Tampilkan postingan dengan label SUKABUMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUKABUMI. Tampilkan semua postingan

PEMERINTAH DAERAH KOTA SUKABUMI AKAN MEREKRUT RATUSAN PPPK (P3K) PENDIDIKAN DI AKHIR BULAN MEI

 Pewarta: Lukman sandi



SUKABUMI-POLICEWATCH.NEWS-Pemkot Sukabumi akan merekrut ratusan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang berasal dari kalangan guru honorer. Jumlah PPPK yang direkrut kira-kira 600 orang, tergantung dari keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).  

Seleksi dan rekrutmen PPPK pendidikan dan CPNS untuk daerah diumumkan pada akhir bulan Mei 2021 nanti.  Di Kota Sukabumi masih banyak tenaga pendidik yang berstatus guru honorer, termasuk di sekolah-sekolah favorit.

“Pengumumannya nanti pada 31 Mei 2021 yang diupload di situs Badan Kepegawaian Negara (BKN). Formasi pegawai yang dibutuhkan akan ditentukan oleh Kemenpan RB,” kata Kabid Kepegawaian pada BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah ketika dihubungi wartawan via telepon seluler, Kamis (27/5/2021).

Secara rinci Taufik belum mengetahui kejelasan untuk kuota PPPK tenaga pendidik untuk sekolah negeri maupun swasta, jumlahnya kira-kira 600 orang. Tahun ini rekrutmen PPPK oleh Kemenpan RB diprioritaskan untuk guru honorer.

Masyarakat bisa mengetahui informasi lebih lanjut di di website BKN maupun website Pemerintah Kota Sukabumi.  Selain itu akan dipasang pengumuman di Kantor BKPSDM Kota Sukabumi Jalan R. Syamsudin, S.H. Nomor 43 Kota Sukabumi.

Lowongan PPPK tenaga pendidik, ujar Taufik, terbuka untuk  guru honorer yang telah terdaftar pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud Ristek, bukan untuk umum.

Beberapa kriteria kelompok guru honorer yang bisa ikut seleksi PPPK tahun 2021 terdiri dari tenaga honorer guru K2,  guru honorer yang mengajar di sekolah negeri tingkat SD hingga SMP,  guru honorer yang mengajar di sekolah swasta tingkat SD dan SMP, dan guru yang telah lulus PPG (Program Pendidikan lanjutan bagi Guru) yang memiliki sertifikat pendidik walau statusnya belum mengajar. Semuanya   harus telah terdaftar di Dapodik.

Sementara itu Kepala SDN Dewi Sartika CBM (Desa Cibima) Kota Sukabumi, Iwan Setiawan menyambut adanya rekrutmen PPPK tahun 2021. Dia akan mendorong para guru honorer di SDN Desa Cibima untuk ikut seleksi PPPK.  

“Di sekolah kami ada 13 guru honorer yang akan ikut seleksi PPPK tahun 2021. Alhamdulillah mereka semua sudah terdaftar di database Dapodik,” kata Iwan.

Selama ini para guru honorer mendapatkan hak-hak yang hampir sama dengan guru-guru yang telah berstatus PNS. Namun mereka tidak mendapatkan uang jaminan hari tua. Sebagian dari para guru honorer itu telah memiliki sertifikat guru dan ada juga yang telah memiliki Nomor Induk Pendidikan.


Kapolres Sukabumi Beserta Jajarannya Akan Ambil Tindakan Tegas dan Terukur Jika Masih ada Geng Motor di Wilayah Hukumnya

Laporan :  lukman/ muliadi babeh


Sukabumi, POLICEWATCH,-   Resmi !!! Gerombolan geng motor di sukabumi terlarang,  Saya Sampaikan Untuk Tembak di Tempat Selasa, Kata Kapolres kepada jajarannya , 25 Mei 2021 - 14:06 WIB

Geng Motor Resmi Jadi Gerombolan Terlarang di Sukabumi,Kepolisian Resor Sukabumi Kota inisiasi pembubaran keberadaan Geng Motor di wilayah hukum Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Pembubaran sekaligus pelarangan keberadaan berandalan motor ini ditandai dengan deklarasi melibatkan unsur Forkopimda, DPRD, Instansi terkait, Ormas pemuda pancasila Pemuka Agama, dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/5/2021).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni, usai deklarasi yang dilaksanakan di Mako Polres Sukabumi Kota kepada awak media menyebut seluruh elemen masyarakat Sukabumi sepakat untuk menolak keberadaan geng motor.

"Kami akan menindak tegas kalau masih ada aksi aksi berandalan motor dan keberadaan geng motor beserta simbol simbolnya," tegas Sumarni, Selasa (25/5)


Selanjutnya sambung Sumarni, seluruh unsur Pemerintah dan lapisan masyarakat sepakat untuk membentuk Satuan Tugas anti berandalan motor.

"Kepolisian, Pemda, Ulama sepakat membentuk Satgas untuk menjaga di lingkungan RT /RW, Kita akan formulasikan seperti apa Satgas untuk siaga kampung," ungkap Sumarni.

Disinggung ketegasan aparat Kepolisian menindak lanjuti terlarangnya geng motor berikut simbol, baju dan bendera mereka di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kapolres angkat suara.

"Pokoknya ada yang membawa Kita pasti tindak. Kita beri tindakan tegas terukur," ungkap Sumarni

Lebih jauh Kapolres Sukabumi Kota memastikan keamanan dan kondusifitas warga masyarakat Sukabumi menjadi tujuan utama larangan gerombolan motor, sebagai realisasinya bila diperlukan akan dilakukan tindakan represif kepada gerombolan motor yang mengancam jiwa masyarakat.

"Kalau mereka membahayakan nyawa masyarakat, membahayakan nyawa Petugas, Saya sudah sampaikan dari kemarin kemarin untuk tembak di tempat.

"Ya kalau membahayakan dan mengancam jiwa, Kita peringatkan dan tidak mengingatkan Kita lakukan tindakan tepat terukur, tembak di tempat," tegas AKBP Sumarni.

Kepada masyarakat Kapolres meminta untuk tidak segan lapor Polisi terkait keberadaan gerombolan bermotor ini.

