Sejarah Paseban Kemangi Yang Sekarang Terkenal Dengan Makam Keramat Kemangi Kendal



Reporter : Nyaman
 
ILUSTRASI GAMBAR
Tanggung jawab gerbang dari arah laut Jawa dipercayakan kepada pangeran Sambong dan dua orang ajudannya, yaitu Kiai Mojo dan Kiai Sandi
Red**Kendal (policewatch.news),-  Paseban berarti tempat untuk bermusyawarah atau rapat para petinggi atau pemimpin kerajaan. Tempat itu biasanya berupa pendapa, aula, gedung, atau sejenisnya. Akan tetapi, Paseban Kemangi ternyata bukan seperti itu. Tidak ada bekas-bekas bangunan gedung yang megah. Tempat itu sekarang berupa hamparan sawah yang subur di tepi pantai. Letaknya di sebelah utara kota Kendal.

Di sana terdapat makam yang dipandang keramat. Konon Paseban Kemangi merupakan tempat musyawarah para petinggi atau pejabat kerajaan Mataram yang berkemas menyerang Batavia (Jakarta). Penyerangan itu terjadi pada tahun 1628 dan 1629 atas perintah Sultan Agung di Mataram. Alasannya, orang-orang Belanda atau Kompeni yang sudah mendirikan benteng perdagangan harus ditundukkan. Mereka harus mengakui kekuasaan Mataram agar tidak serakah dalam berdagang.

Untuk penyerangan itulah dipersiapkan puluhan ribu prajurit. Sebagai panglima perang, diangkatlah Tumenggung Bahurekso yang berkedudukan di Kendal. Pengangkatan itu dilaksanakan oleh Sultan Agung sendiri di sebuah per-sidangan Kerajaan Mataram. Sejak itulah Kendal menjadi pusat perhatian para petinggi atau pejabat Mataram. Kendal menjadi markas angkatan perang dan pusat kegiatan banyak pihak.

Para petinggi dari berbagai daerah kekuasaan Mataram segera berkumpul di Kendal untuk membahas persiapan perang. Rapat-rapat rahasia untuk keperluan itu tidak dilaksanakan di pendapa kabupaten, tetapi di tempat yang tersembunyi. Maksudnya agar tidak diketahui mata-mata atau intelijen Belanda. Tempat itu masih berupa hutan belukar yang terletak di tepi pantai. Di sana tumbuh pohon-pohon besar yang rindang. Namanya pohon kemangi sehingga tempat itu terkenal dengan sebutan Paseban Kemangi. Wilayah itu dijaga dengan ketat agar tidak dimasuki atau dilewati sembarang orang. Hanya pejabat yang penting-penting boleh datang ke sana dengan keperluan yang khusus.

Penjagaan itu berlapis-lapis di bawah pimpinan Tumenggung Rajekwesi yang bergelar Ki Ageng Kemangi. Ada penjagaan lapis pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Penjagaan itu tidak hanya dilakukan dengan kekuatan prajurit, tetapi juga dengan kekuatan gaib. Artinya, di lapis tertentu dipasangi atau ditebari mantra-mantra yang sakti. Konon siapa pun yang sudah memasuki wilayah inti Paseban Kemangi tidak terlihat oleh orang biasa. Hal itu terjadi karena kesaktian Tumenggung Rajekwesi yang memasang penjagaan gaib yang terkenal dengan sebutan oyot mimang.

Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa seseorang bisa kehilangan arah atau lupa diri apabila melangkahi atau melanggar oyot (akar) mimang. Konon oyot mimang hanya terdapat di hutan-hutan yang keramat. Ada yang berpendapat oyot mimang itu merupakan kiasan. Maksudnya adalah mantra-mantra yang bersumber dari ayat-ayat suci AI-Qur'an. Yang jelas.berkembanglah kepercayaan bahwa siapa pun yang telah melintasi oyot mimang tidak terlihat oleh mata telanjang.

Di paseban itulah diputuskan berbagai masalah penting. Pada mulanya diputuskan Tumenggung Wongso Kerto dari Jepara dan anak laki-lakinya yang bernama Kerti Wongso untuk bertugas sebagai mata-mata atau pejabat intelijen ke Batavia. Mereka berlayar dari Jepara dan di dekat Kendal terhalang oleh batu karang. Mereka pun beristirahat sejenak di gugusan pulau karang itu. Kelak tempat itu dikenal dengan nama Karangmalang. Ternyata tempat itu tidak jauh letaknya dari Paseban Kemangi.

Jalan masuk ke wilayah Paseban Kemangi ditandai dengan pohon pucang yang besar-besar. Tempat itu kemudian berkembang menjadi desa Pucang atau Pucangrejo, yang berarti 'desa Pucang yang makmur'. Tidak jauh dari situ terdapat sebuah jembatan yang pasti dilewati para petinggi atau pejabat untuk memasuki Paseban Kemangi. Jembatan yang tidak seberapa tingginya itu tetap dikenal dengan sebutan Kretek Luhur yang berarti 'jembatan para petinggi' (kretek = jembatan;   luhur = tinggi).

Siapa pun yang akan ke Paseban Kemangi harus singgah dahuiu di pade-pokan Tumenggung Rajekwesi. Selain untuk beristirahat sejenak, persinggahan itu juga dimaksudkan untuk menjamin keamanan setiap tokoh. Di situlah diperkirakan batas wilayah yang boleh dimasuki para pengawal atau ajudan. Dengan demikian, di tempat itulah bertemu dan berkumpul para pengawal dari berbagai kadipaten.

Wajarlah berkembang kesibukan dan keramaian di sana sehingga terbentuklah desa Depok yang kemudian berganti nama Suradadi, yang berarti 'menjadi berani' (sura - berani; dadi - menjadi). Siapa pun yang telah singgah di desa Depok atau Suradadi akan menjadi orang yang gagah berani.

Kesibukan yang berkembang di Paseban Kemangi memerlukan bahan pangan atau logistik yang banyak. Oleh karena itu, segeralah dibuka lahan persawahan dan irigasinya. Konon sungai irigasi itu dibuat oleh Tumenggung Rajekwesi dan Kiai Akrobudin bersama para santrinya yang sakti-sakti. Kelak sungai irigasi itu disebut Kaliyoso, yang berarti sungai (= kali) yang sengaja dibuat atau dibikin (= yasa). Manfaatnya ternyata dirasakan masyarakat hingga sekarang.

Kesibukan itu tidak hanya di wilayah dalam, tetapi juga di luar batas-batas Paseban Kemangi. Setiap gerbang ke paseban dijaga ketat demi keselamatan dan keamanan semua pihak. Di sebelah timur terdapat gerbang yang menjadi tanggung jawab Kiai Tumenggung Panjirejo dari Kadipaten Pekalongan. Tempat itu kemudian berkembang menjadi desa Rejo atau Rejosari.

Tanggung jawab gerbang dari arah Laut Jawa dipercayakan kepada Pangeran Sambong dan dua orang ajudannya, yaitu Kiai Mojo dan Kiai Sandi. Mereka juga membuka lahan persawahan dan membikin sungai irigasi. Tempat itu kemudian berkembang menjadi desa Tanjung Mojo dan desa Kalirejo.

Pendek kata, banyak peninggalan atau bekas kegiatan di sekitar Paseban Kemangi yang sekarang menjadi desa-desa bersejarah. Di samping itu, banyak juga misteri atau kegaiban yang dipercaya masih tersisa di kawasan tersebut. Keadaan yang tampak sekarang adaiah persawahan dan sejumlah makam keramat. Akan tetapi. dipercaya masih menyimpang misteri kehidupan alam gaib.

Tentu saja kisahnya bermacam-macam karena berasal dari tuturan banyak orang. Ada yang mengaku pernah melihat bangunan megah seperti keraton. Ada lagi yang berkisah mendengar lantunan musik gamelan dari kawasan Paseban. Ada juga yang mengaku pemah mendengar keramaian pasar malam, dan macam-macam.

Dikisahkan juga bahwa kawasan Paseban Kemangi sekarang dihuni makhluk halus yang berasal dari kawasan Alas Roban di dekat Pekalongan. Mereka dipindahkan atas kesaktian Ki Ageng Penatus dari Gringsing. Oleh karena itu, wilayah Kemangi terlarang ditempati oleh anak cucu Ki Ageng Penatus. Siapa pun yang nekat melanggar pantangan itu akan mengalami kesulitan selama hidupnya.

Kepercayaan semacam itu merupakan sisa atau warisan budaya masa silam. Di kemudian hari bisa saja berubah karena perkembangan zaman. Yang jelas, Paseban Kemangi telah mencatat sejarah besar dalam perjuangan awal bangsa Indonesia.

 Versi Lain

Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon, yakni Pohon Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 - 1546 Masehi, yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono.

Menurut kisah, Sunan Katong pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar.
Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang tampak 'sari' itu, beliau menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut "Kendalsari".
Pohon besar yang oleh warga masyarakat disebut-sebut berada di pinggir Jalan Pemuda Kendal itu juga dikenal dengan nama Kendal Growong, karena batangnya berlubang, atau growong.

