/2020) Ketua LPM, sutono coba di konfirmasi via aplikasi whatsapp, namun sampai berita ini naik online belum juga memberikan jawaban atau pun sanggahan.

Terpisah, Kepala inspektorat Edi Noor Sujatmiko di wawancara pada hari itu juga di ruang kerjanya mengatakan bahwa pegawai negeri sipil tidak boleh menerima bantuan sosial, dan Edi Noor mengaku sudah membuat surat atensi terkait dana anggaran Covid 19 baik itu BLT pusat,provinsi dan Desa
" PNS ya tidak boleh menerima bansos"ujar nya

" kami sudah membuat surat atensi Untuk dana covid baik itu BLT pusat,provinsi dan BLT dana desa " Lanjut Edi Noor

Camat sindang, Dedi Supriadi, S.sos di temui di kantor kecamatan, selasa siang (9/6/2020) memberikan pernyataan normatif bahwa pihak kecamatan sindang sudah memberikan arahan sesuai mekanisme yang berlaku. Ada pun tentang adanya temuan semua perangkat desa dan PNS yang terima bansos itu sudah hasil musyarawah desa menurut Dedi

" Pada prinsip nya bansos itu sudah ada mekanisme nya, bansos ini di awali dengan usulan dari Rt/RW,usulan dari RT/RW ini di bawa ke forum musyawarah desa sehingga terjadilah keputusan kepala desa, keputusan desa adalah hak mutlak (tertinggi) kalo pun ada kekurangan ya segera perbaiki" Jelas Dedi

Di desa indrakila sendiri masih cukup banyak masyarakat yang belum menerima bantuan, namun sangat di sayangkan ketika di sinyalir semua perangkat desa bahkan istri ketua LPM yang juga berstatus PNS bisa menerima bantuan sosial.

Laporan : Tim policewatch majalengka

7 Juni 2020

Kades Roin di anggap bohongi publik " Tutupi data perangkat Desa" Yang terima Bantuan,

Roin Kepala Desa indrakila

Majalengka,POLICEWATCH.NEWS,-  Kepala Desa indrakila, Roin Di duga telah melakukan kebohongan publik soal data penerima BLT provinsi, terutama perihal viral nya informasi bahwa semua perangkat desa indrakila baik istri atau pun suami mereka menerima bantuan BLT provinsi.

Policewatch.news mendapatkan informasi akurat soal nama nama keluarga perangkat desa indrakila yang mendapatkan BLT provinsi.

Narasumber pada sabtu,(6/5/2020) via aplikasi whatsapp memberikan informasi bahwa selain suami sekretaris desa ada beberapa perangkat desa yang juga dapat bantuan BLT provinsi

" Untuk pamong desa yang dapat bansos provinsi, Abdul S (Kasipem), Junaedi (Kadus), Unang (Kaur Kesra), dan suami Kaur Keuangan Asri" Ungkap nya

Masih Menurut Narasumber, bahwa dalam data BLT provinsi juga terdapat nama ketua LPM sutono dan juga istri Sutono yang seorang PNS

" di data bansos banprov ada nama sutono sebagai ketua LPM dan istri sutono seorang PNS, poko nya untuk bansos indrakila jorok" tambah nya

sebelum nya, berita dengan judul ( viral! Mayoritas keluarga pemdes indrakila terima BLT provinsi) Policewatch.news mengkonfirmasi perihal dugaan keluarga perangkat desa indrakila semua terima bantuan bansos dari provinsi.

Pada Rabu,(3/05/2020) kepala desa Indrakila,Roin membantah hal tersebut, Roin mengaku tidak ada keluarga bawahan nya mendapat bantuan BLT provinsi.

" Tidak benar semua bohong" bantah Roin

Masih menurut Roin, tidak ada suami atau istri dari perangkat desa mendapat bantuan, ada pun satu orang kadus (kepala dusun) istri nya memang menerima bantuan BLT karena memang masuk kriteria (punya penyakit menahun) Itu pun menurut nya bukan pengajuan Desa.