"Masyarakat bantu Kami untuk menginformasikan keberadaan mereka, ketika mereka berkumpul di satu titik menginformasikan melalui 110 layanan Kepolisian, nanti kita akan kirimkan petugas terdekat untuk menindak mereka." pungkasnya.


Tersangka kasus pembunuhan di tegal buled Sukabumi akan dihukum mati

 


Sukabumi policewatch.news,-  Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi.

 Kepolisian Resort Sukabumi melakukan konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Sabtu (15/05/2021) terkait kasus pembunuhan dengan korban meninggal Edi (40) seorang guru honorer di Kecamatan Tegalbuleud dan korban luka parah Dariansyah (32) oleh tersangka TRP (24) mahasiswa yang tinggal di Kampung Cikiwul RT 04 RW 02 Desa Bojongsari Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif mengatakan bahwa pada hari Rabu (12/05/2021) pukul 10.00 WIB, tersangka awalnya dihubungi Dariansyah (32) untuk menanyakan hutang tersangka kepada Edi (40) yang jumlahnya Rp 63 juta.

“Dikarenakan kesal selalu menagih hutang kepadanya dan tidak punya uang untuk membayar utang tersebut, tersangka lalu berencana untuk membunuh Edi,” ujar Lukman.

Lukman membeberkan kronologis kejadian berawal dari tersangka menyuruh korban Edi dan Dariansyah untuk datang ke rumahnya. Tanpa sepengetahuan kedua korban, tersangka menyiapkan 1 gepok kertas yang dibungkus amplop coklat. Tujuannya untuk mengelabui korban seakan-akan dalam amplop coklat tadi berisi uang untuk membayar utang.

Kedua korban yang datang bersama Hidayat yang menjadi sopir pada waktu itu, tiba di rumah tersangka sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian kedua korban masuk ke dalam rumah tersangka, sedangkan Hidayat menunggu di dalam mobil.

Setelah beberapa lama di dalam, tersangka menyuruh Dariansyah untuk pergi kerumah ibunya untuk menanyakan masalah hutang piutangnya terlebih dahulu.

Ketika ditinggal berdua, tersangka lalu membunuh Edi dengan cara membacok kepala korban menggunakan sebilah golok dan menusuk perut dan dada korban menggunakan sebilah pisau hingga korban meninggal dunia.

Tidak lama kemudian Dariansyah yang baru kembali dari rumah ibunya tersangka, dikejar dan dianiaya oleh tersangka, dengan cara menyabet kepala dan dada korban menggunakan sebilah pedang samurai.

Setelah kejadian tersebut, tersangka melarikan diri ke arah perkebunan sekitar dan berhasil diamankan oleh Anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi pada hari Jumat (14/05/2021) sekira pukul 14.30 WIB di sebuah warung yang berlokasi di Jalan Lengkong Cijaksa Desa Karanganyar Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi.

Tindak pidana pembunuhan berencana dan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia modus operandinya menggunakan alat 1 buah pedang samurai, 1 buah golok dan 1 buah pisau dapur.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 340 Subsider pasal 338 lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman seberat-beratnya adalah hukuman mati atau seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara,” pungkas Lukman.


Reporter ; lukmansandi

Kopdar wajib...buka bersama dan santunan anak yatim

 


Sukabumi policewatch.news .dibulan penuh berkah ini CALSIC (calya sigra club') chapter sukabumi.mengadakan acara buka bersama dengan anak" yatim piatu dan berbagi rejeky di salah satu yayasan ABDUROHIM. Yang beralamat di jln ciandam Sukabumi.dalam bentuk kepedulian tersebut tak lepas dari simpatisan para anggota dan donatur serta relawan sambut Ketua CALSIC (Om badai miris)


Dalam acara tersebut dihadiri juga oleh KH Endang Saepulloh Sp.d.i dan Mualim Budiman selaku tokoh agama dan didampingi Bpk Rizki Triadi Triadi selaku babinkantibmas Polsek Cibeureum serta RT/RW dan DKM masjid setempat.


Kita tetap jaga jarak dan mematuhi peraturan pemerintah untuk selalu memakai masker dan menjalankan protokol kesehatan.demi terhindar nya dari covid 19 ini tandas ketua CALSIC Sukabumi saat di wawancara oleh wartawan policewatch 
Semoga Allah membalas dengan berlipat ganda yang diakhiri doa bersama anak" yatim piatu 


Reporter ; Lukman & kepin

Sidang Musda KNPI Kota sukabumi sempat kisruh

 


Sukabumi –policewatch.news . 106 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berada di wilayah Kota Sukabumi melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) XV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi di Gedung Islamic Center jalan Veteran Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Rabu (21/04/2021).

Pada acara sidang Musda ini sempat di warnai perdebatan perwakilan dari OKP Pemuda Pancasila dan Pemuda Muhammadiyah yang menimbulkan kericuhan pada saat sidang berlangsung.

Ketua Panitia Pelaksana Delsa R Adhikara mengatakan kericuhan tersebut diduga tidak adanya kesepahaman antara masing-masing peserta OKP.

“Alhamdulilah perselihan kedua peserta tersebut sudah bisa dilerai oleh panitia dan aparat kepolisian Polres Sukabumi Kota, sidang mulai dilanjutkan sesuai jadwal akan selesai pada sore hari sekira pukul 17.00 WIB,” Ujarnya.

Saat ini pukul 16.05 WIB para peserta Musda beristirahat menunggu kembali digelar sidang lanjutan. Anggota dari OKP berkumpul di halaman parkir Gedung Islamic Center.

“Melihat situasi seperti ini saya pesimis Musda bisa selesai pukul 17.00 WIB,” ujar salah satu anggota OKP peserta Musda yang tidak mau disebut namanya


Reporter : lukmansandi

Resmi! Kasetukpa Polri Lantik Perangkat Korps Resimen Siswa SIP 50 WSA

 



POLICEWATCH, Sukabumi | Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum resmi melantik perangkat Korps Resimen Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-50 TA 2021 Wira Satya Adhipradana (WSA).

Pelantikan yang diikuti Pejabat Utama Setukpa, 404 perangkat resimen terpilih, dan seluruh siswa SIP angkatan 50 itu digelar di Gedung Anton Soebarkah, Setukpa Lemdiklat Polri serta diikuti secara virtual di jajaran pusdik penyelenggaran SIP angkatan 50, Sabtu (17/4/2021).

Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum selaku inspektur upacara dalam amanatnya mengatakan, menjadi perangkat resimen korp siswa merupakan suatu kepercayaan dari siswa.

"Saudara telah diberikan mandat untuk menjalankan organisasi dengan baik, ini kesempatan baik untuk belajar menjadi pemimpin atau leadership. Bagi siswa yang tidak menjadi perangkat, dapat belajar menjadi pengikut, bawahan atau folowership, yang mana dalam teori leadership dan folowership sama pentingnya dalam menjalankan roda organisasi," kata Brigjen Mardiaz.


"Sebagaimana dilansir dalam beberapa teori para pakar tentang leadership dan folowership, bahwa pemimpin menyumbangkan 10 sampai 20% keberhasilan organisasi, pengikut dapat menyumbangkan 80 sampai 90%, dan setiap pemimpin pasti pernah jadi bawahan," ungkap Brigjen Mardiaz sambil meneruskan teori- teori lain tentang  folowership.

Lebih lanjut Kasetukpa Polri Brigjen Pol Mardiaz menyampaikan kepada para siswa agar menempa diri agar menjadi strong leadership, pimpinan yang memiliki power, pengikut dan miliki konsep yang bisa diambil dari pengalaman orang lain maupun pengalaman diri sendiri.

Dalam kesempatan tersebut Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz memerintahkan kepada seluruh perangkat yang terpilih agar segera menyusun program-program resimen siswa.

Adapun program-program tersebut adalah:

1. Mendukung satuan pendidikan dalam rangka mencegah Covid-19 agar tidak terjadi cluster baru.

2. Merumuskan program yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik

3. Merumuskan program untuk meningkatkan iman dan taqwa serta membangkitkan semangat cinta tanah air

4. Serta program- program yang melatih empati para peserta didik dalam melihat situasi kondisi sosial yang terjadi saat ini.


Di akhir amanatnya, Brigjen Mardiaz berharap agar para siswa SIP angkatan 50 WAS tersebut dapat lulus menjadi Perwira Polri yang baik.

Upacara ditandai dengan penyerahkan bendera resimen oleh Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum kepada perwakilan yang dilantik yaitu Komandan Resimen (Danmen) angkatan 50 TA 2021, Siswa Irvan M Ali.

Sementara pejabat yang dilantik antara lain Danmen WAS, 54 siswa perangkat resimen lainnya, serta Danyon Siswa dan perangkatnya yang di Setukpa Lemdiklat Polri dan 5 Pusdik yakni Diklat Reskrim, Pusdik Intel, Pusdik Brimob, Pusdik Administrasi dan Pusdik Binmas.


(Lukman/Kavin)

Jelang Ramadhan pantai pelabuhan ratu dipadati wisatawan

 



Sukabumi.policewathc.news,-  Wisatawan lokal maupun luar daerah memadati pantai pelabuhan ratu  Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan 1422 H, kawasan pesisir pantai Palabuhanratu dan sekitarnya dipadati oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Mereka bermaksud untuk kenikmati akhir pekan dan liburan sebelum memulai ibadah puasa.

“Kita rutin ke Palabuhanratu setiap menjelang puasa tiap tahun, istilahnya kita papajar bareng keluarga,” katanya saat ditemui di Pantai Karanghawu Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Minggu (11/04/2021).

Tak hanya wisatawan dari luar kota, warga local juga banyak yang sengaja berlibur bersama keluarga menikmati suasana akhir pekan sebelum puasa.

Seperti yang utarakan Asep (40) warga kota Sukabumi yang sengaja papajar ke  palabuhan ratu. ke Pantai bersama keluarga untuk sekedar makan bersama di tepi pantai. Tandasnya dengan riang

“Botram aja, udah itu pulang lagi, ya menikmati  suasana liburan yang ditempat yang dekat-dekat saja, mumpung pada kumpul keluarga,” ujarnya.


Berdasarkan informasi yang kami himpun, diperkirakan terjadi lonjakan pengunjung hingga diatas 100% dari hari libur biasa dalam kurun waktu 2 pekan sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kapolsek Cisolok, AKP Mariyadi kepada wartawan, Minggu (11/042021).

“Kalau dari hasil pantauan di lapangan memang ada peningkatan pengunjung yang cukup signifikan dalam dua hari ini, hal itu dikarenakan ada momentum munggahan menjelang bulan puasa, atau biasa disebut papajar,” jelasnya.

Meskipun demikian, imbuh Mariyadi, pihak kami tetap memberikan himbauan kepada wisatawan agar senantiasa menggunakan protokol kesehatan dan berhati-hati dalam perjalanan dan beraktivitas ditempat wisata demi keselamatan bersama.

Reporter : lukmansandi 

Pelantikan Ketua baru PWI kab.sukabumi periode 2020-2023 Sukabumi



 Sukabumi, Policewacth.news,- Rabu 7 April 2021 merupakan moment terpenting bagi kepengurusan PWI kabupaten Sukabumi masa bakti 2020-2023 yang dinahkodai Asep Solihin (aves) ini lebih mengedepankan bekerja sama untuk membangun kabupaten Sukabumi yang lebih baik lagi, di antaranya membangun wilayah wilayah yang masih minim tingkat perekonomian masyarakatnya, dari mulai pembangunan infrastruktur, menciptakan destinasi wisata maupun potensi wilayah tersebut yang belum tergali.

Dalam acara pelantikan tersebut telah hadir juga PWI Jabar, bupati Sukabumi, serta Waka polres Sukabumi kota dan PWI kota Sukabumi.


Dari jumlah tamu undangan di acara pelantikan tersebut Bupati Sukabumi Marwan hamami menuturkan’ keberadaan PWI harus berperan aktif membantu pemerintah dalam hal pemberitaan demi kemajuan kabupaten Sukabumi kedepannya’ adapun permasalahan permasalahan antara pemerintahan kabupaten dengan insan pers yang belum lama terjadi, bukan sebuah ketidak sukaan pemkab terhadap insan pers, bagaimanapun insan pers tetap di butuhkan oleh kita’ tandas Marwan’ itupun harus sesuai dan akurat pemberitaan nya dalam mengkritisi kinerja kita.