Selain petilasan yang bersejarah itu, Kendal memiliki peninggalan lain yang memiliki kisah sejarah menarik, yakni petilasan Makam Kemangi di wilayah Weleri, Kendal.
Juru kunci Makam Kemangi, Kiai Saturi, ketika ditemui menceritakan, ternyata di lokasi yang sekarang menjadi kuburan, dulu memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan serangan Sultan Agung, raja Mataram Islam ke Batavia.

“Dulu, tempat itu untuk berkumpulnya tokoh-tokoh, mereka rapat untuk mengatur strategi penyerangan ke Batavia,” ujar Kiai Saturi.

Lantas, Saturi menceritakan kisah selengkapnya. Ketika Sultan Agung memutuskan perang terhadap Belanda di Batavia, semua adipati, tumenggung, dan para pembesar kerajaan dipanggil pada suatu pertemuan agung di Kerajaan Mataram yang dipimpin langsung oleh Sultan.

Setelah melalui perapatan, serta saran-saran dari para adipati, atau pun para pembesar kerajaan, maka keputusan akhirnya Mataram menyatakan perang terhadap Belanda di Batavia.

“Pimpinan perang pun diputuskan, dan diputuskan juga panglima perangnya, yaitu Tumenggung Bahurekso, Adipati Kendal, dan Gubernur Pesisir Laut Jawa,” ungkapnya.

Bahurekso memutuskan bahwa tempat pertemuan, atau paseban persiapan perang tidak dilakukan di pendopo kabupaten, tetapi di sebuah tempat yang dekat dengan pantai.

Oleh para peserta pertemuan akhirnya disepakati bahwa tempat pertemuannya harus dirahasiakan. Tempat yang dipilih, ternyata di tengah hutan, atau persawahan. Tepatnya di bawah pohon yang rindang. Pohon itu sekarang ini dikenal dikenal dengan nama pohon kemangi.

Kisah Nyata Mistis

Kiai Saturi Juru Kunci Makam Kemangi

Berbagai macam hal mistis dan ganjil banyak di temukan di sini, yaitu di petilasan kemuning. Hal ini yang membuat pasangan suami istri dari desa lain penasaran.

Pasangan suami istri ini akan membuktikanya sendiri keangkeran Makam Kemangi. Mereka belum tahu lokasi makam tersebut namun mereka tetap bersemangat untuk mencari lokasi tersebut.

Ia sesekali bertanya kepada warga sekitar sontak saja orang-orang yang mereka tanyai kaget bukan kepalang. Mereka menjawab dengan kata-kata saja dan tidak berani menunjukan jari atas arah lokasi tersebut.

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan atas arahan warga. 100 Meter sebelum jalan mengarah makam tersebut mereka bertemu dengan 3 anak kecil. Anak kecil tersebut menanyakan apakah mereka akan kekuburan kemangi ? sontak saja mereka menjawab Iya.

Pada akhirnya 3 anak tersebut mengantar pasangan suami istri ini ke kuburan kemangi, sete smpai di makam mereka menoleh kebelakan, berharap akan mengucapkan terimakasih, namun sangat mengagetkan dan membuat mereka merinding ke tiga anak tadi menghilang tak berbekas

Banyak keganjilan di sana. Sering sekali anak kecil hilang di sana yang kemudian di temukan berada di tengah sawah di sekitar kuburan kemangi. Anak-anak tadi bercerita bahwa mereka berada di sebuah kota yang bangunanya indah banget.

Dan bahkan ada juga kejadian yang sangat mencengangkan, yang mana ada kiriman semen yang katanya akan di pakai untuk membangun Masjid. Semen tersebut 1 tronton penuh.
Namun setelah di terima dan diihat pengirimanya, ternyata penerimanya tadi adalah orang yang pernah hilang di sekitar kuburan kemangi dan sudah dianggap meninggal dunia.

Peringatan Hari Air Sedunia di Sungai Cikuray Tenjowaringin Tasikmalaya


Reporter  :  Abucek
Peringatan Hari Air Sedunia yang dilaksanakan oleh Gerakan Umat Inklusif (Gumati) Foundation bersama warga masyarakat Desa Tenjowaringin bertempat di Sungai Cikuray, Dusun Wanasigra, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (22/03/2019) 

Tasikmalaya (policewatch.news)  Peringatan Hari Air Sedunia yang dilaksanakan oleh Gerakan Umat Inklusif (Gumati) Foundation bersama warga masyarakat Desa Tenjowaringin bertempat di Sungai Cikuray, Dusun Wanasigra, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (22/03/2019)
Dalam kegiatan tersebut diisi dengan penanaman bibit ikan, dan pohon serta kampanye jaga sungai.
Ketua Gumati Foundation, Dodi Kurniawan mengatakan, bahwa Hari Air Sedunia sudah diperingati sejak tahun 1992 dengan tema yang berbeda setiap tahunnya.

“Sejauh yang kita tahu dari sejarah, Hari Air Sedunia diperingati sejak tahun 1992 dan setiap tahun biasanya ada tema tersendiri. Untuk tahun 2019 Desa Tenjowaringin temanya adalah Peduli Sungai Cikuray,” ujarnya.

Dodi menjelaskan, acara tersebut digelar bertujuan juga untuk menggugah kesadaran warga betapa pentingnya sungai.

“Betapa pentingnya peran sungai dan betapa pentingnya sungai yang bersih ini karna akan membawa manfaat yang besar untuk kehidupan kita sehari-hari. Dan yang terpenting sungai yang sehat pasti yang aman dan akan menghindarkan kita dari bencana atau musibah yang ditimbulkan oleh salahnya pengolahan sungai,” jelasnya.

Harapan kedepan, lanjut Dodi, tentu saja warga lebih peduli dan lebih menyayangi sungai, tidak membuang sampah ke sungai, tidak mengambil batu-batuan karna batu-batuan mempunyai fungsi sebagai penahan arus dan sebagai perlindungan ikan-ikan.

 “Yang tidak kalah pentingnya adalah tidak membuang zat-zat beracun ke sungai Sehingga habitat sungai akan terpelihara dengan baik dan itu akan menjadi sumber daya untuk kita,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Bambang Alamsyah MM yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengaku senang atas inisiatif warga dalam memperingati Hari Air Sedunia.

“Mudah-mudahan menjadi cerminan bahwa lingkungan ini perlu dilestarikan oleh kita semua. Lingkungan ini menjadi bagian hidup bagi kita dan merupakan suatu ekosistem dalam kehidupan kita,” katanya.

Bambang mengingatkan, agar warga masyarakat jangan sampai abai terhadap lingkungannya.
“Sebagaimana kita ketahui bencana alam berasal dari alam dan disebabkan karena kesalahan kita dalam mengelola lingkungan yang tidak benar,” ucapnya.

Bambang berharap, bukan hanya Gumati, tetapi banyak komunitas-komunitas lain yang cinta dan peduli terhadap lingkungan.

“Semoga komunitas-komunitas ini nantinya bisa menyebarkan virus cinta terhadap lingkungan kepada segenap lapisan masyarakat,” tandasnya.


Puting Beliung " Terjang 3 Desa di Majalengka" Kerugian mencapari Rp 2 miliar



 Reporter : Dede R  / Zaenal A
 
Papan reklame tumbang tersapu angin puting beliung Sabtu(23/3)
Majalengka, (policewatch.news)  - Hujan deras disertai angin puting beliung melanda  3 desa di kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sekitar pukul 16.30WIB, Sabtu(23/3). 
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, enam warga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan dari bangunan akibat angin puting beliung. Selain itu, sejumlah rumah warga, dan fasilitas serta  sarana publik rusak akibat tiupan angin puting beliung tersebut. Bahkan, diperkirakan kerusakan akibat bencana alam ini mencapari Rp 2 miliar

1. Angin puting beliung terjang 3 desa
Peristiwa angin puting beliung disertai hujan deras yang menerjang tiga desa di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini terjadi pada Sabtu(23/3), sekitar pukul 16.30WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah warga dikabarkan mengalami luka ringan dan puluhan rumah warga rusak akibat tiupan angin kencang itu.

2. Fasilitas pendidikan dan peribadatan rusak
Menurut tim Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, angin puting beliung tidak hanya menumbangkan pohon dan merusak rumah warga. Kencangnya tiupan angin puting beliung itu juga merusak sejumlah fasilitas umum lainnya seperti, sekolah, pasar, pabrik bahkan hingga sebuah tower pemancar sinyal seluler dan papan reklame.
Supervisor Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Majalengka Rezza Permana mengatakan, dari kejadian tersebut enam warga terluka dan langsung dilarikan ke puskesmas serta rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Peristiwa ini merusak rumah warga, sekolah, masjid, toko, dan merobohkan 4 tiang listrik serta tower komunikasi. Kerugian diprediksi mencapari Rp2 milar," kata Rezza, Minggu(24/3).

3. Lalu lintas Majalengka-Indramayu sempat tersendat 
Peristiwa angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu(23/3) ini mengakibatkan puluhan pohon dan papan reklame roboh. Akibatnya, lalu lintas jalur Majalengka-Indramayu sempat tersendat dan mengalami kemacetan panjang.
Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, melalui Kapolsek Jatitujuh, AKP Asep Supriadi mengatakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut Asep, karena banyak pohon tumbang yang melintang dan menutup jalan, membuat arus lalu lintas dari Majalengka menuju Indramayu dan sebaliknya sempat terhambat.
Namun, kata dia, kesiapsiagaan BPBD dan Muspika yang terjun langsung dengan dibantu warga, bisa segera memotong ratusan pohon yang menghalangi tersebut.

