Bupati CU Luncurkan Program Bosda Dan Melantik Pengurus IGTK Kabupaten Lahat

Reporter : Bambang MD
Acara Lounching Bosda Diknas Paud, Insentif, Guru Non PNS Kabupaten Lahat dan sekaligus Pelantikan Ikatan Guru Anak- anak PGRI Kabupaten Lahat dan Worshop Seminar Peningkatan Mutu Pendidik Paud, Selasa 02/4/2019. 

Lahat- (policewatch.news) - Bupati Lahat Cik Ujang.SH dan Wakik Bupati Lahat H. Haryanto.SE MM MBA menghadiri Acara Lounching Bosda Diknas Paud, Insentif, Guru Non PNS Kabupaten Lahat dan sekaligus Pelantikan Ikatan Guru Anak- anak PGRI Kabupaten Lahat dan Worshop Seminar Peningkatan Mutu Pendidik Paud, Selasa 02/4/2019. Pukul. 08.00. Wib, Bertempat di Ball Room Hotel Grand Zury Lahat.

Hadir pada kegiatan tersebut, Sekda Lahat, Assisten I, Assisten II, Ketua GOW Sumiati Haryanto, Staf Ahli, Jajaran OPD Pemkab.Lahat, Ketua IGTK Provinsi Sum- Sel dan seluruh Pendidik PNS dan Non PNS dan Guru Paud se- Kabupaten Lahat, pada kegiatan ini selaku Nara Sumber Agus Suparto.

Panitia Pelaksana Kegiatan melaporkan yang disampaikankan oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs.Sutoko ia menyampaikan, Rasional bahwa wajid belajar 9 Tahun Pemerintah wajib dilaksnakan, membantu memfasilitasi Anak Usia Dini  ( Paud ) yang sangat penting dilaksanakan dan untuk meningkatkan kwalitas mulai dari Dasar Paud, TK, SD dan SMP di Kabupaten Lahat telah kita laksanakan, seperti Guru Non PNS yang akan di beri Insintif pada lounching Bosda Diknas Paud yang kita gelar pada hari ini di Ball Room Hotel Grand Zury." Terang Sutoko

Sambutan yang mewakili Ibu Paud yang diwakili oleh Wakil Ketua TP PKK Kab.Lahat Sumiati Haryanto menyampaikan, ucapan selamat datang kepada Ketua IGTK Provinsi Sum- Sel mengingat pentingnnya kegiatan ini sangat menentukan anak pada usia dini dengan tata kelola emosional kepada anak usia dini, untuk mengingatkan moto paud diperlukan sumber daya Pendidikan dan manajememen yang melibatkan orang tua juga melibatkan Guru Pengasuh dengan mengacu moral anak dan sikap prilaku orang yang membangun Anak Usia dini, dan juga selamat kepada Ketua IGTK yang telah melaksanakan kegiatan ini sehingga dapat menjadikan anak usia dini di Kab.Lahat.

Sementara itu Bupati Lahat Cik Ujang.SH dalam acara Lounching Bosda dan Pelantikan Pengurus IGTK Kabupaten Lahat dan Pemberikan Insentif kepada Guru PNS dan Non PNS dan selamat datang kepada Ketua IGTK Provinsi Sum-Sel beserta Nara sumber pada kegiatan ini pada acara Worshop, kemudian juga dengan kegiatan ini juga Merupakan Program Bupati dan Wakil Bupati Lahat dengan di awali Berobat dan Sekolah Gratis bagi mulai dari Anak Usia Dini, SD dan SMP di Kabupaten Lahat telah dilaksanakan, dan juga saya dan Wakil Bupati Lahat telah berkometmen pada kegiatan ini memberikan Insentif kepada Guru PNS dan Non PNS selama anda mendidik para Anak Usia Dini, SD dan SMP di Kabupaten Lahat. terangnya

Sementara itu juga dengan di mulainnya kegiatan Lounching Bosda Diknas dan Worshop diadakan Pemukulan GONG oleh Bupati Lahat Cik Ujang.SH.

Bawaslu Kendal " Periksa Dua sekdes Terkait kampanye " Caleg DPRI RI dan DPRD

Reporter : Nardi .Cakwer
Bawaslu Kendal, Panwascam Kangkung dan Rowosari, Sekdes BR dan S kedapatan berada di lokasi kampanye Caleg DPRI RI Juliari P. Batubara dan Caleg DPRD Kendal Munawir di Desa Jatipurwo, Rowosari. Senin, (01/4/19) 

Kendal, (Policewatch.news)-. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal Jateng, masih mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan dua orang Sekretaris Desa (Sekdes). Mereka, Budi Ristanto (BR) selaku Sekdes Sendang Dawung, Kangkung dan Siswadi (S), Sekdes Gempolsewu, Rowosari, Senin, (01/4/19)

Terkait dengan hal tersebut diatas Policewatch.news mencoba menghubungi yang bersangkutan lewat whatsapp mendapatkan jawaban:

"Sudah tak sampaikan klarifikasinya ke bawaslu, monggo di tanyakan ke bawaslu" jawab BR.

Pasalnya baru-baru ini dalam suatu pengawasan gabungan antara Bawaslu Kendal, Panwascam Kangkung dan Rowosari, Sekdes BR dan S kedapatan berada di lokasi kampanye Caleg DPRI RI Juliari P. Batubara dan Caleg DPRD Kendal Munawir di Desa Jatipurwo, Rowosari. 

Atas kejadian tersebut, Bawaslu mengambil langkah klarifikasi kepada berbagai pihak untuk mendalami dugaan pelanggaran.    

“Tadi kami coba mengklarifikasi WS dan VV sebagai saksi. Keduanya penyanyi di acara kampanye. WS berhasil kami klarifikasi di Gringsing, Batang, sedangkan VV yang sudah kami datangi di lokasi berbeda sedang tidak ada di tempat,” kata Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani, Senin, (1 April 2019). 

Selain yang tersebut tadi, Bawaslu juga mengklarifikasi saksi di Rowosari, yang diketahui sebagai bos padi atau tukang tebas. Seorang saksi lagi diundang klarifikasi sore hari ini ke kantor Bawaslu. Dia adalah ketua RT di Desa Sendangdawung berinisal S namun tidak hadir. Lantas, Ketua RT S akan diundang klarifikasi kembali besok. 

Bawaslu menyampaikan, terhadap Sekdes BR dan S, pihaknya telah melakukan klarifikasi lebih dulu. Sekdes BR dan S diklarifkasi di Kantor Bawaslu, Jumat, (29 Maret 2019). Di sana Bawaslu menghujani mereka dengan banyak pertanyaan. Pada intinya semua pertanyaan itu untuk menguatkan bukti-bukti ada tidaknya keterlibatan mereka dalam kampanye dua Caleg dari PDIP tersebut (26 Maret 2019) siang di Rowosari. 

“Kami masih terus dalami dugaan pelanggaran Sekdes BR dan S. Apakah keberadaan dan aktivitas mereka di lokasi kampanye melanggar UU Pemilu atau aturan lain. Yang jelas, bila Sekdes atau perangkat desa ikut serta sebagai pelaksana kampanye maka diancam sanksi penjara dan denda sejumlah uang,” kata Ubaidillah.