Dalam pelantikan ini PWI kabupaten Sukabumi telah di isi kegiatan yang sifatnya sosial yaitu memberi bantuan terhadap anak yatim di bawah asuhan yayasan Ummi Kulsum yang mana kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PWI kabupaten Sukabumi’ terhadap anak yatim piatu. tandas Aves’.


Reporter ; lukmansandi

Dewan Pertimbangan Presiden Habib Lutfi bin Yahya Memberi nama Pesantren AYO NGAJI di Sukabumi.

 



Policewatch Sukabumi- Agenda Peletakan Batu Pertama Ponpes Putri oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya dengan nama Ayo Ngaji, kegiatan berlangsung dengan baik, terlihat para tamu undangan hadir mengutamakan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah.

Sebelumnya, Peletakan batu pertama sekaligus penandatanganan prasasti berlangsung dengan sukses dan berjalan dengan baik diwakili Habib Mustofa Al Habsy di Jalan Cikukulu, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 24 Maret 2021.

Habib Mustofa Mengatakan, sejak pukul tiga dini hari tadi saya bersama Watmpres, nmun pagi hari datang dari tim dokter kepresidenan memeriksa kesehatan beliau. Hasil rekomendasi dari tim dokter, beliau harus istirahat. Sehingga beliau membatalkan tiga agenda penting acara hari ini, satu di Sukabumi dan dua di Jakarta," terangnya pada media ini.

Selanjutnya, jelas Habib mustopa memaparkan, ada tiga pesan penting yang disampaikan oleh Habib Luthfi kepada para jamaah yang menghadiri acara ini antara lain, beliau menyampaikan salam kepada para jamaah yang hadir, lalu beliau memberikan pesan kepada segenap anak bangsa, TNI, Polri dan warga Sukabumi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI. Terakhir beliau memberi nama Ponpes hanya dua kata yaitu Ayo Ngaji untuk Ponpes Putri di Cisande," terangnya.

Dikesempatan yang sama, Camat Cicantayan, Sendi Apriadi mengatakan, pembangunan Ponpes Ayo Ngaji akan membawa dampak positif bagi perbaikan moralitas, akhlak dan budi pekerti bagi masyarakat. Karena pembangunan pondok pesantren salafi ini akan menampung banyak santri untuk belajar ilmu Agama mempertajam keimanan dan kenal dengan Allah sebagai Tuhan semesta alam.

" Insyaallah, saya besar harapan agar kedepan para santri dari kalangan yatim piatu dan dhuafa akan membawa secercah harapan pada perbaikan akhlak dan moral untuk menjadi panutan dan contoh bagi masyarakat dan menjadi alumni yang bisa memanusiakan manusia," kata Sendi. 

Sementara itu, pemilik pondok pesantren Ayo Mengaji KH. Sukmawan menuturkan, nama Ponpes Ayo Mengaji yang diberikan oleh Habib Luthfi bin Yahya sungguh di luar dugaan ini ada anugrah dari Allah sang pencipta alam semesta.

" Saya mengira nama Ponpes ini, bernuansa ke arab - arahan. Ternyata namanya Ayo Memgaji cukup simpel, mudah dihapal dan punya nilai - nilai kebajikan," ungkapnya. 

Ponpes Ayo mengaji lanjut dia, diperuntukan bagi santri perempuan yang menyandang status yatim dan tergolong tidak mampu, adapun jumlah santri yang akan mondok di ponpes tersebut diperkirakan berjumlah 100 santri putri. 

"Anggaran pembangunan berasal dari dana pribadi dan diperuntukan bagi anak yatim dan keluarga tidak mampu  secara ekonomi. Saya berharap banyak semoga dengan dibangunnya  Ponpes ini, membawa keberkahan bagi kita semua,' ujarnya. 

Hadir dalam acara tersebut Ketua MUI, KH. Oman Komarudin, KH. Ama Mudrika, para habaib, alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.(Yosep)

Pengadaan BOS Afkin Tingkat Sekolah Dasar, Diduga Sarat Monopoli

 



Sukabumi,  POLICEWATCH,- Berdasarkan informasi dan keterangan dari berbagai sumber yang dihimpun serta hasil investigasi di lapangan, " Pengadaan Bos Afirmasi Kinerja (Afkin) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2020, diduga adanya monopoli oleh satu perusahaan penyedia. 

Menurut salah seorang sumber saat dimintai keterangan, mengatakan," Pengadaan alat pendidikan BOS Afirmasi Kinerja (Afkin) tingkat Sekolah Dasar hampir 70 % dilaksanakan oleh salah satu perusahaan  (pelapak) dengan inisial CV. PNM, dan diduga sebelumnya sudah dikondisikan oleh oknum operator di dinas pendidikan Kab. 

" Untuk pengadaan BOS Afirmasi Kinerja  tingkat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Sukabumi, hampir 70 %, oleh salah satu perusahaan, yang diduga sudah dikondisikan oleh pihak dinas," ujar salah seorang sumber saat dimintai keterangannya beberapa waktu lalu. 

Lanjut ia mengatakan, namun saat pendistribusian / pengiriman dengan batas waktu yang sudah ditentukan dan disepakati oleh kedua belah pihak, perusahaan penyedia /Pelapak tidak dapat memenuhi kebutuhan barang yang di pesan oleh pihak sekolah. Bahkan sampai terjadi adanya pengalihan barang yang di distribusikan oleh perusahaan / pelapak lain.

" Padahal sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan transaksi pembayaran sesuai kebutuhan barang pesanan ke rekening pelapak CV. PNM," ucapnya, 

Menurutnya, "Hal ini, tentu akan berdampak terhadap pembuatan laporan administrasi pengelolaan dana BOS Afkin, bahkan patut diduga di manipulasi oleh pihak sekolah," tandasnya.

Hal itu, dibenarkan oleh K3S Kecamatan Surade, saat dimintai keterangan lewat telepon celulernya mengatakan, " Untuk kecamatan Surade ada beberapa sekolah yang belum menerima barang sesuai pesanan dari pelapak, adapun kekurangan barang yaitu jenis laptop.

" Kalau tidak salah ada beberapa sekolah belum menerima barang sesuai pesanan dari pelapak, " ujar Apih sapaan karib K3S Kecamatan Surade. Jum'at (19/03/21).