4. Selama 30 menit angin puting beliung porak-porandakan 3 desa 
Peristiwa angin puting beling yang memporak-porandakan tiga desa di Kecamatan Jatitujuh masih menimbulkan trauma bagi sebagian warga. Berdasarkan kesaksiaan warga, tiupan angin puting beliung itu terjadi selama 30 menit.
Warga Desa Jatitengah, Acha mengaku, pada Sabtu(23/3), sekitar pukul 16.30WIB memang sempat terjadi hujan cukup deras. Kondisi semakin mencekam saat hujan disertai angin terjadi.
"Hujan angin itu terjadi sekitar 25-30 menit. Tiupan anginnya menumbangkan pohon dan merusak beberapa rumah warga di desa ini," kata Acha.

5. BMKG prediksi ada fenomena Awan Cummulonimbus
Sementara itu, Prakirawan BMKG Jatiwangi, Sitty Winesari mengatakan, berdasarkan citra satelit perkiraan cuaca di wilayah Kabupaten Majalengka memang terlihat potensi terjadinya badai angin. Kondisi itu dilihat dari analisa kondisi cuaca dengan adanya pola angin yang berbelok di wilayah Kabupaten Majalengka yang dapat mendukung untuk pembentukan awan – awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan di daerah tersebut.
“Berdasarkan citra satelit awan Himawari, terlihat adanya pertumbuhan awan konvektif atau Cumulonimbus (CB) pada pukul 08.30 UTC dan semakin meluas ke seluruh wilayah Majalengka,” tandasnya.
“Kesimpulannya, berdasarkan beberapa parameter cuaca diatas menunjukan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Kecamatan Jatitujuh mendukung terjadinya pertumbuhan
awan konvektif (Cumulonimbus) yang menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sangat lebat disertai angin kencang,” tambah dia. 


Kabupaten Sragen Jadi Pilihan Hari Pertama Kampanye Terbuka, Sandiaga Uno


Reporter  : Taufiq Sapta

Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara Sragen Young Enterpreneur Summit 2019 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Kabupaten Sragen, Minggu (24/3/2019) 
Sragen,Jateng(policewatch.news)Terselenggaranya Sragen Young Enterpreneur Summit (YES) 2019 yang menggandeng Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pembicara berlangsung meriah.

Di acara tersebut, Sandiaga Uno mengunjungi sejumlah stan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Saat mengunjungi stan UMKM ini, Sandi mengatakan ingin membawa satu nuansa baru di hari pertama kampanye terbuka.
"Bahwa yang ingin kita adakan adalah festival optimistisme anak muda menatap masa depan Indonesia, Indonesia menang, Indonesia adil dan makmur," ujar Sandi, Minggu (24/3/2019).

Dipilihnya Kabupaten Sragen untuknya berkampanye terbuka, dianggapnya seluruh pelosok negeri termasuk di Sragen memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

"Saya diberi kesempatan di kota-kota besar di awal hari kampanye, tapi saya sengaja memilih Sragen karena saya ingin mengirimkan pesan yang jelas, bahwa anak-anak muda kita yang ada di seluruh pelosok negeri termasuk di Sragen memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan," ujar Sandi.

Sandi juga mengatakan yang diinginkan masyarakat saat ini adalah kesempatan, dan menurutnya, Prabowo-Sandi akan menghadirkan kesempatan tersebut.Hal ini diharapkan menciptakan lapangan kerja, memastikan harga-harga bahan pokok untuk masyarakat dan beban ekonomi masyarakat bisa tersolusikan.

"Ini semua merupakan suatu semangat baru dari anak-anak muda yaitu Ok Oce, mereka mengembangkan kewirausahaan sebagai arah baru Ekonomi Indonesia, yaitu mereka ingin berdiri di atas kaki mereka sendiri," lanjut Sandi.

Dengan hadirnya sosok-sosok seperti Atta Halilintar, Zee Zee Sahab di Sragen YES 2019 ini dapat menjadi pemicu dan pemantik semangat anak muda untuk memulai berwirausaha.

Lebih lanjut dia menjelaskan ingin memastikan Indonesia masuk dalam lima besar ekonomi terbaik di dunia 2045 mendatang, Menurutnya, anak-anak mudanya harus tampil, maju mengambil kesempatan dan menjadi pemain dan bukan jadi penonton.

Dia mencontohkan akses permodalan di bahwa OK OCE tidak memberikan permodalan namin memberikan akses permodalan, karna permodalan itu harusnya di berikan oleh sistim perbankan Indonesia, sitim keuangan Indonesia.

"Kita punya sistim permodalan syariah dan konvensional kita juga ada koperasi simpan pinjam, itu semua nanti menjadi mitra OK OCE, di Jakarta bank DKI sudah menjadi mitra dan bank-bank lain yang sedang di bukakan aksesnya oleh program OK OCE," lanjut Sandi.

Menurutnya hal terpenting bagi dirinya bagi pemula usaha adalah diberikan pelatihan pendampingan, dibantu pemasarannya, diberikan kemudahan perijinannya dan di berikan kemampuan untuk mengadministrasi keuangannya, barulah akses permodalan.

"Jika mereka mengikuti tujuh langka pas ini Insyaallah permodalan mereka akan bisa di sediakan mitra-mitra kita yaitu industri perbankan maupun industri pembiayaan non-perbankan," pungkasnya







Sebuah Mobil Terbakar di Jalan Pemuda Semarang

Reporter : Nardi
Sebuah mobil terbakar di Jalan Pemuda Kota Semarang, Minggu (24/3/2019) pukul 18.50 Wib
Semarang (POLICEWATCH.NEWS) Sebuah mobil terbakar di Jalan Pemuda Kota Semarang, Minggu (24/3/2019) pukul 18.45 WIB.Lokasi kebakaran tepat di jalan samping Gedung Pandanaran.
Api pertama muncul dari mesin mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi D 1623 ABQ.

"Tiba-tiba lampunya nyala semua. Saya langsung minggir," sebut pemilik mobil, Paulus Rahim Darsono.Api dapat dijinakkan pukul 19.10 setelah dua mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian.Akibat kebakaran ini antrian panjang mengular di Jalan Pemuda menuju Tugu Muda.


Empat Korban Pencabulan di Kapuas Hulu Berstatus Pelajar SD


Reporter  : Tedy



ilustrasi

Kapuas Hulu (policewatch.news) -Kapolres Kapuas Hulu, melalui Kepala Satuan Reskrim Polres Kapuas Hulu, IPTU Siko mengatakan ada empat kasus pencabulan anak di bawah umur selama tiga bulan terakhir yang menjadi korban rata - rata pelajar.

" Kami sudah menerima empat laporan polisi terkait kasus pencabulan anak di bawah umur tiga bulan terakhir," kata Siko, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu.24/03

Menurut Siko, untuk kasus persetubuhan atau cabul anak di bawah umur tersebut satu kasus tahap dua kejaksaan setempat dan tahap P21, sedangkan dua kasus masih tahap penyidikan.

Disampaikan dia, kasus pencabulan terbaru yaitu yang dilakukan oknum kepala sekolah kepada seorang siswi kelas II SD dan pencabulan terhadap pelajar SD yang pelakunya juga masih di bawah umur.

Ditegaskan Siko, terhadap pelaku pencabulan itu rata - rata dikenakan pasal 81 atau 82 Undang - Undang nomor 17 tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas Undang - Undang nomor 1 (satu) tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas Undang - Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukuman pasal 81 dan pasal 82 selama minimal lima tahun sampai 15 tahun," kata Siko.

Ketua Ikatan Pena Peduli Sosial Budaya Kapuas Hulu, Sahirul Hakim mengatakan pencabulan terhadap anak di bawah umur apalagi itu pelajar tidak bisa dibiarkan, tindakan hukum harus ada efek jera.
Selain itu kata Sahirul, pemerintah daerah melalui dinas terkait seperti dinas sosial, perlindungan perempuan dan anak perlu mengambil langkah memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat dan di sekolah - sekolah.

"Saya rasa itu tugas kita bersama untuk mengawasi anak-anak kita dari lingkungan sekitar, karena rata-rata pelaku kejahatan itu orang-orang terdekat yang terkadang tidak kita duga," ucap Shairul.

Dia juga berpesan kepada orang tua untuk tidak memanjakan anak usia pelajar setingkat SD dengan handphone, jika pun diberikan fasilitas handphone hanya sebatas untuk pendukung pembelajaran ilmu pengetahuan.

"Yang jelas pengawasan harus lebih ditingkatkan, karena banyak sekali faktor penyebab terjadinya kasus pencabulan, salah satunya perkembangan teknologi," kata Sahirul.

