Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Kecamatan Semendawai Suku III OKU Timur Pemilu 2019


Reporter : Yandi Robet
Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu tahun 2019 di tingkat Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur,Senin (22/04/2019) 

Sriwangi OKU Timur, (policewatch.news)- Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu tahun 2019 di tingkat Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur, dihadiri oleh Camat SS III Junaidi, Danramil Kapten A.R.M. Safri, perwakilan Polres OKU Timur Iptu Ringo-Ringo, Komisioner KPU OKUT Ali, Ketua Panwas SS III, Muslikin, SE, S.Pdi, Aliyas AR, Ketua PPK SS III, TamTama, seluruh staf anggota PPK, Ketua PPS beserta anggota, dan Saksi Partai Politik (Parpol), bertempat di desa Sriwangi Kecamatan Semendawai Suku III OKU Timur Sumsel, Senin (22/04/2019) sekitar pukul 10.00 Wib.
dok :MPW

Ketua PPK Kecamatan Semendawai Suku III, TamTama, dalam sambutannya mengatakan pada hari ini kita akan mengumumkan hasil kerja panitia dalam rangka Pemilu tahun 2019. Proses dari awal pelaksanaan pemilihan, puncaknya rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan Semendawai Suku III yang akan kita laksanakan hari ini, Senin (22/04/2019).
Untuk pengumuman rekapitulasi hari ini, adalah berdasarkan data yang ada sesuai dengan C1, dan kita tidak ada sifatnya kelicikan ataupun kecurangan, ingin menambah ataupun mengurangi suara, semuanya terbuka sesuai dengan C1.

"Saya tahu, bahwa reka-rekan semua khusunya anggota jajaran di TPS dan PPS, sangat capek, tapi berkat doa kita bersama mudah-mudahan pleno terbuka rekapitulasi hari ini akan berjalan dengan lancar dan baik, tidak ada halangan suatu apapun, "ungkap TamTama.

Sementara, Camat Semendawai Suku III, Junaidi berharap proses rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan hari ini berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

"Kita berharap, rekapitulasi perolehan suara berjalan dengan baik, sukses, keterbukaan informasi publik, dan semuanya silahkan mengawasi mengawal C1, sampai pleno rekapitulasi ini selesai, "jelasnya.

Djoko Santoso : Kalau Tidak Dicurangi Prabowo-Sandi Bisa Menang 80 Persen


Reporter : MRI

Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Jenderal Purnawirawan Djoko Santoso di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu, (24/4/20219


Jakarta (policewatch.news)-
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso terus menyerukan kepada pendukungnya Prabowo-Sandiaga telah memenangkan Pilpres 2019.
Satu di antaranya saat acara syukuran dan konsolidasi pengawalan pemenangan Prabowo-Sandiaga, di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

Menurut mantan Panglima TNI itu, Prabowo-Sandiaga sebenarnya bisa menang hingga 80 persen bila tidak dicurangi.

Karena itu, Prabowo-Sandiaga, berdasarkan perhitungan internal hanya mampu mendapatkan 62 persen suara dalam Pemilu.

"Sebelum tanggal 17 April dan setelah tanggal itu mereka curang terus. Mereka secara masif terencana sistematik dan brutal. Namun demikian, masih tersisa suara 62 persen dan itulah Prabowo-Sandi menyatakan kemenangan setelah dicurangi, kalau nggak dicurangi bisa 75–80 persen," kata Djoko Santoso

Menurutnya berdasarkan persebaran suara, pasangan Prabowo-Sandi menang.

Berdasar penghitungan BPN, Prabowo menang di Sumatera, Kalimantan,Sulawesi, dan Jawa Barat.
Karena itu, sangat tidak mungkin bila kemudian Prabowo-Sandi dinyatakan kalah oleh sejumlah lembaga survei.

"Banten, Jabar, Sulsel, kita menang. jadi itu tidak mungkin Prabowo kalah, Jawa menang, Sumatra menang, Kalimantan Selatan, Timur, jadi dilihat saja itu, omongan saja kalau kalah, itu pasti direkayasa," katanya.

Meskipun demikian Djoko Santoso meminta kepada relawan dan pendukungnya untuk terus menjaga rekapitulasi suara.

Jangan sampai menurutnya suara masyarakat yang diberikan kepada Prabowo-Sandiaga tidak terhitung.

Harus setia dukung Prabowo-Sandi

Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandiaga, Jenderal Purnawirawan Djoko Santoso mengajak relawan Prabowo-Sandiaga untuk terus berjuang mengawal proses penghitungan suara Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Djoko Santoso dalam acara syukuran dan konsolidasi pengawalan pemenangan Prabowo-Sandiaga di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu, (24/4/20219).

Djoko Santoso meminta kepada relawan pendukung Prabowo-Sandiaga untuk tidak kompromi dalam memperjuangkan kemenangan Prabowo-Sandiaga.

Seperti yang dicontohkan Prabowo Subianto yang menurut Djoko Santoso tidak berkompromi dalam Pemilu 2019.

Prabowo Subianto telah menolak utusan Jokowi yang ingin bertemu usai Pemilu 2019.
"Tidak ada kompromi. syukur Alhamdulillah (Prabowo) itu menolak utusan-utusan itu. pak Prabowo setia kepada kita semua dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi," tuturnya.
Djoko Santoso mengatakan dalam memperjuangkan kemenangan itu, masyarakat tidak perlu khawatir.

Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul.

"Saudara-saudara tidak perku takut, khawatir, karena berserikst berkumpul menyatakan pendapat baik tulisan atau lisan itu dilindungi uud 1945 atau konstitusi kita," katanya.
Untuk diketahui, Jokowi dalam beberapa kesempatan mengatakan akanmengutus seseorang untuk menemui Prabowo usai pemungutan suara 17 April lalu.

Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa salah satu utusan Jokowi yang akan menemui Prabowo adalah Menko Maritim yang juga Ketua Relawan TKN Jokowi-Maruf, Bravo 5, Luhut Binsar Pandjaitan.

Pertemuan awalnya akan digelar pada Ahad kemarin (21/4/2019), tetapi batal. 

Wali Kota Tasikmalaya Langsung di Gelandang KPK ke Jakarta

Reporter : Abucek
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, seusai keluar dari ruangannya dan diperiksa penyidik KPK hampir selama delapan jam lebih, Rabu (24/4/2019) malam

TASIKMALAYA, (POLICEWATCH.NEWS) -
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman langsung dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK ke Jakarta setelah diperiksa secara maraton selama hampir 8 jam, Rabu (24/4/2019).


 Setelah petugas KPK meninggalkan ruang wali kota, Budi sempat bertemu awak media saat dirinya keluar dari ruangan dengan didampingi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf dan Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dikcsan. 
"Saya serahkan saja proses hukumnya ke KPK," kata Budi dengan wajah pucat dan kepala menunduk. Saat para awak media menanyakan terkait kasus apa yang menimpanya, Budi hanya menjawab singkat.