Polres OKI Tangkap Kurir Narkoba Asal Riau Bawa Sabu 1 Kg

Reporter : Yandi Robet
Tersangka Zamzi Yurizal (48)ditangkap Anggota Satres Narkoba Polres Ogan Komering Ilir (OKI) kedapatan membawa Narkoba jenis sabu seberat 1 Kg

OKI, (policewatch.news)- Tersangka Zamzi Yurizal (48) warga kelurahan Simpang Baru, Jalan Kutilang Sakti Rt. 05 Rw.01 Kecamatan Tampan, Kota Pekan Baru Provinsi Riau, ditangkap Anggota Satres Narkoba Polres Ogan Komering Ilir (OKI) kedapatan membawa Narkoba jenis sabu seberat 1 Kg, yang rencananya akan diedarkan di wilayah OKI.

Kapolres OKI AKBP. Donni Eka Syaputra, saat menggelar Konferensi Pers di Mapolres OKI, Selasa (02/04/2019), mengatakan tersangka Zamzi  Yurizal (48) ditangkap pada hari Minggu (31/03/2019) sekira pukul 22.00 Wib ketika turun dari mobil Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Pekan Baru Riau.

"Tersangka kita tangkap saat turun dari mobil bus antar kota antar provinsi, tepatnya di jembatan timbang desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI, dan kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 1 kg, "ungkap Kapolres.

Kemudian jelas Kapolres, anggota Satres Narkoba pada hari Sabtu (30/03/2019), sekira pukul 17.00 Wib mendapat informasi mengenai pengiriman narkoba jenis sabu dari Pekan Baru menuju perbatasan Lampung di Pematang Panggang.

"Sejak 3 bulan lalu Satres Narkoba Polres OKI mendapat informasi, mengenai pengiriman sabu dari arah Pekan Baru menuju Pematang Panggang Mesuji OKI, seorang laki-laki dengan menggunakan tas punggung warna hitam turun dari mobil bus, sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan informan. Kemudian laki-laki yang kita curigai tersebut langsung kita amankan, dan dari hasil pemeriksaan Polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 1 kantong plastik warna hijau merk Guanyin wang berisi sabu, dan 1 buah Hp Nokia warna biru dengan nomor sim card 0822-69568894, selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Polres OKI untuk pemeriksaan lebih lanjut, "jelas AKBP Donni.

Sementara tersangka, Zamzi Yurizal (48) asal Riau saat ditanya wartawan, Selasa (02/04/2019) mengatakan dirinya tergiur mengantarkan barang sabu tersebut karena mendapat upah sebesar Rp.10 juta, dan rencananya barang tersebut akan diletakkan di sebuah tempat dan lalu ditinggalkan.

"Saya baru 1 kali ini pak menjadi kurir, lantaran tergiur dengan upah sebesar Rp.10 juta, "ujarnya.
Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra, menyampaikan bahwa Polisi hanya berhasil mengamankan 1 orang tersangka, karena ketika ditangkap tersangka tidak sedang melakukan transaksi, namun kasus ini masih tetap akan kita lakukan proses pengembangan lebih lanjut.

"Tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2), dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati, "tegas Kapolres.

Di Madura Kampanye Maruf Amin Batal "Dicegat Massa, Diteriaki Prabowo-Prabowo" Sambil Mengacungkan 2 Jari




Reporter : Saiful Bahri
Calon Wakil Presiden pasangan Jokowi Maruf Amin dicegat massa pendukung Prabowo - Sandiaga di Pamekasan, Madura, Senin (1/4/2019)

MADURA (POLICEWATCH.NEWS)- Calon Wakil Presiden pasangan Jokowi Maruf Amin dicegat massa pendukung Prabowo - Sandiaga di Pamekasan, Madura, Senin (1/4/2019). Kampanye Maruf Amin di Pamekasan pun dibatalkan.

Maruf Amin dicegat pendukung Prabowo - Sandiaga saat melintasi jalan di Pamekasan. Pendukung Prabowo - Sandiaga meneriakkan dukungan terhadap capres nomer urut 02 sembari meneriakkan pilihan yang berbeda dengan kubu pasangan capres-cawapres Joko Widodo - Maruf Amin.

Kejadian itu terjadi jelang salat Maghrib waktu setempat. Warga yang melakukan pengadangan itu juga membawa atribut Prabowo - Sandiaga. Mereka mengacungkan 2 jari.

Pengadangan itu terjadi saat rombongan Maruf AMin hendak menghadiri ziarah dan haul makam Kiai Suhro di Pamekasan.

Peristiwa tersebut memicu kemacetan dan polisi melakukan penanganan mengurai kemacetan. Meski terdapat pengadangan, tidak terjadi kerusuhan, hanya memicu kepadatan lalu lintas.

Aparat keamanan menjaga titik-titik strategis menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, beberapa warga yang cenderung netral berusaha membukakan jalan bagi rombongan kampanye Maruf Amin.

Kendati demikian, kampanye Ma'ruf tetap bisa melewati kawasan Pamekasan setelah tokoh Nahdlatul Ulama itu melakukan kampanye ke ujung timur Pulau Madura di Sumenep.

Maruf Amin dan rombongan pun bertolak ke Surabaya untuk transit sebelum. Selasa (2/4/2019) Maruf Amin melanjutkan kampanye terbuka ke Lombok, Nusa Tenggara Barat


Klarifikasi " Eks Kapolsek Pasirwangi " Tak Ampuh Kembalikan


 Reporter  : MRI/ irfan
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS) Bambang Rukminto

Jakarta, (POLICEWATCH) -- Eks Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz telah mencabut pernyataannya terkait dukungan untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Namun, institusi Polri dinilai terlanjur 'terbakar' oleh pernyataan Sulman.

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS) Bambang Rukminto berpendapat langkah Sulman tidak bisa mengembalikan citra Polri terkait netralitasnya di Pilpres 2019. Bidang Propram Polda Jawa Barat yang telah memeriksa Sulman dianggap hanya berusaha meredam situasi.

"Propam hanya bertindak sebagai pemadam kebakaran saja, tidak bisa mengembalikan bangunan citra polisi yang sudah terbakar. Klarifikasi eks Kapolsek Pasirwangi tak hapus dugaan ketidaknetralan Polri," kata Bambang kepada awak media, Senin (1/4).seperti di langsir www.cnnindonesia.com
  Dia mengatakan langkah memeriksa Sulman tidak akan berjalan efektif bila Propam tidak juga memeriksa Kapolres Garut dan sejumlah pihak terkait yang sempat disebut Sulman dalam pernyataannya, seperti jajaran kapolsek di wilayah hukum Kabupaten Garut.

Namun, menurutnya, langkah itu saja tidak cukup. Bambang pun mempertanyakan keberanian jajaran pengawas dan pengamanan di internal Polri untuk melanjutkan penyidikan.

Pimpinan Polda Jawa Barat atau bahkan Polri merupakan pihak yang bertanggung jawab memberikan perintah penggalangan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf, jika ditemukan bukti.

"Bagaimana bila kebijakan kapolres tersebut juga karena instruksi dari atasannya? Lalu atasannya mendapatkan instruksi dari atasannya lagi?" ucap Bambang.

Dia menjelaskan kasus yang melibatkan anggota Polri dalam pusaran politik sudah terjadi sejak 2004. Menurutnya, polisi selalu bermasalah dalam menjaga netralitas atau jarak dengan politik praktis saat pemilu berlangsung.