Kedapatan bawa Sabu " WN Malaysia " Tertangkap Satgas Pamtas

 Reporter  : Tedy
Warga negara Malaysia saat diamankan di Pos Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti karena membawa narkotika jenis sabu masuk ke wilayah Indonesia

Pontianak (POLICEWATCH.NEWS) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti menangkap seorang warga negara Malaysia yang kedapatan berusaha menyeludupkan narkotika jenis sabu sebanyak lima paket kecil.24/03

Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe di Pontianak, Minggu, mengatakan, pelaku WN Malaysia tersebut berinisial MS ditangkap saat petugas Pamtas melaksanakan pemeriksaan rutin di Pos Dalduk, Simpang Empat, Dusun Sempadan Tekam Patah, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar.minggu, 24/03

Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto. Disampaikan juga, warga negara Malaysia MS tersebut merupakan warga Kampung Telok Serabang, Sematan, 94500 Lundu, Serawak, Malaysia.

"Menurut keterangan petugas kami, pelaku akan melintas ke wilayah Indonesia dengan menggunakan sepeda motor Yamaha 125 Z Nopol QAA3711K," katanya.

MS terpaksa diamankan Satgas Pamtas karena, kedapatan membawa lima Paket kecil sabu siap pakai dalam pipet dan satu paket kecil dalam plastik sachet berklem.

Adapun kronoligis kejadian ujarnya lagi, sabu tersebut ditemukan Pratu Rusdiansyah saat melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap setiap pelintas batas. Saat memeriksa MS didapati paket sabu yang disembunyikan dibalik pelapis helm yang diakui miliknya.

Dari penemuan itu, kemudian Pratu Rusdiansyah melaporkan kepada Danpos Letda Inf Henrry Budiarto, yang selanjutnya saudara MS Bin Dolhadi dibawa ke Pos Temajuk untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Saat diperiksa oleh Danpos Letda Inf Henrry Budiarto, MS mengakui bahwa sabu tersebut merupakan miliknya yang dibeli di Kampung Serabang, Malaysia dengan harga 100 RM dan akan digunakan sendiri," katanya.

Untuk saat ini pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada Polsek Paloh untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Kapolda Sumsel Jamin Penerimaan Akpol Bebas Suap


Reporter : Bambang MD
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara 

Palembang (policewatch.news) - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menjamin penerimaan anggota tamtama, bintara, dan Akpol/perwira Polri pada tahun 2019 ini berlangsung murni dan terbebas dari praktik suap.
Sejumlah peserta penerimaan Polri mendengarkan instruksi pada gelaran Pakta Integritas On The Road (Pinter) di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (24/4/2019). 

"Penerimaan anggota Polri pada tahun ini dijamin bersih atau terbebas dari titipan dan suap," kata Irjen Zulkarnain, seusai acara penandatanganan pakta integritas penerimaan anggota Polri terpadu di Palembang, Minggu.24/03

Untuk menjamin penerimaan anggota Polri murni, pihaknya hari ini melakukan apel akbar penerimaan dengan prinsip bersih, transparan dan akuntabel, serta penandatanganan pakta integritas peserta tes penerimaan anggota Polri.

Masyarakat yang ingin menjadi anggota Polri diimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik serta tidak berpikir menggunakan jalan pintas mengandalkan koneksi serta uang agar bisa lulus seleksi.

"Sekarang tidak zamannya lagi mengandalkan koneksi dan uang, karena kemampuan dan kualitas calon yang diutamakan sehingga diharapkan akan hadir di tengah-tengah masyarakat anggota Polri yang benar-benar mengayomi dan melindungi masyarakat secara profesional," ujarnya.

Menurut dia, untuk mewujudkan penerimaan anggota Polri yang murni, pihaknya melibatkan pihak luar seperti LSM dan kalangan kampus perguruan tinggi mengawasi seluruh rangkaian tahapan seleksi.

Partisipasi pihak luar melakukan pengawasan berperan besar dalam mewujudkan penerimaan anggota Polri yang bersih.

Jika ada temuan calon anggota yang ketahuan titipan dan melakukan suap agar bisa lolos seleksi akan digugurkan walaupun sudah masuk pendidikan dan siapapun yang terbukti terlibat meloloskannya akan diproses hukum, ujar Kapolda.


Bupati Lahat Buka Turnamen " Serelo Agung Cup " Diikuti 22 Klub Sepakbola

Reporter ; Bambang MD

Bupati Lahat Cik Ujang secara resmi membuka turnamen sepakbola U 20
 yang di ikuti 20 peserta Se - Merapi Area Minggu (24/3)


LAHAT - POLICEWATCH.NEWS - Bupati Lahat Cik Ujang secara resmi membuka turnamen sepakbola U 20 yang di ikuti 20 peserta Se - Merapi Area Minggu (24/3)
Ketua Panitia penyelenggara Indan Meriantoni.Spd. mengatakan bahwa dasar kegiatan ini menindaklanjuti program gubernur Sumsel setiap kecamatan harus ada sekolah sepak bola yang sekarang Sekolah Sepak Bola Merapi ada 150 siswa yang dipersiapkan terdiri dari U 10 dan U 20 didamping itu ajang kompetisi ini sebagai sarana silaturahim bagi klub sepakbola di Merapi Area terang " Indan

Penyelenggaraan turnamen ini untuk dapat memberikan motivasi bagi para pemain sepakbola yang ada di Merapi Area dan turnamen ini dilaksanakan mulai dari tanggal 24 hingga 7 April 2019  Kegiatan ini juga Didukung dari bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat.

Bupati lahat Cik Ujang dalam sambutannya saya selaku pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana turnamen " Serelo Agung Cup 2019 " dan Cik Ujang menghimbau kepada seluruh pemain jauhi " Narkoba " karena narkoba  merusak generasi muda sekali lagi Bupati meminta Kepada pemain junjung tinggi sportivitas ujar " Cik Ujang

Sementara Syamsul Hilal ketua umum SSB ( Sekolah Sepak Bola) Merapi Area bahwa Turnamen sepakbola ini mencari bibit pemula sesuai apa yang dikatakan Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru disetiap kecamatan harus punya sekolah persepakbolaan dengan berdirinya Sekolah Sepakbola Bola ( SSB) di Kecamatan Merapi dengan jumlah siswa 150 murid dari U 8 dan U 12 ujar " Syamsul Hilal  dipanggil akrab Laluk selaku Ketua Umum dia juga berharap dengan berdirinya SSB ( Sekolah Sepak Bola ) para pemain pemula melalui sekolah sepak bola akan menjadikan bibit pemain yang profesional kedepannya untuk mengharumkan Kabupaten Lahat maupun persepakbolaan tingkat nasional.

Dan saya berharap dengan adanya event ini pak Indan selaku ketua panitia penyelenggara " Selero Agung Cup 2019 " dengan diadakannya turnamen sepakbola U 20, dengan diikuti 22 klub sepakbola khusus Merapi Ares sekalian untuk mencari bibit berbakat khususnya di Merapi Area dan dukungan dari pihak ketiga  Turnamen sepak bola " Serelo Agung Cup 2019 " diikuti 22  klub di Merapi Area.

Ditambahkan lagi bahwa pihak dari panitia pelenggera bekerja sama dengan perusahaan tambang batubara yang ada dimerapi sebagai Sponsorship  PT.Bukit Asam Tbk. PT.MAS. Bank BRI. PT.Bara Alam Utama. PT.Tiga Puteri dan tim liputan media policewatch.news dipercaya untuk update pemberitaan. 
Panitia menyediakan total hadiah bagi para pemenang total hadiah sebesar Rp 14 juta untuk juara 1 s/d 4 dan  bagi klub peserta akan mendapatkan 2 bola yang disiapkan panitia untuk pembinaan agar sepakbola khusus nya di Merapi Area akan menelurkan bibit berbakat dalam event yang digelar hingga 12 hari ke depan dengan sistem gugur. terangnya


Perjalanan Dinas "Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau Tahun 2017" di Duga Terdapat Mark-Up


Reporter : Julianto Putra
ilustrasi

Lubuklinggau (Policewatch.news) -
.Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (LHP BPK) Tahun 2017, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau menganggarkan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp28.751.559.000, dan telah direalisasikan sebesar Rp 28.281.148.284,atau 98,36%, diantaranya terdapat realisasi Perjalanan Dinas Luar Daerah sebesar Rp21.528.194.359, Namun anggaran perjalanan dinas tersebut jelas terdapat "MARK UP".25-03-2019.

Tujuan perjalanan dinas dalam rangka koordinasi dan konsultasi tersebut diantaranya adalah ke unit-unit kerja tertentu seperti DPRD Provinsi Sumatera Selatan, DPRD Kota Palembang, Dinas Perhubungan Kota Palembang ataupun unit kerja-unit kerja pemerintah daerah lainnya.

Pemeriksa melakukan pengujian pertanggungjawaban realisasi perjalanan dinas
atas 40 kegiatan pada Sekretaris DPRD Kota Lubuklingau dengan realisasi sebesar Rp 4.366.925.192. Adapun rincian kegiatan yang dijadikan uji petik realisasi pembayaran disajikan tabel berikut:
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi-kondisi yang disebutkan di atas, Pemeriksa tidak dapat meyakini perjalanan dinas yang dilakukan. Pemeriksa telah memberikan kesempatan kepada masing-masing yang melaksanakan perjalanan dinas untuk membuktikan dan menyampaikan bukti tambahan atas pertanggungjawaban tersebut. Sampai berakhirnya pemeriksaan, Pemeriksa telah mengakomodir bukti yang dapat dipertangunggungjawabkan kebenarannya dan pemeriksa tidak mempunyai prosedur alternatif lainnya untuk meyakini kegiatan perjalanan dinas tersebut.