 "Nanti, tanyakan saja ke KPK," katanya sembari keluar menuju pintu utama Bale Kota Tasikmalaya.
 Budi pun langsung dinaikkan ke mobil Kijang LGX warna silver seorang diri. Namun, menurut petugas KPK, Budi akan langsung dibawa ke Jakarta. 
Mobil yang membawa Budi sempat transit di Mako Polres Tasikmalaya Kota. Lalu Budi pindah ke mobil lain didampingi para petugas KPK menuju Jakarta. 
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengaku ia mendapat pesan dari Budi untuk menangani seluruh pekerjaan wali kota. 

Sebab, Budi sedang menjalani proses hukum di KPK.    
Namun saat ditanya kasus apa yang menjerat Budi, Yusuf enggan berkomentar banyak. "Pak Wali hanya menitip pekerjaan kepada saya, karena beliau sedang menjalani proses hukum. Saya tidak tahu, nanti KPK saja yang menjelaskan. Maaf ya," kata Yusuf.

71 Diinput 771 " Bukan Unsur Kesengajaan" Salah Input Data Papar KPU OKU Timur



Reporter : Yandi R
Perolehan Suara 71 di input 771

OKU Timur, (policewatch.news)- Ketua KPUD OKU Timur, Herman Jaya, S.Sos, melalui Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara, Sunarto S.P, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (22/04/2019) di kantor KPU OKU Timur, 

mengatakan adanya kesalahan input data yang dilakukan oleh Operator Sistem Hitung (Situng) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, karena faktor kelelahan tidak ada unsur kesengajaan.

Kemudian, diakui Sunarto SP, kesalahan input data tersebut terjadi pada TPS 01 Desa Giri Mulyo Kecamatan Belitang Jaya Kab OKU Timur Sumsel.

Berdasarkan data C1 terlihat Paslon 01 Jokowi-Makruf Amin memperoleh 71 suara, dan Paslon 02 Prabowo-Sandi memperoleh 73 suara, dengan total suara sah 144.

Namun operator Situng KPU OKU Timur mencatat perolehan suara untuk Paslon 01 Jokowi-Makruf Amin sebanyak 771 suara, dan terjadi penambahan 700 suara.

"Kesalahan ini terjadi, Minggu (21/04/2019) sekitar pukul 17.00 Wib, namun kesalahan input data ini sudah kita perbaiki subuh tadi, operator Situng salah input karena kelelahan, kesalahan tersebut murni kelalaian dan tidak ada unsur kesengajaan, "kata Sunarto.

KPU OKU Timur, "Perolehan Suara 

KPU OKU akui salah input data C1 Pilpres


Reporter : Basri 
Hasil penghitungan suara sementara Pilpres 20 9, yang diunggah KPU melalui Situng, Senin malam

Baturaja (POLICEWATCH.NEWS) - Ketua KPU Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Naning Wijaya mengakui adanya kesalahan dalam menginput data C1 Pilpres 2019 di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang berdampak pada perolehan suara paslon nomor urut 01 dan 02 menjadi berkurang.

"Ya memang terjadi kesalahan saat menginput data C1 Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019," kata Ketua KPU Ogan Komering Ulu (OKU), Naning Wijaya di Baturaja, Selasa.

Menurut dia, kesalahan itu sendiri terjadi bukan di dua TPS saja melainkan di enam TPS baik untuk proses penghitungan suara Pilpres maupun Pileg.

Naning mengakui, kesalahan input data yang disebabkan karena faktor kesalahan yang disebabkan oleh manusia (human error) tersebut telah diperbaiki dan saat ini sudah normal kembali seperti semula.

Namun saat ditanya ketika dicek di situs www.kpu.go.id kesalahannya itu sampai sekarang belum diperbaiki, Naning mengaku, terkait hal tersebut pihaknya akan menggelar pleno di PPK untuk direvisi.

"Saat pleno di PPK nanti datanya akan kami revisi dan disesuaikan dengan model C1," ujar dia.

Sementara berdasarkan data yang diambil dari situs www.kpu.go.id pada Selasa (23/4), kesalahan input data C1 Pilpres itu terjadi di TPS 19, Kelurahan Baturaja Lama dan TPS 17 Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Di TPS 19 Kelurahan Baturaja Lama berdasarkan data scan C1 yang ditampilkan situs www.kpu.go.id tertera jumlah perolehan suara yang diraih paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiago Uno yaitu sebanyak 97 suara.

Namun yang terinput di situs resmi milik KPU RI itu suara Prabowo-Sandi justru berkurang menjadi 47 suara atau hilang 50 suara.

Sementara di TPS 17 Kelurahan Sepancar Lawang Kulon berdasarkan data scan c1 yang ditampilkan situs www.kpu.go.id tertera suara yang diraih paslon 01, Jokowi-Amin 152 suara dan paslon 02, Prabowo-Sandi 41 suara.

Namun data yang terinput di sistem hitung (situng) KPU RI suara Jokowi-Amin hanya 110 atau berkurang 42 suara dan Prabowo-Sandi hanya 15 suara atau berkurang 26 suara.

AKI, AKB dan Sunting ODF Karangnunggal terus Ditekan



 
Lokakarya Mini triwulan se-tingkat UPT Kesehatan dilaksanakan di Aula Puskesmas kecamatan Karangnunggal  Selasa,23/4/2019.

Tasikmalaya,(Policewatch News)- Lokakarya Mini triwulan se-tingkat UPT Kesehatan dilaksanakan di Aula Puskesmas kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya lantai 2 (dua )hari Selasa,23/4/2019.

Acara dihadiri para muspika ( Camat, Danramil ,Kapolsek),para kepala desa,para petugas kesehatan dan kader  kader Posyandu se kecamatan.

Acara pun dimulai  jam. 09.00 wib, kemudian dibuka langsung oleh Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana STP,MM. Dalam sambutan singkatnya beliau sangat mendukung acara yg digelar tersebut.
Karena materi yang akan disampaikan pihak kesehatan sesuai dg program pemerintah yang saat ini sedang digalakan, yaitu mengenai program Sunting AKI,AKB dan ODF tandasnya.


Materi pembahasan disampaikan kemudian oleh Kapus UPT Kesehatan kec.Karangnunggal, DADAN KUSNANTO, SKM.

Beliau memaparkan tentang tingkat kepedulian semua pihak mengenai Kesehatan dimasyarakat.
Dalam hal ini lebih menindak lanjuti tentang program sunting, AKI, AKB dan Ofen Defeaction Free (ODF).

Dadan, mengatakan selanjutnya, Pemerintah Kec. Karangnunggal dengan pihak kesehatan terus melakukan upaya guna memperluas pemahaman  terhadap masyarakat agar semua pihak peduli dan mengerti tentang pentingnya hidup sehat. Dalam hal ini terkait dengan masih tingginya angka kematian di masyarakat kabupaten Tasikmalaya, Diantaranya dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang BAB sembarangan, Kurangnya perhatian terhadap Kesehatan Ibu Hami( Bumil) .Bahkan angka kematian  Kabupaten Tasikmalaya kali ini pun masih menempati urutan ke.13 di Jawa barat.

Maka kami (UPT Kesehatan) saat ini akan terus menjalin kerja sama dg pemdes se-kecamatan Karangnunggal, bahkan dengan semua steak holder terkait, juga masyarakat akan menjalin kesepakatan bersama Sama menekan angka kematian tersebut.