(Tim Policewatch Majalengka)
Keterangan Foto : 

6 Juni 2020

Enggan Perlihatkan data penerima BLT, Pemdes Indrakila Di sinyalir Sembunyikan Sesuatu

 Kades indrakila (roin)

Majalengka,POLICEWATCH,- Sudah berulang kali pemerintah pusat menegaskan penting nya transparansi publik, termasuk salah satu nya adalah bantuan sosial dari provinsi terkait BLT provinsi,
dengan adanya keterbukaan informasi  bisa meminimalisasi potensi persoalan. 

Terlebih program bansos yang diluncurkan saat ini sangat banyak jenisnya dan terkadang masih banyak yang belum tahu.

Sebelum nya, berita dengan judul ( viral! Mayoritas keluarga pemdes indrakila terima BLT provinsi) Policewatch.news mengkonfirmasi perihal dugaan keluarga perangkat desa indrakila semua terima bantuan bansos dari provinsi.

Pada Rabu,(3/05/2020) kepala desa Indrakila,Roin membantah hal tersebut, Roin mengaku tidak ada keluarga bawahan nya mendapat bantuan BLT provinsi.

" Tidak benar semua bohong" bantah Roin

Masih menurut Roin, tidak ada suami atau istri dari perangkat desa mendapat bantuan, ada pun satu orang kadus (kepala dusun) istri nya memang menerima bantuan BLT karena memang masuk kriteria (punya penyakit menahun)

Itu pun menurut nya bukan pengajuan Desa


Terpisah, Sri kaur keuangan pemerintah desa indrakila ketika di minta awak media policewacth untuk di perlihatkan dokumen penerima BLT mengatakan di tengah jalan nya wawancara bahwa dokumen yang di minta tidak bisa di perlihatkan, namun ketika di minta ulang pernyataan nya, Sri di duga sengaja meralat pernyataan nya dengan berdalih bahwa dokumen tersebut tidak ada pada diri nya.

" kalo dokumen saya gak paham pak, karena bukan bagian saya, " Dalih nya

Policewatch.news mendapat temuan terbaru terkait dokumentasi penerima bantuan BLT provinsi,
Narasumber memberikan nama-nama lengkap yang di duga suami/istri perangkat desa indrakila.


Sebelum nya, policewatch.news sudah mengkonfirmasi kepada orang tua salah satu perangkat desa, dan beliau mengakui bahwa suami anaknya menerima bantuan berupa sembako dan uang tunai sebesar Rp 150.000, (seratus lima puluh ribu rupiah) Meski pengakuan beliau bantuan tersebut akhirnya di berikan ke tetangga nya.

Akibat tidak transparan nya pemerintahan  desa indrakila, Di duga kuat kepala desa  indrakila dan jajaran nya telah melakukan kebohongan publik untuk menutup-nutupi fakta sebenarnya. ( tim)

3 Juni 2020

KADES TANJUNG Medang kec kelekar Bagikan Dana BLT Secara Transparan

dok : mpw


Muara Enim , POLICEWATCH,-  Kades Tanjung Medang kec kelekar kab muara Enim , telah memberikan dana BLT  dengan Tepat Sasaran Kepada masyarakat yg wajib menerima dana BLT tersebut  .

Hasil pantaun tim wartawan kami di lapangan saat Mewancarai kades Tanjung Medang BPK Sadikin  .bliau dgn lapang dada dan santai saat Tim kami Mewancarai bliau di kantor kades   . 