Hasil perhitungan yang dilakukan oleh pemeriksa diketahui terdapat kelebihan pembayaran yang berindikasi kerugian keuangan daerah sebesar Rp 2.070.213.518, Adapun rincian terdapat pada tabel di bawah ini :

Atas permasalahan tersebut, Sekretaris DPRD Kota Lubuklinggau menyampaikan bahwa menerima hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK dan akan menindak lanjutinya serta akan menjadi perhatian untuk dalam pengelolaan keuangan ke depannya. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Pasal 36 yang menyatakan bahwa pihak-pihak yang melakukan pemalsuan dokumen, menaikkan dari harga sebenarnya (mark up), dan/atau Perjalanan Dinas rangkap (dua kali atau lebih) dalam pertanggungjawaban Perjalanan Dinas yang berakibat kerugian yang diderita oleh negara, bertanggung jawab sepenuhnya atas seluruh tindakan yang dilakukan;

Berdasarkan hasil pemeriksaan bukti pertanggungjawaban realisasi perjalanan Dinas sebagaimana yang disebutkan di atas, diketahui sebagai berikut;
1. Bukti yang Dipertanggungjawaban Tidak Sesuai dengan Kondisi yang Sebenarnya,
2. Nilai Uang yang Diterima oleh Masing-Masing yang Melakukan Perjalanan Dinas sesuai dengan Bukti Kwitansi yang Ditandatangani,
3. Hasil Konfirmasi kepada Pihak Ketiga
§ Konfirmasi kepada masing-masing hotel sesuai dengan bukti pertanggungjawaban,
§ Konfirmasi secara uji petik kepada beberapa perusahaan travel,
§ Hasil konfirmasi secara uji petik kepada Unit Kerja tujuan perjalanan dinas,
(Dilakukan seperti konfirmasi kepada DPRD Provinsi Sumatera Selatan, DPRD Kota Palembang, DPRD Kabupaten Ogan Ilir dan DPRD Kabupaten Banyuasin serta beberapa unit kerja pemerintah daerah yang dikunjungi, diketahui bahwa masing-masing unit kerja tersebut tidak memiliki data seperti daftar hadir, risalah rapat ataupun dokumentasi untuk masing-masing kunjungan dari DPRD Kota Lubuklinggau.)
§ Laporan Perjalanan Dinas dan Bukti Pendukung Lainnya.
Permasalahan tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran perjalanan dinas
pada Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau yang berindikasi kerugian keuangan daerah sebesar Rp2.070.213.518, Atas temuan tersebut telah dilakukan penyetoran ke Kas Daerah sebesar Rp1.987.869.018. Penyetoran dilaksanakan pada periode tanggal 15-21-Mei 2018.

BPK merekomendasikan kepada walikota agar memerintahkan Sekretaris DPRD untuk memproses kelebihan pembayaran atas pelaksanaan perjalanan dinas oleh Sdr. Mur dan menyetorkan ke Kas Daerah sebesar Rp 82.344.500,00.*(MJP).

Pada tanggal Sab, 23 Mar 2019 18:54, Berandang Linggau <berandang001@gmail.com> menulis:
Diduga Plasma Kades desak PT.Lonsum kembalikan lahan warga.

Begitu juga di media policewatch.news dengan judul : Diduga Plasma Kades desak PT.Lonsum kembalikan lahan warga
https://www.policewatch.news/2019/03/diduga-plasma-kades-desak-ptlonsum.html


PERSIAPAN ACARA "MTQ NASIONAL X DAN FESTIVAL SENI NASYID XI"

Reporter:Jhon Arizon Barus, SH. 
Persiapan menyambut MTQ nasional X dan Festival Seni Nasyid XI 

 Labuhanbatu Raya (Media Policewatch.news),- Kabupaten Labuhanbatu Utara kali ini melaksanakan acara MTQ Nasional X dan Festival Seni Nasyid yang diselenggarakan didesa Damuli kebun, kecamatan Kualuh Selatan, kabupaten Labuhanbatu Utara. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran panitia acara dengan bergotong royong pada hari Sabtu (23/03/2019) bersama dengan masyarakat. 
Ada yang mempersiapkan pentas, tribun dan yang lain sebagainya guna untuk menyambut MTQ nasional X dan Festival Seni Nasyid XI yang akan diselenggarakan.

Kegiatan kerja tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah kabupaten Labuhanbatu Utara seperti Plt pemerintahan dan kesra Nur Rohman, S. Sos, Drs. Sugeng sebagai kepala Dinas kominfo, H. Edwin Defrizen, ST sebagai kepala Dinas PUPR dikabupaten Labuhanbatu Utara. Pelaksanaan MTQ N X dan FSN XI tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 25 - 29/03/2019 ditanah yang diberi gelar BASIMPUL KUAT, BABONTUK ELOK. 

harapan dan upaya dari segenap jajaran panitia MTQ N X dan FSN XI yang diadakan didesa Damuli kebun, kecamatan Kualuh Selatan, kabupaten Labuhanbatu Utara ini semoga pelaksanaan acara tersebut berjalan lancar sesuai rencana tanpa halangan apapun juga serta cuaca juga terus mendukung hingga acara berakhir dengan aman dan kondusif. 

PEMBINAAN GLADI KEDISIPLINAN DAN KETERAMPILAN PEMUDA PANCASILA


Reporter: Nyaman
 
Glagi Ormas Pemuda Pancasila Batang
Kendal (Policewatch.news),- Pembinaan yang di hadiri 115 ANGOTA PEMUDA PANCASILA yang khususnya wilayah Batang tampak hadir pula KETUA  PEMUDA PANCASILA BATANG PAK SODEK  dalam kegiatan tersebut di hadiri Polsek dan Koramil kecamatan acara Di laksanakan di lapangan kali mangis kecamatan Subah batang.Minggu 24-3-2019


""PAK SODEK selaku ketua cabang Batang memberi arahan dan bimbingan kepada seluruh anggota PEMUDA PANCASILA, supaya anggotanya bisa bersinergi dan mampu bersikap disiplin untuk menunjukkan jiwa yang bertanggung jawab 

"Latihan yang di lakukan dua bulan sekali ini di pandu Koramil Subah supaya Ormas Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang benar benar disiplin, bisa mengayomi masyarakat di sekitarnya.


""PAC SUBAH WARYANTO .Yang di temui wartawan media policewatch, menerangkan bahwa. Gladi yang di adakan dua bulan ini bisa melatih kedisiplinan, supaya pemuda Pancasila khususnya wilayah Batang bisa bersinergi bersama masyarakat,Dan berjiwa sosial, beliu juga menerangkan bahwa yang hadir adalah Anggota dari Banyuputih, limpong, pelelen dan Subah. Organisasi PEMUDA PANCASILA  ini harus benar-benar sesuai dengan jiwa PANCASILA.

Hoky Korban Dugaan Rekayasa Dan Kriminalisasi Jilid 2 Sidang Digelar PN Bantul


 Reporter : Bambang.MD                             Presrelise

Jakarta,  - ( POLICEWATCH. NEWS,) Dugaan rekayasa dan kriminalisasi wartawan jilid 2 (dua) terhadap Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketum Apkomindo yang juga merupakan Wapemred Media Online www.infobreakingnews.com  ini akan diuji lagi di Pengadilan Negeri Bantul, pada hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 mendatang,

Sebelumnya Hoky telah mengalami proses kriminalisasi jilid 1 (satu) dan sempat ditahan selama 43 (empat puluh tiga) hari dari 24 November 2016 hingga 05 Januari 2017 di Rutan Bantul, dengan cara sewenang-wenang oleh para oknum penegak hukum yang memproses  LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri atas laporan rekayasa yang dilakukan oleh Agus Setiawan Lie atas kuasa Sonny Franslay.

Meskipun telah ditahan selama 43 hari, faktanya Hoky divonis Bebas oleh PN Bantul pada tanggal 25 September 2017 dan Kasasi JPU Ansyori, SH (Jaksa Utama Pratama) dari Kejagung RI dengan tuntutan 6 tahun penjara serta denda 4 Miliar subsider 6 bulan penjara telah di TOLAK oleh MA pada tanggal 18 Desember 2018 yang lalu.
Kali ini dugaan rekayasa laporan polisi dilakukan oleh Faaz Ismail yang merupakan kolega dari Agus Setiawan Lie  dan Sonny Franslay, bahkan menurut  pengakuan Faaz pada saat membuat laporan di Polres Bantul dengan LP/109/V/2017/SPKT, tertanggal  24 Mei 2017,  dia didampingi oleh Agus Setiawan Lie.

Faaz dengan 2 (dua) orang saksi yaitu JPU Ansyori SH dan Suwandi Sutikno diduga merekayasa dengan laporan dan keterangan palsu tentang tindak pidana Penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP dan Hoky sempat ditetapkan sebagai Tersangka Pasal 351 KUHP pada tanggal 27 Oktober 2018, karena dalam BAP mereka menyatakan Hoky melakukan pemukulan, padahal Hoky tidak melakukan tindak pidana penganiayaan sama sekali.