Menurutnya, tingginya angka kematian terutama pada AKI dan AKB akan menjadi salah satu prioritas penanganan.Maka upaya upaya penekanan akan terus dilakukan.pungkasnya(Yat'S biro Tasikmalaya).

Siswi SMA Negeri 4 Semarang Pelopori Emansipasi Wanita yang Diwarisi R.A. Kartini

Reporter : M. Taufiq.Sapta.
Peringatan Hari Kartini ke -140 di SMA Negeri 4 Semarang salah satunya dengan menggelar pemilihan Putra Putri Smapa 2019 yang bertempat di Aula Sekolah. Senin 22/4/219. Foto : M. Taufiq.

Semarang (PoliceWatch.News)Untuk memicu semangat kaum hawa dalam Himeneladani R.A. Kartini ,kata bijak yang dilakukan tak lepas dari peran R.A.Kartini yang mempelopori emansipasi wanita Indonesia. R.A.Kartini sendiri merupakan tokoh perempuan Indonesia yang dikenal karena perannya dalam kesetaraan antara pria dan wanita di tanah air.

Peringatan Hari Kartini ke-140 yang dirayakan saat ini 21 april 2019 banyak cara yang dilakukan untuk memperingatinya di berbagai daerah baik kabupaten maupun Kota di Indonesia, khususnya Kota semarang Provinsi Jawa Tengah. SMA Negeri 4 Semarang merupakan salah sau SMA di Kota Semarang dalam memperingati Hari Kartini ke – 140 tahun 2019 mengadakan berbagai kegiatan yang di gelar memalui OSIS sekolah ini diantaranya : mengadakan lomba Putra Putri Smapa, lomba Rujakan, Lomba band, lomba Jarikan serta Make Up Art sedangkan Peringatan Hari Kartini mengambil tema SMAPA KARTINI DAY ,Let Your Charm Shown And Get The Throne 2019.

         Namun sebelum menggelar acara lomba lomba, sebelumnya dengan melaksanakan upacara peringatan Hari  Kartini di lapangan Bola SMA Negeri 4 Semarang di jalan.karangrejo raya no 12A banyumanik Semarang, Senin 22/4/2019

        Waka Kesiswaan Rr. Sri Lestari Fajarwati,S.Pd selaku Pembina upacara dalam amanatnya menuturkan kepasa seluruh siswa peserta upacara yang pertama mengapresiasi jalannya upacara yang sangat baik dengan petugas khusus putrid putrid terbaik SMA Negeri 4 Semarang. Fajarwati mngapresiasi banyak perempuan perempuan hebat di Indonesia dalam sejarah perjuangan di Indonesia salah satunya R.A.Kartini, beliau hidup dimasa kehidupan sosial yang tidak memberikan akses pendidikan perempun perempuan semua terutama perempuan jawa, unutk itu melalui tulisan tulisan beliau kita dapat membaca bagaimana harapan, impian, keinginan beliau terhadap perempuan perempuan Indonesia yang pada  saat itu belum ada, yang ada di jawa.

         Menurut Fajarwati, di era sekarang ini kita mengenal emansipasi wanita berkat perjuangan beliau sekarang ini bisa kalian lihat banyak perempuan perempuan hebat di Indonesia ini ada yang menjabat menjadi Presiden, menjabat sebagai Menteri, kemudian menjadi Guru, Kepala Sekolah ,ini semua karena adanya akses pendidikan bagi perempuan perempuan Indonesia dan itu wajib kita syukuri, ucapnya.

         Fajarwati menambahkan perayaan atau kegiatan upacara terkait dengan dengan kelahiran R.A.Kartini ini kami mohon tidak hanya seremoni saja tetapi sebagai penguat, menjadi motivasi sisa semua terutama putrid putrid SMA Negeri 4 Smarang sekarang ini. Silahkan sebagai seorang pelajar kewajiban utamanya adalah belajar berprestasi, membanggakan orang tua, membanggakan almamater manfaatkan kesempatan akses pendidikan yang seluas luasnya yang ada di Indonesia untuk kalian berprestasi setinggi tingginya .

         Harapan kami kedepan nantinya 15 – 20 tahun lagi kedepannya ada Ibu Sri Mulyani baru si SMA Negeri 4, ada Ibu Retno Marsudi baru di SMA Negeri 4 Semaran dan masih banyak perempuan perempuan hebat.

Untuk itu sekali lagi putri putri smapa ini kami mohon jadikan motivasi untuk berprestasi, untuk bermanfaat bagi sesama, bagi keluarga, bagi masyarakat dan terutama bagi Indonesia. Dan kalian mempunyai tanggung jawab untuk dapat sebagai pemersatu bangsa, karena perjuangan perjuangan yang telah dilakukan perempuan perempuan hebat Indonesia sekarang kalian tinggal  melanjutkan dan tentu saja dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadilah perempuan Indonesia yang cerdas yang mandiri yang bertanggung jawab dan bermanfaat tanpa meninggalkan nilai nilai budaya bangsa.”pungkasnya
Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd no 2 dari kiri (bajumerah) beserta Bapk Ibu Guru, sedang menikmati  pemilihan Putra Putri Smapa 2019. Foto :M. Taufiq.Sapta


        Usai Upacara dilanjutkan dengan acara syukuran. ada hal yang menggembirakan pada momen ini dimana kebetulan bersamaan dengan ulang tahun Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd yang jatuh pada tanggal 21 april. Dalam sambutan singkatnya, Wiji Eny menuturkan, “R.A.Kartini adalah merupakan pahlawan wanita pada jaman itu, sudah berpikir bahwa kaum wanita harus maju,harus cerdas bahkan sudah memberikan ketrampilan ketrampilan pada kaum perempuan yang masih muda. Juga termasuk sudah adanya sekolah sore. Pada waktu itu kaum berdarah biru harus berada di lingkungan keraton tidak boleh keluar, tetapi dengan kecerdasan yang diberikan oleh Allah SWT beliau sudah mengenal pendidikan, sayang beliau meninggal di usia masih tergolong muda pada waktu itu. Oleh karenanya kita sebagai kartini kartini jaman now kita teruskan perjuangannya sesuai dengan kompetensinya masing masing, kita harus cerdas serta professional dalam melakukan sesuatu untuk bangsa dan Negara,” pungkasnya.

Musda IPJT Ke-1 Akan Dilaksanakan Di Kendal



Reporter  : Nardi/Cakwer

Pengurus Sekber IPJT berfoto bersama dengan panitia Musda seusai Rakord

Kendal, Policewatch.news - Sekretariat Bersama (Sekber) Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dengan pengurus PWOI Kabupaten Kendal, Minggu (21/4/2019), di Rm Aldila Kendal.

Rakor tersebut dilakukan dalam rangka persiapan Musyawarah Daerah (Musda) IPJT ke-1 yang direncanakan akan diselenggarakan pada 30 April - 1 Mei 2019. 