Bliau menjawab satu persatu pertanyaan kami dengan jelas .03/05 .2020

Bliau menjawab masalah dana BLT yang akan tahap dua segera akan dibagikan kembali kepada masyarakat yg layak menerima nya sebanyak 106 (KK) yg akan segera menerima mungkin bulan Juni ini segera terlaksana .jumlah (KK) seluruh penduduk desa Tanjung Medang lebih kurang 370 KK 

Dan sebelum bliau membagikan dana desa BLT  bliau mengumpulkan semua perangkat desa dan pemuka agama juga tokoh masyarakat.di kantor kades

 Beliau memberikan  penjelasan dgn masyarakat yang secara transpran  ke masyarakat .dana desa yang 30  persen dari dana yang desa .dan  harus di bagikan ke masyarakat yang benar benar belum tersentuh dari dana seperti dana PKH dan sembako  

Sebagai kades harus mengayomi masyarakat apalagi selama wabah Corona covid 19  yang sedang melanda bangsa kita ini . 

 Selagi apapun program dari Kadinas PMD  kab muara Enim kami kades akan melaksanakannya dengan masyarakat secara transpran agar jangan  sampai terjadi kecemburuan sosial .dan jangan sampai terjadi hal hal yang tidak di inginkan . 

 Reporter Salahudin Ak

1 Juni 2020

Pemdes Bantarujeg Salurkan BLT-DD, 188 warga telah menerima bantuan


Majalengka , POLICEWATCH,- Pemerintah Desa bantarujeg telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa (DD) bertempat di Aula desa, bagi warga yang terdampak Covid-19, dan pemberian bantuan ini di serahkan secara langsung oleh Kepala Desa H. Agus bahagia,SH yang bersinergi dengan seluruh perangkat desa, di saksikan Babinsa,badan permusyawaratan desa( BPD) dan warga masyarakat.

Di katakan Agus Sedikitnya ada 188 kartu keluarga ( KK ) menerima BLT dana desa tersebut, masing-masing menerima bantuan BLT Dana Desa Sebesar Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah)


“Alhamdulillah dari hari kamis sampai hari jumat ini, kita telah membagikan BLT -DD kepada 188 warga, saya berharap agar masyarakat mempergunakan bantuan tunai ini dengan sebaiknya,” Harap H.Agus Kepala Desa bantarujeg ke awak media policewatch.news pada selasa (26/05/2020)

Menurutnya Bantuan BLT dari APBN Tahun 2020 Sebesar 600 ribu rupiah ini di bagikan tanpa ada potongan, hal ini tentunya berdasarkan Permendes nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 50 tahun 2020. dalam peraturan tersebut dijelaskan jika besaran bantuan yang di berikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) adalah Rp 600 Ribu rupiah ” Ungkap nya

Di samping itu tahun ini Desa bantarujeg menerima juga bantuan sosial dari provinsi sebanyak 240 KK dan sudah di salurkan 229 KK, dan belum tersalurkan 11 KK yang akan segera di salurkan (Y2)

31 Mei 2020

Bupati Lahat Cik Ujang Serahkan Simbolis BLT Dana Desa Di Kikim Barat Dan Selatan



Penyerahan secara simbolis BLT-DD untuk 5 desa dalam Kecamatan Kikim Selatan,Oleh Bupati Lahat Cik Ujang SH, Sabtu (30/5/2020).

LAHAT|POLICEWATCH - Usai menyerahkan BLT-DD untuk 6 desa di Kecamatan Kikim Barat, Bupati Lahat, Cik Ujang, SH beserta rombongan langsung menuju Desa Pagardin, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat. Lawatan ini, juga guna menyerahkan secara simbolis BLT-DD untuk 5 desa dalam Kecamatan Kikim Selatan, Sabtu (30/5/2020).

Dalam kegiatan yang digelar di Balai Desa Pagardin ini, Bupati Lahat didampingi Camat Kikim Barat, Anggota DPRD Lahat asal Dapil V, Kapolsek Kikim Selatan, AKP. Maulana, Danramil Kikim serta berbagai unsur OPD Pemkab Lahat, secara simbolis menyerahkan BLT-DD pada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dari Rumah Tangga Miskin (RTM) yang perekonomiannya sangat terdampak pandemi Covid-19.