Menurutnya, masalah-masalah terkait netralitas Polri tidak akan pernah berakhir selama Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri masih digunakan. Regulasi tersebut tidak mengatur tentang pembentukan lembaga pengawas yang independen untuk Korps Bhayangkara.

Eks Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz 

Dia mengatakan masalah netralitas Polri juga tidak akan pernah berakhir bila lembaga Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) justru bekerja seperti juru bicara Polri.

"Tidak ada lembaga yang menjadi pengawas kepolisian. Kompolnas yang dulu diharapkan independen menjadi pengawas, faktanya malah sering menjadi juru bicara kepolisian," ujar dia.

Sulman mencabut pernyataannya bahwa dirinya dan kapolsek-kapolsek lain di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapat perintah dari Kapolres Garut menggalang dukungan untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Sulman mencabut pernyataan ini di Markas Polda Jawa Barat.

Sulman mengaku melontar pernyataan yang menghebohkan lantaran masih emosi usai dimutasi dari jabatannya sebagai Kapolsek Pasirwangi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.

Sulman mengakui telah melakukan kesalahan terkait netralitas Polri di kancah perpolitikan tahun ini. Saat mengungkapkan arahan dari Kapolres Garut soal menggalang dukungan kemarin, Sulman menyebut baru kali ini dirinya diminta untuk tidak netral setelah 27 tahun berseragam Bahayangkara.

"Saya sudah melakukan suatu kesalahan saya, saya menyatakan bahwa Polri itu tidak netral di dalam Pilpres 2019 ini," ujar Sulman di Mapolda Jawa Barat, Senin (1/4).

Sumber : cnnindonesia.com

BNNP Jateng Musnahkan Shabu Dan Ganja Dari “ Jaringan Surakarta - Semarang”


Reporter : M. Taufiq.Sapta

Kabid Berantas BNNP Jateng AKBP Suprinarto no 4 dari kiri saat menunjukkan barang bukti
ganja di di depan Kantor BNNP Jateng sebelum di musnahkan ,Senin 1/4/2019.Poto: M.Taufiq

Semarang, (PoliceWatch.News )- Berdasarkan mandate pasal 91 ,UU No 3 tahun 2009, BNNP Jateng memusnahkan 180 gram shabu atas pengungkapan kasus narkotika pada selasa 19 maret 2019 pukul. 03.00.WIB di jalan Ahmad Yani no 87 -89 Kartosuro, Kab Sukoharjo Jawa Tengah dari tersangka Mareza Nanda Koswara (20) dan Bagas Agil Pagestu (41) keduanya warga Nglarangan Kec.Teras Boyolali.

Slain itu dalam kesempatan yang sama juga turut dimusnahkan barang bukti berupa ganja 6,19 kg yang di keluarkan oleh Kejaksaan Negeri Semarang. Barang bukti tersebut yang mana sebelumnya disita oleh penyidik BNNP Jateng saat melakukan pengungkapan kasus senin 18/3/2019 sekitar pukul10.00 WIB di halaman parkir Kantor Pos Erlangga Semarang atas tersangka Bondan Saputra (24) dan IM (17) keduanya warga pusponjolo tengah Kota Semarang.

“ Pada mulanya pengamanan tersangka Bondan Saputra (24) yang bekerja sebagai buruh oleh petugas , saat tersangka mengambil paket yang berisi ganja di halaman parkir Kantor Pos Erlangga Semarang,”akata AKBP Suprinanrto, selaku Kabid.Pemberantasan BNNP Jateng, saat pemusnahan barang bukti di halaman kantor BNNP Jateng, jalan Madukoro blok BB Semarang.Senin, 1/4/2019.

Menurut Suprinarto, barang bukti yang dimusnahkan petugas berasal dari dua jaringan dengan modus yang berbeda . Para tersangka ini dikendalikan oleh napi kedungpane yang bernama Bambang Setioko Priyambodo, napi kasus narkoba yang masih menjalani hukuman di LP Kedungpane Smarang,” ujarnya
Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Jateng, AKBP Suprinarto, saan memberikan keterangan
pemusnahan barang bukti kepada wartawan, Foto: M. Taufik

Selain itu juga turut dimusnahkan barang bukti ganja yang di sita petugas dari tersangka Rangga Laksanan bin Sutejo (32) warga binaan LP Ambarawa. Tersangka diamankan petugas setelah mencurigai paket yang diduga ganja yang dialamatkan ke penerima dijalan Meliwies RT 01 RW02 Semarang, yang mana sebelumnya sudah mendapat pesan dari Ibu tersangka Rangga Laksana.

Para tersangka saat ini ditahan di rumah tahanan BNNP Jateng dan dijerat dengan pasal 114 ayat(2) subsider pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subside pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Pada kesempatan itu, turut serta menyaksikan pemusnahan barang bukti shabu dan ganja dari pihak BPOM Jateng, Kejaksaan Negeri Semarang, Kasatpol PP Semarang, Ditres narkoba Polda Jateng, Pengadilan Tinggi Jateng, Gubernur Jateng, Kabid Pemberantasan narkoba BNNP Jateng.

Gema " TAKBIR dan Teriakan PRABOWO PRESIDEN " diKota Tegal




Reporter  : MRI/ irfan
Situasi Lapangan Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Senin (1/4). 

Tegal (POLICEWATCH) - Gema TAKBIR dan PRABOWO PRESIDEN Ribuan masa Pendukung Capres 02 Prabowo Subianto Mengguncang Lapangan Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Senin (1/4).

Antusias dan semangat ribuan pendukung Capres 02 Prabowo -Sandi ini tak mengurangi semangat mereka walaupun panasnya terik matahari yang begitu menyengat.

Gelombang hasrat dan keinginan mereka yang menginginkan perubahan dalam pemerintahan di negeri ini menuntun Mereka datang dari berbagai daerah sekitar Tegal seperti Brebes, Slawi, dan Pemalang, juga Pekalongan dan sekitarnya untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Capres 02 Prabowo -Sandi.

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Dia mengawali ceramahnya dengan meminta maaf kepada seluruh hadirin karena tidak bisa menyalami satu per satu.
 
orasi Capres 02 Prabowo Subianto di Lapangan Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Senin (1/4). 
Dalam kesempatan itu, mantan Danjen Kopassus itu disambut oleh ribuan pendukungnya dengan mengacungkan simbol dua jari. Prabowo saat itu langsung berpidato sekitar 30 menit. Ia menyampaikan berbagai persoalan bangsa, termasuk soal kondisi ekonomi Indonesia saat ini

Prabowo juga meminta maaf karena tidak bisa memberi amplop berisi uang dan paket sembako.

“Saya tadi datang ke sini banyak yang minta salaman, mohon maaf saya tidak bisa salami satu persatu. Saya juga minta maaf karena tidak bisa memberi amplop berisi uang. Saya juga minta maaf tidak bisa memberi sembako kepada kalian,” ujar Prabowo.

Penyataan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan acungan dua jari oleh ribuan orang yang hadir. serentak berteriak  “Kami tidak butuh Pak,” KAMI BUTUH BAPAK JADI PRESIDEN KAMI " teriak masa pendukung.