Lanjut Apih mengungkapkan, " Ketika dikonfirmasikan kepada pelapak melalui whatsApp dan telepon celulernya, namun pihak perusahaan penyedia tidak menanggapinya. Lalu atas saran dari pihak dinas,  untuk pengadaan laptop dialihkan ke perusahaan penyedia /pelapak lain. 

" Ada beberapa sekolah yang tidak menerima  barang sesuai pesanan yaitu jenis laptop, namun saat hendak dikonfirmasikan ke perushaan peyedia / pelapak melalui telelpon celuller dan pesan whatsAp tidak menanggapinya, " pungkasnya. 

Selanjutnya, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada pelapak melalui pesan singkat whatsApp, namun pihak perusahaan penyedia  dengan inisial CV. PNM ini, tidak memberikan tanggapannya. (Ludy/Yosef)

500 Kader AMPI Kabupaten Sukabumi Ikuti Kaderisasi Fungsional (Karsinal)

 


POLICEWATCH, Sukabumi,- Sekitar  500 orang peserta terdaftar mengikuti Orientasi Kaderisasi Fungsional (KARSINAL) yang diselenggarakan Oleh DPD AMPI Kab.Sukabumi secara virtual,Sabtu (20 /3 202),kegiatan tersebut di buka oleh ketua DPD AMPI Jawa Barat Ahmad Hidayat.  

" Sayamengapresiasi terobosan pelaksanaan karsinal secara vitual,  ini baru pertama kali dilakukan di Jawa barat bahkan mungkin di Indonesia," ujarnya Ahmad saat memberikan sambutan

PLT Ketua AMPI Kab.Sukabumi Nurman menyampaikan,bahwa kegiatan ini merupakan tahapan menuju Musyawarah Daerah (MUSDA),dimana struktur organisasi rayon yang  akan menjadi bagian dari peserta MUSDA harus dibentuk sesuai dengan ketentuan AD/ART,karsinal sendiri merupakan orientasi atau pelatihan dasar kader, yang menjadi salah satu syarat keanggotaan AMPI,disamping  untuk merekrut kader-kader baru,karsinal juga bertujuan untuk melakukan pendataan kembali kader-kader lama, karena menurutnya setelah sekian lama stagnan data base keanggotaan harus kembali dirapihkan,sehingga konsolidasi organisasi bisa berjalan sesuai dengan mekanisme Organisasi. 

"Antusias kaum muda sukabumi terhadap AMPI sangat besar ini terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar secara online, ini jauh melampaui ekpektasi panitia, meskipun dalam pelaksanaanya masih banyak kendala jaringan internet terutama di daerah-daerah pelosok,akan tetapi tidak menyurutkan semangat dari para kader AMPI di daerah untuk mengikuti acara via zoom meeting sampai dengan selesai," ungkapnya


Lebih lanjut Nurman menjelaskan, setelah kegiatan ini AMPI Kab.Sukabumi berencana akan melaksanakan MUSDA pada bulan April 2021,dengan terlebih dahulu menyelesaikan musyawarah rayon di 47 Kecamatan

Nurman pun mengungkapkan,bahwa rangkaian kegiatan tersebut sudah dilaporkan kepada bapak Bupati Sukabumi selaku Dewan Pembina AMPI Kab Sukabumi dan beliau merespon positif kegiatan - kegiatan semacam ini serta.mendukung langkah Plt AMPI Kab.Sukabumi untuk menata kembali AMPI sesuai dengan prosedur dan mekanisme organisasi.

Dalam kegiatan virtual tersebut hadir sebagai pembicara  Zulfikar Arse Sadikin Ketua Bidang Organisasi DPP Partai GOLKAR (PG)  yang  juga Anggota Komisi II DPR-RI,dalam paparannya Zulfikar mengingatkan,kepada seluruh kader AMPI agar selalu menjadi pelopor dalam setiap perubahan di tengah masyarakat,sejarah mencatat.Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai induk semang AMPI  lahir sebagai respon dan jawaban terhadap berbagai penyimpangan dari tujuan bernegara.

" AMPI yang mengasosiasikan diri sebagai kaum muda sudah selayaknya menjadi garda terdepan dan ujung tombak partai GOLKAR untuk membuat basis-basis pemilih baru bagi  Partai Golkar yang sudah mulai kehilangan basis pemilih tradisionalnya."pungkasnya 

Dihubungi secara terpisah,salah satu penasehat AMPI “Kasim” mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan positif anak muda seperti ini,k edepannya diharapkan AMPI juga  bisa menyelenggarakaran kegiatan-kegiatan yang lebih aplikatif bebrbasis skil dan teknologi yang dibutuhkan anak muda saat ini, terlebih tantangan kedepan akan semakin sulit." tandasnya. (Yosef)

Gegara Unggah Video Jalan Rusak Di Medsos, Guru SMP Negeri 1 Cantayan Digeruduk Aparatur Desa

 



POLICEWATCH, Sukabumi,- Viral di media sosial seorang guru di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dimarahi aparat desa gara-gara mengunggah video jalan rusak ke media sosial.

Tampak dalam potongan video yang beredar, aparat desa tengah memarahi guru yang diketahui mengajar di SMPN 1 Cijalingan, Kec, Cicantayan Kab. Sukabumi. 

Apa maksudnya itu? Ini dipostingnya di Facebook lagi bukan di status WA. Facebook itu sedunia," kata seorang pria berkemeja putih sambil menunjuk guru tersebut, Sabtu (12/3/2021).

"Saya enggak ada maksud apa-apa Pak, kan saya enggak nyebut desa," jawab guru yang diketahui bernama Eko itu.

Dalam video yang beredar berdurasi 4.29 menit itu Eko juga terdengar melontarkan permintaan maaf. 

Sementara itu, Kepala Desa Cijalingan, Didin Jamaludin membenarkan, bahwa dalam video tersebut, adalah aparat desanya yang sedang memarahi seorang guru SMP Negeri 1 Cantayan, karena mengunggah jalan rusak di wilayahnya 

"Dalam video itu setidaknya ada BPD, LPMD, Karang Taruna, termasuk perangkat desa. Tujuannya ingin mengklarifikasi soal postingan di Facebook Pak Eko terkait jalan rusak," ujarnya.