Dalam keterangannya seusai Rakord, H.A. Khozin selaku ketua panitia Musda, yang juga sebagai ketua Perkumpulan Wartawan Online (PWOI) Kabupaten Kendal,  mengatakan bahwa Musda IPJT ke-1 akan dilaksanakan di Kota Kendal namun untuk tempat penyelenggaraannya masih belum ditentukan.
" Musda akan diikuti oleh 100 orang dari 35 perwakilan pengurus IPJT kabupaten/kota se Jawa Tengah. Dengan waktu yang tinggal 8 hari, kita akan bekerja keras agar segala sesuatunya sudah siap tanpa kurang suatu apapun ", kata Khozin.

Khozin juga menyampaikan bahwa diadakannya Musda IPJT di Kota Kendal dengan harapan agar Kendal sebagai " Permata Pantura " akan semakin berkilau cahayanya.

Sementara itu, M.Syafik selaku Sekretaris Sekber IPJT, menyampaikan bahwa tujuan utama diadakannya Musda tersebut adalah untuk menyatukan visi dan misi para jurnalis media online yang ada di Jawa Tengah.

Selain itu, Syafik juga mengemukakan alasannya, mengapa Musda Ke-1 IPJT dilaksanakan di Kota Kendal.

Menurut Syafik, Kota Kendal berada di jalur pantura yang strategis sehingga sangat mudah untuk dijangkau karena tidak ada kendala dalam transportasi dan fasilitas pendukung seperti hotel serta gedung pertemuan juga tidak ada kendala.

Disamping itu, Musda juga akan membahas berbagai hal seperti  program kerja jangka pendek dan jangka menengah, sehingga  langkah dari IPJT akan terorganisir dengan rapi .

" Pertimbangan lainnya yaitu Pengurus PWOI Kendal dan para jurnalis yang tergabung di dalamnya, terlihat sangat kompak dan antusias untuk menggelar Musda ", ungkap Syafik.

.

Aktivis Lingkungan Tanam 1.250 Batang Bibit Pohon Pule

Reporter ; Nardi/cak wer

Sebagian panitia event Rawat Bumi berfoto usai kegiatan penanaman 1.250 batang bibit pohon pule di kawasan Gunung Andong Magelang

Magelang, (Policewatch.news)Penyelamatan  lingkungan hidup menjadi prioritas komunitas Lindungi Hutan.com dalam aktifitasnya. Kerusakan lingkungan yang sangat masif menjadi keprihatinan dari para aktivis.

Untuk itu pada Minggu (21/04/2019), komunitas Lindungi Hutan.com menggelar  Gerakan Rawat Bumi bersama tahun 2019, sebagai sebuah gerakan massal untuk mencegah dan menyelamatkan lingkungan hidup dari kerusakan agar tidak semakin parah. 
Kegiatan di tingkat Jawa Tengah dipusatkan di Lereng Gunung Andong Dusun Gogik Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Minggu .

Gerakan Rawat Bumi tersebut ditandai dengan penanaman bibit pohon pule sebanyak 1.250 batang hasil sumbangan dari BPDASHL dan Perum Perhutani Kedu Utara.
Diikuti oleh 400 orang peserta dari 50 Komunitas, Sarda Jateng, SAR Semesta Alam dan Garda Aksi Sosial Rescue (GAS Rescue)

Ketua Panitia Rawat Bumi, Febriyanto Cahyo salah seorang aktifis lingkungan hidup yang juga seorang jurnalis, mengatakan bahwa kegiatan rawat bumi ditargetkan bisa melibatkan lebih dari 100.000 peserta dengan jangkauan di 85 Kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Febri juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam sebuah aksi nyata untuk mengajak masyarakat kembali peduli terhadap bumi.
" Mari bersama-sama relawan lindungi hutan, kita bergerak seirama untuk menyelamatkan alam ", ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Girirejo Slamet Riyadi, menyampaikan rasa terimakasihnya dengan adanya kegiatan rawat bumi di desanya dan berharap event seperti ini jangan hanya sekedar seremonial saja.


" Setelah penanaman ini, kita akan melakukan perawatan agar pohon pule yang di tanam bisa tumbuh dan berkembang dengan baik ", kata Waluyo selaku Ketua Basecamp Gogik.

Di lain kesempatan, Aya salah seorang relawan lindungi hutan menyampaikan harapannya agar masyarakat, komunitas dan aktifis lingkungan hidup, mau peduli terhadap kelestarian lingkungan. 

Sementara itu di tempat terpisah, A.Khozin ketua Perkumpulan Wartawan Online Independen (PWOI) Kendal, dimana PWOI juga menjadi media partner kegiatan,  menyampaikan selamat kepada seluruh panitia dan peserta kegiatan rawat bumi serta berharap kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat di sekitar Gunung Andong.

" Melestarikan lingkungan hidup adalah perintah dari Allah Tuhan Semesta Alam, karenanya kegiatan semacam itu sangat bernilai ibadah ", pungkas Khozin.


Suwondo : Anggota Sekber IPJT Dan SPRI Jateng Di Himbau Independen


Reporter : M. Taufiq.Sapta
 
Suwondo Ketua Sekber IPJT sekaligus Ketua SPRI Jawa Tengah, Foto : M. Taufik.
Semarang ( PoliceWatch.News ) Rakyat Indonesia baru saja selesai melaksanakan pest demokrasi siklus 5 tahunan yaitu pemilu 2019 dengan memberikan hak suaranya untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legeslatif yang baru pertama kalinya dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi se Indonesia pada ahari rabu 17 april 2019.

Tahapan demokrasi sudah terlana dengan aman dan relative kondusif walaupun disana sini masih terjadi permasalahan khususnya hasil sementara raihan suara antar pasangan Capres Cawapres antara Jakowi – Makruf Amin dengan Prabowo – Sandi saling meng klaim kemenangan meskipun perjalanan masih panjang dalam menentukan pemenangnya, karena di quick count dan pasangan 01 dibeberapa stasiun televise swasta sementara unggul serta real count di versi kubu pasangan 02 juga mengklain pemenangnya sementara. Namun kita masih menunggu pengumuman resmi dari KPU pusat.

Pemilu serentak yang sudah terlaksana khsususnya di jawa tengah relative aman dan kondusif hal ini dilontarkan oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat menggelar jumpa pers bersama Gubernur jateng Ganjar Pranowo serta Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Muhammad Effendi, di rumah dinas Gubernur jateng Puri Gedeh, jalan Gubernur Budiono no 8 gajahmungkur Semarang, kamis 18/4/2019 .

Suwondo selaku Ketua Sekber Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) sekaligus Ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Jateng, berharap serta menghimbau kepada semua anggotanya yang terdiri para jurnalis dari berbagai media baik cetak maupun online se jateng yang bergabung, untuk mensikapi hasil sementara khususnya raihan suara baik pasangan 01 maupun 02 hendaknya semua anggotanya independen dalammemberitakan berita di masing masing medianya, jangan sampai menyampaikan berita hoax kepaga masyarakat sehingga masyarakat menjadi bingung, “ucapnya. hal ini disampaikannya dikantor nya yang berada di jalan kelud rayam Semarang, jumat 19/4/2019.
 