Belum selesai dia berpidato, gemuruh ribuan pendukungnya langsung menyambut dengan teriakan: “Prabowo..Prabowo..Prabowo.”di Lapangan Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Senin (1/4). 

Prabowo : Maaf Saya Tidak Bisa Beri Amplop Uang “Kami tidak butuh Pak,” Kami Butuh Bapak Jadi Presiden Sorak pendukungnya


Reporter : Dhe bram/ D R
Kampanye Capres 02 Prabowo Subianto di Tegal Senin (1/4)

“Kami tidak butuh Pak,” KAMI Butuh Bapak Jadi Presiden Kami teriak para pendukung di Tegal

TEGAL (POLICEWATCH.NEWS) – Calon Presiden nomor urut 02 menggelar kampanye di Lapangan Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Senin (1/4). 

 Ribuan bahkan bisa di perkirakan puluhan ribu  orang dari sejumlah daerah seperti Slawi, Brebes, dan Pemalang,Pekalongan berbondong-bondong menghadiri acara tersebut.
Suasana kampanye 02 di Lapangan Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Senin (1/4). 

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Dia mengawali ceramahnya dengan meminta maaf kepada seluruh hadirin karena tidak bisa menyalami satu per satu. Prabowo juga meminta maaf karena tidak bisa memberi amplop berisi uang dan paket sembako.

“Saya tadi datang ke sini banyak yang minta salaman, mohon maaf saya tidak bisa salami satu persatu. Saya juga minta maaf karena tidak bisa memberi amplop berisi uang. Saya juga minta maaf tidak bisa memberi sembako kepada kalian,” ujar Prabowo.

Penyataan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan acungan dua jari oleh ribuan orang yang hadir. serentak berteriak  “Kami tidak butuh Pak,” KAMI BUTUH BAPAK JADI PRESIDEN KAMI " teriak masa pendukung.
Masa Pendukung 02 Hadiri kampanye di Lapangan Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Senin (1/4). 

Prabowo lalu melanjutkan pidatonya. Dia mengaku terharu dengan semangat para pendukungnya yang hadir saat itu. “Saudara-saudara, tinggal berapa hari lagi, saudara sudah mengerti tugas saudara pada tanggal 17 April nanti. Saudara harus memilih pemimpin…” ungkap dia.

Belum selesai dia berpidato, gemuruh ribuan pendukungnya langsung menyambut dengan teriakan: “Prabowo..Prabowo..Prabowo.”

Dalam kesempatan itu, mantan Danjen Kopassus itu disambut oleh ribuan pendukungnya dengan mengacungkan simbol dua jari. Prabowo saat itu langsung berpidato sekitar 30 menit. Ia menyampaikan berbagai persoalan bangsa, termasuk soal kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Selain dihadiri ribuan warga, hadir jiga sejumlah tokoh dan ulama. Di antaranya Habib Bagir dari Talang, Pengamat Kebijakan Publik yang juga Mantan Staf Ahli Kementerian ESDM Muhammad Said Didu, Mantan Wali Kota Tegal Nursholeh, Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, dan sejumlah tokoh lainnya.

Hadir juga sejumlah caleg dari partai pengusung baik pusat maupun daerah. Serta para pemimpin partai pengusung seperti Partai Gerindra, PAN, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.



Orasi Kampanye Prabowo di Tegal, Sudirman Said Sindir Netralitas Polisi


Reporter : dede/dhe Bram

TEGAL (POLICEWATCH.NEWS)– Ribuan orang menghadiri kampanye terbuka Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto di Tegal, Jawa Tengah, Senin (1/4). Kampanye digelar di Kompleks GOR Wisanggeni, Kota Tegal.

Pantauan POLICEWATCH , massa simpatisan Capres Prabowo sudah memadati kompleks GOR Wisanggeni sejak pukul 10.00 WIB. Mereka datang dari berbagai daerah sekitar Tegal seperti Brebes, Slawi, dan Pemalang, juga Pekalongan.

 Dalam kesempatan itu, Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengingatkan kepada penegak hukum khususnya kepolisian untuk tetap netral. Polisi diminta tidak ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi.

“Saya yakin banyak pak polisi yang bener. Tapi kita semua mendengar di Kabupaten Garut, Jawa Barat ada seorang pahlawan polisi yang mengaku diperintah untuk memenangkan salah satu calon,” kata Sudirman.

Sudirman meminta kepada ibu-ibu di sekitar panggung untuk memberikan bunga yang sudah disediakan kepada polisi yang berjaga.

Sudirman pun mengajak ribuan warga yang hadir untuk ramai-ramai menyanyikan lagu yang liriknya begini: Tugasmu mengayomi, tugasmu melindungi. Pak polisi, pak polisi jangan ikut kompetisi,” terangnya.

Selain dihadiri ribuan warga, hadir jiga sejumlah tokoh dan ulama. Di antaranya Habib Bagir dari Talang, Pengamat Kebijakan Publik yang juga Mantan Staf Ahli Kementerian ESDM Muhammad Said Didu, Mantan Wali Kota Tegal Nursholeh, dan tokoh-tokoh lainnya.
Pimpinan Redaksi POLICEWATCH, M Rodhi irfanto.

Tampak hadir juga Pimpinan Redaksi POLICEWATCH, M Rodhi irfanto.

MRI yang kebetulan lagi bersilaturrahmi  ke Kediaman M Mahardika Putra dari master Limbad yang memang ada hubungan erat persahabatan nya, M Mahardika putra sang master limbad  tersebut yang juga maju dalam Pileg 2019 ini dengan mengendarai partai Gerindra untuk dapil 3 Tegal. Tegal.Senin (1/4)

Saya (MRI) sangat Mengagumi pak Prabowo beliau adalah Putra Bangsa yang Patriot dan Nasionalis,saya sangat ngefan's sama beliau  dan saya juga akan mendukung beliau , bahkan saya juga sudah intruksikan ke segenap  anggota saya baik dari media maupun beberapa organisasi yang saya pegang untuk mendukung dan ikut berkampanye  untuk mmemenangkan pak Prabowo-sandi.di dalam lingkup Profesi media saya Netral tapi secara pribadi saya sangat mendukung 02.paparnya 

Hadir juga sejumlah caleg dari partai pengusung baik pusat maupun daerah. Serta para pemimpin partai pengusung seperti Partai Gerindra, PAN, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.
Saat ini, hingga berita ini ditulis, massa masih menunggu kehadiran Prabowo Subianto.

400 Pesonil ABRI Lakukan Donor Dara Memperingati HUT Persit Yang Ke -73


Reporter. : Bahri / Rudi                                                          Breaking News
HUT Persatuan istri Tantara (PERSIT) yang ke  - 73 tahun 2019 ibu - ibu yang tergabung dalam Ibu persit mengadakan acara dari hiburan samapai kebakti sosial kemanusiaan Senin (01/04/2019).

MUARA ENIM (policewatch.news) - Ibu -ibu persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana Cabang X Rindam PD II/Sriwijaya Muara Enim mengadakan berbagai macam kegiatan dalam memeriahkan HUT PERSIT, Senin (01/04/2019).

Untuk memeriakan HUT Persatuan istri Tantara (PERSIT) yang ke  - 73 tahun 2019 ibu - ibu yang tergabung dalam Ibu persit mengadakan acara dari hiburan samapai kebakti sosial kemanusiaan.