Didin mengatakan, aparat desa berpendapat postingan itu tidak etis dan tidak elok diunggah di medsos.

"Beliau adalah salah satu guru di SMP Negeri di Cicantayan. Mungkin menurut rekan-rekan perangkat desa postingan itu tidak etis dan tidak elok untuk diposting, apalagi oleh seorang guru," jelasnya.

"Bisa dengan cara meminta klarifikasi atau tabayyun, ini kan tidak ada. Saya dinamikanya tidak tahu, karena tidak hadir. Adapun sempat terjadi perdebatan, saya yakin itu adalah spontanitas, tidak ada unsur niat atau kesengajaan," sambung Didin.

Didin menuturkan, aparat desa yang datang itu ingin mengklarifikasi dan menguatkan bahwa jalam rusak yang diunggah Eko akan diperbaiki.

Setelah video tersebut ramai, perangkat Desa Cijalingan bertemu dengan guru Eko dan mereka akhirnya menyatakan masalah telah selesai dan saling memaafkan.

Adapun Eko menyatakan sudah menganggap kejadian ini beres karena sudah berdamai.

"Bagi saya sudah beres. Nanti saya akan berusaha membicarakan dengan (rekan-rekan) biar masalah ini jangan diperpanjang lagi. Sebab yang dipermasalahkan cuma postingan saja bukan yang lain-lain," jelasnya.

Dia pun tak menyangka bahwa jalan rusak yang diunggah di akun Facebooknya pada Selasa (9/3/2021) itu berujung kemarahan oknum aparat Desa Cijalingan.

"Itu foto jalan di-upload di Facebook. Pokoknya intinya postingan saya dianggap merugikan, bagi perangkat (desa) mungkin," jelasnya. (Tim Red)

MPSI Indonesia Sukses Menggelar Pendidikan dan Latihan Tahap 1 Penggerak Pendidikan Tingkat Nasional

 


Sukabumi-POLICEWATCH.NEWS- Pengurus Pusat Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Tingkat 1 Penggerak Pendidikan kaum Syarikat Islam Indonesia (PSII) Tingkat Nasional yang telah berlangsung pada 11-13 Maret 2021 di Pesantren MASI Parakansalak Kabupaten. Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan bertema "National Moslem Onderwizj dan Pendidikan Masa Depan" ini, dilaksanakan secara offline dengan menggunakan protokol kesehatan di lokasi kegiatan, serta secara virtual/ online yang dapat diakses oleh Kepala Sekolah/ Madrasah/ Pesantren, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Guru SPSII, hingga seluruh PPR dan MPSII Wilayah Provinsi dan Cabang-cabang Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat MPSI Indonesia, Drs. Anwar Musaddad, MSA, M.M.Pd., menyampaikan bahwa ada tiga Ultimate Goal Diklat Penggerak Pendidikan tersebut, "Ada 3 Ultimate Goal dari penyelenggaraan Diklat ini. Pertama, meningkatnya kompetensi Pendidik dalam memberikan pelayanan pendidikan yang tuntas dan berkwalitas, serta meningkatkan optimalisasi peran dalam mengaplikasikan National Moslem Onderwizj. Kedua, Diklat Tingkat 1 ini merupakan prasyarat bagi Guru mengikuti Sertifikasi Pendidikan dan Sertifikasi Kepala Sekolah/ Madrasah di lingkungan pendidikan kaum Syarikat Islam Indonesia. Terakhir, Diklat ini berjenjang dan berkelanjutan sebagai prasyarat sampai dapat mengikuti coaching instruktur/ Assesor." jelasnya dengan penuh semangat.

Selain itu, ia menambahkan, "Insya Alloh pada tahun 2022 MPSI Indonesia sudah dapat melaksanakan Akreditasi Sekolah/ Madrasah di lingkungan kaum SII." pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua Pengurus Wilayah MPSI Indonesia Provinsi Jawa Barat, M. Azizi Rois, menilai pentingnya Diklat ini dilakukan kembali secara berjenjang dan berkelanjutan. "Seluruh peserta disuguhi 4 bidang besar materi selama tiga hari ini. Yakni Transformasi Pendidikan National Moslem Onderwisj, Pendalaman Program Azas/ Tandhim dan Reglement Umum PSII, Solusi Implementasi Kurikulum di Masa Pandemi, sampai pada materi Action Plan Progress Pendidikan di sekolah/ madrasah. Semua ini sangat penting di-diklat-kan secara berjenjang dan berkelanjutan." paparnya yang menjadi salah satu Narasumber/ Instruktur di acara tersebut.


 Action Plan Progress Implementasi "The National Moslem Onderwisj" di lingkungan pendidikan Syarikat Islam Indonesia

Pada penutupan diklat, Ketua Panitia, M. Ade Hoerudin mengucapkan terimakasihnya dengan penuh bangga. "Kami haturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mensukseskan Diklat ini. Atas kepercayaan PP MPSI Indonesia, support PW MPSII Jawa Barat, kesediaan panitia lokal PC MPSII Kab. Sukabumi, kerja keras civitas akademika MA SI Parakansalak, materi luarbiasa dari para Narasumber/ Instruktur, hingga kehadiran seluruh pesertaperwakilan dari berbagai daerah se-Indonesia. Semoga menjadi amal sholeh kita semua di hadapan Allah SWT." tutup pria asal Cianjur ini.

Ketika para peserta ditanya kesiapan Diklat Tingkat 2 akan dilaksanakan dimana, salah satu peserta asal Banjarnegara Sri Widiastuti menjawab "Insyaallah SMK 1 Cokroaminoto Banjarnegara, siap!" tutur Pengurus Wilayah MPSII Provinsi Jawa Tengah itu.(Dera)

Demonstran Turunkan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Dari Mobil Komando

 Reporter : Nanan Sunarti

Ketua DPRD Sukabumi Yudha diminta massa untuk turun dari mobil komando Demo


Sukabumi, POLICEWATCH,- Aksi massa gabungan sempat memanas saat Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara naik ke atas mobil komando. Salah seorang pria berseragam SPN juga menyerahkan pengeras suara ke politisi Gerindra tersebut.

Dari arah kerumunan massa mahasiswa memanas, mereka menolak Yudha untuk berbicara menggunakan pebgeras suara. Mereka juga meminta Yudha untuk turun dari atap mobil tersebut. Massa juga berteriak Yudha untuk tidak memberikan statemen apapun.