Suwondo (baju putih ) bersama anggota Sekber IPJT dan SPRI Jateng .Foto: M. Taufik
Suwondo menghimbau kepada seluruh anggota IPJT maupun SPRI Jateng yang berada di berbagai daerahnya masing masing baik Kabupaten maupun Kota se Jateng agar hati hati dalam mensikapi Pemilu 2019 khususnya Pilpres atas perolehan suara sementara ini. Menurutnya siapapun nanti yang terpilih RI 1 kita tunggu berdasarkan penetapan secara resmi dari KPU Pusat
.
“Kami berharap kepada semua anggota IPJT serta SPRI khususnya jateng untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan, kenyamanan serta kondusifitas pacsa pemilu yang baru saja usai terlaksana ini dan semua pihak memuji wilayah jawa tengah situasinya relative kondusif dan tenang yang sudah terbangun lama di jateng mulai dari pemilu sebelumnya, untuk itu imbuhnya marilah untuk semua anggota jurnalis yang tergabung di IPJT serta SPRI Jateng mensyukurinya bahwa di lingkup wilayang jateng tahapan pencoblosan telah selesai dengan aman, nyaman dan kondusif, Ujarnya.
Suwondo menambahkan , kepada seluruh anggotanya bisa kembali menjalankan tugasnya dalam menggali serta menyampaikan informasi kepada masyarakat selain terkait informs pemilu 2019 juag berita berita yang sifatnya benar tidak hoax,” pungkasnya.

Kesalahan " Input Situng KPU " Tak Bisa Ditolerir

 Reporter : MRI
Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi
"Persoalan input data ini, hal seperti ini tak bisa ditolerir karena telah merugikan bagi kubu Prabowo," 
Jakarta (policewatch.news)- Kesalahan input data perolehan suara calon presiden - calon wakil presiden di aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) sangatlah merugikan salah satu kubu. Kesalahan semacam itu sesungguhnya sangat fatal karena sudah jamak terjadi, bukan cuma satu atau dua kasus.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi mengatakan, kesalahan input data oleh petugas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu sesungguhnya tak bisa lagi ditolerir.

"Persoalan input data ini, hal seperti ini tak bisa ditolerir karena telah merugikan bagi kubu Prabowo," katanya  Jumat (19/4).

"Mungkin jika pendukung Prabowo tidak jeli dan memeriksa satu persatu input data ini, maka kesalahan yang "katanya" teknis ini tak akan diubah," lanjutnya.

Pun jika ini kesalahan teknis, lanjut Bin, tentunya kesalahan input data ini hanya satu atau dua kasus. Tapi nyatanya, kesalahan ini sangat banyak di ungkap oleh masyarakat.

"Mereka mungkin lupa, bahwa keunggulan dari pendukung Prabowo ini adalah militansinya. Jangan lupa kesalahan input data ini kesalahan inputnya selalu  hitungan 01 naik terus,  hitungan 02 berkurang terus," pungkasnya.

Sebelumnya, viral screen capture perbedaan hasil perhitungan C1 yang diunggah akun bernama Seyo Tuhu @SetyoTu39451344. Unggahan itu lantas di-retweet akun Twitter milik Partai Gerindra @Gerindra.

Dalam Form C-1 Plano tercantum pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin memperoleh 26 suara, dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat 141 suara. 

KPU pun langsung merespon dengan memperbaiki kesalahan input tersebut.

Terlebih kesalahan itu sendiri terjadi pada data 5 C1 dari lima TPS yang ada di 5 provinsi. Diantaranya 1 TPS di Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau dan Jakarta Timur

Akibat Kelelahan " 10 Petugas TPS di Jabar " Meninggal Dunia


Reporter : Nana S
Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok 

BANDUNG - (policewatch.news) 10 Petugas TPS di Jabar meninggal dunia saat pemungutan suara di sejumlah wilayah. Di antaranya di Garut, Purwakarta, Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
"Kami sedang upayakan beri santunan kepada keluarga yang ditinggalkan karena mereka tidak terproteksi," ujar Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok di Jalan Garut, Jumat (19/4/2019).

Adapun faktor penyebab petugas meninggal dunia dari karena kelelahan hingga serangan jantung. Juga tak menutup kemungkinan karena stres selama proses Pemilu 2019.

"Karena faktor kelelahan, ada juga meninggal setelah menerima laporan kekurangan surat suara, ini mungkin stres, ada juga faktor kelelahan, ini kami terima laporan ini mungkin juga jadi bahan evaluasi ke depannya," ujar Rifqi.

Teknis pelaksanaan Pemilu 2019 memakan waktu cukup panjang. Pra-pemilu saja, mereka disibukkan dengan logistik, dari mulai kotak suara‎ hingga surat suara.

"Ke depan pemilu diupayakan tidak memakan waktu, durasi yang cukup lama," kata dia.

Pihaknya berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya para pahlawan demokrasi di Pemilu 2019. 

"Atas nama KPU Jabar mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya semoga almarhum khusnul khotimah, mereka bisa mengawal pemilu dan demokrasi berjalan dengan baik dan bagi keluarga yang ditingglakna semoga diberikan ketabahan dan ketawakalan atas musibah ini," kata Rifqi.

Benteng Prabowo: Bela KPU, Hasto Takut Jokowi-Maruf Kalah


REPORTER : Yanto
Ketua Umum Benteng Prabowo, Syafti Hidayat

Jakarta (policewatch.news) - Sikap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang seolah-olah membela Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikritisi. Hasto dinilai takut Joko Widodo-Maruf Amin kalah di ajang Pilpres 2019.

Menurut Ketua Umum Benteng Prabowo, Syafti Hidayat, kesalahan input data perolehan suara capres-cawapres di aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) sangat menguntungkan kubu 01 dan merugikan Prabowo-Sandiaga.

"Yang pasti petahana yang dibela Hasto takut kalah dalam Pemilu dan Pilpres," Sabtu (19/4).

Perlu diketahui, KPU sudah mengakui bahwa sejauh ini ada 9 tempat pemungutan suara (TPS) yang petugasnya salah menginput data C1. TPS itu tersebar di beberapa provinsi, di antaranya 1 TPS di Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau dan Jakarta Timur dan lain-lain.

Namun bukannya mengritisi kesalahan dari KPU, Hasto malah seakan membela dengan mengatakan kalau kesalahan input itu hanyalah kesalahan dalam teknis perhitungan.

Syafti pun mempertanyakan kewenangan Hasto dalam mengeluarkan pernyataan semacam itu.

"Hasto tak boleh campuri yang bukan urusannya. Urusan KPU biarlah KPU yang mengurus," pungkas Syafti yang juga Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) ini

Sejarah Baru : Kinerja KPU Terburuk Sepanjang Pemilu Di Indonesia


Sejarah Baru Kinerja KPU Terburuk Sepanjang Pemilu Di Indonesia



Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) kali ini dinilai terburuk sepanjang sejarah pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia.
 Reporter :MRI
Peneliti politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah

Jakarta (POLICEWATCH.NEWS) - Peneliti politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah melihat banyaknya laporan kecurangan yang terjadi selama proses pemungutan suara.