Donor Dara Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini yang diikuti sebanyak 400 prajurit TNI terdiri Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS dilingkungan Rindam II/Sriwijaya. Kegiatan yang di gelar Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana Cabang X Rindam PD II/Sriwijaya Muara Enim bekerjasama dengan PMI Cabang Muara Enim, kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula mako Rindam/Sriwijaya Karang Raja. Kecamatan Muara Enim. Sumatera Selatan

Komandan Rindam II/Sriwijaya, Kolonel INF Tri Rana Subekti didampingi Istri Yani Handayani Susanti S Sos turut serta mengikuti donor darah tersebut. Lalu diikuti para perwira lainnya, serta jajaran TNI di lingkungam Mako Rindam Karang Raja.
Komandan Rindam II/Sriwijaya, Kolonel INF Tri Rana Subekti 

Sebelum dilaksanakan donor darah, Komandan Rindam II/Sriwijaya, Kolonel INF Tri Rana Subekti membuka acara tersebut dan meminta kepada seluruh prajurit untuk turut mendukung seluruh kegiatan dilaksanakan Persit Kartika Candra Kirana Muara Enim. Salah satunya kegiatan donor darah dalam rangka HUT Persit ke-73 tahun 2019.

"Ini bagian dari dukungan kami, selaku para prajurit TNI untuk memotivasi ibu-ibu Persit dalam mendukung suaminya dan anak-anak dilingkungan keluarga. Jika suami sehat maka sebagai prajurit TNI dapat menjalankan tugas dengan maksimal, dalam pengabdian pada negara NKRI,"terang Tri Rana Subekti, kemarin.

Selanjutnya, sesuai perintah Kepala Satuan TNI melalui Pangdam Sriwijaya, bahwa setiap prajurit harus senantiasa menjaga kesehatan. Menjalankan pola hidup sehat, dan rutin melakukan aktivitas olahraga setiap hari. Kemudian, kata Tri Rana, bahwa prajurit di lingkungan Mako Rindam II/Sriwijaya Karang Raja ini sudah terbangun kedisiplinan pada masing-masing prajurit. 

Lanjutnya, untuk meningkatkan kesehatan para prajurit TNI AD, pihaknya mendapatkan dukungan Pangdam Sriwijaya berupa sarana alat kesehatan dan kebugaran yang bisa dipergunakan setiap hari oleh prajurit TNI. Dia memerintahkan kepada prajurit dan jajarannya untuk melakukan olah raga srtiap pagi sebelum aktivitas bekerja di kantor.

"Untuk menjaga pola hidup sehat, setiap hari rutin sebelum tugas wajib olahraga pagi dari jam 06 pagi sebelum dinas, bisa dengan lari, atau fitness. Kemudian secara rutin 3 bulan sekali melakukan donor darah, tujuannya selain untuk menjaga kesehatan, dengan donor darah kita membantu sesama yang membutuhkan darah melalui PMI,"terangnya.

Sementara itu, ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang X Rindam PD II/Sriwijaya, Yani Handayani Susanti SSos mengatakan, kegiatan donor darah ini dalam rangka memperingati HUT Persatuan Istri Tentara (Persit) ke -73. Selain kegiatan ini, digelar juga ziarah ke makam pahlawan, anjang sana ke panti asuhan, lomba nasi tumpeng lomba memasak, fashion show, dan lomba baca puisi untuk anak-anak tentara. Kemudian puncak acara akan berlangsung pada 15 April nanti dengan acara syukuran.

"Harapan kita kedepan organisasi Persit Kartika Candra Kirana Cabang Rindam II/Sriwijaya tetap jaya dalam mendukung tugas suami, dan bisa berkontribusi untuk masyarakat sekitar, salah satunya melalui kegiatan donor darah, dan anjang sana ke panti asuhan, dan keluarga veteran"terang Yani.

Hutan Dibabat Masyarakat Sejumlah Aktivis Demo Minta Gajah Dikembalikan ke Asalnya

Reporter : Bambang MD
Aksi Demo di halaman Pemkab Lahat yang dilakukan oleh puluhan aktivis sayang binatang seperti Habitat gajah dulunya hidup di cagar alam hutan lindung

LAHAT - (POLICEWATCH.NEWS) - Aksi Demo di halaman Pemkab Lahat yang dilakukan oleh puluhan aktivis sayang binatang seperti Habitat gajah dulunya hidup di cagar alam hutan lindung di bukit Gajahan Desa Padang, Kecamatan Perangai, Kabupaten Lahat namun masih gajah binatang yang terancam punah dari habitatnya.

 Sehingga puluhan aktivis peduli lingkungan melakukan aksi demo di halaman Pemkab Lahat senin (1/4/2019)
Salah satu pendemo meneriakkan agar gajah yang kabarnya diusir oleh warga desa Padang dan dikabarkan beberapa gajah dipindahkan ketempat lain, sehingga nasib gajah terancam punah akibat hutan tempat gajah sekolah diduga digusur oleh warga sehingga gajah yang didatangkan dari way kambas yang dulunya puluhan ekor gajah hidup bersama pawangnya sebagai obyek wisata yang terkenal " Gajahan" di bukit Desa Padang kini habis riwayat mu.

Pantauan wartawan aksi demo ini dipicu adanya warga yang menebas hutan tempat gajah kabar beredar ada mutiara Hitam alias batubara sehingga gajah yang hidupnya puluhan tahun tidak ada yang mengusik kini gajah tersebut sebagian sudah dipindahkan namun ada beberapa ekor masih berada ditempat bukit Desa Padang.
Kordinator Aksi mendesak agar sejumlah gajah yang sudah dipindahkan agar dikembalikan ketempat habitatnya yaitu " Sekolah Gajah " di desa Padang didekat hutan lindung Teriak pendemo.

Masa demo menggelar orasi agar pemerintah daerah segera mengembalikan gajah yang sudah dipindahkan segera kembali kepada Asalnya pinta pendemo sambil membawa spanduk bertuliskan "  PULANGKAN GAJAH SELAMATKAN KAWASAN HUTAN SUAKA ALAM "

Aksi demo yang digelar di Pemkab Lahat dijaga dari  satuan Pol PP. Dan dibantu  dari Polres Lahat, nampak sejumlah awak media melakukan peliputannya apalagi ini tahun politik pilpres dan legislatif.

Ahmad Yani Siap Dukung Pelantikan Pengurus IWO Muara Enim

Reporter : Bari/Edi
Kunjungan silahturahmi pengurus DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim tersebut dalam rangka pelantikan DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim periode tahun 2019 - 2024 yang dilaksanakan pada Rabu (03/04/2019).

MUARA ENIM - (POLICEWATCH.NEWS) -Bupati Kabupaten Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM mendukung terbentuknya DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim. Hal ini disampaikannya ketika menerima kunjungan silahturahmi pengurus DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim diruangannya, Senin (01/04/2019).

Kunjungan silahturahmi pengurus DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim tersebut dalam rangka pelantikan DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim periode tahun 2019 - 2024 yang dilaksanakan pada Rabu (03/04/2019).

Bentuk dukungan tersebut, bukan cuma merestui keberadaan Ikatan Wartawan Online (IWO), namun juga bersedia menyiapkan tempat pelantikan di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) Rumah Dinas Bupati Kabupaten Muara Enim.