Dari 421 KPM RTM tersebut merupakan masyarakat Desa Pulau Beringin sebanyak 155 RTM, Desa Keban Agung 103 RTM dan Desa Tanjung Kurung sebanyak 59 RTM. Sedangkan Desa Pagardin belum sempat menganggarkan DD untuk dialokasikan ke BLT di Tahap I ini.

"Kami ucapkan selamat datang pada Pak Bupati Lahat, Cik Ujang, SH beserta rombongan di Desa Pagardin ini. Kami di Desa Pagardin ini hanya jadi tuan rumah pembagian BLT-DD ini, karena warga desa kami sendiri belum mendapatkan BLT-DD. Hal ini bukan kami sengaja, tapi DD kami sudah cair lebih dahulu sebelum aturannya turun dari Pemerintah Pusat. Nah setelah DD kami realisasikan untuk pembangunan gedung, aturannya baru keluar. Meski demikian, untuk Tahap II nanti, semuanya akan kami serahkan BLT-DD sesuai dengan data yang ada", ungkap Nazarudin selaku Kades Pagardin, berjanji dengan masyarakat desanya di hadapan Bupati Lahat.

Menyikapi laporan yang diutarakan Nazarudin, Cik Ujang berharap agar ke depannya Kades Pagardin dapat menganggarkan DD untuk BLT. Dikatakan Cik Ujang, bahwa setelah aturan dari Pemerintah Pusat tentang BLT-DD itu turun, maka wajib bagi Kades untuk mnyalurkannya kepada masyarakat desa yang perekonomiannya sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.

"Berikanlah BLT-DD ini sesuai dengan kategori yang sudah di sosialisasikan oleh Kementerian Sosial, Kades tidak boleh pilih kasih dalam mendata. Jika memang benar-benar miskin dan layak dibantu, maka orang tersebut harus dibantu. Kemudian bagi yang belum atau tidak mendapatkan BLT-DD ini, warga tidak usah menggelar demo atau sejenisnya ke Pemerintah Desa. Namun alangkah baiknya ditelusuri dulu, kreteria apa yang bisa dan layak dibantu atau yang belum layak. 

Harapan kami selaku Pemerintah Kabupaten Lahat, semoga BLT ini dapat bermanfaat untuk RTM. Gunakanlah, manfaatkanlah bantuan ini untuk keperluan yang sangat dibutuhkan di keluarga", pesan Cik Ujang.

Reporter  : Bambang.MD

27 Mei 2020

BLT DANA DESA Belum Cair warga 21 Desa Resah, Kadin BPMD Emran Tibrani Menjawab..?

dok : MPW


Muara Enim.Police Watch.News,- Dalam Suasana Pandemi covid19 seperti saat ini, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sangat di harapkan sekali masyarakat yang terdampak di Kabupaten Muara Enim.


Sudah banyak warga desa yang sudah menerima BLT Dana Desa di Kabupaten Muara Enim. Namun masih ada warga desa yang belum menerima BLT Dana Desa. Hal ini jelas menimbulkan kecemburuan bagi warga yang belum menerima BLT Dana Desa, bahkan bisa menimbulkan permasalahan dan reaksi dari warga yang menerima BLT Dana Desa
Tentu saja karena BLT DD tersebut bersumber dari Dana Desa, maka sudah jelas ketika dana desa itu sudah cair baru bisa di distribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Namun sebaliknya kalau Dana Desa belum cair, mau membagikan BLT DD pakai dana apa.