Oleh karena itu Hoky melakukan Praperadilan terhadap Polres Bantul dengan perkara nomor 3/Pid.Pra/2018/PN Btl. dan dalam persidangan Praperadilan tersebut  hadir  5 (lima) orang Saksi yaitu; Dicky Purnawibawa, Edy Anantoratadhi, Ngongo Bili (Veri), Andi Riyanto dan Rohman Yudi Ardianto (Anang) yang menyatakan tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali, yang ada hanya ribut-ribut soal kata-kata “KUTU KUPRET” saja, selain dari itu masih ada 3 (tiga) orang saksi yaitu Darma Kusuma Setya, Christian Yanuar dan Joko Rianto yang dalam BAP di Polres Bantul  telah menyatakan lebih kurang hal yang sama yaitu tidak melihat adanya tindak pidana penganiayaan.

Hoky melakukan Praperadilan karena memang tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali, bahkan Hoky tidak pernah memperoleh surat panggilan Pertama, tetapi langsung surat panggilan Kedua, serta memang tidak ada bukti visum, termasuk pada CCTV di PN Bantul tidak ada bukti penganiayaan sama sekali, namun pada tanggal 15 Januari 2019 Hoky ditetapkan sebagai Tersangka lagi, meskipun diubah dari tindak pidana penganiayaan berat pasal 351 KUHP menjadi tindak pidana penganiayaan ringan Pasal 352 KUHP.

Saat dilakukan konfirmasi oleh awak media, Hoky menyatakan;  “Saya tetap akan hadapi dan siap hadir di PN Bantul, bahkan saya telah proaktif menghubungi penyidik, saya juga telah mengirimkan Chat WA kepada penyidik termasuk ke Sdr. Faaz dan Sdr. Suwandi agar pelapor dan saksi hadir, termasuk saya menghubungi via call dan SMS saksi JPU Ansyori SH, karena saksi JPU Ansyori SH tidak menggunakan WA, tentu saja harapan saya mereka hadir, agar terungkap dimuka persidangan rekayasa mereka, seperti saat sidang pada tahun 2017, dimana salah satu saksi lawan mengungkapkan tentang benar ada orang yang menyiapkan dana agar saya masuk penjara, kesaksian tersebut tertuliskan dalam salinan putusan 3/Pid.Sus/2017/PN Btl. (Hak Cipta), hebat sekali-kan orang yang menyiapkan dana.”” kata Hoky kepada sejumlah media, Minggu (24/3/2019) di Jakarta.

Memang upaya mengkriminaliasi Hoky selaku Ketum Apkomindo terus menerus sejak dia menjabat sebagai Ketum Apkomindo di awal tahun 2015 hingga saat ini di tahun 2019, faktanya telah ada 5 (lima) laporan polisi yaitu (1)  satu di Polres JakPus, (3) tiga di Bareskrim Polri dan (1) di Polres Bantul,  dimana seluruh laporan polisi tersebut diduga merupakan rekayasa hukum dan dibuat-buat, sehingga satu-persatu dapat diatasi dengan baik oleh Hoky, apalagi saat ini Hoky bersama dengan beberapa koleganya telah mendirikan kantor pengacara dengan nama Mustika Raja Law Office untuk membantu mengatasi permasalahan hukum dirinya, sekaligus untuk membantu teman-teman yang membutuhkan.

Sebab bukan hanya 5 (lima) laporan polisi saja yang harus dihadapi oleh Hoky, terbukti sampai dengan saat ini telah ada total 13 (tiga belas) Perkara Pengadilan berkaitan dengan Apkomindo, dimana telah ada 11 (sebelas) Perkara yang diatasinya antara lain; 1 (satu) di PN JakTim,  1 (satu) di PT DKI Jakarta, 1 (satu) di PTUN, 1 (satu) di PT TUN, 3 (tiga) di PN Bantul,  1 (satu) di PN JakPus  dan  3 (tiga) di MA.

Untuk saat ini Hoky juga sedang menghadapi gugatan baru dari Rudy Dermawan Muladi dan Faaz Ismail, dimana Rudy dan Faaz yang sejak 14 Februari 2018  sudah dinyatakan sebagai Tersangka Pidana pencemaran nama baik dan Undang Undang ITE di Polda DIY atas laporan polisi nomor : LP/362/VII/2017/DIY/SPKT,  tapi hingga kini telah lebih dari 1 (satu) tahun lamanya masih belum dilimpahkan kepenuntutan,  sedangkan sebaliknya Faaz  Ismail cs yang melaporkan kasus Tindak Pidana ringan (Tipiring) Hoky dengan Pasal 352 KUHP ini perkaranya sedang berjalan di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta.

Gugatan baru mereka perkara perdata nomor 633/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL di Pengadilan Negeri JakSel, dimana Rudy dan Faaz mengklaim dirinya masing-masing sebagai Ketum dan Sekjen DPP APKOMINDO Masa Bakti 2015-2020 serta mereka menggunakan jasa pengacara sangat terkenal yaitu Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH., MM. , Selain Hoky masih ada Tergugat lainnya yaitu; Muzakkir, Go Andri Sugondo, Agustinus Sutandar, Gomulia Oscar, dan Suwato Kumala, kemudian masih ada pihak Turut Tergugatnya yaitu; Felix Lukas Lukmana, H. Hendra Widya, SE, MM, MBA, Nurul Larasati, SH, Erlien Wulandari, SH, dan Dini Lastari Siburian, SH.

Sehingga nanti pada saat yang sama yaitu hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 akan ada agenda sidang lanjutan di PN JakSel, namun Hoky harus memilih hadir di PN Bantul, sebab untuk di PN JakSel merupakan sidang gugatan Perdata, sedangkan di PN Bantul adalah sidang Pidana.

Hoky yang sempat menjadi Ketua Pantia Kongres Pers Indonesia pada tanggal 06 Maret 2019 lalu di Asrama Haji Pondok Gede, menghimbau agar teman-teman jurnalis berkenan membantu melakukan pemberitaan, namun tetap berimbang serta adil.

Hoky mengatakan; “Saya senang jika teman-teman jurnalis yang berdomisili di sekitar Bantul seperti dari Yogyakarta, dari Sleman, dari Gunung Kidul dan dari Kulon Progo berkenan hadir dan meliput Sidangnya, karena akan semakin terungkap tentang Pihak lawan selalu berupaya melakukan rekayasa hukum terhadap diri saya, bahkan Sdr. Faaz sempat menyatakan kepada saya bahwa untuk gugatan di PN JakSel itu dia hanya tanda tangan saja dan ada orang yang membiayai pembayaran kepada pengacara-nya, nanti bisa bertanya langsung ke Sdr. Faaz di PN Bantul,  mereka berpikir hukum itu bisa dibeli dan direkayasa, padahal jaman telah berubah serta faktanya saya telah menang di MA hingga 3 perkara dari pihak mereka, bahkan Kasasi JPU dengan tuntutan penjara 6 tahun telah ditolak oleh MA, saat ini saya sedang menantikan salinan putusan dari MA, mereka malah masih bermain-main dengan hukum terus, yakinlah tidak lama lagi kelompok mereka akan menuai apa yang telah mereka taburkan.” pungkas Hoky.

Tim Basket Putra SMA Masehi 1 PSAK Semarang Juara Fieslista UNIKA Cup


Reporter : M. Taufiq.Sapta
Tim Basket Putra SMA Masehi 1 PSAK Semarang dengan senyum gembiranya usai menerimapenghargaan juara1 dari Panitia Fieslista UNIKA Cup. Sabtu, 23/3/2019. Foto: M. Taufik

Semarang, (policewatch.news),- SMA Masehi 1 PSAK untuk kesekian kalinya kembali menorehkan prestasinya di bidang olah raga bola basket. Hali ini dibuktikan meraih juara 1 Basket Putra di partai puncak,di final dengan mengkandaskan tim basket putra SMA Negeri 1 Semarang dengan skore telak
48 – 20 yang digelar di Sport Hall Kampus UNIKA Soegijapranoto ,Bendan duwur Sampangan Semarang, di tempat yang sama yang mana sebelumnya di pertandingkan final basket putri, antara SMA Negeri 3 Semaranga melawan SMA Negeri 5 Semarang, akhir nya dimenangkan oleh SMA Negeri 3 Semarang akhirnya merebut juara 1, Sabtu 23/3/2019.

Meskipun lawannya di partai final didukung dengan ratusan supporternya dari siswa siswi SMA Negeri 1 yang memenuhi sport hall kampus Unika yang tak henti hentinya sambil meneriakkan yel..yel.. di dalam Aula gedung tresebut, tidak menyurutkan semangat bertanding bagi SMA Masehi 1 PSAK bahkan selalu memimpin angka setiap babak permainan, tak kalah juga supporter SMA Masehi1 pun tak henti hentinya memberikan semangat meskipun jumlah tidak begitu banyak di banding lawan.