" Kami sangat mendukung keberadaan Ikatan Wartawan Online ( IWO) Kabupaten Muara Enim " Ujar Yani.
" Dan untuk pelantikan kita mengizinkan memakai BASS Rumah Dinas Bupati " Tukasnya.
Sedangkan Ketua DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim, Nursamsu Aben mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut.

" Kami sangat mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut, Insah Allah IWO Muara Enim akan bisa berganding dan bersinergi dengan Pemkab Muara Enim dalam mempromosikan pembangunan di Kabupaten Muara Enim " Ucap Ketua IWO yang akrab dipanggil Aben ini.

Pada Kunjungan silahturahmi Pengurus DPD IWO Kabupaten Muara Enim ini, Ketua Nursamsu Aben didampingi Sekretaris IWO Rahmad Hidayat dan Bendahara IWO Agusstiawan.

Sebelumnya, dalam rangka pelantikan IWO Muara Enim, engurus DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muara Enim juga sudah bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Kabupaten Miara Enim H Juarsah SH. . 

Caleg PPP Prioritaskan Kepentingan Warga demi Kesejahteraan.

Reporter : J.Putra

Muratara.(POLICEWATCH.NEWS) - Salah seorang tokoh masyarakat kabupaten Muratara Iskandar siap antarkan Ibnul Hakim Noor S,Ag  (IHN) untuk mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Muratara melalui Dapil 1 khususnya untuk daerah Kecamatan Rupit & Kecamatan Karang dapo.Keinginannya bukan tanpa alasan, Ibnul Hakim Noor S.Ag yang merakyat dan sederhana akan memudahkan masyarakat menyampaikan aspirasi,
Kedekatan emosional Ibnul Hakim dengan masyarakat seperti sudah bisa diterima olah warga setempat,menurut iskandar sosok figur semacam ini sangat dibutuhkan agar wakil rakyat yang terpilih nanti betul-betul tahu keinginan masyarakat.Senin,1-April-2019.

Dalam rangka acara konsolidasi tim pemenangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan pembekalan saksi Dapil 1 Kabupaten Musirawas Utara,tim pemenangan PPP sangat antusias akan berlangsungnya acara tersebut karena  terkesan meriah dan ramai dihadiri oleh banyak warga.
Berlangsungnya acara tersebut,saksi-saksi  dari Partai Persatuan Pembangunan langsung berikrar serta dilanjutkan pemberian mandat saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 214 TPS di dapil 1 kabupaten Musirawas Utara.

Menurut Iskandar , salah satu tim pemenangan PPP ia memaparkan calon pilihan rakyat ini bisa di akui kepemimpinanya yang pro terhadap warga,semboyan yang pas untuk kinerja kedepan dengan bekerja sama, berat sama dipikul ringan sama dijinjing,saya juga sangat optimis dapat mangantarkan Ibnul Hakim ke kursi dewan terhormat. Ujar Iskandar

Dilanjutkannya "Kami dari konsolidasi tim pemenangan PPP dapil 1 muratara, merapatkan barisan dalam mengusung Ibnul Hakim Noor untuk menjadi DPRD Muratara sebagai wakil rakyat Kabupaten Musirawas Utara, hususnya dapil 1," ungkap tokoh masyarakat muratara.

Sementara menurut Ibnul dia ikut dalam bursa pencalonan DPRD Muratara bertujuan  untuk mengabdi pada bangsa ikhlas sepenuh hati,serta yang menjadi sorotan penting saya terutama terhadap desa-desa dan masysrakat muratara yang hukum nya wajib untuk di sejahterakan terlebih dahulu.Ujar Ibnul yang juga merupakan tokoh agama berbudi luhur ini.

Ia juga menghimbau,"Jika saya ditakdirkan dan dipercaya masyarakat menjadi DPRD Muratara, maka kita akan mendorong pemerintah untuk berpihak kepada rakyat.Sebagai wakil rakyat kita seharusnya merakyat dan keraskan suara jangan hanya Datang, Duduk dan Diam," tegas Ibnul hakim.

Dalam perjalanannya menghimpun kekuatan tidak seperti apa yang menjadi kehendak manusia. Dalam hal ini, ALLAH menguji kesabaran, ketabahan dan ketegaran sang calon pemimpin.Ujian begitu besar dan berat melanda keluarga besarnya, dalam keadaan berduka dia terus melangkah dan berjuang untuk masyarakat muratara kedepannya.

Melihat kedatangan tim hari ini sungguh diluar dugaan saya sebab dalam keadaan seadanya dan dalam keadaan  berduka atas wafatnya sang istri dan adik bungsu, membuat saya terharu akan kesetiaan para tim pemenang.Kedatangan tamu undangan dan tim pemenangan dapil 1 diperkirakan sebanyak 250 orang dari 214 tps ternyata Alhamdulillah begitu antusiasnya masyarakat datang dan memenuhi posko pemenangan kita dari berbagai perwakilan 26  desa dapil 1 Muratara,di sini saya merasa terharu jika saya terpilih saya akan pertahankan keluhan mayarakat di parlemen dan saya akan prioritaskan kebutahan masyarakat  khusus nya untuk kecamatan Rupit & Kecamatan Karang dapo. Pungkasnya.

Klarifikasi AKP Sulman Aziz soal Polri Tidak Netral di Pilpres 2019


Reporter : Z A

Bandung , (POLICEWATCH.NEWS)- AKP Sulman Azis mengklarifikasi pernyataannya yang mengatakan Polri tidak netral dalam gelaran Pilpres 2019. Ia mengaku sedang emosi saat menyatakan hal tersebut.
"Saya melakukan kesalahan. Soal pernyataan saya Polri tidak netral, saya emosi," kata AKP Sulman di Polda Jabar, Senin (1/4/2019).

Sulman mengatakan, netralitas Polri dalam Pemilu 2019, merupakan hal sudah tidak perlu diragukan. Nertalitas Polri, sambungnya, sudah ada dalam undang-undang dan dikuatkan oleh telegram dari Kapolri.
"Saya yakin kepolisian itu lembaga yang netral dikuatkan dari Kapolri, bahwa Polri harus netral dalam pemilu baik pilpres maupun pilkada," katanya.

Dirinya kembali menegaskan jika pernyataan soal Polri tidak netral dalam pemilu, dilatarbelakangi karena emosi terhadap atasannya, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna. "Sebetulnya itu disampaikan karena saya emosi, saya telah dipindahtugaskan dari Kapolsek," tuturnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, mutasi terhadap AKP Sulman, merupakan mutasi yang dikeluarkan oleh Polda Jabar.

Mutasi tersebut, menurut Truno, merupakan hal biasa. Karena rotasi jabatan dalam organisasi, untuk penyegaran personel.
"Mutasi ini untuk kepentingan organiasi. Hal ini dilakukan untuk peningkatan kemampuan personel," kata Truno.

Titiek Soeharto: Pak Prabowo tak perlu didikte



Reporter : Nardi
Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto memberikan bingkisan kepada peserta sunatan massal di Ndalem Kalitan Solo,

Solo (POLICEWATCH.NEWS) - Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto siap hadir memberikan dukungan kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pada debat capres yang bakal digelar di Jakarta, pada Sabtu (30/3).