Hal ini disampaikan Herliadi, Kepala Desa Pajar Bulan Kecamatan Semende Darat Ulu ( SDU) Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, yang dana desanya sampai saat ini belum cair.
” Bagaimana bisa membagikan BLT Dana Desa kalau Dana Desa belum cair ” Keluh Herliadi, Kepala Desa Pajar Bulan Kecamatan Semende Darat Ulu ( SDU) yang juga dana desanya belum cair, Jum’at (21/05/2020).
Dijelaskan Herliadi, ada 21 Desa di Kabupaten Muara Enim yang belum cair dana desanya yaitu di Kecamatan Muara Enim desa Muara Harapan, Kecamatan Rambang Niru desa Manunggal Makmur, Kecamatan Empat Petulai Dangku desa Dangku, Siku, Pangkalan Babat dan desa Kuripan Selatan, Kecamatan Gelumbang desa Paya Bakal, Taling Taling, Suka Jaya, Betung, Sigam, dan Desa Gumai, Kecamatan Lawang Kidul desa Keban Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) desa Tebing Abang, Kecamatan Semende Darat Ulu ( SDU) desa Pajar Bulan, Kecamatan Lembak desa Lubuk Enau, Kecamatan Belimbing desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belide Darat desa Tanjung Bunut dan desa Talang Balai.
Keterlambatan pencairan Dana Desa ini, akan sangat membuat keresahan masyarakat desa yang sangat mengaharapkan bantuan BLT dana desa karena terdampak covid – 19. Sementara ada desa yang dana desanya sudah cair, masyarakatnya sudah bisa menikmati pembagian BLT Dana Desa.
Terkait permasalahan ini, Kepala Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa, Emran Tabrani saat di hubungi Via WhasApp mengatakan.
"Sudah di rekening desa galo pak sejak hari jumat tgl 22 mei pada hari itu dari 21 desa sudah mencairkan DD sebanyak 12 desa tapi 9 desa blm mencaerkan pada hari jumat itu yaitu 6 desa di kec. Gelumbang dan 3 desa di kec lembak. 9 desa  alasannya kadesnyo krn jaraknyo jauh ngambil DD di Muara enim dan khawatir rawan kejahatan kalo ngambil tunai di banksumsel muara enim. Sehingga mereka akan mencaerkan DD di bank sumsel anak cabang gelumbang biar lebih dekat dan relatif aman dari desa masing2 Abis lebaran ini 9 desa akan mencaerkan DD thp 1tks" Jawab Emran Tibrani.Via WhasApp?27/5)

 
(Hr/Tim)

22 Mei 2020

Cek Daftar Penerima Bansos Rp 600 Ribu, Melalui Aplikasi SIKS-DATAKU atau di cekbansos.siks.kemsos.go.id


ILUSTRASI  BANSOS BLT


Red, POLICEWATCH,-  Apakah Anda satu diantara penerima bantuan yang berhak, dalam memberikan bantuan tentulah pemerintah menggunakan data yang ada dan Masyarakat dapat melihat apakah sebagai penerima bantuan sosial atau tidak.

Data nama penerima bisa dicek melalui website atau aplikasi, Alamat websitenya adalah cekbansos.siks.kemsos.go.id. dan Aplikasi SIKS-DATAKU  Saat membuka, pastikan anda untuk menyiapkan data yang diperlukan.

Anda bisa login di cekbansos.siks.kemsos.go.id atau via Aplikasi SIKS-DATAKU

Cara cek kepesertaan bansos
Adapun cara untuk mengetahui status kepesertaan bansos sendiri saat ini dapat dilakukan melalui Dinas Sosial di daerah atau laman Pusdatin Kemensos, 

"Bisa tanya data tersebut ke Dinsos Kabupaten/Kota. Atau jika sudah punya data NIK dapat di-crosscheck kepesertaan bansosnya di https://cekbansos.siks.kemsos.go.id

Setelah mengakses laman tersebut, pencarian status kepesertaan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

Pilih ID kepesertaan yang diinginkan
- Masukkan nomor kepesertaan dari ID yang dipilih
- Masukkan nama yang sesuai dengan ID yang dipilih
- Masukkan dua kata yang tertera dalam kotak captcha.