"Turun-turun, bukan seperti itu. Tolong turun," teriak massa, Rabu (7/10/2020).

Dari atap mobil komando, Yudha terlihat berusaha memberikan klarifikasi. Ia kemudian menanyakan maksud dari massa menurunkan dirinya. "Sebentar-sebentar, bapak-bapak saya ingin mempersilahkan bapak-bapak untuk masuk ke dalam," kata Yudha dari atap mobil komando.

"Saya turun dari mobil? oke saya turun lagi ya saya turun," sambung Yudha, ia kemudian turun dari atap mobil komando.

Kepada awak media, Yudha mengaku dia mendatangi demonstran untuk menampung aspirasi para pendemo. Namun menurutnya entah bagaimana tiba-tiba ada penolakan.

"Tadi mencoba untuk menampung aspirasi para pendemo, saya datang kesana untuk meminta mengetahui apa aspirasinya, pada saat saya hadir disana dengan itikad baik ingin menampung aspirasi tadi dipersilahkan naik keatas ada pihak lain (meminta) untuk turun dulu, karena orasinya belum selesai jadi saya turun kembali," kata Yudha.

Menurut Yudha ia membawa itikad baik sebagai wakil dari DPRD. Ia ingin mengajak massa untuk berdiskusi, kemudian hasilnya akan dilanjutkan ke DPR-RI.

"Saya disini sebetulnya mempunyai sebuah itikad sebagai wakil di DPRD kabupaten untuk menampung aspirasi ini, saya tau bahwa aspirasi disampaikan itu soal Omnibusl aw kita ingin berdiskusi, sebetulnya apa saja yanh harus di perjuangkan DPRD untuk kita lanjutkan ke DPR RI Karena memang ini ada ranahnya di DPR RI tapi kami disini ingin untuk kami sampaikan ke DPR RI itu sebetulnya," ujar Yudha.

Sumber :https://news.detik.com/

 

Kopdar Pers IWO Sukabumi Bersatu



Sukabumi Policewatch. - ketua ikatan Wartawan online ( IWO)   dewan perwakilan derah (DPD)  kabupaten Sukabumi bersama pembina kode etik dpd dan para awak media online dan cetak Yang tergabung dalam Group "Pers Sukabumi Ngahiji" mengelar shilaturohmi di Istana Presiden ( IP) Pelabuhan ratu, Sukabumi -Jawa barat.kamis (16/04/2020)

Adapun Tujuan acara  tersebut adalah agar terjalin tali silaturahmi yang baik antara sesama media baik online  atau pun cetak ,selain itu dalam pertemuan
Juga membahas tugas dan fungsi selaku Awak media dalam kontrol sosial ,mengawalan kinerja pemerintah yang transparan dan akuntabl, dan kepedulian pemerintah kepada awak media khusus nya yang ada di kabupaten Sukabumi, Dampak dari Covid-19.

Ketua IWO DPD kabupaten sukabumi Heryadi sangat berharap agar pemrintah daerah Khusus nya kab Sukabumi Perduli kepada seluruh Wartawan Yang ada di Sukabumi akibat dari Dampak Covid-19,

"kami sangat prihatin dampak dari virus yang sedang merajalela ini mengakibat kan lumpuh nya ,beberapa sektor , dan tentu nya sangat berdampak kepada para wartawan , karna itu kami memohon kebijakan pemerintah Daerah untuk memperhatikan para awak media yang ada di Sukabumi , kami melihat beberapa daerah Kabupaten yang ada di jawabarat ini sudah mendapat kan kompensasi untuk para wartawan sementara di Sukabumi sampai saat ini belum , sebab itu Kami semua yang terkumpul saat ini mewakili rekan rekan yang lain berharap pemerintah kab.Sukabumi agar memperhatikan hal tersebut ,"terang nya.

" Seperti kita ketahui bahwa awak Media adalah salah satu garda terdepan dalam penyampaian informasi, berkait dengan wabah virus yang saat melanda jelas sebagai Awak media sangat lah Rawan Akan terkena dampak Virus tersebut, selain itu informasi informasi yang di butuhkan publik tentu nya akan di sampai kan oleh para awak media, dan ini selayak nya menjadi salah satu prioritas utama yang mesti di perhatikan oleh pemerintah daerah,"Tambah nya.

Sementara Dewan Kode Etik IWO DPD Kab.Sukabumi Yopi.S. membenarkan pernyataan ketua IWO DPD "emang pekerjaan wartawan sering berhadapan dengan resiko,namun di sisi lain juga harus menghidupi anggota keluarganya ,dalam situasi pandemi copid 19, wartawan selayaknya dapat perhatian khusus karena juga menjadi bagian dari terdampak anjuran pemerintah ,mengenai sosial distancing,"terang nya.

"Para rekan rekan wartawan dalam situasi ini, mereka tetap mematuhi Protokol kesehatan dan secara tidak langsung dengan beredar nya surat edaran sekertaris daerah Nomor 900/2583-BPKAD tentang Penghentian Sementara proses pencairan yang di edarkan pada 14 April 2020, dan ini sangat berdampak kepada para wartawan dan keluarga nya, Saya setuju selayak nya pemerintah daerah perhatikan nasib para wartawan yang ada di Sukabumi baik cetak,Online atau pun Televisi," pungkas Dewan Etik IWO DPD Sukabumi Yopi .S. (Red/Asp)

Komunitas Mata SosiaL Di Gaet Kordinator Nasional TRC


Reporter: MRI
Dok : MPW

Sukabumi, POLICEWATCH,- Komunitas Mata Sosial memang konsisten dalam pergerakan-pergerakan sosial kemanusiaan yang di barengi dengan langkah-langkah nyata. Konep atau ide serta gagasan dari Mata Sosial selalu menjadi perhatian positif dari berbagai lapisan masyarakat. Selain itu Mata Sosial memberikan warna dan cara baru dalam mensosialisasikan serta melestarikan Budaya Indonesia dengan Jargon Yuk Peduli Yuk Berbagi.