"Saya bersama Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi siap hadir memberikan dukungan kepada Pak Prabowo," kata Titiek Soeharto, di sela menghadiri sunatan massal di Ndalem Kalitan Solo, Jumat.
Mantan politikus Golkar yang hengkang dan menjadi caleg Partai Berkarya di Dapil Yogyakarta tersebut mengatakan dirinya akan memberikan dukungan penuh kepada Prabowo pada Debat Presiden pada Pemilu 2019.

Menyinggung soal apa yang harus dipersiapkan Calon Presiden nomor urut 02 ini, menurut Titiek, Prabowo tidak harus diajari karena sejak muda dia sudah mengetahui apa yang harus dikerjakan untuk membangun bangsa ini.
"Saya sudah tahu karakter Pak Prabowo, apa yang harus dilakukan beliau sudah ada di kepalanya, bagaimana bangsa ini, menjadi maju dan rakyatnya makmur. Hal ini sudah ada di kepalanya, tidak perlu didikte apa yang harus dikerjakan," kata Titiek, mantan istri Prabowo.

Titiek Soeharto bersama relawan Rabu Biru Indonesia (RBI) Prabowo-Sandi itu, salah satunya melakukan bakti sosial di daerah-daerah termasuk Kota Solo yang menjadi tempat kelahiran Ibundanya, Tien Soeharto.

"Kami melaksanakan bakti sosial di Solo, yakni sunatan massal untuk warga Solo dan sekitarnya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh RBI relawan Prabowo-Sandi yang memiliki cabang di mana-mana di seluruh Indonesia," katanya.

Kegiatan RBI selain mengumpulkan lintas relawan Prabowo-Sandi setiap hari Rabu, mereka berkumpul saling menukar informasi apa yang terjadi di daerah masing-masing dan apa yang bisa dilakukan.

"Saya sekarang sudah berpindah ke Partai Berkarya dan mencalonkan anggota DPR RI melalui Dapil Yogyakarta. Saya mudah-mudahan bisa mewakili rakyat Yogyakarta ke DPR RI periode mendatang sehingga bisa ikut berkiprah membangun bangsa ini," katanya.

Titiek salah seorang putri Presiden kedua RI itu menargetkan yang penting bisa duduk di kursi DPR RI, meski Partai Berkarya memang berat karena tidak hanya harus lolos di Yogyakarta. Namun, Partai Berkarya harus bisa lolos minimal 4 persen atau 25 anggota ke DPR RI.


Pencuri Sepeda di Luwes Grobogan diamankan Polisi

Reporter : Rifa'i
Andre diamankan warga usai mencuri sepeda angin tepatnya di depan Mall Luwes Purwodadi.Minggu 31/03

Grobogan (POLICEWATCH.NEWS) - Andre warga Komplek pasar Induk Purwodadi Kec. Purwodadi Kab. Grobogan harus mendekam di tahanan Polsek Purwodadi. Pria 50 tahun itu mencuri sepeda angin milik Mawar Dita Abela warga Tunggak Toroh.

Tersangka berhasil diamankan warga usai mencuri sepeda angin tepatnya di depan Mall Luwes Purwodadi.Minggu 31/03

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti hasil curian berupa satu unit Sepeda pancal (onthel) merek EXOTIC Tipe ET-2612 warna hitam.

 “Pelaku ditangkap di sekitar lokasi tersebut setelah warga sekitar mengetahui tersangka ,” kata Kapolsek Purwodadi Kompol Sugiyanto, Minggu (31/3).

Kompol Sugiyanto menjelaskan, Saat itu tersangka Andre sedang menuntun sepeda hasil curiannya dan berusaha melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh warga masyarakat yang selanjutnya dibawa dan diserahkan ke Polsek Purwodadi guna penyidikan lebih lanjut. 

Dalam pemeriksaan tersangka mengakui telah mengambil sepeda milik korban tanpa seijin pemiliknya. Tersangka pada tahun 2016 pernah dihukum karena juga pernah melakukan pencurian sepeda.
“Saat ini pelaku kami lakukan pemeriksaan di Polsek Purwodadi,” pungkas Kapolsek

Al dan Mulan Wakili Ahmad Dhani di Kampanye Akbar Prabowo


Reporter : Sugianto



Al Ghazali dan Mulan Jameela di atas panggung kampanye akbar Prabowo-Sandi di Sidoarjo, Minggu (31/3)

Surabaya, (POLICEWATCH.NEWS) -- Kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (31/3), dihadiri oleh anak dan istri Ahmad Dhani, Ahmad Al-Ghazali Kohler dan Mulan Jameela, Keduanya hadir untuk mewakili Dhani yang tengah ditahan di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

"Ini si Al ya? Lo enggak nyanyi? Lo nyanyi aja ya," kata Prabowo, sesaat sebelum mengakhiri pidatonya di hadapan ribuan pendukung.
Prabowo juga sempat berkelakar kepada massa sebelum Al dan Mulan tampil. Ia melempar pertanyaan kepada para relawan

"Mendingan lo (massa) denger si Al atau gue? Jujur ya lebih ganteng gue atau si Al?," kata Prabowo, disahut tawa ribuan massa.

Ia pun mengungkapkan rasa terima kasih kepada Al dan Mulan atas kehadiran mereka dalam kampanye akbar itu. Prabowo juga berpesan kepada Al untuk selalu bersemangat dalam kondisi apapun.

"Makasih Al, jangan putus asa, anak muda harus berani. Masa depan milikmu," kata dia.  Selain itu, Prabowo juga meminta kepada massa pendukungnya untuk mendoakan ayah Al, agar masalah yang menjerat Ahmad Dhani bisa segera selesai.

"Saudara-saudara kita doakan orang tuanya (Al) enggak bersalah dizalimi, orang tidak bersalah dipenjara, mungkin karena takut jika mempengaruhi rakyat," katanya.

Prabowo menyamakan apa yang dialami Dhani saat ini dengan yang dialami Bung Karno dan Bung Hatta, dulu.

"Bung Karno dipenjara, Bung Hatta pernah dipenjara, kakek saya dipenjara Belanda. Mereka enggak ngerti yang zalim akan kalah," katanya.
Al dan Mulan kemudian menutup Kampanye Akbar Prabowo-Sandi dengan selawat asyghil dan sejumlah lagu karya Ahmad Dhani.
Mulan juga sesekali mengampanyekan suaminya, agar dipilih dalam pertarungan Pileg 2019 pada 17 April mendatang


Deklarasikan Pemenangan " Capres 02 Prabowo - Sandi " Oleh Jaringan Sultan Agung

Reporter : M. Taufiq.Sapta

H. Rustriningsih tengah mengenalan jilbab biru di damping Panglima FPI Jateng, KH. Ahmad Rofii, bersama Jaringan Sultan Agung di Hotel Patra Semarang, minggu 31/3/2019,Foto: Taufiq.

Semarang ( PoliceWatch.News ) - Ratusan Alumni Universitas Islam Sultan Agung ( Unissula) yang teragabung dalam Jaringan Sultan Agung pada pemilu 2019 sepakat mendeklarasikan unruk pemenangan paslon 02 Prabowo Sandi yang digelar di Pancawati room Hotel Patra jalan Sisingamangaraja wonotingal Candisari Semarang, minggu 31/3/2019.