"Setidaknya sepanjang 12 kali Pemilu, tidak ada yang lebih buruk dari penyelenggaraan kali ini. Selain persoalan administratif hingga kualitas logistik pemilihan, massifnya laporan kecurangan semakin menguatkan argumen bahwa KPU berkinerja buruk, dan ini Kinerja KPU Terburuk Sepanjang Pemilu Di Indonesia,  katanya.

KPU 
Melihat kondisi itu, Dedi khawatir bahwa legitimasi hasil Pemilu 2019 dipertanyakan publik.

"Setiap kemungkinan selalu ada, termasuk resiko delegitimasi hasil Pemilu jika kecurangan sekecil apapun tidak segera direspon oleh pihak berwenang," tuturnya di Jakarta, Rabu (17/4).

Dedi menekankan, Pemilu seharusnya tidak saja menjadi ajang pergantian kekuasaan, tetapi sarana pembangunan yang lebih baik.

"Untuk itu Pemilu tidak boleh tercederai dengan kecurangan," tegasnya.

Disinggung soal hasil hitung cepat yang dipublikasikan berbagai lembaga survei, Dedi menilai hal itu tidak bisa dijadikan rujukan utama.

"Hitung cepat dari lembaga bereputasi boleh kita percaya, meskipun tidak bisa dijadikan rujukan utama, ia hanya menggambarkan sesuai sample yang digunakan," terangnya.

"Tetapi yang menjadi persoalan, apabila hasil hitung cepat itu dimanipulasi, atau ada kesengajaan memilih karakter wilayah yang memang sudah menjadi basis pemilih kubu tertentu." imbuh Dedi.

Itulah sebabnya selalu ada sisi gelap hitung cepat. Saran dia, cara terbaik dengan menghitung konvensional dari TPS ke TPS.

Sebelum Kotak dan Surat Suara Dibakar, Listrik Sempat Dipadamkan


Reporter : Syamsuri 


Sebelum penganiayaan salah satu anggota Panwascam, massa telah membakar kotak dan surat suara di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung kota Sungai Penuh, Jambi, Kamis (18/4/2019)

Jambi (Policewatch.news) - Sebelum penganiayaan salah satu anggota Panwascam, massa telah membakar kotak dan surat suara di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung kota Sungai Penuh, Jambi, Kamis (18/4/2019) pukul 01.00 WIB.

Anggota PPK Tanah Kampung, Rudi Hartono, saat dikonfirmasi mengakui adanya pembakaran kotak suara di Desa Koto Padang tersebut. “Benar, kami mendapat laporan sekitar pukul 4.30 WIB subuh tadi. Katanya kotak suara sudah dibakar oleh orang tak dikenal (OTK),” katanya.

Sampai saat ini dia mengaku belum mendapat laporan rinci berapa jumlah kotak suara yang dibakar tersebut. “Belum ada kepastian soal jumlah yang dibakar,”jelasnya.

Rudi menambahkan, sekitar pukul 1.00 Wib dini hari, PPK masih berkoordinasi dengan petugas PPS. Saat itu, sedang dilakukan salinan C1. Namun sekitar pukul 4.30 WIB ada laporan terjadi kerusuhan di TPS. “Paginya kami mendapat info dari kepolisian yang datang ke lokasi kejadian, bahwa kotak suara telah dibakar,” tuturnya.

Di Koto Padang sendiri jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) ada sebanyak lima lokasi. “Jumlah DPT sekitar 1.000 lebih. Kita tidak tahu apa semua kotak dibakar atau hanya sebagian,”bebernya.

Informasi yang didapat, sebelum kerusuhan terjadi listrik di TPS sempat padam diduga sengaja dipadamkan orang tak dikenal (OTK), Setelah itu ada beberapa OTK masuk ke TPS sehingga petugas KPPS ketakutan.

“Memang sempat ribut-ribut, setelah itu paginya diketahui kotak suara sudah dibakar,” terang sumber yang enggan disebut namanya.

Bawaslu Sebut Ribuan KPPS di Pemilu 2019 Tidak Netral


Reporter ; Fauzyiah
Komisioner Bawaslu Afifudin
"Pengawas Pemilu menemukan KPPS di 4.859 TPS yang mengerahkan pemilih untuk memilih calon tertentu," kata Afif di kantornya, Jakarta, Rabu (17/4).
Jakarta, (POLICEWATCH.NEWS)- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat setidaknya ada ribuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah TPS pada Pemilu 2019 yang tidak netral. Mereka mengerahkan pemilik suara untuk memilih calon tertentu.

Komisioner Bawaslu Afifudin menyatakan KPPS disumpah untuk netral dan independen dalam menjalankan tugasnya.

"Pengawas Pemilu menemukan KPPS di 4.859 TPS yang mengerahkan pemilih untuk memilih calon tertentu," kata Afif di kantornya, Jakarta, Rabu (17/4).


Ia juga mengatakan pengawas Pemilihan Umum mencatat terdapat KPPS yang mencoblos sisa surat suara yang tidak terpakai. Setidaknya hal tersebut terjadi di sekitar 860 TPS. "Ada pula KPPS yang memutuskan menutup TPS sebelum pukul 13.00 waktu setempat hal ini terjafi di 3.066 TPS," katanya.

Afif mencatat terdapat mobilisasi Pemilu untuk menggunakan hak pilih di 436 TPS. Ada juga saksi yang menggunakan atribut dengan unsur atau nomor urut peserta Pemilu di 2.497 TPS.

Lebih lanjut, Bawaslu mencatat total laporan masalah Pemilu yang masuk mencapai 121.993. Afif mengatakan laporan ini merupakan respon cepat dan datanya akan terus bergerak.

Meski banyak laporan soal masalah Pemilu, ia mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019. Ia menghargai usaha maksimal dari seluruh penyelenggara Pemilu baik itu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, dan DKPP. "Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengapresiasi usaha maksimal yang sudah sama-sama kita lakukan tentu konsekuensi amanat Undang-undang seperti Bawaslu memang harus lakukan pengawasan itu potret singkat pengawasan untuk memastikan Pemilu diawasi, Pemilu berintegritas," pungkasnya.

Polisi Selidiki Kasus Vandalisme Pencoretan dinding Masjid dengan Gambar alat Kelamin Pria




Reporter : MRI
Masjid Jami Nurul Falah, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi vandalisme berupa pencoretan dindingnya dengan gambar alat kelamin pria pada Kamis (18/4) dini hari.

 Kronologi Vandalisme di Dua Masjid: Pelaku Gertak Jemaah
Jakarta, (POLICEWATCH.NEWS)- Masjid Jami Al-Hikmah dan Masjid Jami Nurul Falah, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi vandalisme berupa pencoretan dindingnya dengan gambar alat kelamin pria pada Kamis (18/4) dini hari.

Kejadian seperti ini disebut baru pertama kali dialami oleh kedua masjid yang hanya berjarak 2 kilometer itu. Petugas Masjid Jami Al-Hikmah Kibay mengatakan kejadian itu bermula saat orang tak dikenal yang menggunakan motor langsung mencorat-coret beberapa titik yang berada di Masjid Jami Al-Hikmah, pada pukul 04.22 WIB.