SMA Masehi 1 PSAK Semarang dalam meraih juara basket putra sudah diprediksi sebelumnya, dimana dalam babak penyisihan, menyingkirkan lawan lawannya rata rata dengan skore yang cukup telak ,diantaranya mengalahkan SMA Negeri 6 Semarang dengan skore 116 – 9, berikutnya menggilas SMA Don Bosko dengan skore telak juga 61- 4 yang terakhir menyingkirkan di semi final kandidat finalis SMA Negeri 14 Semarang dengan skore telak juga 82 – 8.
Tim Basket Putra SMA Masehi 1 PSAK Semarang bersama Tim Basket Putra SMA Negeri 1 Semarang usai bertanding dengan keakraban menyapa supporter nya. Foto: M. Taufik.
Ketua Panpel Fiestifla Basket &amp; Dance Competition Unika Soegijopranoto, Hanif Muhammad Fachri, Mahasiswa Sastra Inggris semester 6 ini saat ,dikonfirmasi Suara Metro menyatakan,” Acara ini merupakan acara tahunan FBS Unika Soegijopranoto. Jadi setiap tahunnya Fakultas kami ( FBS Unika ) mempunyai program kerja diantara nya mengadakan baik lomba maupu pertandingan tingkat Sekolah SMA dan SMK cabang yang di pertandingkan dalam olah raga yaitu bola basket ptra dan bo;a basket putri ,kemudian ada Akademi bahasa inggris diisi debat dengan bahasa ingrris, di bidang seni ada lomba dance serta forografi,” pungkasnya.

Hasil dari Penyelenggaraan kegiatan Fieslista UNIKA Cup yaitu : Basket Putra juara 1 SMA Masehi 1 PSAK Semarang, Juara II SMA Negeri 1 Semarang. Basket Putri juara 1 SMA Negeri 3 Semarang,juara 2, SMA Negeri 5 Semarang, Lomba Dance Juara 1 SMA Negeri 4 Semarang, juara 2, SMA Negeri 6 Semarang, untuk Supporter terbaik juara 1 SMA Don Bosco Semarang, juara 2 SMA Negeri 1 Semarang, juara 3 SMA Masehi 1 PSAK Semarang.

PPIR Kendal Gelar Silahturrahim dan Temu Kangen sama DPC Gerindra kabupaten kendal


Reporter:nyaman
Silahturrahmi  Purnawirawan TNI- Polri, yang di tempatkan di Posko Kemenangan Paslon Nomer urut 02 ( PRABOWO SANDI) Kaliwungu- Kendal.Sabtu (23/3/19)

Kendal (policewatch.new) ,-
Sebagai mana diketahui Bangsa Indonesia pada tanggal 17 April 2019 mendatang, akan mengadakan Pesta Demokrasi, yang dinamakan Pemilihan Umum  (Pemilu). 

 Di hari itu seluruh Rakyat Indonesia yang telah memilik hak pilih, diharapkan memilih para Wakil Rakyat,  Presiden  dan Wakilnya, sesuai hati nuraninya masing masing. Pemilu tahun ini merupakan yang paling besar di banding tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan banyaknya Partai Politik (Parpol) yang ada dan di syahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Saat ini di Kabupaten Kendal ataupun daerah lainya, mulai berkampanye dengan cara mensosialisasikan para calegnya dari masing-masing Partai.  Seperti yang dilakukan PPIR dan Partai Gerindra  mengadakan Silahturrahmi  Purnawirawan TNI- Polri, yang di tempatkan di Posko Kemenangan Paslon Nomer urut 02 ( PRABOWO SANDI) Kaliwungu- Kendal.Sabtu (23/3/19)

Acara tersebut di hadiri mantan Gubernur Jateng, H. Bibit Waluyo, para Relawan Paslon Presiden dan Wakil no :02 yaitu (PRABOWO -SANDI) serta dihadiri oleh para Purnawirawan TNI dan POLRI.

"Siapa lagi kalau bukan Kita semua, yang memperjuangkan Negeri ini untuk tidak di jajah oleh para komunis,yang akan merongrong Bangsa ini. Seharusnya saya sudah banyak istirahat, kata dokter karena kesehatan saya, tapi hati saya tidak tega melihat Bangsa ini akan jatuh kekuasaanya pada pemimpin yang tidak pas lagi. Saya berharap Bangsa Indonesia dipimpin oleh Pemimpin yang Tegas, Berani dan Jujur mari Kita pekikan untuk Kemenangan Prabowo -Sandi..Gerindra menang.!! 

Prabowo Presiden,". Kata Bibit Waluyo.

Terpisah Ketua DPC Partai Gerindra Kendal  Erwin mengatakan, " Kita semua adalah  saudara, jangan sampai mau diadu domba oleh para komunis yang akan memecah belah Bangsa ini.  Walau beda pilihan, yang disana juga masih saudara kita, mari kita satukan tekad untuk memenangkan Prabowo -Sandi, dengan cara kita bersatu padu, bahu membahu memilih Preaiden Bangsa Indonesia yaitu Bapak Prabowo dan Wakilnya ,"ujar Erwin.

Natulis Pigai : Partai PKB dan GOLKAR Akan Merapat ke Prabowo - Sandi

Jakarta – Mantan anggota Komnas HAM, Natalius Pigai, memprediksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar akan merapat ke kubu Prabowo-Sandi bila capres dan cawapres 02 ini menang di Pilpres 2019.
PKB dan Golkar Akan Merapat ke Prabowo-Sandi?
Menurut Pigai, Jokowi telah ‘mencomot’ suara dari Nahdlatul Ulama (NU) dengan menggandeng dengan mantan Rois Aam PBNU, Maruf Amin.
“Yang dimaksud mencomot dalam KBBI itu bisa orang dan pikiran tidak hanya lambang-lambang. Jokowi mencomot atribut NU. Dia tidak punya darah biru, dia tidak punya darah NU, dia adalah seorang abangan,” ujar Pigai kepada wartawan saat ditemui di Kawasan Tendean Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).
Pigai juga menuding Jokowi telah menghapus sejumlah kebijakan warisan dari Gus Dur saat menjabat sebagai presiden.
“Jokowi juga membenamkan warisan-warisan Gus Dur, seperti merolling jabatan Panglima TNI, demokrasi, kebebasan pers, kebebasan sipil, pluralisme, karena itu PKB berpotensi akan cepat ikut. Apalagi kiai NU banyak kan rata-rata pendukung Prabowo,” jelas Pigai.
Sedangkan Partai Golkar menurut Pigai memiliki rekam jejak yang luar biasa dimana akan selalu berada di dalam pemerintahan. Apalagi saat ini, Erwin Aksa, yang merupakan keponakan Jusuf Kalla, memilih untuk mendukung Prabowo-Sandi.
“Jadi, dua partai yang diperkirakan sudah akan gabung ke Prabowo pasca Pemilu itu adalah PKB dengan Golkar,” pungkasnya.

Jawa Tengah Jadi Fokus Kampanye Terbuka Prabowo-Sandiaga, Berikut Jadwal Lengkapnya


Reporter : M R I / irfan
Capres 02 Prabowo - Sandi  

Jakarta (policewatch.news),-  Sejumlah petinggi partai politik Koalisi Indonesia Adil dan Makmur menggelar rapat koordinasi di kediaman capres Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019) malam.

Satu di antara elite parpol yang hadir, yakni Sekjen Gerindra sekaligus Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani menjelaskan maksud dari pertemuan tersebut.
Muzani mengatakan pertemuan tersebut merupakan koordinasi dalam rangka persiapan menghadapi kampanye terbuka yang akan dimulai hari ini.

Selain itu, Muzani mengungkapkan Jawa Tengah menjadi fokus BPN untuk meraup suara guna memenangkan pasangan Prabowo-Sandi.
Diketahui, Jawa Tengah merupakan basis suara PDI Perjuangan yang mengusung Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"(Fokusnya) selain Jawa Tengah provinsi lain juga penting. Bagi kami semua provinsi penting sehingga Pak Prabowo dalam kampanye ini spektrumnya dari Merauke sampai dengan ke barat. Kira-kira seperti itu," kata Muzani di lokasi.

Wakil Ketua MPR RI itu juga menyebut seluruh daerah di Indonesia bagian penting yang harus dikunjungi oleh Prabowo-Sandi.

"Fokusnya timur, tengah, barat. Jawa non Jawa karena itu semua rakyat Indonesia harus disapa bukan hanya di Jawa rakyat Indonesia mempunyai vote yang sama nilai yang sama dan itu adalah seluruh wilayah Republik Indonesia. 

Pak Prabowo akan kampanye juga dari Merauke sampai ke barat,"
Seperti diketahui, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah menyusun Jadwal Kampanye terbuka yang mulai digelar 24 Maret hingga 13 April 2019. Lebih dari 15 titik Kampanye terbuka Prabowo sebelum pemungutan suara 17 April mendatang.