Peserta deklarasi jaringan sultan agung terdiri dari berbagai angkatan alumni Unissula (Universitas Islam Sultan Agung ) Serta civitas akademikanya. Ketua jaringan sultan agung sekaligus ketua panitia deklarasi Agus Wijayanto dalam sambutannya mengatakan, relawan jaringan sultan agung terbentuk dari rasa kegelisahan,kepenatan terhadap rezim yang saat ini berkuasa. Jaringan sultan agung dari lintas angkatan ingin adanya perubahan,perubahan tidak bisa ditawar tawar lagi,” ujarnya.
Menurutnya, Pemenangan Prabowo Sandi adalah harga mati, Inshaa Allah menang, Inshaa Allah menang. Kami semua yang hadir yang berada dalam jaringan sultan agung akan terus merekrut, mengembangkan jaringan ini. Kita tidak akan patah semangat walaupun kita agak terlambat namun tidak akan mengendurkan semangat kita untuk terus berjuang memenangkan Prabowo Sandi,” ucapnya.

Agus Wijayanto menambahkan,karena kami menganggap rezim ini lebih parah dari rezim Suharto. Kita satukan jiwa bahwa harapan kita semata mata untuk rakyat, untuk NKRI yang kita cintai ,” pungkasnya.

Sementara wejangan yang disampaikan panglima FPI jateng, KH. Ahmad Rofii, menuturkan, perjuangan kami dalam bentuk jihad bukan berarti peperangan menumpahkan darah, itu tidak, akan tetapi perjuangan dengan melawan akal pemikiran betul betul nalar dan mendapat ridho dari Allah untuk Indonesia. Ujarnya

Menurutnya setiap saat dimanapun saya berada akan saya kenalkan 02 Prabowo Sandi sebagai harapan kami untuk mengangkat hakekat,derajad, martabat NKRI kalau dipandang Internasional negara hancur karena rezim sekarang ini yang bikin hancur, sering menciptakan konflik dari awal menjabat sampai sekarang ini, saya yang sering merasakan konflik itu maka dari itu semoga terlaksanakan perjuangan kita terwujud Prabowo Sandi harus menang, Inshaa Allah tidak akan ada konflik tercipta di NKRI .

Rofii, menegaskan, Inshaa Allah kita kembangkan toleransi antar agama, antar ras, antas suku dan golongan,kita tetap mengedepankan NKRI yang berdasarkan Pancasila, kalau kita merdeka , merdeka untuk seluruh rakyat Indonesia, menjaga, mengangkat harkat martabat NKRI sesuai UUD45 dan Pancasila,” pungkasnya.
Usai memberikan pidato politiknya, Hj. Rustriningsih, poto bersama para relawan jaringan sultan
agung di Pancawati room Hotel Patra Semarang, minggu.31/3/2019. Foto. M. Taufiq.Sapta

Pada kesempatan yang sama sebagai penutup orasi politiknya, Salah satu Srikandi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Hj. Rustriningsih, menyampaikan orasi politiknya kalau sebelumnya di kubu sebelah salah satu perguruan tinggi besar yang berakal sehat dan beriman di jateng sudah mendeklarasikan mendukungnya. Setelah saya tunggu tunggu kabar, Alhamdulillah saya hari ini sangat bangga akhirnya ada perguruan tinggi besar di Semarang mendeklarasikan dengan mengatasnamakan Jaringan Sultan Agung untuk mendukung dan
memenangkan paslon 02 Prabowo Sandi, ucapnya.

“ Kita harus peduli dan peka serta harus berani berekspresi serta keberpihakan, berdiri tegak melawan apa yang kita hadapi untuk menuju kebenaran, oleh karena itu harus dituntut keberanian untuk memenangkan pasangan Prabowo Sandi menjadi Presiden. Rustri menambahkan bahwa nati tanggal 2 april 2019 diKebumen ada 30 ulama beserta pendukungnya akan mendeklarasikan juga untuk mendukung dan memenangkan Prabowo Sandi, Pungkasnya.

Dede Pelaku Curanmor Diringkus Polisi

Reporter : Bahri/Edi
Dede Kurniawan(20)

MUARA ENIM (Policewatch.news) -- Dede Kurniawan(20) warga RT14 Desa Tegalrejo Kecamatan Lawang Kidul. Kabuapaten Muaraenim. terpaksa berurusan dengan pihak  berwajib akibat perbuatnya, Minggu (31/03/2019).

Dede harus mempertanggung jawabkan perbuatanya didepan hukum lantaran mencuri motor milik saudara Edy Erwansyah(39) tetangga satu Desanya yang tinggal di RT 05 Desa Tegalrejo Kecamatan Lawang Kidul. Kabupaten Muaraenim.
Barbuk

Atas perbuatan yang dilakukan Dede Kurniawan(Korban) mengalami kerugian Jutaan Rupiah, merasa dirugikan korban bersama saksi Sarina (39) warga RT 05 Desa Tegalrejo Kecamatan Lawang Kidul. Kabupaten Muara Enim, mendatangi mapolsek Lawang Kidul untuk melaporkan kejadian yang menipanya.

AKBP Afner Juwono, SH., SIK., MH. Melalui Kapolsek Lawang Kidul  AKP Azizir Alim. SH..MM mengatakan, Pada hari sabtu tanggal 30 maret 2019 sekira pukul 19.00 wib. Kejadian bermula pada saat pelapor pergi meninggalkan rumahnya yang berada di  Jl. dul asit Rt.05 Desa tegal rejo Kec. Lawang Kidul Kab. Muara Enim menuju ke rumah kelurga yang berada di Btn  air pakuTanjung Enim. Sekembalinya pelapor dari rumah kelurga pada pukul 22.00 wib. 

Sesampai di rumah Pelapor mendapati kondisi pintu rumah bagaian depan  sudah rusak . Pelapor langsung memeriksa barang-barang di dalam rumahnya dan pelapor melihat 1 unit motor yamaha yupitet z warna biru BG 5140 OJ  telah hilang. 

Dengan hilangaya  satu yunit motor tersebut Korban mengalami kerugian ± Rp. 8.000.000,- (delapan Juta Rupiah). Atas kejadian tersebut pelapor melapor ke Mapolsek Lawang Kidul, katanya.

"Pada hari sabtu Tanggal 30 Maret 2019 sekira jam 22.30 Wib Anggota Polsek Lawang Kidul menerima laporan tersebut dan kapolsek Lawang  Kidul AKP Azizir Alim. SH..MM memerintahkan kanit reskrim IPDA Rahman Edi. SH bersama anggota polsek  langsung cek tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mencari keberadaan  
sepeda motor trsbut bersama warga dan saat itu korban melihat sepeda motor tersebut melintas di jln rt 03 Desa Tegalrejo  maka pelaku langsung di kejar dan dapat diberhentikan serta di amankan, saat itu pelaku tidak melakukan perlawanan. maka tersangka dan barang bukti langsung di amankan di Polsek Lawang Kidul l untuk di periksa lebih lanjut," ujar Azizir Alim.

Barang Bukti yang di amankan kepolisan berupa. satu Unit sepeda motor Yamaha Yupiter z Bg 5140 OJ. satu lembar STNK dan Bpkb motor yupiter z. 1 satu buah engsel dan gembok kunci pintu yg di rusak pelaku, tambahnya.