"Jadi jam 04.22 ceritanya ada satu orang naik motor dengan ciri-ciri [mengenakan] helm merah full face, jaket hitam, celana pendek blue jeans, dia nyoret-nyoret titik satu, dua, tiga, empat. Setelah itu dia jalan santai anggap enggak ada apa-apa," kata Kibay, di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (18/4).

Kibay juga mengatakan pelaku melakukan aksi corat-coretnya sekitar 5 atau 6 menit. Ia juga mengatakan kondisi di dalam masjid sudah ramai orang-orang yang akan melaksanakan salat subuh berjemaah.
"Sendiri sekitar 5 atau 6 menit lah. Udah ramai di dalam," ujar Kibay.

Di tempat yang sama, Rusdi, pemilik warung seberang masjid yang juga merupakan saksi mata, menyebut pelaku vandalisme menggunakan motor Jupiter MX meski pelat nomornya tak diketahui. Saat itu, kata dia, pelaku beraksi masih menggunakan helm.

"Langsung masuk sini, langsung nyoret-nyoret. Sempet ditegor saya samperin sama temen saya, 'lu lagi ngapain, lu kalau berani sini,' kata temen saya gitu," katanya.
"Eh dia ngata-ngatain malah, naik motor, [berteriak] 'Allahuakbar', langsung ke sana," ucap pria berusia 39 tahun itu.

Terpisah, saksi mata di masjid Jami Nurul Falah, Mansur (60), mengatakan aksi pelaku terjadi tak jauh dari aksi pertama.

"Jam 4 lewat sebelum azan," kata Mansur.

Senada, lanjutnya, pelaku juga menggunakan helm hitam full face dan menggunakan celana pendek. Ketika pelaku beraksi, Mansur mengatakan motornya diletakkan di pinggir jalan.

"Iya pake [pakai helm], warna hitam [helm], pake celana panjang," ucap dia.

Mansur mengaku sempat didatangi pelaku saat hendak memberitahu beberapa orang yang berada di dalam masjid. Pelaku sempat melontarkan pertanyaan kepada dia.
"Dia samperin saya langsung bilang 'Mau marah ya, marah ya?' Bilang begitu, saya enggak jawab apa-apa, saya enggak berani," ujar dia.

Setelah bertanya, Mansur menyebut pelaku melanjutkan aksinya dengan mencoret-coret di tiang masjid untuk kemudian pergi.

Mansur juga mengatakan ada tiga titik yang dicorat-coret oleh pelaku di masjidnya itu.
"Tiga [gambar di masjid]; pintu masjid, samping pintu masjid, sama tiang masjid," ujarnya.

"Enggak sampai 15 menit, kira-kira 2 menit lah," Mansur menambahkan.

Dia mengaku sempat dimarahi oleh beberapa orang di dalam masjid karena tidak berteriak.
"Akhirnya saya dimarahin kenapa enggak berteriak. Saya kan enggak berani," kata dia.

Kepolisian, lanjutnya, datang ke Masjid Jami Nurul Falah pada pukul 06.30 pagi.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Polisi telah memeriksa rekaman CCTV yang ada di Masjid Jami Al-Hikmah.

"Kita sudah periksa CCTV," kata Kapolsek Cilandak Kompol Kasto Subki saat dikonfirmasi, Kamis (18/4).
 Sumber : cnnindonesia.com

Prabowo-Sandi unggul 82 persen di Aceh


Reporter: Jasmani
Ketua BPN Prabowo-Sandi Provinsi Aceh, Muzakir Manaf memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (18/4/2019). (Foto: jasmani.)

Banda Aceh (POLICEWATCH.NEWS) - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Provinsi Aceh Muzakir Manaf menyatakan pasangan nomor urut dua tersebut unggul sementara sebesar 82,2 persen di Provinsi Aceh pada Pemilu yang berlangsung serentak 17 April 2019.

"Berdasarkan hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di 23 kabupaten/kota se-Aceh yang kami terima yakni form rekapitulasi C1 per TPS sampai pukul 16.00 WIB pasangan Prabowo-Sandi menang di Aceh," katanya kepada awak media di Banda Aceh, Kamis.18/04

Ia menyebutkan jumlah pemilih tetap di provinsi ujung paling barat Indonesia itu berjumlah 3.523.774 pemilih dengan jumlah suara sementara yang masuk 1.5566.753 suara atau sebesar 44,5 persen dari jumlah pemilih tetap.

Dengan perolehan suara sementara untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma"ruf Amin sebesar 226.356 suara atau 14,4 persen dan untuk pasangan Prabowo-Sandi sebesar 1.287.996 suara atau sebesar 82,2 persen.

"Kami menyimpulkan Aceh berhasil meraup suara sebesar 90 persen untuk Prabowo-Sandi dan ini melebih dari target semula yakni 85 persen. Kami perkirakan angka ini akan berada pada pada 93 persen untuk kemenangan Prabowo-Sandi di Aceh sebab saat ini data terus masuk," kata Muzakir yang didampingi Sekretaris BPN Prabowo-Sandi Provinsi Aceh Marzuki, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Gufran Zainal Abidin, Tu Bulqaini dan Anwar Ahmad.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mengawal seluruh suara yang telah diberikan oleh rakyat Aceh kepada Prabowo-Sandi sampai dengan pengumuman oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) RI.*


ANALISIS Gagalnya Jokowi Tembus Benteng Prabowo di Jawa Barat


Repor : MRI
 
Jokowi dan Ma'ruf belum bisa menembus dominasi Prabowo di Jawa Barat di Pilpres 2019
Jakarta, (POLICEWATCH.NEWS)-- Prabowo Subianto diprediksi kembali unggul di Jawa Barat di Pilpres 2019. Berdasarkan hasil hitung cepat CSIS dengan 100 persen suara masuk hingga Kamis (18/4), Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno meraup 61,24 persen suara. Jumlah ini selisih cukup jauh dengan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang memperoleh 38,76 persen suara.

Hasil hitung cepat ini seolah mengulang perolehan suara Pilpres 2014. Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa menang telak di Jabar dengan perolehan suara mencapai 59 persen. Sementara Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya memperoleh sekitar 40 persen suara.

Pengamat politik Universitas Padjajaran Firman Manan mengatakan, dominasi suara untuk Prabowo-Sandi di Jabar tak lepas dari karakteristik religius pemilih di tanah pasundan. Selain itu, sejumlah isu yang diembuskan sejak Pilpres 2014 mulai dari PKI hingga kriminalisasi ulama yang ditudingkan pada Jokowi juga dinilai 'berhasil'.

"Nyaris tidak ada perubahan suara dari 2014. Artinya basis massa Prabowo memang cukup kuat dan kelihatannya terawat didukung isu terkait sentimen agama ini," ujar Firman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/4).

Berbagai dukungan dari ustaz beberapa waktu belakangan juga dinilai berpengaruh pada perolehan suara Prabowo-Sandi di Jabar. Sebut saja ustaz Abdul Somad, Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, hingga Adi Hidayat. 

"Itu ikut memberi pengaruh cukup besar pada para pemilih," katanya. 
Di sisi lain, minimnya perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di Jabar tak lepas dari kinerja mesin partai pengusung calon nomor urut 01 itu yang tidak maksimal. Firman mengatakan, dari sejumlah partai pengusung, hanya PDIP yang dinilai secara penuh mengkampanyekan Jokowi-Ma'ruf. Sementara partai lain dianggap hanya fokus pada pemenangan pemilu legislatif.