Berikut Jadwal kampanye terbuka Prabowo:
24 Maret
-Manado
-Makasar (Kampanye Terbuka)

25 Maret 
-Merauke 

26 Maret
-Lombok

27 Maret
-Konsolidasi di Jakarta

28 Maret 
-Bandung (Kampanye Akbar)

29 Maret
-Bogor

30 Maret
-Debat Capres

31 Maret
-Sidoarjo

1 April
-Purwokerto
-Pemalang

2 April
-Padang

3 April
-Medan (Kampanye Akbar)

4 April 
-Bandar Lampung

5 April
-Konsolidasi Jakarta

6 April
-Cirebon
-Ciamis

7 April
-Jakarta (Kampanye Akbar)

8 April 
-Yogyakarta

9 April
-Palembang

10 April
-Semarang (Kampanye Terbuka)

11 April
-Magelang
-Klaten 

12 April
-Tulungagung
-Malang

13 April
-Tangerang (Kampanye Akbar)
-Debat Capres-Cawapres.

Berikut daftar jadwal kampanye terbuka Capres 02 Prabowo-Sandi yang akan di mulai dari hari ini sampai debat Capes-Cawapres 13 April Mendatang.**



Capres 02, Prabowo Subianto Kumpulkan Partai Koalisi Bahas Kampanye Terbuka


Reporter :Fauzyah
 
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto
Jakarta, (policewatch.news)- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pejabat teras partai koalisi di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3) malam untuk membahas persiapan kampanye terbuka yang dimulai 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pertemuan kali ini tak hanya melibatkan pejabat teras partai namun juga alim ulama dan tokoh masyarakat.

Muzani berkata Prabowo butuh masukan terkait strategi hingga titik-titik kampanye yang harus dilawat olehnya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno.

"Jadi hari ini agendanya makan malam bersama dan mendapat masukan dari tokoh-tokoh tersebut dan pimpinan partai berkaitan dengan kampanye terbuka sampai tanggal 13," kata Muzani ditemui di depan kediaman Prabowo.

"Ini bagian dari kampanye terbuka besok, Pak Prabowo akan mengadakan kampanye di Makassar dan Manado, sementara Pak Sandi di Jawa Tengah," katanya menambahkan.

Pada pertemuan ini, tim koalisi calon pasangan 02 juga sepakat untuk menciptakan kampanye tanpa unsur yang menimbulkan perpecahan. Kemudian, kampanye yang akan diusung pun harus inklusif atau melibatkan seluruh unsur masyarakat.

"Kampanye harus menjadi tempat silaturahmi dan menyampaikan kegembiraan karena menyambut pemimpin yang akan datang," terang dia.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso memastikan seluruh pejabat teras koalisi calon pasangan 02 akan hadir pada malam ini. Partai Berkarya diwakili oleh Priyo, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Berkarya Tedjo Edhy Purdijatno.

Di dalam undangan, agenda pertemuan yang sedianya dimulai 19.30 WIB ini akan berisi doa bersama dan membahas strategi kampanye bersama yang sudah dimulai esok hari.

"Saya ditelepon Pak Ahmad Muzani dan undangannya cukup mendadak. Tapi intinya, kami berdoa kepada Allah SWT semoga ini bisa diridhoi dak kami tak khawatir dengan apapun," jelas Priyo. 

APTSI Tuntut Menag Mundur, "Terkait Kejanggalan" Pemilihan Rektor UIN,



Reporter  ; M R I /irfan
 
Menteri Agama Lukman Hakim dituntut mundur oleh Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia.
Jakarta,(policewatch.news)- Presidium Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) menuntut Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin mundur dari jabatannya setelah muncul dugaan jual beli jabatan di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Meulaboh.

"Kami minta Menag mengundurkan diri karena kami temukan hal yang luar biasa di kantor bahwa saudara Menag lakukan hal melanggar hukum. Menag introspeksi dan mengundurkan diri untuk perbaikan sistem pemerintahan ke depan," kata Sekjen APTSI Machruf Elrick dalam konferensi pers di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu (23/3).

Sebelumnya dugaan jual beli penetapan jabatan rektor ini dicuatkan Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC).

Mahfud saat itu mencontohkan kasus Andi Faisal Bakti (AFB) yang tidak dilantik sebagai rektor UIN Makassar oleh Kemenag meskipun menang pemilihan. Kejadian serupa kembali dialami Andi Faisal Bakti ketika mengikuti pemilihan rektor di UIN Jakarta tahun 2018 lalu. 

Di sisi lain, Mahfud melihat hal itu tidak menyalahi prosedural karena Menteri Agama memang berwenang menetapkan 1 dari 3 yang diajukan UIN. Kewenangan ini berdasarkan Pasal 13 Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua Pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah.

Selain menuntut pengunduran diri Lukman, Elrick juga meminta hak veto Menag dalam pemilihan rektor di perguruan tinggi keagamaan dihapuskan. Elrick menyebut Hak veto ini sebagai intervensi pemerintah dalam penunjukan rektor dan rawan terjadi politik uang atau jual beli jabatan.

APTSI juga menyarankan pemilihan Rektor diserahkan kepada senat kampus yang dianggap mengerti dan mengenal calon-calon yang dianggap memiliki kemampuan untuk menjalankan dan mengelola kampus.

"Sistem rekrutmen rektor seperti saat ini dianggap tidak demokratis. Kami menyarankan agar dikembalikan kepada kebebasan mimbar kampus sehingga kampus mempunyai otoritas untuk memilih siapa rektor terbaik," ujar Elrick.

Sementara itu, rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, lewat pernyataan resmi yang diunggah di www.uinjkt.ac.id menepis anggapan proses tak wajar terkait pemilihan dirinya sebagai rektor.

"Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023 dipilih secara objektif oleh Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Komite Seleksi dengan mempertimbangkan kapasitas dan integritas. Rektor UIN Jakarta terpilih sesuai dengan prosedur, legal, dan konstitusional. Dalam pemilihan calon rektor (pilrek) tidak dikenal istilah 'menang-kalah', tapi dipilih Menteri Agama berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015," kata Amany.

Dia juga menyebut tidak ada politik uang dalam pemilihan rektor.

"Bila memiliki bukti dugaan pelanggaran atau perbuatan melawan hukum, silakan laporkan kepada penegak hukum," ujarnya


Diduga Plasma Kades desak PT.Lonsum kembalikan lahan warga.

Reporter: Julianto P
Dumyati Kepala Desa Bina Karya SP 5 , Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) 
Berandang,Muratara(policewatch.news)Dumiyati selaku Kepala Desa Bina Karya SP 5 , Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara)  mendatangi Kementrian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) tepat nya di Jakarta Selatan pada 5-Maret-2019 lalu, guna melaporkan kasus dugaan Plasma terhadap lahan milik warga Desa Bina Karya atas tindakan PT.London Sumatera (Lonsum) Tbk, yang belum mengembalikan paket plasma sebanyak 240 Hektar kepada masyarakat Desa.Sabtu,23-Maret-2019.

Mengenai laporan tersebut  Dumiyati  menjelaskan, "Lahan milik warga yang belum dikembalikan oleh PT Lonsum kepada masyarakat sebanyak 420 Hektar yang semulanya seluas 840 Hektar dengan luas keseluruhan  1700 Hektar, dalam satu kaplingnya berisi 2 hektar dan 2 Hektarnya juga bertepatan di Riset dan perkantoran PT.Lonsum Tbk.Permaslahan ini telah bergulir dari tahun 2006 silam oleh pihak PT Lonsum.Namun,baru mengembalikan kepada masyarakat transmigrasi hanya berjumlah 610 kapling menurut keterangan mantan kepala desa dengan data terlampir, sedangkan  untuk 240 kapling lahan belum dikembalikan sampai saat ini,itu juga diperkuat dalam bentuk data yang terlampir” ujar kepala desa.

"Lahan yang dipermasalahkan ini tidak termasuk dalam lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang mana kepemilikannya jelas dan terang dengan data, jadi lahan itu mutlak milik masyarakat.Hal ini juga bisa membuat kerugian pada pihak pemerintah Kabupaten Muratara karna Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi & Bangunan (PBB) sebagai salah satu sumber untuk Penghasilan Asli Daerah (PAD), itu juga tidak masuk dan tidak jelas dengan rinci, pembayarannya kemana pajak-pajak tersebut dikucurkan, apa ke Musirawas atau ke Muratara pihaknya belum mengetahui." jelas Dumayati.

Sementara itu, sejak berdirinya PT Lonsum sejak tahun 1995 warga desa belum pernah mendapatkan dana Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate social Responsibility) untuk kontribusi terhadap desa yang terkena dampak dari perusahaan tersebut.
Padahal sudah ditentukan dan sudah menjadi kewajiban suatu perusahaan  seperti pembuatan jalan lingkungan serta jalan utama yang sudah terkena dampak dari perusahaan.

“Lihat sekarang ini, jalan kami hancur tidak ada bantuan dari PT Lonsum untuk membantu masyarakat dalam bentuk perbaikan, semua kami perbaiki secara Swadaya atau gotong royong, dengan mengandalkan alat yang seadanya.Karena pihak PT Lonsum  dalam pengembalian lahan plasma mempersulit dan selalu mengulur-ngulur waktu, dengan memanfaatkan oknum oknum yang berpengaruh dipemerintahan." Terang Dumiyati.

“Diharapkan juga terhadap pihak yang terkait seperti Pemerintah Kabupaten Muratara untuk bisa membantu mendorong dan memberi solusi atas permasalahan ini agar selesai dengan cepat dan baik,” tutupnya