Ruslan Raya panggilan akrabnya sebagai pengagas dan pendiri komunitas Mata Sosial ini menerangkan, bahwa kita tidak bisa lepas dari permasalahan-permasalah sosial. Oleh sebab itu, kita sebagai mahluk sosial yang berbangsa, bernegara dan beragama, harus saling membantu satu sama lainnya, harus saling peduli, dan saling berbagi untuk sebuah kebaikan dalam tatanan kehidupan ini.

Disini perlu peran Hati, karena kalau pake logika akan timbul ego. "jangankan bantu orang lain buat diri sendiri aja susah". Yah memang seperti itu,  tapi saya nyantai saja dan yakin,  Jika Tuhan Mengijinkan dan Menghendaki pasti akan Mampu melaksanakannya. Tapi, Jika Tuhan tidak mengijinkan dan menghendaki, walaupun mampu belum tentu bisa melaksanakannya. Ini masalah Hati dan Nurani. Mau dicibir, mau difitnah, mau di intimidasi, saya cukup senyum saja. Karena semua akan kembali pada diri kita masing-masing. Jika ketemu yang seperti itu do'akan saja semoga Tuhan memberikan pengampunan dan mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin.

"Alhamdulillah kedepannya Mata Sosial bersinergi sama Team Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC - PA). Tadi  Bunda Naumi sebagai Kordinator Nasional (Kornas) TRC - PA, menghubungi saya. Mungkin dalam waktu dekat ini akan ada pembahasan lebih lanjut, setelah Bunda Naumi melakukan kunjungan kerja ke Kota Medan, sekarang beliau masih di Surabaya. Mudah-mudahan saya juga di ajak ke Medan hehe". Jelas Ruslan Raya Mata Soaial pada media ini, saat ditemui di Palabuhanratu. Senin, 2/12/2019.

Masih kata Ruslan Raya. " Semoga Kornas TRC - PA, Bunda Naumi bisa terus menyuarakan perlindungan anak dan perempuan sampai kepelosok Negeri ini.  Bahkan ke tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa juga". Harapnya.

Ditempat terpisah. Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak  (TRC-PA) Nasional, Naumi Supriadi Yang akrab dipanggil Bunda Naumi menjelaskan. Dirinya selalu fokus pada gerakan-gerakan sosial kemanusian. Permasalahan-permasalahan sosial yang kerap kali membuat miris adalah masalah anak dan perpuan. Dan kami akan gaet Komunitas Mata Sosial dalam waktu dekat ini. Komunikasi sudah terjalin bagus. Tinggal nunggu momen yang pas untuk diskusi bareng dengan Mata Sosial.

"Saya akan akan menggaet Komunitas Mata Sosial, karena saya tahu pergerakannya dibidang sosial kemanusian. Informasi itu saya himpun dari berbagai sumber yang terpercaya.

Saya pribadi dan atas nama Kornas TRC PA Nasional sangat mengapresiasi kepada Komunitas Mata Sosial, yang terus konsisten bergerak pada isu-isu sosial. Permasalahan-permasalahan sosial dilingkungan kita itu hakekatnya tanggung jawab kita semua. Langkah awal adalah perlunya kepedulian, karena kepedulian sebagai dasar kita untuk saling berbagi dan membantu.

Saya sudah soundingkan juga ke kordinator wilayah Jawa Barat tentang pergerakan Mata Sosial ini. Alhamdulillah jika Mata Sosial mau bergabung dengan kami untuk bergerak dibidang sosial, kami sangat terbuka dan sangat senang hati, dan kami pun tidak menutup diri,  mari bergandengan untuk tujuan yang sama demi Negara Kesatuan Republik Indonesia ini (NKRI). Dan kami pun sangat terbuka untuk siapapun yang mau bergandengan dengan kami, yang penting satu persepsi dalam mencapai tujuan dari misi dan visi kami.

Buat adeku, saudaraku Ruslan Raya Mata Sosial, Semoga langkah kita menjadi kebaiakan yang ber pahala. Dan semoga anak-anak Indonesia menjadi generasi bangsa yang cerdas dan unggul serta maju dalam mengisi dan meneruskan kemerdekaan ini". Pungkasnya. Saat dihubungi melalui WhatsApp.

Kantor Imigrasi Sukabumi Bebaskan 5 TKA Cina


Reporter: Nana Sunarti
Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi menggerebek lokasi proyek pembangunan terowongan PLTMH di Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mempekerjakan orang asing asal Cina.Jumat.29/03 

Sukabumi, (POLICEWATCH.NEWS) - Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi melepaskan lima tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang ditangkap pada 27 Maret saat bekerja di proyek pembangunan Pembangkit Listik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kecamaan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap lima TKA tersebut, semua administrasi keimigrasiannya lengkap dan tidak ada pelanggaran," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Nurudin di Sukabumi, Jumat.29/03

Menurutnya, dari lima TKA yang dibebaskan tersebut empat di antaranya memegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dari DKI Jakarta dan satu lagi dari Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi.

Maka dari itu , satu orang TKA yang mempunya KITAS dari Sukabumi langsung dibebaskan, kemudian yang empat dari hari pemeriksaan semua izinnya ada dan wilayah kerjanya terpenuhi. Namun, ada permasalahan sedikit yakni mereka tidak melapor keberadaan kepada pihaknya.

Sehingga keempatnya akan segera dilepaskan karena pelanggarannya hanya administratif. Namun, pihaknya mendorong perusahaan tempat mereka bekerja agar selalu melaporkan jika menggunakan tenaga ahli dari orang asing.

"Dengan diberikan peringatan ini, baik kepada TKA maupun perusahaan tempat bekerjanya agar setiap memperkejaan orang asing harus melapor mulai dari asal kewarnegaraannya, jenis dan tempat pekerjaannya serta lainnya," tambahnya.

Namun di sisi lain, keberadaan TKA tersebut merupakan tenaga ahli dan tentunya pembangunan tersebut membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Jika berpandangan kepada satu sisi saja, bagaimana nasib penanam modalnya dan kelanjutan pembangunan tersebut.

Nurudin mengatakan sementara dua dari tujuh TKA yang diamankan pada 27 Maret lalu statusnya ilegal karena mereka hanya memiliki visa kunjungan dan bukan untuk bekerja. Sehingga sudah jelas pelanggarannya dan sanksinya minimalnya dideportasi ke negara asalnya.