Firman menyebutkan salah satunya adalah Golkar. Partai berlambang beringin itu dinilai memiliki rekam jejak cukup baik di Jabar dengan berada di peringkat tiga besar. Sementara PPP sendiri juga dinilai memiliki basis massa tradisional yang cukup besar di Priangan Timur.

"PKB juga sebenarnya cukup kuat di Cirebon. Mestinya kalau mesin partai efektif bekerja, (selisih) angkatnya tidak sejauh ini," ucap Firman. 
 
Faktor lain yang turut berpengaruh adalah dukungan kepala daerah yang juga tak maksimal pada Jokowi. Padahal, menurut Firman, mayoritas kepala daerah di Jabar mendukung Jokowi-Ma'ruf, termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang telah mendeklarasikan dukungan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, mantan wali kota Bandung itu ikut dalam kampanye Jokowi-Ma'ruf.

Wali Kota Bogor yang juga kader Partai Amanat Nasional Bima Arya bahkan terang-terangan mendukung Jokowi-Ma'ruf.
"Tapi kelihatannya kepala daerah ini tidak melakukan kerja politik yang efektif sehingga tidak ada perubahan. Hanya sekadar deklarasi. Belum lagi isu-isu kepala daerah harus cuti atau kinerja Ridwan Kamil yang dianggap tak beres di Jabar," tuturnya. 
 
Firman mengatakan, tingginya perolehan suara Prabowo-Sandi ini juga tak lepas dari fenomena yang terjadi di pemilihan gubernur Jabar pada 2018.

Saat itu, meski Ridwan Kamil meraih suara tertinggi, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung Gerindra-PKS mampu mendongkrak perolehan suara hingga berada di posisi dua. Hasil ini berbeda dengan sejumlah survei yang selalu menempatkan Sudrajat-Syaikhu di posisi ketiga di bawah pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyana.

"Sebelum pilgub Jabar elektabilitas Jokowi sebenarnya sudah lumayan. Tapi kemudian fenomena pilgub Jabar ini memengaruhi. Muncul tagar 2019 ganti presiden dan momentum itu yg terus dijaga sampai sekarang," ujarnya.
 
Pola serupa juga terjadi di DKI Jakarta. Dari sejumlah hasil hitung cepat, Jokowi-Ma'ruf hanya unggul tipis dengan Prabowo-Sandi. Menurut Firman, hal itu juga dipengaruhi pola yang terjadi dalam Pilgub DKI 2017 dan sejumlah aksi bela Islam berjilid 411, 212, hingga 313 yang beberapa kali digelar.

"Gerakan ini juga berpengaruh karena secara langsung atau tidak memberikan delegitimasi dalam pemerintahan Jokowi. Dari situ kemudian didorong untuk dukung Prabowo," ucapnya.

Hal senada disampaikan pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego. Ia menilai, basis massa Islam yang kuat di Jabar menjadi faktor tingginya perolehan suara Prabowo-Sandi. Keberhasilan ini tak lepas dari kinerja PKS sebagai salah satu pengusung calon nomor urut 02 itu di Jabar.

"Saya kira itu karena PKS-nya. Jabar ini cukup besar didukung pemilih PKS, meski gubernurnya bukan PKS lagi," katanya. 

Berbalik dengan provinsi Jawa Tengah yang perolehan suaranya lebih didominasi pasangan Jokowi-Ma'ruf. Berdasarkan hasil hitung cepat CSIS dari 99,66 persen suara yang masuk, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 77,32 persen. Sementara Prabowo-Sandi hanya 22,68 persen.

Indria mengatakan, keunggulan Jokowi dipengaruhi basis massa yang cukup besar di wilayah tersebut. Selain itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga berasal dari PDIP.

"Jadi memang selain basis massa, kalau di Jateng gubernurnya juga banyak berpengaruh," kata Indria.


Irjen.Pol.CondroKirono : DiJateng Pelaksanaan Pemilu 2019 Relatif Kondusif

Reporter : M. Taufiq.Sapta
Dari kiri: Pangdam IV Dip. Mayjen TNI Muh.Effendi, Ganjar Pranowo, Ahmad Daroji
(MUI Jateng), Kapolda Jateng Irjen Pol. CondroKirono dan Sekda Prov Jateng Sri Puryono.
Foto: M. Taufiq.Sapta.

Semarang ( PoliceWatch.News)- Pesta Demokrasi Bagi rakyat Indonesia baru saja usai dilaksanakan , rakyat Indonesia sudah memberikan hak suaranya baikuntuk Pilpres maupun Pileg di pemilu 2019 yang pertama kali dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi di Indonesia. Namun kita semua menunggu hasilnya setelah KPU Pusat secara resmi mengumumkan pemenangnya khususnya pada Pilpres yang baru saja dilaksanakan rabu, 17/4/2019.

Irjen Pol. CondroKirono selaku Kapolda Jateng dalam pernyataannya menuturkan, Saat pelaksanaan pemilu 2019 yang digelar secara serentak di sejumlah daerah khususnya di Jateng berlangsung aman, tenang dan kondusif, meski di beberapa daerah disinyalir adaerah yang cukup rawan, Ucapnya.

Condro menuturkan, Kami bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Muh. Effendi berkeliling dan memanyau ke sejumlah daerah diantaranya Solo raya dan Temanggung semuanya berjalan lancar, aman dan relatif kondusif, Ucapnya. Hal ini di sampaikan saat menggelar jumpa pers bersama gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Muh Effendi di kediaman gubernur Jateng di Puri Gedeh jalan gajahmungkur Semarang, Kamis 18/4/2019.

“ Kami akan tetap mengamankan seluruh thapan pemilu 2019 sampai selesai pasca pencoblosan. Prioritas pengamanan oleh tim pengaman kami focuskan pada penjagaan rekapitulasi surat suara di Kecamatan hingga kabupaten Kota dan sampai Provinsi, Ucapnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan, masyarakat sangat antusias menyambut pemilu 2019 pesertanya kali ini meningkat dibanding tahun2014 lalu, hal ini terlihat pada padatnya TPS TPS ramai dikunjungi oleh warga untuk memberikan hal pilihnya terutama saat berlangsungnya pencoblosan, warga rela antre dengan
sabar.
Gubernur Jateng ganjar Pranowo, di tengah tengah para Wartawan. Foto: M.TaufiqSapta.

Peaksanaan pemilu 2019 di Jateng menurut Ganjar ada sejumlah problem yang ditemukan dalam pemungutan suara seperti surat suara tertukar, keliru dalam memasukkan surat suara pada kotak suara kardus, kelebihan surat suara,kesalahan administrasi namun relatif kecil, secara keseluruhan rata rata berjalan lancar,” tuturnya.

Saat jumpa pers Ganjar Pranowo di dampingi oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol. CondroKirono, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI, Muh. Effendi,Ketua KPU ,Ketua MUI Jateng, Achmad Daroji, Ketua Bawaslu, jajaran Forkompimda.