Klik cari. Sistem akan mencocokkan ID dan nama yang diinput dan membandingkan antara nama yang diinput dengan nama yang ada di dalam database

2. Lewat Aplikasi:
aplikasi SIKS-Dataku,di Play Store
Selain itu, pemerintah juga merilis aplikasi SIKS-Dataku,  Aplikasi ini memberikan informasi-informasi di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ) serta penerima Bantuan Sosial Pangan, Program Keluarga Harapan dan Penerima Bantuan Iuran sesuai dengan data terkini.

Namun, untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi, akun untuk login hanya diberikan kepada pemangku kepentingan, Sementara itu, publik hanya bisa mengakses rekapitulasi dan progres pemutakhiran.

Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play Store dan mencari kata kunci "SIKS-Dataku" Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kemudian, tekan tombol instal atau pasang, Dengan menginstal aplikasi ini, publik dapat mengecek status kepesertaan Bansos.

Berikut adalah caranya:
- Buka aplikasi
- Pilih menu Cek Bansos
- Pilih ID kepesertaan yang diinginkan
- Masukkan nomor kepesertaan dari ID yang dipilih
- Masukkan nama
- Masukkan captcha
- Klik cari. Keterangan bansos pun akan ditampilkan.

Harapannya, saat masyarakat menemukan penerima yang tidak sesuai, mereka dapat langsung menyampaikan protes dan memberikan informasi kepada pemerintah setempat.
Adapun terkait dengan pengusulan bansos saat ini adalah dilakukan oleh masing-masing Dinas Sosial Kabupaten/Kota.

"Saat ini, yang mengusulkan bansos Covid-19 Kemensos adalah masing-masing Dinsos Kabupaten/Kota" kata Kepala Bagian Diseminasi Data Pusdatin Kementerian Sosial

Penulis: M R I


PEMERINTAH DESA WAETELE SALURKAN BLT DANA DESA KEPADA 98 MASYARAKAT PENERIMA MANFAAT



Pemerintah Desa Waetele Menyalurkan BLT Dana Desa Kepada 98  Orang Penerima Manfaat yang di berikan secara simbolis oleh Sekda Kabupaten Buru

Buru,Policewatch.News,- Pemerintah Desa (Pemdes) Waetele yang dipimpin Kepala Desa Waetele Nur Yasin menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebesar Rp. 600.000/Orang, kepada 98 Orang masyarakat penerimaan manfaat BLT Dana Desa Penanganan Pendemi Covid-19 bertempat di Kantor Desa Waetele,  Kecamatan Waeapo,  Kabupaten Buru pada Kamis, (21/05). 

Penyaluran BLT Dana Desa Disaksikan langsung Sekda Kabupaten Buru,  Asisten II Pemda Buru,  Camat Waeapo,  Babinsa Waetele, serta Babinkamtibmas Desa Waetele.

Mengawali kegiatan pembagian BLT Dana Desa Camat Waeapo menyampaikan ada beberapa bantuan yang di berikan di Desa Waetele di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) , Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT dari Kementrian Pusat,  Sembako yang disalurkan melalui Pemda Kabupaten Buru,  Kursi Roda dari dinas Sosial dan Juga BLT Dana Desa.

Dalam Kesempatan ini pula Assisten II Pemda Kabupaten Buru mengingatkan pada penerima BLT Dana Desa dalam rangka memutus penyebaran wabah Virus Corona pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan sering mencuci tangan, menyediakan tempat cuci tangan di rumah masing-masing, dan selalau menggunakan masker saat keluar rumah serta mengkonsumsi makanan yang bergizi.
Penyaluran BLT Dana Desa Waetele

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Buru Mewakili Bupati Buru menyampaikan Saat ini tim Satuan Gugus Tugas penanganan Covid-19 telah melakukan dua tahapan, yaitu pertama melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menghimbau mensosialisasikan, mengantisipasi adanya penyebaran Virus Corona baik di Kabupaten,  Kecamatan, maupun di Desa-Desa. 

 Tahap Kedua menyiapkan sarana prasarana kesehatan dan mengatasi dampak ekonomi di maayarakat,  hal ini sesuai dengan yang dijelaskan Pak Camat tadi di harapkan dengan bantuanini dapat meringankan dampak ekonomi di Desa Waetele ini. 

Pada kesempatan ini pula Sekda Kabupaten Buru menghimbau kepada camat Waeapo dan Kepala Desa Waetele agar menginfentarisir masyarakat yang terdampat namun belum terjangkau bantuan untuk di usulkan karena masih ada bantuan melalui dinas Sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang belum tersentuh bantuan.

Sementara kepala Desa Waetele Nur Yasin saat di konfirmasi terkait BLT Dana Desa diruang Kerjanya Kantor Desa Waetele menyampaikan bahwa anggaran BLT Dana Desa telah dianggarkan 30% dari jumlah Dana Desa.

Dana Desa Tahun 2020 milik desa waetele sekitar Rp. 966.000.000 maka 30% dari total BLT Dana Desa Sekitar 280 Jutaan telah di anggarkan untuk BLT Dana Desa. Sehingga dengan jumlah Penerima 98 Orang akan di gunakan Rp. 176.400.000 untuk tiga bulan ini,  dengan di bayarkan tahap satu ini sebesar Rp. 58.800.000 Untuk 98 Penerima, dan Rp. 117.600.000 akan dibayarkan pada tahap dua dan tiga. 

"Sementara sisa anggaran 30%  dari total Dana Desa untuk penerima yang akan di gunakan tiga bulan ini akan di gunakan sebagai cadangan jikalau terjadi perpanjangan masa Pendemi Covid-19, karena kita belum tau sampai kapan pendemi ini akan berakhir. Hal ini juga sesuai surat edaran Mentri keuangan." Ungkap Kepala Desa Waetele.(AP) 

Ratusan Warga Datangi Kantor Desa Kebaman, Ada Apa?



BANYUWANGI,POLICEWATCH,-  Hari ini pendopo kantor desa Kebaman, Kec. Srono di penuhi ratusan warga dari berbagai dusun, anehnya warga yang datang tersebut rata - rata warga usia lanjut dan ekonomi kelas menengah kebawah, (21/5/2020).

Kehadiran 190 warga dari lima dusun di pendopo kantor desa Kebaman kali ini ternyata berkaitan dengan pemenerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Hadir dalam acara tersebut, tiga pilar desa Kebaman yakni Kepala Desa Kebaman Alif Burhanudin, S. Pd, Bhabinkamtibmas Kebaman Bripka Beny Sukma, SH., Babinsa Kebaman Sertu Timbul Suyatno, BPD dan seluruh perangkat Desa Kebaman serta ratusan warga.

Acara di awali sambutan Kepala Desa Kebaman Alif Burhanudin, S. Pd menegaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini kita harus mengikuti instruksi pemerintah dengan tetap menjaga jarak aman, tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting.

"Dilanjutkan dengan penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga, secara simbolis di serahkan oleh Kepala Desa di lanjutkan sekdes di dampingi Kepala Dusun masing - masing".

Ditambahkan Alif, sapaan akrab Kepala Desa Kebaman bahwa data 190 warga yang menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 600 rb dari Dana Desa (DD) itu berdasarkan verifikasi yang di lakukan kepala dusun masing - masing dan telah ditetapkan dalam musyawarah desa (Musdes), pungkasnya.

Sementara terkait bantuan tersebut, Romiyah (53) warga Dusun Krajan Rt. 02 Rw. 04 dari expresi wajahnya nampak haru sembari menyampaikan "Matur Nuwun Pak Kades, Atas Bantuanipun (Bahasa Jawa)" artinya Terima Kasih Pak Kades Atas Bantuannya, tutur Romiyah.

(Cafunk)